Kamis, 27 September 2018

Kenali Penyebab Penyakit Kaki Gajah dan Dukung Belkaga 2018

Dulu sekali saya pernah melihat tayangan berita di televisi, tentang penyakit kaki gajah yang diderita beberapa orang di sebuah daerah. Penyakit kaki gajah ini mengerikan. Bagian kaki orang-orang ini bengkak dan membesar layaknya kaki seekor gajah. Saking besarnya mereka tak bisa berjalan. 

(dok.suara.com)

Sebenarnya, apa sih Kaki Gajah itu dan apa penyebabnya? Bagaimana menghindarinya? Saya hadir di acara blogger gathering yang diadakan oleh Kemenkes RI bertema Penanggulangan Kaki Gajah yang berlangsung di gedung Kemenkes bilangan Kuningan Jakarta 24 September lalu.


Kaki Gajah disebabkan oleh nyamuk
Dr Elizabeth Jane Sopeardi, MPH, Dsc, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik menjelaskan bahwa penyakit Kaki Gajah disebabkan oleh cacing filaria yang dibawa oleh nyamuk. Jadi nyamuk mengisap darah orang yang mengandung anak cacing filaria. Lalu nyamuk menggigit orang lain.

Anak cacing Filaria masuk ke tubuh orang tersebut melalui gigitan nyamuk si pembawa anak cacing tadi. Cacing lalu jadi dewasa di dalam tubuh penderita. Cacing menyerang bagian kaki atau kelamin penderita. Pada beberapa daerah cacing Filaria menyerang payudara juga.


(dok.okezone)

Trus nyamuk apa yang bisa membawa anak cacing Filaria? Di Indonesia ada 23 jenis nyamuk yang bisa menjadi vektor atau pembawa anak cacing Filaria. Kudu hati-hati sama keluarga nyamuk ini nih : Mansonia, Culex, Anopheles, Aedes dan Armigeres. Aedes dikenal sebagai nyamuk penyebab demam berdarah, ternyata ia penyebab penyakit kaki gajah juga. 


| Baca Juga : Yuk Cegah Malaria Dengan ABC |
Tingkat keparahan penyakit Kaki Gajah
Penderita yang terjangkit Filaria nggak menunjukkan gejala khusus saat tahap awal terjangkitnya. Tubuh biasanya mengalami demam. Layaknya penyakit lain, Kaki Gajah juga terbagi tingkat keparahannya dengan beberapa stadium. Jika mengalami ciri-ciri stadium di bawah ini langsung deh bawa penderita ke dokter :

Stadium I : Bengkak pada anggota tubuh hilang saat bangun pagi. Lipatas kulit tidak ada. Kulit masih halus dan normal. Pitting eddema.
Stadium II : Bengkak pada anggota tubuh tidak hilang saat bangun pagi. Lipatan kulit tidak ada. Kulit masih halus dan normal. Pitting eddema.
Stadium III : Bengkak menetap. Lipatan kulit dangkal. Kulit halus dan normal. Non pitting eddema.
Stadium IV : Bengkak menetap. Lipatan kulit dangkal.  Adanya nodul/benjolan di kulit.
Stadium V : Bengkak menetap dan bertambah besar. Lipatan kulit dalam. Nodul/benjolan.
Stadium VI : Bengkak menetap dan bertambah besar. Lipatan kulit dangkal/dalam. Mossy Foot gambaran seperti berlumut..
Stadium VII : Bengkak menetap dan bertambah besar. Lipatas kulit dalam. Nodul-nodul. Mossy foot. Penderita tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari.



Ngeri banget nggak sih baca tingkatan stadium ini. Kaki Gajah adalah penyakit yang mengakibatkan cacat menetap. Artinya penderita Kaki Gajah akan mengalami cacat seumur hidupnya. Faktor cacat menetap ini bisa mengakibatkan beban psikologis pada penderita karena dijauhi masyarakat. Juga hilangnya produktivitas karena penderita nggak bisa beraktivitas dengan normal lagi.

Yang lebih menyedihkan adalah Indonesia masih menjadi daerah endemi penyakit Kaki Gajah walau tingkatan berbahayanya berbeda. Contohnya Jakarta nih. Ya memang belum ditemukan penyakit Kaki Gajah di sini namun Jakarta merupakan kota tempat berkumpulnya orang-orang dari kota lain yang bisa jadi membawa cacing filaria di tubuhnya.



Bulan Eliminasi Kaki Gajah 2018
Pemerintah tentu tidak tinggal diam dengan masalah ini. Melalui Kemenkes RI, dicanangkan program Bulan Eliminasi Kaki Gajah 2018 atau disingkat BELKAGA 2018. Program BELKAGA 2018 adalah mencegah nyamuk Filaria dengan cara menghindari gigitan dan memberantas nyamuk penular serta memberikan obat pencegahan massal penyakit Kaki Gajah (POPM = Pemberian Obat Pencegahan Massal).

Tujuan POPM adalah menurunkan kadar mikrofilaria di dalam darah sehingga tidak lagi terjadi penularan walaupun POPM sudah dihentikan. Masyarakat usia 2-70 tahun yang tinggal di kabupaten/kota endemis filariasis harus minum obat pencegahan.

Pemberian POPM Filariasis ini punya manfaat ganda yaitu mencegah filariasis dan mencegah cacingan. POPM bisa didapatkan secara gratis ke petugas kesehatan. Petugas kesehatan akan mengumpulkan masyarakat di sebuah area dan memberikan obat secara massal. Obat harus diminum langsung di depan petugas. 


(dok.slideshare.net)

Namun POPM bisa ditunda sementara bagi anak berusia di bawah 2 tahun, ibu hamil, penderita gangguan ginjal, penderita gangguan fungsi hati, penderita epilepsi, sedang sakit berat, penderita kronis filariasis dalam serangan akut dan anak dengan marasmus atau kwasiorkor. Ibu menyusui boleh minum obat pencegah penyakit kaki gajah.

Pada beberapa orang, ada efek sakit kepala, demam, mengantuk dan mual yang muncul. Biasanya 3 hari sih ilang sendiri. Nggak perlu khawatir dengan efek ini karena itu artinya obat telah menemukan sasarannya. Tapi kalo waktunya lebih datri 3 hari langsung aja ke dokter lagi.

Kita tak perlu menunggu pemerintah beraksi, namun kita harus melakukan aksi untuk menghindari penyakit kaki gajah sendiri. Harus aktif kitanya gitu. Caranya adalah dengan rutin membersihkan rumah agar nyamuk tak bersarang. Karena kunci terhindar dari penyakit kaki gajah adalah dengan cara terhindar dari gigitan nyamuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar