Senin, 02 Juli 2018

Allianz Junior Football Camp 2018 untuk Majunya Sepak bola Indonesia

Gelaran Piala Dunia 2018 makin membuat orang jadi demam bola. Orang yang nggak suka bola jadi suka dengan bola akibat Piala Dunia 2018 dibicarakan di mana-mana. Demam bola terjadi juga di Indonesia walau Indonesia tak mengikuti Piala Dunia 2018.


Indonesia punya banyak bibit pemain bola sebenarnya. Namun mereka harus dididik dan dilatih oleh pelatih yang kompeten. Nah butuh sebuah instansi yang menjembatani pemain bola dan pelatihnya sekaligus memfasilitasi mereka berlatih. Untung banyak perusahaan yang menyadari bakat anak-anak Indonesia dalam bermain bola. Salah satunya Allianz Indonesia.

Allianz Indonesia adalah bagian dari grup asuransi Allianz International. PT Asuransi Allianz Utama Indonesia didirikan tahun 1989. Kemudian Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia tahun 1996. Allianz berkembang pesat sampai kini.

Salah satu program Allianz untuk ikut mendukung prestasi anak-anak muda Indonesia adalah dengan membuat program Allianz Junior Football Camp (AJFC). Tahun ini adalah tahun ketujuh pelaksanaan AJFC. Melalui AJFC, Allianz memberi kesempatan bagi para remaja yang memiliki minat dan bakat bermain sepakbola, merasakan pengalaman istimewa dilatih secara fisik dan teknis di Jerman.



Allianz merupakan salah satu sponsor FC Bayern Munchen. Penggila bola pasti tau deh soal tim besar yang satu ini. Tim kebanggaan Jerman ini bermarkas di Munich Jerman. Dalam kerjasamanya dengan Allianz, FC Bayern Munchen bersedia melatih anak-anak terpilih dari AJFC. Ada 2 pemain junior dari AJFC 2018 yang akan mengikuti pelatihan di Munich Jerman.

Selain 2 pemain junior yang ke Munich, ada 7 pemain junior yang akan diberangkatkan ke Bangkok Thaland untuk mengikuti Asia Camp. Jadi yang nggak menang ke Munich bisa berangkat ke Bangkok. Di Bangkok anak-anak ini akan dilatih oleh pelatih sepakbola kelas International.



Saya hadir pada konperensi press mengenai Allianz Junior Football Camp 2018 di Bellezza Suite Jakarta pada tanggal 1 Juli 2018 kemarin. Di acara itu hadir juga para media, managemen Allianz Indonesia dan salah seorang pelatih sepakbola nasional yang ikut melatih di AJFC 2018, Jacksen F Tiago.

Di acara ini juga ada pemberian apresiasi kepada #PahlawanSepakbola yaitu para sosok inspiratif seperti pelatih atau guru olahraga yang mendedikasikan diri untuk kemajuan dan pembinaan sepak bola di Indonesia. Ada 10 orang #PahlawanSepakbola yang terpilih mendapatkan pelatihan khusus untuk memperoleh sertifikasi pelatih profesional.

Program #PahlawanSepakbola diselenggarakan dengan cara mengirimkan cerita mengenai sosok inspiratif ke Allianz Indonesia. Tahun ini Allianz Indonesia menerima 399 cerita dan 10 cerita yang paling menginspirasi berkesempatan mengikuti program Coach to Coach bersama Jacksen F Tiago. 



Sepak bola adalah bahasa dunia. Sepak bola bukan soal individu tapi ia adalah tentang tim, pelatih, manager dan orang-orang yang terlibat dalam sepak bola, sepak bola adalah tentang kerjasama dalam tim, kata Mr Peter van Zyl Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia dalam sambutannya di acara press conference kemarin.

Memang sebenarnya sepak bola tak hanya soal menendang bola tapi soal kerjasama tim, kedisiplinan dan kebersamaan. Sepak bola menyatukan semua perbedaan. Sepak bola adalah tentang memenangkan pertandingan sebagai sebuah tim, karena itu penting menanamkan nilai-nilai fair play dan sportifitas pada anak-anak yang menggemari sepak bola, lanjut Mr Peter van Zyl.

Ucapan Mr. Peter van Zyl senada dengan kata-kata coach Jacksen F Tiago. Kedisiplinan adalah hal penting yang wajib dipunyai oleh seorang pemain bola. Kedisiplinan hendaknya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jika seorang pemain sepak bola biasa untuk disiplin, maka dalam latihan ia juga akan disiplin.

Selain soal disiplin, pembentukan karakter juga penting untuk seorang pemain sepak bola. Pembentukan karakter dimulai sejak dini. Di AJFC 2018, para pelatih membantu para anak didiknya menemukan karakter mereka masing-masing dan tentu menanamkan kedisiplinan juga. Para pelatih menyadari, pelatihan yang salah akan merusak bibit-bibit potensial pemain sepak bola Indonesia.



AJFC 2018 tiap tahun menarik minat peserta yang makin banyak, menurut bu Karin Zulkarnaen Head of Market Management Allianz Indonesia. Total peserta dari 2012-2017 adalah 15.356 orang dan selama periode ini ada 46 orang yang terpilih mengikuti Asia Camp di Bangkok dan pelatihan di Munich Jerman.

Tahun ini dibuka seleksi di 2 lokasi yaitu Jakarta dan Medan. Total peserta tahun ini adalah 2.386 orang  Dari Medan sudah terpilih 5 orang pemenang dan setelah konperensi pers akan dipilih 4 orang pemenang dari Jakarta. Kenapa diadakan di Medan? Karena Medan adalah salah satu kota yang banyak melahirkan pesepakbola berbakat. Salah satunya adalah Raja Nainggolan yang baru direkrut oleh Inter Milan.

Para pemenang AJFC 2018 yang 7 orang akan berangkat ke Bangkok pada 16-19 Juli 2018 dan 2 orang pemenang akan berangkat ke Munich Jerman pada 27-31 Agustus 2018. Kita bisa lho ikutan memilih para pemenang yang akan berangkat ke Munich. Tinggal vote aja di website Allianz.

Di acara kemarin ada mas Vernard Hutabart, pemain futsal yang juga sukses di dunia pendidikan. Mas Vernard mengingatkan para pesepakbola junior agar tidak melupakan pendidikan karena bagaimanapun juga pendidikan itu penting. Berkarir di sepak bola tentu boleh, namun menyelesaikan pendidikan itu juga harus. Dalam hal ini saya setuju dengan mas Vernard. Di akhir acara, ada pengumuman tentang cerita inspiratif terbaik dan pemenangnya adalah bapak Tri Mur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar