Rabu, 03 Oktober 2018

Hindari Penyakit Jantung Koroner dengan CERDIK

Serangan jantung menjadi penyebab banyaknya orang yang meninggal dunia. September kemarin, ada 3 orang yang saya kenal baik, berpulang ke pangkuan Tuhan. Mereka sebelumnya sehat-sehat saja dan tak mengalami sakit. Penyebabnya adalah serangan jantung yang menyerang secara tiba-tiba. 


Kematian mendadak karena serangan jantung ini disebut Sudden Death. Menyerang secara mendadak memang ciri khas penyakit jantung. Makanya penyakit jantung disebut silent killer. Penyakit jantung adalah jenis penyakit tidak menular dan penyebab kematian tertinggi kedua setelah stroke.

Jujur saya takut sekali dengan penyakit ini. Rasanya bahaya mengintai hidup saya diam-diam dan siap untuk menerkam. Namun pengetahuan saya mengenai penyakit jantung sungguh minim. Makanya saya senang sekali ketika diundang Kemenkes RI untuk datang di acara Press Conference Peringatan Hari Jantung Sedunia pada tanggal 28 September 2018.

Pada acara itu ada dr. Cut Putri Arianie, M.H.Kes selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak menular dan dr. Bambang Dwi Putra, SpJP anggota PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia). Tahun ini tema Hari Jantung Sedunia adalah My Heart, Your Heart. 



Penyakit Jantung Koroner.. Ini Faktanya

 
Penyakit jantung yang sering menyerang ini dalam kedokteran dikenal sebagai penyakit jantung koroner (PJK). PJK adalah  penyakit pembuluh darah pada jantung yang diakibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian.

Secara klinis tanda dan gejala PJK adalah keluhan rasa tidak nyaman di dada  atau nyeri dada (angina) yang berlangsung selama lebih dari 20 menit saat istirahat atau saat aktivitas yang disertai gejala keringat dingin atau gejala lainnya seperti lemah, rasa mual dan pusing. Terkadang diikuti juga dengan rasa terbakar, rasa berat di dada atau ada rasa tertekan di daerah dada.

Lokasi keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman pada penderita gangguan jantung adalah di belakang tulang dada, di belakang tulang dada menjalar ke leher, dari dada ke bahu dan lengan, dari dada menjalar ke rahang, dari dada kiri bawah di ulu hati (sering ditafsirkan sakit maag), di daerah punggung di antara kedua belikat.

(dok.obatsakitjantungkoroner.com)

Penyakit jantung koroner terdiri dari penyakit jantung koroner stabil tanpa gejala dan Sindrom Koroner Akut (SKA). Data WHO menunjukkan bahwa 70% kematian di dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (59,5 juta dari 56,4 kematian). Dari seluruh penyakit tidak menular tersebut, 45% nya disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah.

Berikut adalah kelompok orang yang terkena serangan jantung dari data Kemenkes RI :
1. Kelompok Umur : tertinggi pada kelompok umur 65-74 tahun 3,6%
2. Jenis kelamin : lebih tinggi perempuan dibanding laki-laki (laki-laki 1,3%, perempuan 1,6%)
3. Pendidikan : lebih tinggi pada masyarakat tidak bersekolah (2,8%) dan tidak tamat SD (2,3%)
4. Status pekerjaan : paling tinggi pada masyarakat tidak bekerja (1,6%)
5. Tempat tinggal : lebih tinggi di pedesaan (1,6%) dibanding perkotaan (1,4%)
6. Status ekonomi : paling tinggi pada status ekonomi tingkat terbawah (2,1%)

Data BPJS menunjukkan peningkatan beban biaya akibat PJK setiap tahunnya Tahun 2014 beban biaya atas PJK adalah 4,4 trilyun rupiah. Angka ini meningkat menjadi 7,4 trilyun rupiah pada tahun 2016, ada peningkatan sebanyak 68,2%.



Siapa yang bisa terserang Penyakit Jantung Koroner?

Proses terjadinya PJK sebenarnya sudah dimulai sejak usia dini seiring terjadinya siklus kehidupan. Namun penyumbatan darah arteri menjadi kian parah karena seseorang menjalani pola hidup yang tidak sehat. Jadi pola hidup sehat menurunkan risiko terjadinya PJK.

Faktor risiko PJK yang tidak dapat dimodifikasi (tidak dapat dihindari) adalah umur, jenis kelamin dan keturunan (ras). Sementara faktor risiko PJK yang dapat dihindari adalah merokok, dislipidemia (kadar lemak jahat lebih tinggi dari kadar normal), hipertensi, aktifitas fisik, berat badan lebih dan obesitas, diabetes mellitus, diet dan nutrisi, stress dan alkohol.

Jadi pola makan memang membuat risiko tinggi terserang PJK. Kalo terbiasa makan makanan berlemak dan nggak sehat dan tak terbiasa olahraga maka siap-siap deh diserang PJK. Apalagi jika diri kita mengidap diabetes atau hipertensi. Rutinlah lakukan pengecekan kondisi jantung.

Jika ada orang yang terkena serangan jantung, ini yang sebaiknya dilakukan :
1. Lakukan telepon darurat ke 119 atau RS terdekat untuk minta pertolongan tenaga medis atau ambulans
2. Lakukan pertolongan bantuan hidup dasar (resusitasi jantung paru) oleh tenaga medis atau awam yang terlatih
3. Lakukan defibrilasi menggunakan AED (Automatic External Defibrilation)
4. Segera bawa penderita ke IGD di RS terdekat
5. Lakukan bantuan hidup lanjut dan perawatan di rumah sakit



Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika penderita serangan jantung dalam keadaan sadar :
1. Baringkan pasien dalam posisi setengah duduk dan segera bawa ke IGD RS terdekat
2. Hindari pasien dari berbagai aktivitas seperti banyak bicara, batuk dan mengejan
3. Segera bawa penderita ke IGD  di rumah sakit terdekat

Mau terhindar dari Penyakit Jantung Koroner?

Pasti mau banget lah ya. Rumus terhindar dari PJK adalah CERDIK :
1. Cek kesehatan secara rutin
- Sehat/berisiko penyakit tidak menular : minimal 1 kali setahun
- Sudah menderita penyakit tidak menular : 1 kali sebulan

2. Enyahkan asap rokok :
- Perokok/bentuk lainnya segera berhenti
- Bukan perokok tidak memulai untuk merokok
- Penerapan kawasan tanpa rokok

3. Rajin aktivitas fisik
- Minimal 30 menit/hari selama 5 hari/minggu (150 menit/minggu)
- Di rumah, di perjalanan atau di tempat kerja

4. Diet yang sehat dengan kalori seimbang
- Batasi konsumsi gula (4 sendok makan), garam (1 sendok teh) dan lemak (5 sendok makan minyak) per hari
- Konsumsi buah dan sayur 5 porsi per hari

5. Istirahat cukup
- Tidur 7-8 jam per hari

6. Kelola stress
- Seimbang antara waktu untuk bekerja, istirahat, olahraga/rekreasi dan sosial
- Beribadah sesuai agama/keyakinan
- Bersikap terbuka dan berpikiran positif

Jika orang telah menyandang penyakit tidak menular khususnya PJK maka iaharus lakukan PATUH yaitu :
1. Periksa kesehatan secara rutin
2. Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat
3. Tetap aktivitas fisik dengan aman
4. Upayakan diet sehat dan gizi seimbang
5. Hindari asap rokok, minuman beralkohol dan zat karsinogenik lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar