Minggu, 27 Januari 2019

Mencari Wakil Indonesia Untuk Asia Pacific Predator League 2019

Ada kebiasaan yang selalu anak saya lakukan tiap pulang sekolah atau di kala libur.. yaitu main game PUBG. Sudah lama si bungsu nggak fokus sama sebuah game, biasanya dia main game yang berganti-ganti. Baru kali ini mainnya hanya PUBG. Game nya asyik.. katanya. 


PUBG ternyata memang sedang jadi game yang populer saat ini. Ketika saya ngobrol dengan seorang teman, dia bercerita anaknya sedang keranjingan main PUBG juga. Game ini aman dimainkan dan anak-anak juga main game tanpa mengganggu waktu belajar jadi so far saya mengijinkan anak saya saya untuk main game ini.

Saking populernya PUBG, game ini sampai menjadi salah satu game yang dikompetisikan di tingkat Asia Pacifik. Adalah Predator League 2019, sebuah turnamen esports tingkat Asia Pasifik, sedang berlangsung saat ini. Turnamen esport ini diselenggarakan oleh Predator, brand gaming dari ACER dan tahun ini memasuki tahun kedua. 


Pada Asia Pacific Predator League 2018, jenis game yang dikompetisikan adalah DOTA 2 dan tahun ini ketambahan PUBG. Tahun depan mungkin akan tambah jenis game lain yang lagi trend. Secara dunia gaming selalu berkembang. Gamenya banyak mengalami perkembangan, perlengkapannya juga.

Saya hadir di acara press conference Asia Pacific Predator League 2019 di Mal Taman Angrek pada 25 Januari 2019 lalu. Hari itu adalah pembukaan final untuk tingkat nasional. Jadi para pemenang hasil kualifikasi diadu di tingkat nasional yang berlangsung sejak 25 Januari hingga 27 Januari 2019. 



Pemenang tingkat nasional akan diadu lagi di grand final yang berlangsung di Bangkok Thailand pada bulan Februari 2019. Ada 16 negara yang bertanding di ajang grand final yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Taiwan, Filipina, Singapore, Hongkong, Macau, India, Australia, Korea, Sri Lanka, Jepang, Myanmar dan Mongolia.

Proses kualifikasi di Indonesia telah dimulai sejak November 2018 di 16 iCafe yang tersebar di 14 kota di Indonesia. Dari babak kualifikasi ini keluarlah 8 tim DOTA 2 (Alter Ego, BOOM.ID, Rex Regum Qeon, PG. Barracx, EVOS, Aura, The Prime, HPG. Armored Project) dan 16 tim PUBG (BOOM.ID, Kocak Koplak, Astaga Gaming, XGate, Royal Esport KRS, Aerowolf.Team Seven, Aerowolf.Team Eight, Louvre Emporium, Alter Ego, Victim Reality, U2G, Ghost Alliance PIFF, Ghost Alliance Ayres, Rival, Pixel-Geim.M.I, Existency).



Babak grand final akan memperebutkan hadiah dengan nilai total USD 400.000 atau sekitar 6 milyar rupiah. Hadiah ini meningkat dibandingkan dengan Asia Pacific Predator League 2018. Hadiah yang besar banget ini menarik minta para penggila game di Asia Pacific. Pesertanya meningkat tajam. 


Baca Juga : 6 Milyar Rupiah Diperebutkan di Asia Pacific Predator League 2019
Dengan hadiah yang teramat besar dan banyaknya peserta yang mengikuti turnamen ini, kian mengukuhkan posisi ACER sebagai PC brand yang memiliki komitmen kuat dalam membangun ekosistem esports di Indonesia. Seperti yang dikatakan oleh Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia bahwa Asia Pasific Predator League 2019 merupakan bentuk konsistensi ACER dalam mendukung dan memajukan industri gaming. 


Selain hadiah yang meningkat dan peserta yang membludak, pelaksanaan Asia Pacific Predator League 2019 ini juga berlangsung lebih megah dan spektakuler. Intel digandeng Predator untuk bersama-sama menggelar Asia Pacific Predator League 2019. CBN Fiber juga mendukung event besar ini dengan cara menyediakan koneksi internet cepat hingga 1Gbps selama pertandingan dan streaming di Dens TV.

Buat menarik para penonton, ACER mengajikan kegiatan seru selama gelaran Asia Pacific Predator League 2019 yaitu Cosplay Competition, Lelang Produk ACER, Fighting Mini Games dan Photo Contest berhadiah menarik. Ajang final yang digelar di atrium Mal Taman Anggrek ini emang menarik mata para pengunjung mal untuk melihat, secara layar LED super besar terpampang menyajikan pertempuran game yang dimainkan dan suara gamenya begitu menggelegar. 



Lalu bagaimana peluang Indonesia dalam turnamen esports ini? Pak Herbet Ang mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi pesaing berat di ajang ini. Jadi kesempatan menang untuk Indonesia cukup besar. Saya melihat beberapa nama yang menjadi finalis tahun ini memang sudah ikutan turnamen ini di tahun lalu.

Ada yang menarik perhatian saya di press conference kemarin, yaitu kursi main game yang keren banget. Saya teringat dengan pesawat luar angkasa yang sering saya lihat di film-film ketika melihat kursi ini. Nama kursi ini adalah Predator Thronos. Ini adalah singgasana paling mutakhir untuk gamers kelas sultan yang hadir di Indonesia sejak 2019. Jadi masih baru banget nih.  



So.. buat para orang tua yang anaknya hobi main game, jangan dilarang, cukup ingatkan mereka untuk bisa membagi waktu. Siapa tahu anak-anak bisa jadi gamer top yang memenangi turnamen Internasional. Gamer.. saat ini menjadi profesi yang cukup menjanjikan.



5 komentar :

  1. Wah asik bisa mengikuti lelang dalam predator league.

    Ketangkasan ini bikin penasaran untuk menaklukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener... yang liat aja suka apalagi yang main

      Hapus
  2. Nahiya bener nih, game sekarang cukup menjanjikan banget kwkwkw membuka pandangan baru tentang game ya ternyata nih, kemunculan gamer-gamer sukses :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan memunculkan banyak pembuat game... jadi lapangan kerja baru

      Hapus
  3. Lagi lagi acer ya yg jadi penyelenggara event esport,,,acer memang yang paling mengerti maunya para gamers

    BalasHapus

Back to Top