Rabu, 03 Juli 2019

Terpikat Sate Domba di Sate Domba Pak Udin Petot

Sate domba menjadi alternatif buat mereka yang bosan dengan sate kambing atau sate ayam. Pernah makan sate domba? Saya baru memakannya Minggu, 30 Juni lalu, di Sate Domba Pak Udin Petot yang berlokasi di Waroong Kebayoran Jakarta Selatan. Ternyata Sate Domba rasanya nggak seekstrim yang saya kira. 


Daging domba menurut Direktorat Gizi Depkes RI lebih menyehatkan dibandingkan dengan daging kambing. Dalam setiap 100 gram daging domba terdapat 206 kalori, 17,1 gram protein dan 14,8 gram lemak. Adapula 10 mg kalsium, 101 mg fosfor, 2,6 mg zat besi, 0,15 mg vitamin B1 serta 66,3 gram air.

Daging domba memberi banyak manfaat yaitu :
1. Memberi kandungan energi yang tinggi hingga memberikan kekuatan pada tubuh saat beraktivitas
2. Proteinnya yang tinggi membentuk dan menambah massa otot, mengikat lemak dan memperlancar pencernaan
3. Kalsiumnya yang tinggi bisa menjaga kesehatan tulang, menguatkan tulang dan mencegah terjadinya gangguan pada tulang
4. Kandungan fosfornya bisa mencegah terjadinya osteoporosis
5. Vitamin B1 yang terkandung di dalam daging domba membantu proses oksidasi dan mencegah terjadinya kulit kering atau bersisik
6. Mencegah terjadinya anemia
7. Mengandung selenium yang menyehatan kulit dan organ tubuh serta mengurangi resiko tubuh terserang penyakit tertentu
8. Mencegah ketahanan dan kesehatan syaraf, menjaga kesehatan mata dan segalanya yang berhubungan dengan indera penglihatan
9. Membantu proses pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia
10. Meningkatkan kolesterol baik



Dengan beragam manfaat daging domba di atas, membuat kita nggak khawatir lagi dalam mengonsumsinya. Daging domba bisa dimasak menjadi sate, gulai atau dengan cara dibakar. Jika kesulitan membeli dan mengolah daging domba sendiri, datangi saja Sate Domba Pak Udin Petot. Kita bisa pilih segala jenis  olahan daging domba di sini.


Sajian Daging Domba Berbeda di Sate Domba Pak Udin Petot


Di Sate Domba Pak Udin Petot, sate disajikan dengan cara yang beda dari biasanya. Delapan tusuk sate diletakkan di atas batu panas berbentuk persegi panjang. Warna batunya hitam dan datar seperti telenan. Suara gemericik daging yang terpanggang terdengar ketika batu panas ini diletakkan di meja. Sate daging domba di sini dibuat dari daging domba muda berusia 6 bulan.

Dagingnya masih polos belum dibalur dengan kecap. Kecap dicampur bawang diberikan wadah terpisah, begitu pula dengan sambalnya. Kita bisa memanggang sendiri satenya dan dibalur dengan kecap sesuka kita atau mau dibiarkan polos saja dan dimakan dengan sambal hingga lebih terasa rasa dagingnya.



Ada 2 macam sambal yang bisa kita pilih, mau sambal matah atau sambal krenyos. Untuk penyuka pedas, bisa pilih sambal krenyos yang terdiri dari bawang dan irisan cabai rawit merah. Rasa pedasnya benar-benar menusuk lidah.

Saya memakan sate daging domba polos tanpa baluran kecap karena penasaran dengan rasa asli daging domba. Daging terasa empuk digigit padahal belum lama ada di atas batu panas. Rasanya enak seperti daging sapi. Ada bau khas yang tercium tapi tak semenyengat daging kambing.

Sate kedua masih saya makan yang polos namun saya tambahkan sambal krenyos. Wuihhhh lidah saya langsung terasa terbakar karena pedasnya. Saya penyuka pedas dan sambal krenyos pedas luar biasa. Hati-hati ya buat yang tidak menyukai pedas. Setusuk sate domba plus sambal krenyos habis dalam hitungan menit. 



Lanjut saya coba sate domba yang sudah dibalur kecap. Bau khas domba hilang ditimpa rasa kecap. Rasa khas domba juga bercampur rasa manis kecap. Untuk penyuka daging dengan rasa manis pasti suka dengan sate domba manis ini. Saya sih lebih suka domba polos dimakan dengan sambal krenyos.

Jika kita tak mau membakar sate sendiri, kita bisa pesan sate domba yang sudah jadi. Tinggal bilang aja mau sate domba polos atau manis dan ditambah dengan sambal apa. Kalau datang dengan teman enaknya sih bakar sate sendiri, karena membakarnya bisa sambil ngobrol dan malah menambah keakraban. 



Menu yang terbuat dari daging domba lainnya adalah gulai daging domba. Disajikan dalam mangkuk dan berisi kuah dengan santan. Sepintas santannya terlihat kental tapi begitu diseruput ternyata rasa santannya ringan sekali. Rasa rempah kuah yang kuat, santan yang ringan dan daging domba yang empuk merupakan lauk yang sempurna untuk menemani nasi.

Masih dari menu daging domba, adalagi daging domba bakar. Ini daging domba yang dibakar menggunakan kecap dan bermacam bumbu. Rasanya sama enak karena bumbunya meresap ke dalam daging. Untuk yang ingin olahan daging domba berbeda bisa memesan menu ini. Oh ya buat yang tidak suka daging domba bisa pesan sate ayamnya. Sama recommended juga. 



Overall saya cukup puas dengan aneka olahan daging domba di Sate Domba Pak Udin Petot. Apalagi saya terasa flashback ke masa lalu melihat piring dan mangkuk tempat menu disajikan. Piringnya adalah piring kaleng dan mangkuknya bergambar ayam jago, desain peralatan makan yang biasa digunakan jaman nenek kita dulu.

Ambiance Sate Domba Pak Udin memang sengaja seperti ini. Seperti juga meja dan kursi yang dibuat dari kayu. Agar suasana makan berlangsung dengan nyaman. Sate Domba Pak Udin adalah salah satu merchant di Waroong Kebayoran, adanya di lantai 2 restoran ini. Lokasinya di Jl Prof Joko Sutono SH No. 33 RT 9 RW 5 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Buka setiap hari hingga jam 10 malam. 


2 komentar :

  1. Terimakasih infonya, sukses terus..


    BalasHapus
  2. Wah saya juga jadi terpikat ini mbak abis baca artikel ini, musti nyambangin sate domba pak udin petot nih

    BalasHapus

Back to Top