Senin, 22 Oktober 2018

Antarkan Kebaikan Dengan PAXEL

Beberapa hari yang lalu saya mengirim tiket nonton MotoGP ke seorang teman menggunakan layanan delivery sameday, alias sampai di hari yang sama dengan saat tiket itu dikirimkan. Saya sengaja kirim pagi hari supaya siang sudah sampai di tangan si teman. Maklum teman ada urusan penting yang membuat ia harus meninggalkan Jakarta di sore hari. 


Ternyata hingga hari menjelang sore, tiket belum juga sampai ke tangan teman saya. Saya panik dibuatnya, maklum tiket itu harganya mahal, hampir sejuta rupiah. Setelah bolak balik telpon ke customer service layanan delivery itu, akhirnya tiket diterima oleh teman saya, sejam sebelum dia berangkat ke bandara. Haduh.. saya sebal luar biasa. Nggak ada penjelasan juga kenapa tiket itu delay hingga berjam-jam.

Bukan sekali dua kali saya berurusan sama jasa pengiriman yang nyebelin. Kadang sampe tarik urat saat komplen dan paket baru saya terima atau sampe ke orang yang saya kirimkan. Yaaaa nggak sering memang, tapi begitu ngalami kejadian jelek begini, sebelnya bukan kepalang. Saya termasuk sering mengirim atau menerima barang, sampai hapal delivery mana aja yang sering bermasalah. Pengennya sih semua kiriman saya nggak ada masalah.


Pada 16 Oktober lalu, saya datang ke kantor Paxel di bilangan Jakarta Timur. Paxel adalah perusahaan start up pengiriman logistik berbasis aplikasi yang mengusung layanan same day delivery dengan biaya flat. Belum pernah denger soal Paxel? Wajar.. karena Paxel baru hadir melayani masyarakat pada Januari 2018. Masih baru banget emang.

Bapak Johari Zein, Founding Father Paxel bilang bahwa Paxel didirikan untuk melayani masyarakat dengan kebaikan. Kebaikan itu nggak perlu nunggu punya segalanya dulu, kebaikan bisa dilakukan dengan cara yang paling sederhana, yaitu mengantar barang. Makanya tagline Paxel adalah Antarkan Kebaikan. 



Layanan delivery Paxel agak berbeda dengan yang lain. Paxel punya sistem door to door dan locker. Pada door to door mitra kurir akan pick up barang lalu menaruhnya di Paxel Home terdekat. Lalu mitra kurir lain akan mengirimkan barang tersebut ke alamat tujuan.

Sementara untuk sistem locker, pengirim barang menaruh barang di locker yang disediakan. Lalu mitra kurir akan mengambil barang di locker lalu mengirimnya ke locker yang ada di dekat alamat tujuan. Penerima akan mengambil barang kirimannya di locker. Sistem locker berguna untuk memastikan barang sampai ke tangan penerima. Kadang kan ya kalo kirim barang, penerimanya nggak ada di tempat dan barang diterima bukan oleh nama yang tertera. 



Gimana penerima tahu bahwa ada kiriman barang untuknya? Dengan mengecek di aplikasi. Aplikasi Paxel akan memberi tahu kurir bahwa ada barang yang akan di antar di locker, lalu penerima juga akan dapat notifikasi bahwa barang yang dikirim untuknya sudah ada di locker.

Penerima barang tinggal memindai barcode yang diterimanya ke locker agar bisa mengambil barang kirimannya. Locker memang hanya untuk pengiriman barang yang kecil seperti surat. Kalo barang yang akan dikirimkan besar ya pake layanan door to door aja. Paxel membuat locker untuk memudahkan pengiriman barang dengan ukuran kecil karena 70% barang yang dikirimkan melalui delivery adalah barang berukuran kecil.

Ada beberapa keunggulan ekspedisi Paxel yang akan bikin pelanggan tertarik, yaitu :
1. Pengiriman dilakukan di hari yang sama dengan harga flat selama berada di area Jabodetabek. Dalam waktu maksimal 8 jam paket akan sampai ke tempat tujuan.
2. Pelanggan cukup mengirimkan melalui ujung jari saja pada aplikasi selulernya, tidak perlu mendatangi kantor Paxel.
3. Pelanggan bisa menentukan sendiri isi packaging sesuai dengan paket yang akan dikirim
4. Pelanggan juga bisa memilih jadwal pick up barang yang sesuai dengan kebutuhan
5. Pengiriman bisa dilacak secara real time melalui aplikasi



Tapi.. apa bener kirim paket via Paxel itu cepat? Saya penasaran buat mencobanya. Saya download aplikasi Paxel via andorid saya. Aplikasi ini nggak memakan banyak memory, jadi buat yang hapenya minim memory seperti saya, nggak usah khawatir nggak bisa download Paxel.

Pertama .. saya register dulu buat bikin akun. Akun ini sekaligus kode referal yang bisa kita share ke teman-teman kita. Kemudian saya masukkan kode referal yang saya dapat, langsung deh dapet saldo awal IDR 100.000. Mau dapet saldo IDR 100.000 juga? Gampang.. download Paxel aja dan masukkan kode referal "yayat". Langsung deh dapet saldo IDR 100.000 yang bisa digunakan buat mengirim barang. Beneran lho.

Lanjut saya coba mengirim barang dengan klik create shipment. Lalu akan muncul alamat penjemputan barang. Isi deh barang mau diambil di mana. Kemudian klik lagi wilayah pengiriman barang. Cara ordernya sih hampir mirip dengan order ojek online.

Setelah memasukkan alamat, klik continue dan akan muncul pilihan box. Paxel akan memasukkan paket kita ke dalam box ini. Jadi penerima barang akan menerima barang kirimannya dalam kondisi rapi. Box bermanfaat jika kita mengirim makanan misalnya Frozen Food. 



Pilihan box ada small, medium , large dan custom. Ada biaya pengiriman tertera di sini. Biayanya flat... contohnya untuk box medium biaya pengirimannya adalah IDR 21.000. Klik continue lalu akan muncul isian data penerima barang seperti nama, alamat, nomor telepon. Klik apply dan muncul disclaimer.

Klik agree aja di disclaimer tersebut lalu akan muncul shipment summary yang isinya data yang udah kita kirim trus estimasi jam pengambilan barang dan estimasi barang sampai di penerima. Karena saya baru tiba di rumah sore hari, maka saya pilih jam pengantaran sore hari. Nah sampe sini transaksi selesai deh.

Sebelum pulang saya melihat situasi kantor Paxel bersama teman-teman. Kantornya enak dan nyaman. Seluruh staff duduk di kursi dengan meja panjang di depannya. Tak ada sekat yang membatasi para staff. Bahkan pak Johari Zein bisa duduk di mana saja di antara para staff.

Hari itu ternyata sedang ada training untuk para hero baru. Hero adalah sebutan untuk pengantar barang di Paxel. Ada beberapa perempuan terselip di antara para calon hero. Jaman sekarang, memang nyaris tak ada pekerjaan yang tak dilakoni perempuan. Bahkan untuk pekerjaan dengan mayoritas laki-laki seperti ojek online.

Saya sedang leyeh-leyeh nonton tipi ketika ada seseorang mengucapkan salam di pintu depan. Ternyata ada seorang pengantar paket. Dialah hero dari Paxel yang mengantarkan paket saya. Paket tiba di jam yang saya inginkan. Jaminan sameday ternyata bukan hanya omongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar