Rabu, 05 Februari 2020

FWD Critical Armor, Asuransi untuk Penyakit Kritis

Siapa sangka di balik cerianya mbak Shahnaz Haque, ia menyimpan pengalaman yang orang lain belum tentu setabah mbak Shahnaz dalam menerimanya. Mbak Shahnaz Haque menderita kanker ovarium dan satu ovariumnya harus diangkat. Ia dikelilingi keluarga yang hampir semuanya menderita kanker. Ditambah pula mertuanya menderita kanker juga. Kanker sudah menjadi bagian hidup mbak Shahnaz Haque. 


Saya mendengar mbak Shahnaz Haque bercerita soal pengalaman hidupnya bergaul dengan kanker di acara peluncuran FWD Critical Armor yang berlangsung pada 29 Januari 2020 di kantor pusat FWD di bilangan SCBD Jakarta. Ada dr. Jefry Beta Tenggara, Sp. PD-KHOM dan Mada Arya Nugraha, perencana keuangan dan CEO SiPundi.id yang hadir sebagai narasumber juga.

Shahnaz Haque didiagnosis menderita kanker ovarium pada 1998. Ia sangat terkejut tapi berusaha tenang. Ibunya meninggal karena kanker ovarium dan ayahnya juga meninggal karena kanker. Setelah bergulat dengan rasa sakit, Shahnaz menyetujui ovariumnya diangkat 2 tahun kemudian. Ia rela meski dengan begini, kemungkinan kecil ia bisa melahirkan anak.

Namun nyatanya Shahnaz Haque bisa melahirkan anak setelah ia menikah dengan Gilang Ramadhan. Tuhan Maha Baik. Tiga anak perempuannya sudah besar dan punya prestasi. Ketiga putri inilah yang selalu menyemangati Shahnaz Haque. Juga menghibur dirinya ketika sakit kepala menyerang. Seumur hidup memang Shahnaz Haque akan menderita sakit kepala efek dari penyakitnya.



Menjadi survivor kanker membuat Shahnaz Haque makin peduli dengan para penderita kanker. Ia menjadi salah satu yang aktif mendukung para penderita kanker. Happy adalah kunci. Ia tak mau sedih karena menderita sakit. Happy adalah salah satu obat dari penyakitnya. Tau kan, jika kita sakit maka mental akan terganggu juga. Makanya ia selalu mengingatkan para penderita kanker untuk happy.

Kanker adalah salah satu jenis penyakit tidak menular yang menjadi momok banyak orang. Ada 2 penyakit yang sangat saya takuti dan berharap penyakit ini tak saya derita, yaitu penyakit jantung dan kanker. Kanker juga merupakan salah satu penyakit yang membuat anggaran BPJS membengkak. Obat untuk kanker harganya tak murah dan pengobatannya relatif lama.

dr. Jefry Beta Tenggara mengatakan jika orang menderita kanker maka ia harus siap dengan biaya. Karena yang ditanggung BPJS itu hanya pengobatan penderita, sementara biaya lain misal biasa transportasi berobat, biaya hidup keluarga penderita, tidak ditanggung BPJS. Inilah yang berat. Kanker bisa bikin bangkrut memang.

Besarnya biaya ini membuat Mada Arya Nugraha mengingatkan pentingnya asuransi untuk penyakit kritis. Asuransi akan meng-cover selama penderita  menjalani pengobatan sampai ia sembuh. Kapan sebaiknya kita punya asuransi penyakit kritis? Sesegera mungkin, karena ketika kita baru membeli asuransi untuk penyakit kritis setelah terjangkit penyakit, maka itu sudah terlambat.



Besaran premi disesuaikan dengan kemampuan, namun mengingat mahalnya biaya pengobatan, Mada menyarankan kita untuk memberi anggaran tersendiri buat membayar premi. Ia mencontohkan besaran tanggungan 500 juta rupiah. Masuk akal sih karena biaya pengobatan penderita kanker sekali aja bisa jutaan rupiah.

FWD Critical Armor untuk Penyakit Kritis


FWD Indonesia menjawab kebutuhan masyarakat yang menderita penyakit kritis. FWD Life meluncurkan FWD Critical Armor yang punya berbagai kelebihan. FWD Critical Armor melindungi nasabah tidak hanya satu kali, tapi berulang kali. Dengan produk ini, nasabah tidak perlu khawatir selama pemulihan dan dapat fokus untuk sehat kembali. Tidak hanya itu, jika nasabah tidak pernah klaim penyakit kritis major hingga akhir masa perlindungan, premi akan dikembalikan. Jadi, tidak ada lagi yang terbuang percuma.

Inilah kelebihan FWD Critical Armor :

Worry-Free Benefits :
• Melindungi dari 50 jenis penyakit major yang dapat diklaim hingga 3 kali dan 15 jenis penyakit minor yang dapat diklaim satu kali
• Perlindungan hingga usia 80 tahun
• Premi tidak berubah sepanjang periode pembayaran premi
• Masa dan metode pembayaran premi dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan nasabah
• Manfaat meninggal dunia
• Setiap manfaat yang dibayarkan tidak akan mengurangi nilai dari manfaat lainnya.

Waste-Free Benefits :
• Pengembalian premi jika tidak ada klaim penyakit kritis major hingga akhir masa perlindungan
• Dibebaskan dari pembayaran premi lanjutan.

Trus penyakit yang ditanggung apa aja? Nih.. bisa cek di tabel ini ya buat tahu penyakit yang ditanggung FWD Critical Armor.



Seperti yang dikatakan oleh bapak Adit Trivedi, Wakil Direktur Utama FWD Life, FWD ingin mengajak nasabah memberikan arti lebih di setiap perjalanan hidup agar dapat terus menikmati hidup tanpa rasa khawatir apapun yang terjadi. FWD memahami bahwa pikiran yang positif dapat membantu proses penyembuhan seseorang lebih cepat.

Dengan memiliki perlindungan penyakit kritis sejak dini, pikiran nasabah menjadi lebih tenang dan kekhawatiran atas biaya pengobatan akan berkurang. Dengan diluncurkannya FWD Critical Armor, FWD kembali menunjukkan bagaimana FWD Life adalah perusahaan asuransi berbeda yang bertujuan mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi. Untuk lebih jelasnya bisa kunjungi FWD Life guna mendapat informasi lebih jauh.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Back to Top