Cara Membuat Infografis

Perkembangan dunia digital berpengaruh juga pada dunia perbloggeran. Dalam soal menulis di blog atau ngeblog, saat ini kemampuan kita bukan hanya menulis artikel secara runut dan jelas, namun harus ditambah dengan skill yang lain, salah satunya skill membuat infografis. Orang sekarang lebih suka membaca informasi lewat infografis dan artikel panjang adalah penjelasannya. 


Karena ingin belajar soal infografis, saya ikut workshop soal infografis yang diadakan oleh Komunitas ISB dan CNI pada tanggal 20 April 2019. Pemberi materinya adalah mas Ardan, seorang blogger yang hobi membuat infografis. Lokasinya di VROffices, sebuah coworking space yang terletak di lantai 6 TCC Batavia Jakarta.

Coworking Space saat ini sudah menyasar gedung perkantoran, karena banyak orang yang membutuhkan tempat untuk bekerja. VROffices tempatnya nyaman untuk bekerja. Wifinya kencang, banyak colokan dan jika butuh ruang meeting, VROffices menyediakan juga. Saya ingin datang ke sini lagi buat menulis blog.


Sebelum mas Ardan memberi materi, ada informasi dari CNI tentang BioPlus. BioPlus adalah suplemen sinbiotik yang memadukan probiotik dan prebiotik dalam satu produk. Fungsinya adalah menjaga keseimbangan bakteri dan usus hingga kesehatan pencernaan selalu terjaga. Terutama ini dibutuhkan buat kita dan anak-anak yang makannya tak terkontrol.

BioPlus terdiri dari 3 bakteri baik yaitu Clostridium bulyricum, Bacillus mesentricus dan Bifidobacterium breve. Kombinasi ketiga bakteri baik ini mampu bekerja lebih efektif dan karena berbentuk serbuk yang dikemas dengan stik alumunium membuat kandungan bakteri baiknya bertahan secara stabil dalam kondisi lingkungan apapun. So minumlah CNI BioPlus dengan teratur.



Apa dan Bagaimana Infografis
Istilah infografis berasal dari 2 kata yaitu information dan graphic atau informasi yang dibuat dalam bentuk grafik. Informasi ini bisa mengenai apa saja, bisa berupa paparan data, tips atau pemberitahuan umum. Orang suka membaca infografis karena berisi poin-poin penting yang mudah dicerna. Jika orang butuh penjelasan lebih jelas, maka artikel lah yang akan dicari.

Infografis terdiri dari beberapa jenis yaitu :
- Informasi : berisi informasi umum yang perlu diketahui orang misalnya manfaat minum air, manfaat olahraga, informasi sebuah lokasi wisata dan lain-lain.
- Visualisasi data : informasi berdasarkan data, misalnya kategori penduduk sebuah wilayah.
- Perbandingan : membandingkan dua informasi. Dua hal yang dibandingkan harus apple to apple hingga perbedaan keduanya menjadi aktual.
- Garis waktu : misalnya infografis tentang kejadian yang berlangsung di rentang waktu tertentu. 


contoh infografis visualisasi data (dok.dmcdd.net)

Sebuah infografis harus mencakup elemen-elemen penting yaitu judul, pengantar, isi dan sumber data. Sumber data penting dicantumkan agar infografis yang kita buat bisa dipertanggungjawabkan. Lebih jelasnya elemen tersebut adalah :

- Judul : sama seperti blog, pilih judul yang eye catching tapi jangan terlalu panjang.
- Pengantar :  bisa berisi penjelasan singkat tentang infografis yang kita buat.
- Isi : ambil poin-poin penting yang perlu diketahui pembaca, beri penjelasan singkat di poin-poin ini. Usahakan jangan terlalu banyak menulis soal isi di sebuah infografis. Informasi yang terlalu banyak akan membuat pembaca bingung.
- Sumber : ambil data infografis dari sumber yang valid agar data yang kita bagikan ke pembaca itu aktual dan bisa dipertanggungjawabkan. 



Sama seperti blog yang mempunyai aturan penulisan, infografis juga mempunyai faktor-faktor yang harus diperhatikan yaitu :

1. Latar
Untuk memudahkan pembuatan infografis, beri latar dengan warna putih dulu. Setelah informasi selesai kita tulis, baru kita bermain dengan warna.

2. Warna
Salah satu keunggulan infografis adalah warna. Orang bisa tertarik membaca sebuah infografis karena warna yang menarik. Karena itu pakailah warna yang menarik namun tidak membuat orang sakit mata melihatnya. Hindari warna-warna yang terlalu mentereng. Saat ini yang lagi tren dalam pembuatan infografis adalah warna-warna pastel. Gunakan paling banyak 3 warna berbeda.

3. Huruf
Huruf macam-macam jenis dan bentuknya. Gunakan huruf yang membuat pembaca dapat membaca infografis dengan jelas. Nggak usah pakai huruf yang berukir gitu. Sama seperti soal warna, gunakan jenis huruf berbeda paling banyak 3 saja. Huruf bisa dimodifikasi dengan bold atau italic terutama untuk membedakan judul dan isi. 



Ada tips pembuatan infografis yang harus kita ingat yaitu gunakan bentuk portrait mengingat orang sering membaca melalui gadget. Pilah informasi yang akan kita jadikan infografis, jangan terlalu banyak informasi. Karena informasi yang terlalu banyak malah membuat pembaca malas melirik infografis kita.

Buat yang nggak bisa bikin format infografis jangan sedih. Banyak aplikasi yang sudah membuat template untuk membuat infografis seperti canva, adobe photoshop, illustrator dan lain-lain. Yang paling gampang sih canva ya karena ada template nya dan kita tinggal ganti aja gambar dan tulisannya.

At the end, sebagai blogger jangan berhenti untuk menambah kemampuan. Infografis mungkin sulit bagi mereka yang tidak terbiasa membuatnya, apalagi untuk orang seperti saya yang nggak pernah belajar desain. Namun semua kesulitan akan hilang kalau kita terus berlatih, terlebih jika sudah mendapat ilmunya. Berlatih dan kamu akan bisa karena terbiasa.

1 komentar

  1. Terima kasih sudah datang, mbak yat! Oiya, kenapa infografisnya ga diposting aja di sini?

    BalasHapus