Kijang Innova Melaju, Menuju Pantai Indrayanti Jogja yang Pasirnya Putih

 

Pantai indrayanti (dok.yayat)

Mobil Kijang Innova yang saya dan keluarga tumpangi, melaju di jalan aspal mulus di suatu pagi menjelang siang, pada bulan Maret tahun lalu. Saya dan keluarga sedang menuju Pantai Indrayanti yang berada di kawasan Gunung Kidul Yogyakarta. Pantai Indrayanti terkenal dengan pasir putihnya. Setelah sekian lama masuk wishlist, akhirnya saya bisa ke sana juga.

Pantai Indrayanti disebut juga Pantai Pulang Sawal. Letaknya cukup jauh dari hotel tempat kami menginap di pusat kota Jogja. Jarak hotel kami di jalan Malioboro ke Pantai Indrayanti adalah 65 kilometer. Karena jauh, saya luangkan waktu seharian demi menyambangi Pantai Indrayanti.

perahu nelayan (dok.yayat)


Sebelum Berangkat, Cek Kondisi Mobil Selalu


Saya dan keluarga berlima jumlahnya. Kabin mobil Kijang Innova yang luas sungguh nyaman dipakai untuk menempuh perjalanan jauh. Saya dan pak suami duduk di depan. Putri sulung dan putri kedua duduk di tengah. Putra bungsu duduk di belakang. Kapasitas Kijang Innova bisa untuk 7-8 penumpang.

Jam menunjukkan pukul 9 pagi tapi matahari bersinar sangat cerah. Panasnya cahaya matahari tak terasa di dalam mobil karena hembusan dingin AC Double Blower dari dashboard Innova yang kami tumpangi. Hembusannya merata sampai ke kursi belakang tempat si bungsu duduk.

dashboard Kijang Innova (dok.website Auto2000)


Untuk menjamin kenyamanan selama menempuh perjalanan jauh, saya biasa memeriksa kondisi mobil sebelum berangkat. Saya cek air radiator, kondisi filter dan selang bensin, oli mesin, tekanan ban, AC mobil serta bensin. Tak lupa memeriksa kelengkapan dongkrak mobil dan peralatan service sederhana.

Ban cadangan selalu ada di dalam mobil. Ban cadangan ini penting yaaaa untuk menghindari ban bocor dan bengkel jauh lokasinya. Jika terpaksa, maka kita bisa ganti dengan ban cadangan menggunakan alat dongkrak yang selalu dibawa.

Mobil Kijang Innova ini sudah berkali-kali menempuh perjalanan jauh. Dua hari sebelumnya, saya gunakan untuk berangkat dari Jakarta menuju Yogyakarta dan dua hari ke depan, saya gunakan lagi untuk kembali ke Jakarta. Mudik naik mobil menjadi pilihan saya dan keluarga karena praktis dan lebih irit dalam soal biaya. 

Toyota Kijang Innova (dok.website Auto2000)


Saya pilih menggunakan Kijang Innova karena berbagai keunggulannya. Fitur keselamatannya lengkap. Ada Triple SRS Airbag yang mengembang otomatis ketika terjadi kecelakaan. Kabinnya luas dan nyaman. Kemudian eksteriornya juga elegan. Mobil Kijang Innova bisa dibeli melalui website Auto2000.

Website Auto2000 kini menjadi e-commerce website untuk penjualan mobil, suku cadang dan aksesoris resmi Toyota di Indonesia. Pelanggan dapat melakukan pembelian kendaraan baru, purna jual, suku cadang, aksesoris, serta Trade In dan pembelian mobil bekas (bekerjasama dengan Astra Auto Trust) semudah menggerakkan jempol di layar smartphone. Harga Toyota Kijang Innova tertera di website Auto2000 lengkap dengan spesifikasinya. Bisa dipelajari dulu sebelum memutuskan membeli tipe Innova yang mana. 

Pantainya pasir putih (dok.yayat)


Mampir ke Hutan Pinus Hanya buat Foto-foto


Kondisi jalan yang kami lewati adalah aspal mulus dan sebagian jalan berkerikil. Tak ada kemacetan yang berarti padahal kami melewati jalan utama. Mungkin karena saat itu bukan liburan panjang, yang mana biasanya Yogyakarta dipenuhi oleh wisatawan.

Kami mengambil rute melalui Imogiri lanjut ke jalan Wonosari. Sengaja saya lewat Imogiri, karena saya ingin menikmati pemandangan pohon-pohon pinus yang tinggi menjulang. Imogiri, selain ngetop dengan wisata ziarah, juga terkenal dengan wisata hutan pinusnya.

Ada Hutan Pinus Mangunan dan Puncak Becici dengan pohon-pohon pinus yang rapat dan pemandangan alam yang begitu indah. Rute Imogiri ini menanjak dan berkelok karena kawasan perbukitan. Terkadang tanjakannya dan belokannya begitu curam. Menyetir di kondisi jalan seperti ini harus fokus dan hati-hati.

warung jajanan (dok.yayat)


Innova yang kami tumpangi mulus berjalan di tanjakan curam. Alunan musik yang menggema di dalam mobil menambah kenyamanan kami berkendara. Ketika tiba di Hutan Pinus Mangunan, anak-anak saya minta berhenti sejenak. Mau foto-foto katanya. Ya sudah.. mobilpun minggir di area yang aman. Pepohonan pinus yang eksotis memang sayang jika tak diabadikan.

30 menit kemudian, mesin Innova kami menyala lagi. Yuk menuju Pantai Indrayanti yang jadi tujuan utama. Lepas dari Hutan Pinus Mangunan gantian jalan menurun tajam. Saya tak khawatir karena rem Innova berfungsi sempurna. 

Jembatan menuju pulau Drini (dok.yayat)


Pantai Indrayanti Pasirnya Putih


Saya bangunkan anak-anak saya yang ketiduran di sisa perjalanan karena kami sudah sampai di tujuan. Angin laut menerpa wajah ketika kami turun dari mobil. Suara deburan ombak terdengar keras. Di depan kami terbentang laut biru dengan pasir putih sejauh mata memandang. Ternyata benar, Pantai Indrayanti Jogja pasirnya putih.

Tak membuang waktu, saya dan keluarga berjalan menuju pasir putih yang seakan melambai untuk dipijak. Ombak kecil menerpa pasir dan membuat basah kaki. Di beberapa spot banyak pengunjung yang sedang berfoto ria. Suasana pantai Indrayanti cukup ramai siang itu.

perahu dayung ini disewakan (dok.yayat)


Ada pulau kecil di pantai ini yang bisa disambangi. Pulau kecil ini, Pulau Drini namanya, sebenarnya adalah tebing. Untuk menuju tebing, kita harus melewati jembatan kayu. Tangga menuju jembatan kayu sebagian terendam air laut yang sedang surut. Ketika air laut pasang, tangga akan terendam lebih dalam. Saya tidak naik ke tebing ini dan memilih berjalan-jalan menyusuri pantainya saja.

Di pasir putihnya yang bersih, ada jejeran perahu dayung yang disewakan untuk pengunjung. Ada juga perahu kayu milik nelayan yang ditambatkan. Nampaknya perahu-perahu kayu ini digunakan para nelayan untuk melaut mencari ikan. Warna-warni perahu kayunya cantik sekali, sama seperti warna-warni jejeran perahu dayung. 

Pulau Drini (dok.yayat)


Banyak warung makan berjajar di pinggir pantai. Jika lelah dan lapar, kita bisa makan di sini sambil beristirahat. Harga makanannya cukup murah, sama dengan jajanan di pinggir jalan Jogja. Minum kelapa muda segar sambil memandangi ombak yang menerpa pasir putih sungguh menyenangkan.

Jam menunjukkan pukul 3 siang. Sudah cukup kami bermain di pantai Indrayanti. Saatnya pulang kembali ke kota. Saya dan keluarga berkemas dan berjalan kembali menuju mobil Kijang Innova yang setia menunggu di parkiran. Sungguh jalan-jalan yang menyenangkan. Saya tertidur di kabin Innova ketika berangkat pulang.









Tidak ada komentar