Jumat, 22 November 2019

Bayi Lahir Prematur bisa Tumbuh Optimal asal Tata Laksananya Benar

Normalnya, kehamilan itu berlangsung selama 39-41 minggu, namun karena beberapa faktor, bayi bisa lahir kurang dari 37 minggu kehamilan. Bayi yang lahir di usia kandungan 37 minggu ini disebut bayi prematur. Bayi yang lahir prematur merupakan penyebab tertinggi kematian pada bayi karena bayi mengalami berbagai masalah kesehatan akibat organ tubuhnya belum terbentuk sempurna.


Tanggal 17 November adalah Hari Prematur Sedunia. Untuk tahu lebih jelas tentang bayi prematur, saya datang ke acara bicara gizi bertema upaya pencegahan dan tata laksana anak prematur agar tumbuh kembang optimal yang diselenggarakan oleh Danone Indonesia melalui Nutrisi Bangsa. Acara ini bertujuan agar masyarakat makin sadar akan pentingnya nutrisi dan penanganan yang tepat pada masa 1000 hari pertama kehidupan bayi untuk mengurangi kelahiran prematur.

Berdasarkan data WHO terdapat 10 negara yang menymbang 60% kelahiran prematur di dunia. Indonesia menempati peringkat 5 tertinggi dengan angka kelahiran prematur sekitar 675.500 pada tahun 2010. Temuan EveryPreemie di bulan Mei 2019 menemukan 528.000 anak lahir prematur setiap tahunnya dan komplikasi yang terjadi dalam kelahiran prematur menyebabkan 27.800 anak usia balita meninggal tiap tahunnya. 



Penyebab Bayi Lahir Prematur dan Pencegahannya


Menurut Dr. dr Ali Sungkar Sp.OG-KFM, dokter Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal RSCM, ada beberapa faktor resiko yang dapat menjadi pemicu kelahiran prematur yaitu :
- Usia ibu terlalu muda saat terjadi kehamilan
- Ibu yang hamil dengan anak kembar dua atau lebih
- Infeksi saat kehamilan
- Penyakit yang diderita ibu saat hamil (diabetes, hipertensi, anemia dll)
- Kurangnya nutrisi saat hamil
- Gaya hidup tidak sehat
- Gangguan kesehatan mental saat mengandung seperti depresi

Bayi yang dilahirkan prematur punya ciri-ciri ukuran berat badan di bawah 2,5 kg, kulit tipis dan rapuh, bayak rambut halus di tubuhnya, suhu tubuh lebih rendah, memiliki gangguan pernafasan dan kurang refleks dalam menyedot dan menelan. Komplikasi yang dialami bayi prematur terbagi dalam jangka pendek dan jangka panjang yaitu :
- Komplikasi jangka pendek : bayi rentan mengalami gangguan fungsi organ seperti jantung, otak, saluran pernafasan, saluran pencernaan serta gangguan kekebalan tubuh.
- Komplikasi jangka panjang : bayi beresiko mengalami lumpuh otak, gangguan pendengaran dan penglihatan, penurunan kecerdasan, gangguan psikologi hinga bayi meninggal mendadak.



Kelahiran prematur dapat dicegah dengan beberapa cara yaitu :
- Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Melalui pemeriksaan kehamilan, dokter dapat memantau kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan, serta mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi selama kehamilan.
- Menjalani diet sehat sebelum hamil. Konsumsi makanan sehat yang kaya protein, buah, dan biji-bijian sebelum hamil, dapat mengurangi risiko kelahiran prematur.
- Hindari paparan bahan kimia dan substansi berbahaya, seperti asap rokok, makanan kaleng, kosmetik dan alkohol.
- Konsumsi suplemen kalsium, konsumsi suplemen kalsium 1000 mg atau lebih perhari, dapat mengurangi risiko kelahiran prematur dan preeklamsia.
- Mempertimbangkan jarak kehamilan, kehamilan yang hanya berjarak kurang dari 6 bulan dari persalinan terakhir, dapat meningkatkan kelahiran prematur.
- Menggunakan pesarium (cervical pessary). Ibu hamil dengan ukuran serviks yang pendek disarankan mememakai pesarium guna menyangga rahim agar tidak turun. Bentuk alat ini menyerupai cincin yang dipasang mulut rahim.



Jika bayi terpaksa lahir prematur, dr M.Azharry Rully S, Sp.A, Dokter spesialis anak konsultan neonatalogi RSCM mengatakan bahwa bayi lahir prematur masih memiliki kesempatan buat tumbuh normal dan sehat seperti anak-anak lainnya. Asal orang tua mengikuti tatalaksana tertentu agar anak bisa mengejar ketertinggalan pertumbuhannya.

Tatalaksana itu adalah :
1. Karena kondisi kesehatannya, anak prematur atau berat lahir rendah lebih rentan untuk mengalami hiportemia. Pastikan setelah memandikan, anak benar-benar kering dan segera selimuti untuk menjaga suhu tubuhnya.
2. Ibu juga dapat mempraktikkan Metode Kangguru yaitu menghangatkan anak baru lahir menggunakan suhu tubuh ibunya. Selain menghangatkan tubuh anak, metode ini dipercaya dapat meningkatkan berat badan bayi dengan cepat dan memperkuat ikatan antara ibu dan anak.
3. Untuk menjaga berat badan anak setelah lahir berikan ASI sesering mungkin walaupun menyusuinya pendek setidaknya sekali dalam 2 jam.
4. Jika anak belum bisa menyusui maka ASI perah dapat diberikan dengan peralatan pendukung seperti sendok dan gelas. Selain sebagai sumber nutrisi, ASI dapat meningkatkan imunitas dan perkembangan anak.



Kisah nyata bayi prematur tumbuh normal bisa didengar dari sharing Cynthia Lamusu yang juga hadir di acara kemarin. Penyanyi sekaligus ibu 2 anak ini pernah melahirkan bayi kembar prematur akibat tekanan darahnya tinggi sekali. Keputusan untuk segera melahirkan bayi diambil kala darahnya mencapai 170/100. Tatjana lahir dengan berat 2,12 kg sementara Bima lahir dengan berat 1,24 kg.

Berat badan bayi kembarnya membuat Cynthia Lamusu shock dan sempat sedih serta menyalahkan diri sendiri. Namun dukungan suami dan keluarga membuatnya bangkit kembali. Ia rutin berkonsultasi dengan dokter dan membaca berbagai informasi tentang bayi prematur. Saat ini kedua anak kembarnya tumbuh sehat dan normal seperti anak lainnya.

Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan anak harus dipenuhi dengan tepat, terlebih pada anak dengan kelahiran prematur supaya bisa mengejar ketertinggalan tumbuh kembangnya. Peran serta orang tua dan penanganan medis melalui tata laksana yang tepat sangat penting menghindarkan anak mengalami kondisi malnutrisi.





Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Back to Top