Sabtu, 31 Agustus 2019

Trastuzumab Emtansine, Harapan Baru Penderita Kanker Payudara

Sekitar 1 dari 5 perempuan yang terdiagnosis dengan kanker payudara di seluruh dunia diketahui menderita jenis HER2-positif yang bersifat agresif. HER2 adalah suatu protein yang diproduksi oleh gen tertentu dan memiliki potensi untuk menyebabkan kanker jika terekspresi berlebihan di permukaan sel-sel. Sayangnya banyak penderita kanker yang terdiagnosis sudah di stadium lanjut hingga membuat sulit pengobatan. 


Seorang teman, bercerita dengan panik di suatu siang, beberapa bulan lalu. Ia berkisah sedang menunggu hasil pemeriksaan payudara kanannya. Ada benjolan di payudara kanannya. Masih kecil dan hanya satu, tak sakit ketika ditekan, namun itu cukup membuatnya panik dan langsung memeriksakan diri ke rumah sakit. Ia, sama seperti saya, takut jika benjolan itu awal mula kanker payudara. Makanya, ia berobat segera.

Saya menenangkan dirinya. Meski saya khawatir, namun menyemangati si teman adalah hal yang tepat saya lakukan. Untungnya beberapa hari kemudian, si teman mengabari. Benjolan itu tumor jinak yang tidak berbahaya. Setelah benjolan itu dioperasi, si teman cukup tenang dan hingga kini tak ada masalah dengan payudaranya. Saya bersyukur untuknya.

Kanker payudara memang jadi momok menakutkan buat perempuan. Di Indonesia, pada tahun 2018 ada 58.256 perempuan yang didiagnosa menderita kanker payudara. Di tahun yang sama, ada 22.692 perempuan Indonesia meninggal karena kanker payudara. Ini terjadi karena para penderita didiagnosa setelah kanker payudaranya berada di stadium lanjut.



Untuk tahu lebih jauh tentang kanker payudara dan pengobatannya, saya datang ke acara media gathering yang diadakan oleh Roche di hotel Raffles Jakarta pada tanggal 28 Agustus 2019. Di acara ini, ada Dr. dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM dan Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM. Roche mengenalkan Trastuzumab Emtansine, terobosan pengobatan kanker payudara HER2 positif. 


Apa sih Kanker Payudara HER2-positif?


HER2 adalah suatu protein yang diproduksi oleh gen tertentu dan memiliki potensi untuk menyebabkan kanker jika terekspresi berlebihan di permukaan sel-sel. Sel kanker dengan overekspresi HER2 (HER2-positif) memiliki sekitar 2 juta protein HER2 di permukaannya, sekitar 100 kali lipat lebih banyak dibandingkan sel normal. Ekspresi protein yang sangat berlebihan ini menyebabkan sel tumbuh dan memperbanyak diri lebih ceoat dan tidak terkontrol.

Dalam kasus kanker payudara, jika sel kanker hanya ditemukan di payudara dan dapat dioperasi, kanker tersebut tergolong dalam stadium dini. Sekitar 98% pasien dengan kanker payudara stadium dini akan bertahan hidup selama lima tahun jika diobati dengan baik. Istilah kanker payudara stadium lanjut bisa digunakan untuk kanker payudara yang sudah pindah ke organ tubuh lain (metastis) atau stadium lanjut secara lokal. 



Stadium lanjut secara lokal artinya sel kanker telah menyebar dari payudara ke daerah kulit atau dinding dada tapi belum ke organ tubuh yang lain. Kanker payudara metastatik terjadi saat sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti tulang, hati, paru paru dan otak. Secara statistik hanya 1 dari 4 orang terdiagnosa dengan kanker stadium lanjut dapat bertahan hidup 5 tahun setelah terdiagnosa.

Kanker payudara HER2-positif umumnya adalah perempuan usia produktif antara 25 - 55 tahun. Ketika didiagnosa menderita kanker payudara HER2-positif, sesungguhnya dampaknya bukan hanya dialami oleh penderita, namun keluarga dan lingkungan sekitar juga. Dinamika keluarga seperti pengasuhan anak akan terganggu. Lebih dari 75% pasien akan mengalami kebangkrutan atau kematian dalam waktu 12 bulan setelah didiagnosis.

Sebelumnya, pasien dengan kanker payudara HER2-positif diprediksi memiliki harapan hidup yang lebih rendah dibanding pasien dengan kanker payudara HER-2 negatif. Saat ini pasien dengan kanker payudara HER2-positif dapat ditangani dengan terapi kemoterapi, radioterapi dan terapi target yang secara umum menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kanker payudara HER2-negatif. 



Tujuan terapi pada kanker payudara stadium lanjut adalah untuk mengendalikan penyakit sehingga pasien dapat hidup lebih lama dengan kualitas hidup yang lebih baik. Meski begitu, 50% pasien dengan HER2-positif stadium lanjut yang telah menjalani pengobatan pada lini pertama akan mengalami perburukan penyakit/kekambuhan dalam 12 bulan. Pilihan pengobatan berikutnya di lini kedua sangat dibutuhkan.


Trastuzumab Emtansine, Harapan Penderita Kanker HER2-positif


Trastuzumab Emtansine adalah antibody-drug conjugate yang merupakan obat tunggal yang mensinergikan dua perlawanan terhadap kanker yaitu kemoterapi dan terapi target dalam 1 obat. Diproduksi oleh Roche yang merupakan pelopor global dalam bidang farmasi dan diagnostik yang fokus dalam memajukan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat. BPOM telah menyetujui penggunaan obat ini.



Trastuzumab Emtansine bekerja dengan cara mengikat reseptor HER2 di permukaan sel kanker dan memblokir sinyal HER2 yang menjadi penyebab pertumbuhan sel kanker dengan cepat. Trastuzumab Emtansine masuk ke sel kanker dan menghancurkannya dari dalam dengan melepaskan kemoterapi DM-1 di dalam sel kanker. Karena bekerja spesifik pada sel kanker maka metode kerja ini meminimalisir kerusakan pada jaringan sel normal.

Obat ini diberikan kepada pasien sebagai bentuk makanan liquid dengan cara diinfus rentang selisih tiga minggu sekali. Trastuzumab Emtansine memberikan rata-rata harapan hidup hingga 30,9 bulan dan menunda pemburukan penyakit hingga 9,6 bulan serta kejadian efek sampingnya lebih sedikit dibandingkan pengobatan standar lapatinib dan capecitabine.

Namun ada syarat dan ketentuan berlaku untuk pasien yang ingin mendapat obat ini. Dr. dr Cospiadhi Irawan, SpPD-KHOM menjelaskan bahwa harus ada syarat dan kondisi yang harus dipenuhi mulai dari riwayat terapi sebelumnya, meliputi performance, validasi status, hingga tingkatan stadium.Pasien harus sudah mendapat Trastuzumab sebelumnya, fungsi hati masih bagus, lalu kondisi HER2-positif dan harus sudah stadium 4.



Harga obat ini cukup mahal jadi Trastuzumab Emtansine telah masuk dalam skema pembiayaan jaminan kesehatan nasional di 41 negara sejak 6 tahun lalu. Di Indonesia masih banyak tantangannya. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk menentukan solusi yang tepat termasuk model pembiayaan yang idela agar pasien kanker di Indonesia dapat mengakses pengobatan kanker payudara HER2-positif secara optimal.

Sesungguhnya obat ini bukan saja meningkatkan harapan hidup pasien namun juga mengurangi beban ekonomi, psikologis dan psikososial yang perlu ditanggung masyarakat. Saya sih berharap ya pemerintah segera menemukan skema pembiayaan yang tepat. Hingga pasien kanker dapat mengakses pengobatan ini secara maksimal dan dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Semoga.

7 komentar :

  1. Aku dulu pernah mau taaruf dengan perempuan yang kena kanker payudara. Namun, daripada bermasalah di kemudian hari, aku mengurungkannya. Padahal ini bisa disembuhkan ya. Maafkan calonku dulu itu. Semoga dia mengetahui informasi ini.

    BalasHapus
  2. Memang salah satu yang menakutkan bagi perempuan itu terkena kanker payudara. Semoga aja ada win win solution mengenai pembiayaannya, ya. Kanker seringkali gak mengenal kelas ekonomi manusia

    BalasHapus
  3. Salah satu kanker yang makan korban luar biasa banyak nih. Ga cuma perempuan, laki-laki juga bisa kena.

    BalasHapus
  4. Salah satu momok paling menakutkan bagi wanita adalah kanker payudara. Syukur banget klo sdh ada obatnya sekarang

    BalasHapus
  5. Duh kalau baca berita akhir akhir ini tentang kanker jadi ngilu semoga dengan adanya obat ini makin mengurangi jumlah penderita semoga makin pulih . Aamiin

    BalasHapus
  6. ooo kalo stadium lanjut itu kalau sudah metastis atau menyebar ke anggota tubuh lainnya ya. kalo terapi ini untuk kanker yg stadium lanjut, berarti kayak kasusnya RIa Irawan bisa pakai metode pengobatan ini dong ya

    BalasHapus
  7. Kebetulan saudara aku ada yang kena kanker payudara ini, sudah dioperasi dan kemo. Aku infoin ke dia tentang obat ini deh. Mungkin bisa jadi tambahan referensi dia, makasih infonya Mba.

    BalasHapus

Back to Top