Senin, 04 Juni 2018

Nyamannya Menginap di Hotel Batiqa Cirebon

Cirebon... kota yang biasa saya lewati kalau saya mudik ke kampung saya di Yogyakarta. Yang namanya lewat, ya tak pernah singgah lama di sini. Makanya ketika saya punya kesempatan untuk mengunjungi Cirebon pada 26 Mei 2018 lalu saya sungguh gembira. Meski waktu saya di kota ini hanya 2 hari 1 malam tapi lumayan lah ya.


Apa yang terbersit waktu mendengar kata Cirebon? Kalo saya : nasi jamblang. Yap nasi jamblang emang kuliner khas kota Cirebon. Nasi Jamblang adalah nasi dingin yang dibungkus daun jati dan dihidangkan bersama lauk pendamping seperti telur semur, tahu tempe bacem dan lauk lainnya. Nasinya terasa khas karena aroma daun jati.

Selain nasi Jamblang, ada lagi yang jadi khas nya Cirebon yaitu batik. Indonesia punya banyak ragam batik salah satunya batik Cirebon. Mega Mendung adalah motif batik Cirebon. Motifnya berbentuk awan dengan gradasi warna yang cantik sekali. Selain itu ada motif Patran Keris, Singa Payung, Singa Baron dan lain-lain. Karena khasnya, berbelanja batik di Cirebon adalah wajib bagi penyuka batik. 


Cirebon mudah dijangkau melalui perjalanan darat. Ada kereta api yang harga tiketnya murah sekali. Bisa juga naik mobil pribadi. Mau naik bis? Bis ke Cirebon banyak terdapat di terminal besar di Jakarta. Kemarin saya datang bersama teman-teman dari BloggerCrony menggunakan kereta api dari stasiun Pasar Senen.

Kereta Tegal Ekspress berangkat tepat waktu dan tiba di stasiun Cirebon Prujakan juga tepat waktu. Inilah yang membuat saya senang naik kereta api. Murah dan selalu tepat waktu. Nyaman pula karena jumlah penumpang sama dengan jumlah tempat duduk. 



Saya tiba di Stasiun Prujakan siang hari dan langsung menuju hotel Batiqa Cirebon tempat saya menginap. Seperti kota besar lainnya, di Cirebon banyak terdapat hotel untuk kita menginap. Kita bisa pilih hotel manapun.. pilihan saya untuk hotel di Cirebon adalah hotel Batiqa Cirebon. Kenapa?

Faktor utama saya dalam memilih hotel adalah lokasi dan kenyamanan. Hotel harus ada di lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. Hotel Batiqa Cirebon hanya berjarak 15 menit dari stasiun Cirebon Prujakan. Hotel ini juga dekat dengan pusat kuliner jadi kalo mau jajan gampang. Maklum saya orangnya suka iseng cari jajanan kalo malem. 



Ketika memasuki lobby hotel, saya langsung disambut dengan staff hotel yang ramah. Mengedarkan pandangan ke lobby saya langsung merasa hotel ini homey banget. Lobby nya tak terlalu besar karena terbagi dengan ruang makan. Namun hotel ini tau membuat tamu nyaman walau kondisi lobby nya kecil.

Ada kursi panjang di depan tempat check in. Bukan kursi panjang ini yang menarik mata saya, melainkan kursi kayu dengan meja berisi congklak di atasnya. Congklak! Saya sering mainkan permainan ini bersama teman ketika saya kecil dulu. Bahagianya dulu ketika tak ada gadget. Congklak dan bola bekel adalah permainan saya sehari-hari.



Congklak ditempatkan di lobby bukan hanya untuk dimainkan oleh tamu sembari menunggu waktu check in namun juga sebagai pelengkap interor lobby yang Indonesia banget. Meja reseptionis juga berlatar belakang ukiran batik dengan pernik patung jawa di sudut meja.

Bukan congklak saja yang membuat saya terkejut namun ketika saya menatap langit-langit lobby, terhampar lukisan batik berwarna coklat. Cantik sekali. Saya tak pernah melihat langit-langit lobby hotel dilukis batik seperti ini. 



Saya menuju lift untuk naik ke lantai di mana kamar saya berada. Saya lewati lorong berisi kursi kayu panjang dengan pajangan kayu di dindingnya. Pajangan kayu ini lagi-lagi berbentuk batik. Orang tak akan bisa menahan diri untuk tidak berfoto ria di lorong ini.

Kamar di hotel ini tipenya Superior dan Suite. Saya menginap di kamar Superior dengan tempat tidur double. Ketika memasuki kamar, saya agak kaget melihat kartu kunci sudah ada di situ. Biasanya kan kita baru menaruhnya setelah membuka pintu dan lampu akan menyala. Karena kunci sudah ada pada tempatnya maka lampu sudah menyala dan AC sudah dingin. 



Belakangan saya tahu bahwa ini memang prosedur dari Hotel Batiqa. Kamar yang akan diisi oleh tamu sudah disiapkan dengan cara satu kuncinya sudah ditaruh di dalam kamar. Jadi AC sudah menyala dan ketika tamu masuk kamar, kamarnya sudah dingin. Sampai sedetail itu ya Hotel Batiqa memperhatikan kenyamanan tamunya. Pantas saja hotel ini mendapat sertifikat excelent dari Trip Advisor tiga kali berturut-turut.

Kamar dilengkapi dengan TV Flat Screen yang diletakkan di meja panjang. Meja ini punya banyak laci. Tamu bisa menempatkan barang-barangnya di sini. Ada lemari pendinginnya juga lho. Ketika mencari lemari, saya mendapati sebuah dinding kotak yang dilapisi kayu-kayu. Dinding berbentuk kotak ini ternyata lemari. Lapisan kayu yang menutupinya adalah pintu. Keren banget.



Setelah mencuci muka, saya bersantai di tempat tidur sambil menunggu waktu bertemu dengan teman-teman Blogger Cirebon. Tempat tidur yang nyaman bikin saya jadi ngantuk. Apalagi ada bantal besar yang empuk. Saya memandang keluar melalui jendela yang besar dan terlihat samar Gunung Ciremai. Wah view nya menarik.

Menjelang pukul tiga saya turun ke lobby untuk memulai acara bersama teman-teman Blogger Cirebon dan teman-teman BloggerCrony yang bareng datang dengan saya dari Jakarta. Kami memang dijadwalkan untuk bertemu dengan pihak manajemen dari Hotel Batiqa Cirebon. Acara berlangsung seru walau saya kadang susah payah membuka mata. Jam 3 sore adalah jam sensitif untuk orang yang berpuasa.



Nggak terasa waktu berbuka tiba. Saatnya menyantap hidangan dari restoran di hotel Batiqa. Yang pertama diserbu pengunjung restoran adalah gorengan. Biasa ya kalo puasa tuh emang paling suka makan gorengan. Saya suka banget tempe goreng Batiqa. Renyah banget dan nggak berminyak. Biasanya kan gorengan itu berminyak ya.. ini kering masa.

Saya juga suka saladnya. Saos thousand Islandnya juga enak banget. Maapkeun saya ambil saladnya 2 kali (ngaku). Kelezatan makanan di resto ini menjadi penyempurna hari saya di Cirebon. Saya kembali ke kamar dengan perut kenyang. Hal pertama yang saya lakukan setelah kembali ke kamar adalah mandi. Air hangat dari shower di bathroom hotel Batiqa membuat badan saya segar lagi. 



Hotel Batiqa adalah hotel bintang 3 yang berfokus pada hotel bisnis makanya tak terdapat kolam renang di hotel ini. Hotel ini selalu ramai dengan tamu yang menginap di weekday ataupun weekend. Kamar superior yang saya tempati malam itu cukup luas. Untuk kamar Suite tentu lebih luas lagi dan ada tambahan living room. Cocok untuk keluarga besar.

Hotel ini juga punya fasilitas untuk meeting di lantai paling atas. Ada beberapa ruang besar yang bisa dipakai meeting tergantung berapa pesertanya. Di lantai tempat ruang meeting berada ini juga terdapat Mushola yang bersih sekali dan ruang untuk fitness. 



Hotel Batiqa ada di beberapa kota yaitu Karawang, Jababeka, Palembang, Pekanbaru, Lampung dan Cirebon. Semua hotel punya kekhasan tersendiri. Untuk Batiqa Cirebon, kekhasannya terletak pada batik motif Anggrek Biru yang menjadi cirinya. Motif Anggrek Biru ada di tiap lantai dan dalam bentuk lukisan di dinding restoran. Juga dalam bentuk ukiran kayu di lorong menuju lift.

Untuk menginap di hotel ini, reservasi bisa dilakukan melalui booking online atau melalui reservasi langsung ke hotel Batiqa Cirebon. Untuk harga nggak usah khawatir karena harga permalamnya sangat terjangkau. Pengalaman menginap di hotel Batiqa Cirebon sungguh berkesan. Berasa kurang deh cuma menginap semalam. Semoga saya bisa menginap lagi di sini ketika menyambangi Cirebon.


Alamat Hotel Batiqa Cirebon
BATIQA Hotel Cirebon
Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kesambi Cirebon West Java, Indonesia
Ph. +62 231 833 8000
Email: sa.cirebon@batiqa.com


1 komentar:

  1. Unik, semua pernik interiornya dilengkapi batik biru khas Cirebon.
    Nama motif batiknya Mega Mendung, kak.

    BalasHapus