Jumat, 22 Februari 2019

Gorila Sport, Cara Baru Membaca Berita Olahraga

Berita olahraga yang beredar di media saat ini cenderung sama. Ditulis dengan kalimat-kalimat baku dan serius. Kadang bosen juga baca berita seperti ini karena nyaris semua media berita itu sama tipikal penulisannya. Inginnya baca berita serius tapi ditulis dengan cara yang fun gitu. Seakan menjawab keinginan banyak orang lahirlah Gorila Sport.


Saya menyukai olahraga balap MotoGP. Sebegitu sukanya saya sampai saya rajin menonton MotoGP secara langsung di Malaysia. Saya rutin melakukan ini sejak 2014. Buat saya, menonton balapan secara langsung beda rasanya dibanding menonton di televisi. Lebih grenggg gitu rasanya. 


Karena menyukai olahraga balapan maka saya selalu mencari berita soal balapan MotoGP, biar nggak kudet (kurang update) gitu. Biasanya saya baca berita dari luar negeri, kemudian berita dari dalam negeri. Tapi pengen juga baca berita yang lebih fun, karena sejatinya olahraga itu fun kok, olahraga balapan sekalipun. 


Pernah dengar tentang Gorila Sport? Kalo belum pernah dengar, jangan sedih. Karena saya juga baru mendengarnya ketika saya datang ke acara Kumpul Gorila yang diadakan oleh Gorila Sport di sebuah hotel di bilangan Jakarta pada 18 Februari 2019 lalu. Gorila Sport itu bukan gorila yang berolahraga ya, tapi nama sebuah media online tentang olahraga yang ditulis ala komik.

Gorila Sport, Cara Baru Membaca Berita Olahraga

Saya mendengarkan mbak Sheila Rooswitha, komikus yang jadi salah satu penggagas lahirnya Gorila Sport, dengan rasa kagum. Mbak Sheila bercerita tentang pengalamannya memamerkan komik Indonesia di luar negeri, salah satuny Jerman. Saya jadi membayangkan dua anak saya yang suka menggambar komik, akan punya pengalaman seperti mbak Sheila suatu hari. 



Awalnya mbak Sheila mengikuti workshop tentang komik bersama pak Djohari Zein, CEO JNE, selama setahun. Selama workshop itu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan. Kemudian seiring berjalannya waktu, pak Djohari Zein yang sangat menyukai berita olahraga mengajak Leo Tigor Pasaroan dan mbak Sheila membuat media online olahraga yang berbeda. Lahirnya Gorila Sport yang merupakan singkatan dari Tigor, Djohari dan Sheila.

Gorila Sport lahir tahun 2016. Saat itu Gorila Sport merekrut banyak anak muda untuk menjadi ilustrator di medianya. Para ilustrator ini hadir di acara Kumpul Gorila kemarin. Saya berbincang secara personal dengan beberapa diantaranya, dalam rangka mencari networking untuk anak saya yang menggemari komik. Biar kemampuan anak saya lebih berkembang gitu. 



Gorila Sport langsung menarik minat para pembaca yang rata-rata dari kalangan milenial. Semua sosmednya juga diikuti oleh para milenial ini. Kalangan kolonial kayak saya ada juga sih tapi nggak banyak. Kemudian rata-rata pembaca Gorila Sport adalah laki-laki. Apa wanita sedikit yang tertarik dengan berita olahraga?

Hmmm... di kalangan olahraga balapan sebenernya banyak banget wanita yang menjadi penggemarnya. Admin fanbase sosmed rider-rider MotoGP di Indonesia itu rata-rata perempuan. Saya juga punya teman perempuan yang menjadi jurnalis MotoGP. Jangan tanya gimana kiprahnya kalo lagi cari berita di sirkuit. Laki-laki aja kalah lincah dibanding dia.



Gorila Sport bukan hanya menarik perhatian pembaca namun juga menarik perhatian para olahragawan. Ada pesepakbola yang sampai membawa gambar komik dirinya ke lapangan gara-gara dia suka sekali dengan gambar itu. Gambar komik Gorila Sport juga beberapa kali menjadi viral, bukan hanya karena beritanya update tapi juga karena gambar ilustrasinya sungguh lucu.

Apakah pak Djohari Zein pernah menyangka bahwa media yang digagasnya bisa menjadi sebesar sekarang? Pak Djohari Zein adalah Komisaris JNE dan founder Global Basket Mulia Investama (GBMI), yaitu venture capital yang siap mendukung para pebisnis agar bisa berkembang dan maju dengan cara inovatif. Beberapa start up yang digagas pak Djohari adalah Paxel, Omiyago, Kolasi dan Gorila Sport.

Hidup pak Djohari Zein penuh dengan pengalaman yang religius. Mendengarnya berkisah di acara Kumpul Gorila kemarin menguatkan keyakinan saya bahwa apapun usaha yang dilandasi dengan kebaikan akan menghasilkan karya yang luar biasa dan lancar jalannya. Kebaikan harus berprinsip pada Ridhonya Allah SWT, kata pak Djohari.


(dok.imawan)

Berkembangnya Gorila Sport diyakini pak Djohari sebagai restu Allah SWT pada semua usahanya. Maka ia sangat bersyukur karenanya. Rasa syukur dibuktikan dengan memberi kebahagiaan pada para karyawannyya yang loyal. Karyawan JNE yang telah bekerja padanya selama 10 tahun ia berangkatkan untuk beribadah, misalnya umroh bagi muslim dan ziarah ke Yerusalem bagi nasrani.

Namun pak Djohari tak lantas berpuas diri dengan berkembangnya Gorila Sport. Bersama tim Gorila Sport ia mengembangkan rubrik-rubrik baru agar Gorila Sport makin diminati pembacanya. Rubrik baru itu adalah Desa Gelong, Suara Gorila, Tokoh, Tahukah Kamu, Komik Strip, Nyinyir, Cerkomber, Jebool, Starter Pack dan Gambar Kuuy.

Masih dalam rangka memberikan yang terbaik untuk pembacanya, ada ilustrator top baru yang bergabung dengan Gorila Sport. Mereka adalah Mice, komikus Benny dan Mice. Kemudian ada ilustrator si Gundul, yang pernah ngetop di sebuah media olahraga.

Jalan Gorila Sport masih panjang, namun dengan kreativitas para punggawanya yang tinggi, saya yakin Gorila Sport akan punya umur panjang di kancah media olahraga Indonesia. Beruntunglah kita yang menjadi pembaca setianya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Back to Top