Jumat, 07 Juni 2019

Tahapan MPASI dan Cara Aman Menyimpan MPASI

Masa usia bayi di bawah 12 bulan adalah masa riskan untuk asupan gizinya. Bayi di usia ini rentan kurang gizi jika orang tua tidak memberikan makanan dengan kandungan nutrisi dan gizi yang baik. Terkadang bayi kurang gizi terjadi bukan karena orang tua tidak mampu memberikan makanan yang baik namun terjadi karena ketidak tahuan orang tua. 


Pada acara Bicara Gizi Bareng Danone dan Nutrisi untuk Bangsa di bilangan Jakarta Selatan pada 28 Mei 2019 lalu,  bapak Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia mengatakan bahwa masalah gizi buruk bukan masalah ekonomi tapi masalah ketidaktahuan. Ini terjadi tidak hanya di Indonesia namun juga di dunia international. 



Indonesia punya populasi anak sekitar 25 jutaan yang tersebar di berbagai daerah. Tiap daerah punya kebiasaan berbeda dalam memberikan makanan pada anak. Pola makannya pun berbeda. Dalam satu sisi, kuliner kita kaya, namun di sisi lain pengetahuan soal pemberian makanan pada bayi yang mengandung cukup gizi dan nutrisi bisa berbeda juga.

Sedikit orang tua yang berkomunikasi dengan ahli gizi dalam hal memberikan makanan pada anak. Terkadang pemberian makanan didasarkan pada kebiasaan orang tua terdahulu atau mengikuti kebiasaan lingkungan. Mungkin tak asing di telinga kita bahwa bayi usia 3 bulan menurut orang tua jaman dahulu sudah bisa diberikan pisang. Padahal pemberian pisang ini berbahaya buat bayi karena resiko tersedak dan perut bayi belum siap menerima makanan. 



Gimana sebaiknya pemberian makanan yang baik dan penuh nutrisi pada bayi agar bayi tidak kurang gizi? Ada dr. Frieda Handayani, SpA(K), seorang dokter spesialis anak yang menjelaskan soal gizi ini di acara kemarin.

Tahapan MPASI


Bayi diperkenalkan dengan makanan melalui MPASI (Makanan Pendamping ASI). Karena makanan ini adalah makanan pertama yang dikenalkan pada bayi, maka ada beberapa tahapan MPASI yang diberikan yaitu :

- Usia 0 - 6 bulan : hanya ASI saja
- Usia 6 - 8 bulan : lanjutkan menyusui dan makanan dibuat dengan cara disaring, tekstur makanan agak lembek dan tidak terlalu encer.
- Usia 9 - 10 bulan : lanjutkan menyusui dan bahan makanan sama dengan orang dewasa, rasa disesuaikan untuk anak-anak, makanan dibuat dengan ditumbuk, tekstur makanan agak kasar.
- Usia 10 -12 bulan : lanjutkan menyusui dan bahan makanan sama dengan orang dewasa namun rasa disesuaikan dengan anak-anak, makanan dibuat dengan cara dicincang kasar.
- Usia lebih dari 12 bulan : lanjutkan menyusui dan makanan dewasa yang dimasak dengan biasa. 




Orang tua harus mengetahui ciri-ciri bayi yang siap mendapat MPASI, yaitu :

- Kepala tetap tegak dan stabil saat duduk ditopang.
- Refleks menjulurkan lidah/melepeh sudah berkurang.
- Dapat berusaha push up dengan siku lurus dari posisi berbaring.
- Membuka mulut saat ditawarkan makanan.
- Koordinasi mata, tangan dan mulut baik.

Dalam membuat MPASI orang tua harus memperhatikan sisi aman dan higienis. Jangan lupa menjaga kebersihan, pisahkan pangan mentah dengan pangan matang, memasak dengan benar, menjaga pangan dalam suhu benar dan gunakan air dan bahan baku yang aman.

dr. Frieda mengingatkan dalam membuat MPASI orang tua jangan memberikan makanan yang pedas dan berbumbu tajam, buah yang terlalu asam atau makanan yang mengandung gas. Juga menghindari pemberian garam, gula, penyedap rasa yang terlalu banyak. Perhatikan juga kandungan lemak jenuh dalam minyak bila menyajikan makanan yang digoreng.




MPASI bila melakukan perjalanan mudik

 
Di saat Lebaran atau liburan, orang tua biasanya melakukan perjalanan jauh, entah itu mudik atau pergi ke daerah wisata. Jika melakukan perjalanan jauh begini, makanan bayi juga harus diperhatikan, jangan sampai bayi kekurangan makan yang berakibat bayi jatuh sakit.

Saat mudik atau melakukan perjalanan jauh, ini cara menyimpan MPASI :

- MPASI yang telah disiapkan : diberikan dalam waktu 2 jam setelah jadi, dalam suhu ruang (antara 4-60 deracat celcius).
- MPASI yang disimpan dalam kulkas : MPASI yang mengandung daging, telur atau ikan sebaiknya dikonsumsi dalam 24 jam, MPASI buah dan sayur dalam 48 jam.
- Segera pisahkan MPASI setelah selesai dimasak dan jangan berkontak dengan alat makan, seperti sendok yang telah digunakan.
- Pastikan suhu kulkas di bawah 4 deraat celcius dan suhu freezer di bawah 18 derajat celcius.
- Yakinkan ASIP dan MPASI berada dalam suhu yang direkomendasikan di atas.
- Bila tidak yakin dapat menjaga suhunya, MPASI fortifikasi komersial dapat digunakan sebagai alternatif. 




Agar MPASI tidak terkontaminasi bakteri maka MPASI harus disimpan dengan aman, caranya adalah :

- Bakteri penyebab kontaminasi dapat tumbuh di makanan-makanan seperti daging, ikan, telur, susu, kedelai, juga nasi, pasta dan sayur-sayuran.
- Makanan-makanan tersebut harus disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang dari 5 derajat celcius.
- Simpan daging dan ikan dalam wadah plastik dan letakkan terpisah dengan makanan yang telah dimasak dan bahan-bahan siap makan.
- Seluruh makanan harus disimpan sesuai dengan petunjuk penyimpanan yang tertulis pada kemasan dan tidak boleh digunakan kembali setelah melewati tanggal kadaluwarsa.
- Makanan yang seharusnya disimpan di lemari pendingin tidak boleh digunakan kembali setelah berada di luar lemari pendingin selama 2 jam atau lebih.
- Cairkan makanan beku yang ada di lemari pendingin menggunakan microwave. Makanan yang telah dicairkan harus segera dimasak. Makanan yang telah dimasak tidak baik untuk dibekukan kembali.

Dengan mengetahui kapan saat tepat memberi MPASI, membuat dan menyimpannya, orang tua sudah membuat anak terhindar dari kekurangan gizi. Namun penting orang tua perlu untuk berkomunikasi dengan ahli gizi jika ada permasalahan dalam pemberian MPASI.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Back to Top