Kamis, 29 November 2018

Overdozzz With Love, Ngemil Sehat Sambil Melestarikan Hutan

Pernah menonton film kartun berjudul Dr Seus The Lorax? Film ini berkisah tentang orang yang membabat hutan demi kepentingan pribadi. Akhirnya hutan habis dan membawa penyesalan yang panjang pada semua orang. Film ini memang film anak, namun pesan yang terkandung di dalamnya sungguh bagus. Lestarikan hutan atau kita akan menyesal kemudian.


Apa sih gunanya hutan? Hutan adalah paru-paru bumi. Ia membuat udara bersih. Ia menyimpan air hingga kita tak mengalami kekeringan. Ia menjadi tempat tinggal para satwa yang menjadi mata rantai makanan. Banyak banget manfaatnya. So peduli pada keberadaan hutan merupakan tanggung jawab bersama.

Adalah Delia Von Rueti, seorang pengusaha, filantropis, seniman, desainer dan pemerhati soal hutan. Ia menghibahkan tanah pribadinya seluas 2500 hektar untuk dijadikan hutan buatan. Bu Delia memang akrab dengan hutan karena ia tumbuh di keluarga yang memiliki perkebunan di Sumatera. 


Tahun lalu ia membuat brand Love and O2 dan menjual kaos hasil rancangannya. Saya suka desain kaosnya. Kaos itu bergambar hutan dengan bahan kaos yang adem sekali. Saya punya satu dan masih tersimpan rapi di lemari. Bu Delia juga sempat mengadakan fashio show dengan koleksi baju yang "hutan banget". Sebagian hasil penjualan baju ini didonasikan untuk biaya pelestarian hutan.

Bu Delia Von Rueti rupanya terus berbuat sesuatu demi kelangsungan hutan. Malah ia melibatkan keluarganya juga. Tanggal 23 Nopember 2018 kemarin, saya datang ke acara launching Overdozzz With Love, produk baru Love and O2. Overdozzz With Love adalah nama produk makanan yang 15% dari hasil penjualannya lagi-lagi didonasikan untuk pelestarian hutan.



Overdozzz With Love, Cemilan Sehat

Dua buah jenis cemilan saya terima saat launching kemarin. Kemasan cemilan ini berwarna hijau dengan gambar suasana hutan yang penuh dedaunan dan ada beberapa satwa. Kemasannya cukup eye catching. Satu kemasan berbentuk kantong dan satu lagi ditempatkan dalam toples kaca.

Kemasan pouch adalah kripik kelapa. Wait... kripik kelapa? Saya baru mendengar tentang kripik kelapa, biasanya kan kripik itu terbuat dari singkong atau kentang. Hlaa ini kok kelapa. Ternyata bu Delia Von Rueti dan Kayla Von Rueti, anaknya, sengaja membuat cemilan kripik kelapa karena kelapa begitu banyak tumbuh di negara kita. 



Kelapa diangkat bu Delia dan Kayla menjadi cemilan sehat namun bergensi. Kripik kelapa dibuat dua jenis, manis dan spicy. Saya sudah mencoba keduanya dan saya suka. Karena saya penyuka pedas maka saya lebih menyukai yang rasa spicy. Kripik Kelapa terasa renyah ketika digigit.

Produk yang satu lagi adalah Granola. Cemilan ini ditempatkan dalam toples kecil, maka isinya terlihat jelas dari luar. Granola ini terdiri dari campuran kismis, almond, oat, madu, mete, nanas kering, cranberry dan lain-lain. Banyak banget campurannya. Cemilan ini enak dicemili sembari menulis atau membaca buku. Nggak bisa brenti deh ngemilnya.



Granola bisa dimakan dengan ditambahkan susu atau yoghurt. Kalo saya sih di cemilin begitu aja. Saya kagum dengan cara bu Delia dan Kayla meracik makanan ini. Kok nemu aja sih Granola dengan campuran macem-macem begitu. Racikan Granola menimbulkan rasa yang khas. Kreatif banget.

Bahan-bahan untuk cemilan ini berasal dari Bali. Ibu-ibu di daerah Tabanan Bali juga diberdayakan oleh bu Delia untuk membuat produk ini. Jadi Overdozzz With Love adalah produk lokal dan dibuat oleh ibu-ibu daerah lokal. Saya sungguh tak menyangka, karena melihat dari tampilan granolanya, saya pikir makanan ini adalah makanan impor.

Granola Overdozzz With Love dan kripik kelapa Overdozzz With Love tersedia di seluruh Food Hall. Produk ini juga bisa dibeli secara online  melalui website Love and O2. Harga Granola adalah empat puluh ribuan dan harga Granola adalah duaratus ribuan. Dengan membeli Overdozzz With Love, kita bukan cuma mendapatkan cemilan sehat namun juga sudah berkontribusi pada pelestarian hutan.

14 komentar:

  1. jarang-jarang yah mbak yat, ada produsen makanan yang mengajak konsumen untuk berkontribusi pada pelestarian hutan dan jadi penasaran kelapa di jadiin kripik kek gimana, mampirin akh ke food hall

    BalasHapus
  2. ada lagi nih yang baru cemilan sehat Overdozz with love, pulang kantor mampir ah ke Food Hall Plaza Indonesia

    BalasHapus
  3. Ini JENIUS banget! Visioner dan punya terobosan yang membanggakan!

    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  4. Kayaknya aku pernah nyobain nih overdozz tapi di mana yak. Teknik pemasaran dia bagus juga ya, packagingnya, terus ada gerakan sosialnya. Kudu viral ini mah.

    BalasHapus
  5. gw suka banget dua2nya mba Yat, trutama yg cemilan kelapa, mengingatkan gw akan masa kecil hihihi. Btw, keren banget ya Love & O2 ini misinya, gw dukung banget deh kalo soal pelestarian lingkungan..

    BalasHapus
  6. edukasi dalam bungkus camilan gini. Patut di apresiasi ya apalagi menyangkut pelestarian lingkungan. Good!

    BalasHapus
  7. Wah udah di Food Hall ya, bisa cari nih. Mantep banget

    BalasHapus
  8. Jadi pengen nyobain juga nih! Keren konsepnya dan fokus untuk melestarikan hutan emang penting banget apalagi efek global warming sudah berasa banget ya Kak.

    BalasHapus
  9. Kok aku tertarik banget buat nyobain yaaa. Udah kayanya enak, sehat pula :D

    BalasHapus
  10. bisnisnya dapet, sosialnya juga dapet yaa... bisa langsung sejalan gitu...kereen...

    BalasHapus
  11. Kalau Camilannya sehat dan bisa sambil menjaga lingkungan itu double kerennya

    BalasHapus
  12. Ini cemilan yang kalau kata Uwan gak mau dibagi sama siapa2 katanya enak, lalu ku penasaran deh kak yayat.

    BalasHapus
  13. Love and O2 membuat negri ini jadi hijau hutannya.

    Kripik kelapa Hem patut di coba. Cemilan sehati

    BalasHapus