Rabu, 29 Agustus 2018

Kontribusi Prudential Indonesia Lewat East Indonesia Empowerment

Seorang teman yang tinggal di Timika Papua, tahu apa yang harus dia bawa ketika mengunjungi Jakarta dalam rangka dinas kerja. Kopi Amungme Gold Papua. Saya penyuka kopi dan suka banget sama rasa kopi Amungme Gold yang berasal dari Papua. Rasa kopi ini sungguh pekat dan pahitnya khas. 

(dok.infobanknews.com)

Amungme Gold tidak dijual di Jakarta. Karena punya teman yang tinggal di Papua namun kadang ke Jakarta untuk urusan kerja, ini jadi kesempatan saya untuk minta dibelikan kopi Amungme Gold. Tentu harga kopinya saya ganti ketika si teman tiba di Jakarta. Teman yang tahu kesukaan saya, kadang membawaka kopi Amungme Gold tanpa diminta. Sungguh teman yang baik.

Tanaman kopi Amungme Gold terbatas jumlahnya. Kebun kopi ditanam di lahan yang sulit dijangkau dengan transportasi darat. Untuk datang ke sana, digunakan transportasi udara seperti helikopter kecil. Hanya perusahaan besar yang memiliki helikopter seperti ini. Karena terbatas itulah maka kopi Amungme Gold hanya dijual di seputar Papua.

Tranportasi memang jadi kendala utama di Papua. Demografi Papua yang perbukitan dan penuh hutan lebat membuat transportasi udara jadi andalan. Lalu.. penduduk Papua yang tinggalnya menyebar dan banyak yang tinggal di pelosok hutan makin membuat transportasi udara jadi transportasi yang cocok untuk Papua.

Masalahnya... transportasi udara itu mahal biayanya. Ini berimbas pada harga-harga bahan-bahan di papua jadi mahal. Nah harga mahal ini menjadi kendala majunya Papua dalam hal ekonomi. Masyarakat Papua kebanyakan mengandalkan pemenuhan kebutuhannya dari alam sekitar. 


(dok.tamankata.web.id)

Tertinggalnya Papua melirik banyak pihak untuk bergerak memajukan Papua. Sejatinya Papua itu punya sumber daya alam yang kaya banget. Ini bisa membuat Papua maju sebenarnya, tapi butuh kemajuan ini membutuhkan bantuan banyak pihak, tidak bisa dilakukan oleh masyarakat Papua sendiri.

Salah satu Perusahaan yang ingin memberdayakan Indonesia Timur khususnya Papua adalah PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia). PT Prudential Life Assurance pada tanggal 13 Agustus kemarin memperkenalkan Prudential Indonesia East Indonesia Empowerment Program (Pemberdayaan Indonesia Timur). Saya beruntung bisa menyaksikan peluncurannya.

Kontribusi Prudential Indonesia

Pada sambutan saat membuka acara Mr Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, yang bahasa Indonesianya bagus banget, mengatakan bahwa Prudential Indonesia berkomitmen tidak hanya memberikan perlindungan jangka panjang bagi jutaan keluarga di seluruh Indonesia tapi juga memberikan kontribusi berkelanjutan kepada masyarakat sekitar.

Contoh kontribusi dari Prudential Indonesia adalah memberikan bantuan pada korban gempa Lombok melalui rekanannya yaitu Posko Jenggala, dengan mendirikan Posko bantuan kesehatan gratis di daerah Desa Gumantar, Lombok Utara. Bantuan juga akan diperluas hingga ke daerah Sembalun, Lombok Timur. Gempa Lombok memang memakan banyak korban jiwa. Tau kan ya Lombok mengalami 2 kali gempa besar dalam jangka waktu yang berdekatan dan gempa kecilnya masih terus berlangsung hingga kini. 

(dok.suara.com)

Selain kontribusi untuk gempa Lombok, Prudential Indonesia melalui Community Investment Prudential Indonesia telah melakukan beragam program di bidang pendidikan, kesehatan, keselamatan dan kewirausahaan. Ini semua dilakukan agar masa depan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dan Prudential Indonesia percaya bahwa kontribusinya membawa dampak yang nyata.

Tak lupa Mr. Jens Reisch mengucapkan terima kasih pada banyak pihak yang telah mendukung program-program Prudential Indonesia. Pihak-pihak ini adalah para nasabah, partner, pemerintah juga media. Tanpa dibantu pihak-pihak ini, niscaya program yang sudah dibuat tidak bisa berjalan dengan lancar.

Dukungan pemerintah kemarin dibuktikan dengan hadirnya bapak Sofyan Djalil selaku Menteri Agraria dan Tata Ruang. Pak Sofyan Djalil mengingatkan pentingnya asuransi bagi masyarakat dan mendukung penuh program East Indonesia Empowerment yang sejalan dengan program pemerintah. Secara bercanda pak Sofyan Djalil bilang ia mengatakan ini karena sudah diajak minum kopi oleh Mr Jens Reisch huehehehe.

Tantangan Masyarakat Indonesia
Setelah bapak Sofyan Djalil memberi sambutan, kini giliran ibu Nini Sumohandoyo, Corporate Communications & Sharia Director, Prudential Indonesia yang naik ke panggung memberi paparan. Sebelum acara dimulai, saya sudah melihat wanita cantik ini dan tertarik dengan baju batik yang dikenakannya. Ternyata batik ibu Nini adalah batik Maumere. Pantes motifnya beda dengan batik Jawa. 


(dok.infobanknews.com)

Ibu Nini bilang bahwa Prudential Indonesia telah melakukan banyak program yang bekerja sama dengan beragam komunitas antara lain membantu anak-anak pengidap kanker, memberi pelatihan literasi keuangan untuk wanita dan anak-anak hingga memberikan bantuan bencana alam.

Menurut ibu Nini banyak tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia salah satunya adalah Literasi keuangan Indonesia yang hanya 29,66%. Asuransi Syariah di Indonesia belum populer. Dari 1000 aktuari yang ditargetkan oleh OJK hingga tahun 2020 hingga saat ini baru terdaftar 536 aktuari saja. 

Besarnya anak-anak pengidap kanker juga menjadi tantangan. Pada tahun 2013 ada 16.291 anak pengidap kanker yang membutuhkan biaya besar. Besarnya jumlah penderita ini karena anak-anak rentan akan infeksi. Itu data tahun 2013.. tahun ini jumlah pengidapnya bisa lebih banyak lagi.

Sejak tahun 2003, Prudential Indonesia telah membantu biaya pengobatan untuk lebih dari 1.400 anak yang terkena kanker dan menyumbangkan tujuh mesin Apheresis yang membantu dalam perawatan kanker, ke sejumlah rumah sakit pemerintah di berbagai kota. Banyak anak-anak penderita kanker yang telah mendapat manfaat dari bantuan ini.


(dok.riyardiarisman.com)

Tantangan selanjutnya adalah banyaknya terjadi bencana alam. Telah terjadi 2.693 bencana alam yang terjadi di rentang tahun 2017-2018 yang menyebabkan lebih dari 440 ribu rumah hancur dan jatuhnya banyak korban jiwa. Kemudian tingkat kecelakaan di Indonesia yang masih tinggi juga menambah daftar panjang tantangan ini. Dalam 5 tahun terakhir terjadi setengah juta kecelakaan.

Yang terakhir nih.. jumlah desa tertinggal yang sebagian besar ada di Indonesia Timur. Ada 63.770 orang Papua menganggur menurut data dari BPS dan 27,74% penduduk Papua masih hidup dalam garis kemiskinan. Survey Indeks Kebahagiaan juga menunjukkan bahwa Papua adalah adalah salah satu daerah yang indeks kebahagiannya paling rendah di Indonesia.

East Indonesia Empowerment
Tentulah masyarakat Papua tidak bahagia karena kondisi kehidupan seperti kesehatan, pendidikan, pendapatan, kondisi rumah dan keselamatan. Inilah yang mendasari adanya Prudential Indonesia East Indonesia Empowerment Program (Pemberdayaan Indonesia Timur). Meski baru dilaunching namun benih tanggung jawab sosial Prudential Indonesia pada Indonesia Timur telah dimulai pada tahun 2017.

Benih itu ditanam melalui kegiatan Child Friendly School yang bertujuan meningkatkan pengalaman belajar bagi anak-anak di Kabupaten Jayapura, Papua. Prudential membangun perpustakaan di SD Komba Inpress dan merenovasi SD YPK Ifar Babrongko. Juga melakukan pelatihan literasi keuangan kepada 27 guru dan 8 sekolah dasar di Jayapura. 


(dok.riyardiarisman.com)

Lalu.. apa langkah Prudential Indonesia dalam program ini? Sebelum meluncurkan program, Prudential tentu perlu mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Papua agar program Prudential tepat sasaran. Seperti yang dikatakan oleh bapak Rinaldi Mudahar, Country CEO Community Investment Prudential Indonesia, Prudential akan mendatangi Papua dan mencari tahu apa saja kebutuhan masyarakatnya.

Sebenarnya masukan mengenai apa saja yang dibutuhkan telah dipaparkan oleh bapak Bambang Brodjonegoro Menteri Perencanaan Pembangunan yang hadir juga kemarin. Namun kan nggak bisa hanya berpatokan pada paparan pak Mentri, harus dibuktikan dengan terjun langsung ke Papua.

Prudential menyediakan waktu 60-90 hari kerja untuk mencari model bisnis apa yang cocok untuk Masyarakat Papua dan mencari orang yang tepat untuk menjalankannya. Setelah periode 60-90 hari itu, Prudential akan langsung bekerja. Semoga saja ya program East Indonesia Empowerment berhasil memajukan masyarakat Indonesia Timur. Hingga kehidupan mereka membaik nantinya dan jumlah daerah tertinggal di sana berkurang. 










#PRUCommunityInvestment #EastIndonesiaEmpowerment

2 komentar:

  1. Banyak sekali kekayaan alam, budaya, dan perekonomian Papua yang bisa mendongkrak ekonomi masyarakatnya. Program dari Prudential ini keren.

    BalasHapus
  2. East indonesia empowerment mendukung indonesia merata di segala bidang sehingga kesehatan dan aspek kesejahteraan bisa dirasakan.

    Aspek kebutuhan masyarakat terpenuhi

    BalasHapus