Senin, 05 Maret 2018

Belajar Ilmu Nge-Vlog Biar Asyik Bikin Vlog



Smartphone adalah benda wajib yang harus dibawa kemana-mana. Sekarang orang lebih khawatir ketinggalah smartphone daripada ketinggalan dompet. Saking tergantungnya orang pada smartphone, para start up membuat bermacam aplikasi yang mempermudah pengguna smartphone. Apa sih yang nggak bisa dilakukan oleh sebuah smartphone? Bahkan hal yang rumit seperti membuat video aja dengan mudah bisa kita lakukan lewat smartphone.

(dok.freepik.com)

Saya selalu terkagum-kagum dengan para pembuat vlog. Membuat vlog emang sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh para generasi milenial. Saya bukan generasi milenial tapi ingin tau tentang cara membuat vlog. Belajar itu tak mengenal batas umur bukan? Maka saya datang deh ke acara workshop hasil kerjasama Komunitas ISB dan CNI yang bertema “Create Your Story With Smartphone” di Plaza Festival Jakarta pada 4 Maret 2018. Pemberi materinya adalah kang Dudi Iskandar, seorang pembuat vlog yang udah mahir banget.

Apa dan bagaimana membuat Vlog

Vlog itu apa sih? Vlog adalah video log atau catatan video. Kalo blog kan catatan dalam bentuk tertulis ya, nah vlog ini catatan dalam bentuk gambar. Saat ini gambar bergerak lebih diminat orang makanya vlog itu lagi happening sekarang. Sama seperti blog yang mencirikan penulisnya, vlog juga harus mendirikan pembuatnya. Kekuatan vlog ada pada sisi cerita, kalo sebuah video tidak bercerita maka itu namanya video biasa. 


Pembuat vlog namanya vlogger. Apa bedanya vlogger sama youtuber? Meski sama-sama membuat video namun 2 sebutan ini beda yak. Vlogger adalah pembuat video yang kontennya berisi tema keseharian sementara kalo youtuber kontennya lebih bebas. Video yang berisi informasi dan hiburan saat ini lebih dicari. 

Vlog saat ini bukan hanya milik youtube. Semua sosmed saat ini juga sudah mendukung aktivitas ngevlog. Instagram memberi fitur insta story yang sekarang jadi anak emas di samping upload posting juga bisa berbentuk video dengan durasi maksimal 1 menit. Twitter dan Facebook juga memberi panggung untuk upload vlog.

Semua orang sebenernya bisa bikin vlog namun secara mendasar pembuat vlog harus punya 4 kemampuan yaitu mampu mengoperasikan HP, mampu mengedit, mampu membuat naskah dan mampu menyebarkan. Kemudian pembuat vlog harus punya alat-alat yang dibutuhkan yaitu smartpone, tripod, tongsis, remote control, holder tripod, microphone tambahan dan voice recorder alternatif. 


Tapi nggak selengkap ini nggak apa-apa sih. Jangan nunggu fasilitasnya lengkap dulu baru bikin vlog ya. Yang penting ada smartphone dan tripod atau holder tripod. Tripod berfungsi membuat pengambilan video nggak goyang. Pake tongsis bisa sih tapi masih berpotensi goyang. Vlog yang goyang-goyang itu nggak bagus karena bikin pusing yang nonton. 

Sekarang ke teknik shooting. Ada 2 teknik shooting yaitu long short dan cut to cut. Long short maksudnya pengambilan gambar secara terus menerus nggak terpotong dari awal sampa akhir sementara cut to cut adalah pengambilan gambar dengan durasi singkat, misalnya per 5 detik – 10 detik. Kalo bikin vlog pake hp sih nggak disarankan buat long short. 

Ada istilah dalam pembuatan vlog yang harus kita ketahui yaitu Shot (satu rangkaian gambar tanpa interupsi), Scene (tempat setting kejadian berlangsung, dalam satu scene bisa terdiri dari satu shot atau gabungan) dan Sequence (rangkaian shot atau scene yang merupakan kesatuan utuh). Gambar yang diambil bisa bervariasi yaitu close up muka, close up aktivitas, wide shot, side shot dan over the shoulder shot. 


Apa sih keuntungan merekam video dengan menggunakan HP? Keuntungannya adalah alatnya ringan dan ringkas, murah, selalu ada di tangan, kemampuan rekam sudah full HD dan suaranya stereo. Keuntungan lain adalah hasil nge shoot bisa langsung diolah tanpa harus dipindahin ke laptop dulu. Ini mempermudah orang yang suka mobile yak jadi misal pas lagi macet gitu bisa sambil ngedit video jadi waktu nggak kebuang percuma.

Nah terus kelemahannya apa? Kelemahannya adalah sensor lebih kecil sehingga kualitas video nggak sebagus menggunakan DLSR/Mirrorless, fokus tidak bisa dibuat manual seperti pada DLSR, bukaan diafragma lensa selalu tetap, ada noisy saat dipakai di kondisi minim dan ada kelemahan di segi pencahayaan.

Oh ya pengambilan gambar di kamera handphone itu sebaiknya landscape ya jangan portrait. Kalo ngambil secara landscape, gambar yang diambil jadi lebih luas sementara kalo ngambilnya portrait maka akan ada bidang hitam di sisi kanan dan kiri gambar. Jelek gitu diliatnya. Trus kalo kita nggak punya tripod, pengambilan gambar bisa melalui handphone yang dipegang dengan 2 tangan. Cuma posisi lengan rapat ke badan dan saat nge shoot tahan napas supaya gambar yang diambil nggak goyang.


Aplikasi edit vlog

Nah setelah gambar-gambar selesai diambil, kita harus mengolah gambar tersebut menjadi video yang ciamik. Karena itulah aplikasi edit video diperlukan. Aplikasi pembuat video itu banyak dan macem-macem, ada yang gratis dan ada yang berbayar. Pada workshop kemarin, kang Dudi Iskandar merekomendasikan aplikasi Power Director dan Text Animation Legend. Dua aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di playstore. 

Setelah aplikasi edit video udah ada, kita kudu siapin bahan pendukung yaitu database dan musik latar. Sama seperti blog, vlog juga harus mencakup 5W dan 1H. Data ini penting untuk orang yang nonton. Jika video mencakup 5W dan 1H maka video itu akan memberi manfaat. Deskripsinya nggak perlu detail karena sudah diwakili oleh gambar. 

Musik latar perlu ya biar video makin menarik. Tapi hati-hati saat memasang musik latar, jangan sampe musik latar kita adalah musik yang punya hak cipta. Youtube akan menolak video yang punya musik berhak cipta jadi pake musik yang tanpa hak cipta aja.


Banyak website yang menyediakan musik free yaitu bensound.com, freemusicarchive.com, freesundtrackmusic.com dan lain-lain. Pemilihan musik latar juga harus senyawa dengan videonya. Misalnya kita bikin video soal keceriaan saat piknik ya musik latarnya jangan yang sendu-sendu. 

Terus juga durasi video harus diperhatikan ya. Durasi paling bagus untuk vlog adalah 1 menit sampai 3 menit. Durasi yang lama bikin penontonnya bosen dan orang tertarik melihat sebuah video itu hanya dalam rentang waktu 8,25 detik. Jadi kalau setelah 8 detik video dirasa nggak menarik ya orang akan stop buat menonton. Makanya pengeditan video itu penting. 

Setelah sesi penjelasan materi dari kang Dudi, selanjutnya adalah sesi praktek. Kang Dudi mengajarkan edit video mulai dari memasukkan title video menggunakan aplikasi Legend sampai edit video menggunakan Power Director. Namun saya belum terlalu jelas dengan dua aplikasi ini dan butuh waktu mengutak-atiknya dulu jadi belum bisa saya ulas secara mendetail hasil belajarnya yak. 

Yang penting dalam pembuatan vlog kita harus banyak latihan, banyak melihat vlog bagus supaya bisa jadi bahan pelajaran dan nggak malu bertanya pada orang yang mengerti. Karena sejatinya setiap orang itu bisa mempelajari sebuah ilmu baru kalo dia niat untuk belajar.

Terima kasih untuk komunitas ISB dan CNI serta kang Dudi Iskandar yang sudah memberikan ilmu yang bergizi ini. CNI bukan hanya brand dengan produk-produk berkualitas namun juga peduli dengan peningkatan skill para blogger.

26 komentar:

  1. Aku biasanya pakai video Show ka tapi hampir semua sama ya masing-masing ada kekurangan dan kelebihannya

    BalasHapus
  2. Wah kelas yang aku mau banget nih. Semoga besok2 bisa gabung. Aku masih terbatas alat nih. Kalau suruh ngomong langsung sih pede aja hahaha

    BalasHapus
  3. Asyik habis ini bakalan ada motovlog sama babang Valey nih. 😍👍

    BalasHapus
  4. bener kak. jgn nunggu. mulai aja dulu ya.. seru nih :)

    BalasHapus
  5. tfs mbak Yayat.... saya juga mau mulai serius kelola vlog nih

    BalasHapus
  6. Nah paragraf kedua dari bawah, banyak latihan dan niat untuk belajar, nggal boleh malu tanya sama yang udah bisa... Jadi saya boleh tanya2 sama kak Yayat, kan? ��

    BalasHapus
  7. seru banget kak, btw skrg emang vlog lagi booming banget :)

    BalasHapus
  8. Blog ditambah vlog makin ketjeh donk

    BalasHapus
  9. Suka mentok di musik kalo sudah bikin video, suka di tolak karna selalu punya org dgn hak ciptanya

    BalasHapus
  10. seru bgt ya bikin vidio...
    saya blm berani tampilkan suara saya didalam vidio. jadi kasih kata2 aja.

    BalasHapus
  11. Seneng banget sih bisa belajar ngevlog, nanti ajarin aku ngevlog yah mba

    BalasHapus
  12. wiii mantep nih ilmunya. thanks udah berbagi ya mba yattt...

    BalasHapus
  13. Gt ya ternyata vlogger n youtuber itu beda. Setau sy sama2 tukang buat video, mksh infony

    BalasHapus
  14. Aku cukup ngblog aja deh, hehehe

    BalasHapus
  15. Aku beberapa kali ngikut workshop bikin vlog tapi mungkin karena belum tertarik jadinya nunda melulu. Ternyata susah kalau bagiku bikin vlog hehehe.

    BalasHapus
  16. Ya ampuuunnnn aku cuma gede di niat doang ni mba mau bikin vlog. Gak jadi2 mulu sgn berbagai alasan

    BalasHapus
  17. wah, thanks nih tipsnya mbak... cari lagu backsound ini kadnag yang butuh perjuangan biar gak monoton...

    BalasHapus
  18. catet ahh, biar bikin vlog makin asik tapi hasilnya ciamik

    BalasHapus
  19. Makasih infonya mba Yayat huhu aku kudu belajar banyak nih ngevlog pake HP hehe.

    BalasHapus
  20. Mantap Mba, makin sering nge vlog dong sekarang? :D

    BalasHapus
  21. Ternyata asik juga ya mbak bikin vlog. Berhubung aku malu tampil, temanku yang jadi "korban". Hahaha

    BalasHapus
  22. Wah nambah lagi nih mbak pengetahuan saya tentang istilah dalam vlog. Makasih sharingnya

    BalasHapus
  23. Baca tulisan ini, Kayak diingetin udh lama gak bikin vlog, mles edit2ny. Okelah aku mau coba buat vlog lagi.

    BalasHapus