Selasa, 20 November 2018

Baran Energy Membuat Listrik Murah Bukan Mimpi

Saya bergegas menyalakan mesin air ketika tetangga yang rumahnya di hadapan rumah saya keluar sambil berteriak "mati lampuuuu..". Saya dan tetangga di depan rumah ini beda gardu, jadi kalo rumah tetangga listriknya mati, listrik di rumah saya belum tentu mati juga, begitu juga sebaliknya. Namun saya selalu bersiap kalo tau aliran listrik tetangga mati, jaga-jaga setelah ini giliran rumah saya mati lampu.

dok.IG Baran Energy

Kebutuhan air itu penting. Saya nggak mau deh stock air kosong saat mati lampu, bisa repot buat mandi dan urusan ke belakang. Pernah suatu hari listrik tiba-tiba mati dan air di penampungan kosong. Sampe nggak bisa mandi karena kudu menghemat air di bak mandi.

Listrik yang padam memang merepotkan dan kita nggak bisa meminta listrik selalu nyala karena listrik bukan punya kita. Ngerti sih listrik mati bisa karena berbagai sebab.. karena gardu bermasalah atau aliran listrik mesti digilir dan lain-lain. Pengennya sih punya genset yang bisa menjadi sumber daya listrik kalo aliran listrik utama mati, tapi genset kan mahal, udah gitu nggak bisa dipake dengan durasi yang lama, kapasitasnya terbatas pula.


Kemudian saya dapat informasi tentang Baran Power. Ini produk buatan Aldebaran Business Energy Company yang disebut sebagai sumber energy alternatif yang bisa menggantikan keberadaan listrik dari PLN. Buat tau lebih jauh soal Baran Power, saya datang ke acara media gathering yang diadakan oleh Baran Energy pada tanggal 16 November 2018 di kawasan BSD City Tangerang.

Baran Power itu apa sih?

Pak Victor Wirawan, Founder dan CEO Baran Energy memberi penjelasan kepada kami tentang apa dan bagaimana Baran Power itu. Tapi wait.. sebelum menjelaskan soal Baran Energy, pak Victor memaparkan dulu, kenapa Baran Energy dibuat. Baran Energy muncul karena di jaman sekarang kita tak bisa lagi hanya mengandalkan energy dari fosil. As we know tenaga listrik yang kita pakai sekarang sumber energy nya salah satunya dari fosil. 



Kemudian biaya listrik yang mahal juga jadi salah satu penyebabnya. Saya suka kaget kalau lagi ngobrol soal biaya listrik bulanan dengan teman-teman. Mahal banget. Ada yang sampe membayar sejuta rupiah sebulan untuk pemakaian listrik di rumahnya. Saya pribadipun tiap bulan juga bayar listrik selalu naik, padahal udah diirit-irit juga.

Masalah lain dari listrik kita adalah sering mati. Saya sih bersyukur ya listrik di daerah saya nggak terlalu sering mati, walau kalo pas mati lamanya bisa berjam-jam. Di luar pulau Jawa, listrik terlampau sering padam dan itu bisa berlangsung berhari-hari. Repot? Banget. 



Baran Power adalah inovasi yang diciptakan oleh anak bangsa untuk kemajuan Indonesia. Tujuan Baran Power diciptakan adalah agar masyarakat mendapat sumber energi lain selain listrik yang kita pakai sehari-hari. Baran Power menggunakan tenaga yang ramah lingkungan jadi bebas polusi.

Tenaga yang digunakan oleh Baran Power adalah bersumber dari 3 hal yaitu tenaga listrik konvensional, apapun yang bergerak misalnya angin atau air sungai lalu sinar matahari. Sumber energi disimpan dalam sebuah baterai. Baterai inilah yang kita gunakan untuk menyalakan listrik. Yes.. Baran Power adalah sebuah baterai.



Satu Baran Power yang terdiri dari 600 baterai menyimpan tenaga sebesar 8800 watt. Ini Baran Power dengan kapasitas terkecil, yang namanya Baran Powerwall. Dua jenis Baran Power yang lebih besar kapasitasnya adalah Baran EV dan Baran Cube untuk kebutuhan daya listrik yang lebih besar.

Jangan dikira Baran Power nih penampakannya besar dan makan tempat. Mengusung konsep lifestyle, simple dan powerfull, Baran Power hadir dalam bentuk yang simple dan stylish. Nggak terlihat deh kalo itu adalah baterai penyimpan daya listrik. 


dok.IG Baran Energy

Baran Powerwall digunakan untuk konsumsi rumah tangga. Bentuknya kotak pipih dan dipasang menempel di tembok. Baterai berkapasitas 8800 watt ini tenaganya bisa bersumber dari sinar matahari yang disalurkan melalui solar panel. Pengisiannya hanya memakan waktu 4 jam kalo kondisi panas terik dan sedikit lebih lama jika cuaca mendung.

Baran Cube digunakan untuk skala industri yang membutuhkan konsumsi listrik lebih besar. Perumahan juga bisa pake Power Cube nih. Pak Victor memberi bocoran bahwa sedang dibuat perumahan Baran Propertyyang sumber listriknya berasar dari Power Cube. Karena tidak pelu membayar listrik bulanan jadi harga rumah lebih murah. 


dok.IG Baran Energy

Baran Cube kapasitasnya 1 megawatt atau 1 juta watt. Dengan kapasitas sebesar ini, bentuk Baran Cube juga tetep mengedepankan lifestyle. Bentuknya kayak container gitu, jadi nggak perlu penyimpanan khusus yang memakan lahan besar. Orang juga nggak akan tau nih kalo bentuk seperti container ini adalah penyimpan energi yang teramat besar. Satu Baran Power Cube berisi 10 Baran Powerpack ( 1 Baran Powerpack berisi 15 Baran Powerwall).

Next adalah Baran EV. Ini adalah Baran Power yang ditempatkan pada mobil sebagai pengganti bensin. Baran EV membuat mobil bisa mencapai 100 km per jam hanya dalam waktu 1 detik. Di negara kita mobil bertenaga listrik memang belum dijual karena belum ada aturan pemerintah yang mengaturnya. Namun mobil bertenaga listrik sudah banyak dilirik orang.

Saya tertarik banget dengan Baran Powerwall secara  sebagai ibu yang mengatur keuangan keluarga, tau banget kalo bayar listrik itu mahal. Kalo bisa dapet listrik dengan harga rumah ya why not? Nah.. kenapa Baran Power bisa murah harganya? Yang utama sih karena mengambil energi dari apa yang ada di sekitar kita, misalnya cahaya matahari.

Lalu Baran Power juga save energy. Kita bisa mengatur pemakaian listrik di rumah kita. Trus bebas dari listrik padam, karena sumber energinya kita yang atur. Saya sih pengen tau lebih jauh soal Baran Power.. terutama Baran Powerwall ya. Cuman saya mesti bersabar nih karena Baran Power baru akan di launching di quarter 1 tahun 2019.

Sembari menunggu launching Baran Power, bolehlah kepoin website Baran Energy atau IG nya di @baranenergy. Bisa juga kepoin IG nya pak Victor Wirawan di @victorwirawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar