Tetap Sehat Mental dengan SANTAI dan 3 Keunggulan Asuransi Bebas Handal


Pandemi yang belum juga usai memang membuat lelah jiwa raga. Pembatasan kegiatan, mau tak mau berdampak pada pekerjaan saya sebagai seorang freelancer. Pekerjaan tak sebanyak masa sebelum pandemi dan ini mempengaruhi pendapatan saya. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari menjadi terganggu.

Namun, mengeluh tak membuat kebutuhan sehari-hari tercukupi. Mengeluh juga bisa mempengaruhi kesehatan menta. Mental yang tak sehat membuat kesehatan fisik juga terganggu. Mengeluh sejenak tak apa, itu normal, tapi jangan berlama-lama. Bangkit dan semangat lagi yuk. Masalahnya, kebanyakan orang tak tahu cara membangkitkan semangat dan menjaga mental tetap sehat di masa pandemi.

Kalau saya, salah satu membangkitkan semangat dan tak mengeluh berkepanjangan adalah dengan mencari dukungan dari keluarga dan teman. Cara lain adalah dengan mencari pengetahuan dan wawasan baru. Selain kemampuan saya jadi bertambah, pengetahuan baru membuat pikiran saya segar lagi dan bisa melihat sebuah masalah dari sudut yang berbeda.



Tetap Sehat Mental dengan SANTAI


Pada acara Yuk Ngobrol Bareng FWD tanggal 4 Juni 2021 yang diselenggarakan oleh FWD Insurance, saya mendapat tips dari ibu Irma Gustiana, M.Psi, seorang psikolog anak, remaja dan keluarga serta founder Ruang Tumbuh, untuk tetap sehat mental di masa pandemi. Ibu Irma Gustiana bilang, agar mental tetap sehat maka kita harus SANTAI.

Acara Yuk Ngobrol Bareng FWD ini merupakan salah satu bagian dari kampanye FWD Bebas Berbagi, yaitu kegiatan literasi keuangan yang menargetkan berbagai kalangan termasuk komunitas, salah satunya komunitas perempuan.

Kampanye FWD Bebas Berbagi merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam aspek social. FWD Insurance berkomitmen untuk terus memberikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat Indonesia, sejalan dengan komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor jasa keuangan bagi masyarakat.



SANTAI untuk mental tetap sehat ini bukan santai sembarangan lho, melainkan singkatan dari :

S = Sehat fisik mendukung kesehatan mental, luangkan waktu dengan berolahraga teratur dan asupan nutrisi seimbang. Ingat kan semboyan dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Sisihkan waktu 15 hingga 30 menit sekali untuk berolahraga, bisa dengan jalan kaki atau olahraga ringan di sekitar rumah.

A = Adaptasi dengan pola kebiasaan baru. Adanya pembatasan kegiatan di luar rumah membuat semua pekerjaan berlangsung secara online. Kita harus beradaptasi dengan pola baru ini atau akan ketinggalan.

N = Networking, tetap menjaga interaksi sosial. Meski tatap muka jauh berkurang, namun hubungan dengan teman atau klien tetap berlangsung secara online. Silaturahmi tak boleh putus terhalang pandemi.

T = Tahan diri dan atur regulasi emosi dengan teknik pernafasan sederhana. Ketika emosi memuncak, kita kerap melampiaskan kekesalan pada lingkungan terdekat yaitu keluarga. Akibatnya, bukan masalah kita selesai malah mengancam keutuhan keluarga. Pejamkan mata, fokus dan atur nafas perlahan hingga emosi kita berkurang.

A = Atasi Kelelahan dengan meluangkan me time. Tugas mengurus rumah tangga yang padat, ditambah rutinitas pekerjaan kantoran, seringkali membuat para ibu jenuh. Nggak apa-apa kok kalau kita ingin “me time” alias menikmati waktu untuk diri sendiri. Me time akan membuat pikiran segar lagi dan rasa jenuh menghilang.

I = Ingat, ada hal yang bisa kita kendalikan dan ada yang tidak, maka fokus pada apa yang bisa kita kendalikan. Kita tak bisa mengendalikan pandemi tapi kita bisa mengatur kondisi diri kita. Kita bisa memutuskan untuk bahagia atau sedih. Daripada terus memikirkan kapan pandemi akan berakhir lebih baik menjaga mental diri dan keluarga agar kuat menjalani masa pandemi. 



Asuransi Bebas Handal Berbasis Syariah


Salah satu masalah besar di masa pandemi adalah berkurangnya penghasilan yang membuat keuangan rumah tangga menjadi terganggu. Kekhawatiran akan kondisi keuangan makin menjadi jika ada anggota keluarga yang sakit atau mengalami kecelakaan dan butuh biaya pengobatan yang tidak sedikit.

Kekhawatiran ini tidak akan terjadi jika kondisi keuangan aman karena ada proteksi, salah satunya dari asuransi. Jika anggota keluarga sakit atau mengalami kecelakaan, asuransi memberi jaminan biaya pengobatan jadi keuangan rumah tangga tidak terganggu.



Bicara soal asuransi, terdapat dua jenis asuransi yaitu asuransi berbasis syariah dan asuransi konvensional. Ibu Rista Zwestika, CFP, Co Head Advisory Finansialku.com menjelaskan perbedaan antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional yaitu :

Asuransi Syariah :
- Terjadi risk sharing antara peserta asuransi. Peserta asuransi sepakat untuk menanggung bersama kemungkinan timbulnya musibah yang lazim disebut resiko dengan alokasi dana kebajikan atau Tabarru’.
- Akad atau perjanjian dalam asuransi syariah terdiri dari akad Tabarru’ dan Tijarah.

Asuransi Konvensional :
-Terdapat risk transfering dari peserta asuransi kepada perusahaan asuransi. Peserta asuransi membayar sejumlah premi untuk memindahkan dampak dari kemungkinan timbulnya musibah (risk) kepada perusahaan asuransi. Peserta tidak lagi terkait dengan risiko tersebut karena telah dipindahkan kepada perusahaan asuransi.
- Pada asuransi konvensional, akad atau perjanjiannya adalah jual beli.



FWD Insurance punya produk asuransi berbasis syariah yaitu Asuransi Bebas Handal. Asuransi Bebas Handal memberikan manfaat rawat inap dengan perlindungan sampai dengan 60 tahun. Terdapat 3 keunggulan unik dari produk ini, yakni Terjangkau, Simpel dan Lengkap.

Terjangkau karena kontribusi mulai 75 ribu rupiah perbulan. Simpel karena Asuransi Bebas Handal adalah asuransi kesehatan online yang mudah dibeli secara online. Lengkap karena tidak hanya biaya kamar tapi semua biaya perawatan dengan nilai manfaat hingga 100 juta per tahun. Tambahan lagi, asuransi Bebas Handal ini cashless karena proses masuk dan keluar rumah sakit rekanan nggak pakai ribet, cukup dengan menunjukkan kartu asuransi saja.

Yang juga menarik dari produk ini adalah pada umumnya produk asuransi kesehatan dijual dalam bentuk paket dengan asuransi unit-link, jadi termasuk asuransi jiwa, kecelakaan, investasi dan lain sebagainya. Tapi sebenarnya yang dibutuhkan mungkin hanya asuransi kesehatannya saja.



Asuransi Bebas Handal cocok buat pekerja di sektor informal atau freelancer seperti saya karena kontribusi yang terjangkau yaitu mulai 75 ribu rupiah per bulan namun manfaatnya mencapai 10 juta per tahun. Tambah menarik karena nasabah yang melakukan pembayaran secara tahunan akan mendapatkan free 1 bulan.

Cara membeli Asuransi Bebas Handal mudah sekali yaitu melalui aplikasi FWD MAX atau kunjungi ifwd.co.id. Melalui distribusi e-commerce ini, nasabah bisa dengan mudah mengakses asuransi dan terlindungi.

Produk asuransi syariah ini juga memiliki Manfaat Khusus Covid-19 tanpa tambahan biaya untuk seluruh nasabah aktif ataupun yang baru bergabung selama periode 1–30 Juni 2021 agar mendapatkan Manfaat Khusus Isolasi Mandiri (Isoman) serta perlindungan termasuk pengobatan selama masa isolasi mandiri.

Untuk tahu lebih jelas tentang Asuransi Bebas Handal segera kunjungi ifwd.co.id . Sehat finansial, sehat juga mental dan fisik kita.









2 komentar

  1. SANTAI untuk mental tetap sehat, tips yang luar biasa. Terima kasih untuk info asuransinya Bu. Tetap semangat, semoga senantiasa sehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sudah membacanya ya pak

      Hapus