Jumat, 22 November 2019

Bayi Lahir Prematur bisa Tumbuh Optimal asal Tata Laksananya Benar

Normalnya, kehamilan itu berlangsung selama 39-41 minggu, namun karena beberapa faktor, bayi bisa lahir kurang dari 37 minggu kehamilan. Bayi yang lahir di usia kandungan 37 minggu ini disebut bayi prematur. Bayi yang lahir prematur merupakan penyebab tertinggi kematian pada bayi karena bayi mengalami berbagai masalah kesehatan akibat organ tubuhnya belum terbentuk sempurna.


Tanggal 17 November adalah Hari Prematur Sedunia. Untuk tahu lebih jelas tentang bayi prematur, saya datang ke acara bicara gizi bertema upaya pencegahan dan tata laksana anak prematur agar tumbuh kembang optimal yang diselenggarakan oleh Danone Indonesia melalui Nutrisi Bangsa. Acara ini bertujuan agar masyarakat makin sadar akan pentingnya nutrisi dan penanganan yang tepat pada masa 1000 hari pertama kehidupan bayi untuk mengurangi kelahiran prematur.

Rabu, 20 November 2019

Tambah Dua Fitur, Nonton Film Pakai M-Tix Jadi Makin Asik

Perkembangan dunia digital yang masiv, membuat orang nggak bisa lepas dari gadget di kehidupan sehari-hari. Rata-rata aktivitas dilakukan melalui gadget, apalagi yang berhubungan dengan soal antri. Pernah antri beli tiket buat nonton bioskop? Nyebelin kan, udah gitu nggak dapet posisi enak lagi. Cinema XXI menjawab kebutuhan para penggila film buat nonton dengan membuat inovasi di aplikasi M-Tix. 


Saya penyuka film Avenger. Saat film ini tayang, saya akan langsung menontonnya di bioskop. Masalahnya, yang menyukai film ini bukan hanya saya, tapi jutaan penggila film lainnya. Maka ketika sampai di bioskop, antrian beli tiket sudah mengular panjang. Saya pasrah ketika sampai di mbak penjaga tiket, kursi yang tersedia tinggal di bagian bawah. Nggak nyaman nontonnya tapi ya sudahlah. 


Senin, 28 Oktober 2019

Bersepeda di Malioboro Bikin Kaki Pegal, Jangan Khawatir, ada GoMassage yang Menyembuhkan

Jalan Malioboro merupakan jalan yang paling hits di kota Yogyakarta. Jalan ini merupakan tempat wisata belanja yang tak pernah sepi. Bahkan sampai muncul kalimat, jika belum ke Malioboro, artinya kita belum ke Yogyakarta, saking hits nya jalan ini. Sebagai lokasi wisata belanja, Malioboro memang cocok untuk mereka yang hobi belanja. Penjual batik dan souvenir khas Yogyakarta memenuhi deretan kanan dan kiri jalan. 


Setiap saya menyambangi Yogyakarta, saya selalu menyempatkan diri untuk datang ke Malioboro. Stasiun Tugu tempat saya naik kereta api kembali ke Jakarta dekat sekali dengan jalan ini. Jadi sembari menunggu kereta berangkat, saya isi waktu luang dengan berjalan-jalan di Malioboro atau sekedar duduk di kursi yang ada di sepanjang jalan Malioboro. 


Selasa, 15 Oktober 2019

Menyulap Tempat Pembuangan Sampah jadi Wisata Hutan Bakau Dian Wakat Park

Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam, kadang harus dibangkitkan dengan cara yang kreatif. Akibat masyarakat sering membabat bakau yang menahan abrasi dipinggir pantai, sekaligus menjadikan rawa tempat bakau tumbuh sebagai tempat membuang sampah, hutan bakau di Ohoi Dian Darat disulap menjadi tempat wisata. 


Ohoi Dian Darat adalah satu Ohoi (desa) di Kabupaten Kepualuan Kei. Saya menyambagi desa ini pada 14 Oktober kemarin. Jembatan panjang warna-warni menyambut ketika saya datang. Orang-orang yang hobi berpose ria akan langsung menjadikan jembatan warna-warni ini sebagai spot untuk berfoto dan langsung mengunggahnya ke media sosial. Namun saya lebih suka menikmati rapatnya akar bakau yang berada di samping kiri dan kanan jembatan ini.

Kamis, 10 Oktober 2019

Berburu Hotel Murah Seharga 99 Ribu di Mister Aladin Travel Carnival

Mister Aladin mengadakan Mister Aladin Travel Carnival pada 30 September - 6 Oktober 2019 di Mal Kota Kasablanka. Bertemakan Carnival, pameran travel ini diadakan untuk menyambut kemeriahan masa liburan akhir tahun dan makin beragamnya produk Mister Aladin. Pameran ini juga menjadi momen diluncurkannya fitur pesawat Internasional dan kereta api. 


Area atrium mal Kota Kasablanka sangat meriah pagi itu. Area Atrium yang luas didekor khusus untuk Mister Aladin Travel Fair. Kemeriahan sungguh nyata terasa, hingga para pengunjung mal berhenti dan mengarahkan pandangan ke area Miater Aladin Travel Fair. Beberapa remaja masih melakukan gladi resik tarian yang akan membuka acara hari itu. Saya melangkahkan kaki memasuki area pameran hari itu, tanggal 3 Oktober 2019.

Minggu, 06 Oktober 2019

Serunya Belajar Macapat Walaupun Singkat

Macapat bukan sekedar tembang, tapi pembelajaran soal karakter dan berisi petuah hidup. Macapat juga adalah pelajaran tentang sejarah dan proses kehidupan sejak lahir hingga kematian. Penjelasan ini diberikan oleh Romo Guru Projosuwasono dalam bahasa jawa yang halus sekali di acara Workshop Macapat yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. 


Saya mengangguk tapi juga mengernyitkan kening mendengar penjelasan itu di siang yang panas, di Anjungan DI Yogyakarta TMII. Saya dan beberapa teman mengikuti workshop Macapat itu tanggal 21 September lalu. Hadir juga beberapa pelaku seni yang langsung datang dari daerah Jawa Tengah serta mahasiswa jurusan sastra jawa Universitas Indonesia. Saya sengaja datang untuk tahu lebih jauh tentang Macapat sekaligus mempelajarinya walaupun waktunya singkat.

Jumat, 27 September 2019

Lewat #IndonesiaDaruratAsap, Rumah Zakat Bergerak Bantu Warga Terdampak Asap

Masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia, terutama sebagian Kalimantan dan Sumatra, sedang mengalami bencana asap yang diakibatkan oleh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Menurut BMKG, kondisi udara di kota Pekanbaru, Sampit dan Palembang sudah memasuki status bahaya. Nggak terbayangkan bagaimana menderitanya saudara kita yang tinggal di sana.


Kebakaran bukan hanya berdampak pada kesulitan pandangan akibat pekatnya asap, namun asap juga berbahaya untuk kesehatan. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, dari Februari hingga September 2019 jumlah penderita Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat Karhutla mencapai 919.516 orang. Jumlah ini akan terus bertambah jika Karhutla tidak segera ditanggulangi.


Back to Top