Selasa, 01 Mei 2018

Yuk Cegah Malaria dengan ABC

Malaria... adalah jenis penyakit yang sudah ada sejak saya kecil dulu. Alhamdulillah sampai sekarang saya dan keluarga saya tak pernah terjangkit penyakit Malaria. Namun.. bukan berarti saya abai dengan penyakit ini. Jika menyangkut penyakit yang dibawa oleh nyamuk, seperti penyakit demam berdarah dan malaria, saya tak boleh berdiam diri saja.

(dok.india.com)

Makanya saya antusias untuk datang ke Kementrian Kesehatan pada tanggal 24 April lalu untuk tau lebih jauh mengenai Malaria. Kementrian Kesehatan memberikan sosialisasi mengenai penyakit malria dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia yang diperingati setiap tanggal 25 April. Tema global Hari Malaria Sedunia kali ini adalah "Ready to Beat Malaria". Sementara di Indonesia temanya adalah "Bebas Malaria Prestasi Bangsa".

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah manusia yang ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina. Penyakit ini bisa menyerang siapa aja tanpa pandang bulu, laki-laki atau perempuan, bayi atau orang dewasa.

Nyamuk Malaria menyerang manusia pada jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Di antara jam ini, nyamuk Malaria berkeliaran memakan korban. Jadi sebenarnya dalam sehari kita menerima ancaman dari dua jenis nyamuk yaitu nyamuk Aedes Aegypty yang membawa virus demam berdarah dan menyerang pagi hingga sore hari serta nyamuk malaria yang menyerang di malam hari.



Sejak tahun 2000 kematian akibat malaria secara global memang menurun sekitar 60%, di mana 65% nya terjadi pada anak usia balita. Di Indonesia pada tahun 2012 ada 417.819 kasus positif malaria dan pada 2017 menurun menjadi 261.271 kasus. Memang menurun, tapi malaria masih ada di Indonesia makanya kita harus tetap waspada.

Ketika seseorang terjangkit penyakit malaria maka ia akan mengalami gejala demam, menggigil, berkeringat dan disertai sakit kepala, mual, muntah, diare dan nyeri otot atau pegal-pegal. Jika ada seseorang menunjukkan gejala ini segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


(dok.manfaatnya sehat.com)

Malaria itu berbahaya. Ia menyebabkan anemia yaitu terjadinya kekurangan darah pada penderita malaria karena sel-sel darah merah banyak yang hancur dirusak oleh plasmodium. Kalo anemia kronis terjadi pada ibu hamil maka dapat menyebabkan kematian dan pada bayi yang dikandung dapat terjadi berat badan lahir rendah.

Jika terjangkit malaria berat maka penderita akan mengalami demam tinggi, penurunan kesadaran, koma, pendarahan spontan, kegagalan multi organ sampai menyebabkan kematian. Parah memang penyakit yang disebabkan oleh hewan sekecil itu.


(dok.pelajaran.co.id)

Nyamuk malaria suka hidup di area yang berair seperti genangan air, rawa, sawah, lagoon, tambak yang tidak digunakan, lekukan tepi sungai, bekas galian tambang dan lain-lain. Makanya nyamuk malaria masih menjangkiti wilayah Indonesia Timur karena kondisi geografis wilayah ini adalah banyak rawa dan hutan lebat di mana banyak terdapat genangan air.

Pemerintah tentu tak berdiam diri. Melalui Kemenkes, pemerintah mensosialisasikan "ABC" untuk mencegah malaria. Apa itu ABC? A adalah awas dan perhatikan faktor risiko, cara penularan, cara pencegahan, masa inkubasi, gejala dan tanda.


(dok.vemale.com)

B adalah biasakan untuk hindari gigitan nyamuk selama di daerah endemis dengan menggunakan kelambu saat tidur, tidak keluar malam. Jika terpaksa keluar malam maka gunakan baju panjang dan terang lalu pakai lotion anti nyamuk. C adalah cek darah segera ke tenaga kesehatan jika ada gejala demam selama d sana sampai 1 bulan setelah kembali dari daerah endemis dan sampaikan riwayat perjalanan Anda.

Malaria bisa diobati nggak? Bisa dong. Kalau dulu kita mengenal pil kina sebagai obat malaria namun sekarang malaria diobati dengan pemberian memberikan Obat Anti Malaria (OAM) yang bisa didapatkan secara gratis yaitu Artemisinin based Combination Therapy (ACT). ACT yang digunakan saat ini adalah kombinasi Dihidroartemisinin dan Piperakuin ditambah dengan pengobatan radikal Primakuin sesuai dengan pedoman tatalaksana malaria.


Kita juga bisa menghindari nyamuk malaria dengan cara menaruh tanaman anti nyamuk di sekitar rumah. Tanaman anti nyamuk adalah bunga lavender, marigold, rosemary, geranium, sereh dan lain-lain. Dengan menanam tanaman ini rumah terhindar dari nyamuk sekaligus indah karena ada tumbuhan hijau. Jangan lupa selalu keringkan area yang tergenang air ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar