Kamis, 20 Desember 2018

Lakukan Ekspansi, Mineski Siap Majukan Industri Esports Indonesia

Di dekat rumah saya dulu ada warnet yang ramai sekali. Dulu masih jarang orang punya komputer, apalagi laptop. Jadi kalo perlu internetan orang datang ke warnet. Saya salah satu yang datang ke warnet buat internetan. Seperti mengirim email atau menulis blog.

(dok.europeangaming.eu)

Kemudian jaman berubah cepat. Komputer dan laptop mulai terjangkau harganya. Dengan hasil menabung beberapa waktu, saya bisa membeli laptop idaman. Sekarang saya tak lagi ke warnet untuk mengerjakan pekerjaan atau menulis blog. Begitu juga orang-orang lainnya

Namun warnet tetap tak sepi. Sekarang pengunjungnya adalah anak-anak usia sekolah dasar yang datang ke warnet untuk bermain game. Gaming memang mula naik pamornya saat itu. Anak-anak keranjingan main game. Sekarang warnet di tempat saya hanya mengoperasikan komputernya untuk bermain game.

Sampai sekarang gaming masih hits dan perkembangannya malah makin besar. Bahkan gaming sekarang menjadi lahan pekerjaan baru. Sudah bukan hal yang aneh ketika banyak anak muda menjadikan main game sebagai pekerjaannya dan penghasilan mereka tak main-main.



Puncaknya adalah gaming dijadikan olahraga e-sport yang dipertandingkan di Asian Games 2018. Ya.. gaming dianggap menjadi salah satu cabang olahraga. Selain itu, pertandingan game sering dilakukan oleh banyak merk komputer. Mereka membuat liga tersendiri yang hadiahnya teramat sangat besar.

Kenapa dunia gaming bisa sebesar sekarang? Tentu banyak faktor yang jadi penyebabnya. Digitalisasi yang sudah menjalar ke setiap aspek kehidupan menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu adalah karena banyak pihak yang mengembangkan dunia gaming seperti brand komputer dan organisasi lainnya.

Salah satu organisasi yang mengembangkan dunia pergamingan adalah Mineski. Mineski adalah salah satu organisasi e-sports terbesar di Asia Tenggara.Saat ini Mineski semakin menguatkan posisinya di Indonesia. Untuk lebih tahu bagaimana kiprah Minseski di dunia gaming, saya hadir pada media gathering Mineski tanggal 13 Desember di sebuah hotel di Jakarta.



Indonesia memang patut dilirik oleh Mineski. Berdasarkan laporan Newzoo tahun 2017 lalu, Indonesia menempati posisi ke 16 di daftar negara dengan pasar game besar. Dengan sekitar 43 juta gamers di Indonesia, total pendapatan yang didapatkan dari industri ini mencapai USD 879 juta.

Agustian Hwang, country manager MET Indonesia di acara kemarin mengatakan bahwa Mineski melihat potensi industri e-sports di Indonesia karena itu Mineski melakukan investasi yang agresif dalam beberapa tahun ke depan untuk mempercepat pertumbuhan e-sports di Indonesia dan mengejar negara-negara lain yang telah mapan.

MET Indonesia membuktikan keseriusannya dengan berencana menyelenggarakan event-event raksasa di Indonesia diantaranya Garuda Cup, Indonesia Professional Gaming League (IPGL) dan Jakarta Masters. Jakarta Masters yang termasuk di dalamnya The Masters, diadopsi dari event Manila Masters di Filipina.

Di Indonesia Mineski juga menjalin kemitraan yang kuat untuk menciptakan ekosistem e-sports yang tak terbatas. Saat ini Mineski bermitra dengan Telkomsel, Tencent, GOJEK dan Tokopedia. Tujuannya tentu agar Mineski lebih menjangkau ke para gamers di semua kalangan.



Di acara kemarin ada bapak Auliya Ilman Fadli, General Manager Games and Apps Telkomsel. Ia mengatakan bahwa ada 34% dari 60 juta pelanggan Telkomsel yang memainkan game di ponsel mereka setiap bulannya. Untuk industri game, pangsa pasar Telkomsel di Indonesia mencapai lebih dari 22%.

Sementara Herman Widjaja, VP of Engineering Tokopedia mengatakan bahwa Tokopedia sangat senang bekerja sama dengan Mineski. Mineski membawa visi dan misi yang mendukung perkembangan potensi e-sports di Indonesia dan menciptakan panggung baru bagi para gamer profesional di tanah air, lanjutnya.

Tokopedia punya turnamen Tokopedia Battle of Friday. Ini mencerminkan bahwa Tokopedia punya misi ikut memajukan industri kreatif e-sports di tanah air. Tokopedia berharap hadirnya Mineski bisa mendorong lebih banyak talenta terbaik negeri yang kemudian bisa mendunia.

Mineski dikenal memiliki tim e-sports terbaik di berbagai game seperti League of Legends, CS:GO dan DOTA 2. Banyak jenisnya kan.... dulu mah gaming jenisnya cuman solitaire doang. Dengan kekuatan tim itu Mineski dijuluki sebagai tim e-sports primer di kancah dunia.

Selain punya tim gaming, Mineski juga punya fokus buat mengembangkan cybercafe melalui Mineski Infinity di Indonesia demi mendukung hadirnya talenta gaming baru. Mineski Infinity sudah punya 150 cabang yang tersebar di Fipilina, Malaysia, Thailand dan Indonesia. Cybercafe ini jadi markasnya para gamers lokal yang ingin jadi profesional.

Di Indonesia Minseski berfokus pada dua cabang bisnis utama yaitu Mineski infinity dan MET sejak kelahirannya tahun 2017. Saat ini Mineski Infinity punya 3 cabang yang tersebar di Jakarta dan Bandung.

Sementara MET punya 2 lini produk utama yaitu MET Events dan MET Entertainment. MET Events sudah memproduksi 20 e-sports berskala nasional dan internasional di Indonesia. Ada juga MineskiTV Indonesia yang telah menayangkan lebih dari 500 jam konten live streaming dan sudah disaksikan oleh puluhan juta penonton tiap tahunnya.

MET Entertainment didirikan Mineski untuk mendukung para talenta muda yang memiliki potensi untuk semakin berkembang di industri e-sports. MET Entertainment yang juga bergerak di bidang talent management fokus buat membina dan mengasah bakat dan kemampuan para talent hingga dapat berkembang dan sejajar dengan talent e-sports internasional. 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Back to Top