Jumat, 20 April 2018

Cara Tetap Produktif di Usia Non Produktif

Saya tak menyambut hari itu dengan acara yang istimewa. Saya anggap hari itu sama saja dengan hari lainnya. Padahal untuk sebagian orang, hari di mana kita dilahirkan menjadi hari istimewa yang patut dirayakan. Ulang tahun disebutnya. Ya.. hari itu.. 15 Mei .. adalah hari ulang tahun saya. Saya memasuki usia ke 40 tahun saat itu.


Hmmm...40 tahun. Ada perasaan menua dalam diri saya. Seiring rambut putih yang lebih sering muncul dan penglihatan yang ketajamannya mulai berkurang, serta daya ingat yang menurun.. 40 tahun memang usia yang tidak lagi muda. Namun.. saya tak menyerah pada usia 40 tahun. Yes I'm forty.. so what?

Usia 40 tahun adalah usia yang riskan bagi seorang perempuan. Secara fisik dan mental, perempuan mengalami penurunan di usia ini. Fisik jadi lebih mudah lelah. Bagi kebanyakan perempuan, usia 40 tahun adalah peringatan. Hayyoooo udah tua lho.. begitu kata orang-orang. Makanya banyak teman yang galau dan curhat panjang ketika memasuki usia 40 tahunan.

Musuh perempuan usia 40 tahun adalah sakit. Karena imunitas tubuh mulai berkurang maka fisik kita gampang diserang penyakit. usia 40 tahun adalah masa peralihan dari Golden Age ke usia non produktif. Makanya masa ini paling rentan terhadap gangguan kesehatan. Apalagi jika kita menjalani gaya hidup tidak sehat. Wahhh.. siap-siap aja penyakit lebih sering datang. 



Apa aja sih penyakit yang rentan menyerang perempuan usia 40 tahun? Biasanya nih yang sering dialami adalah naiknya kadar kolesterol. Kadar gula juga naik dan berpotensi mengidap diabetes. Stroke, rematik juga bisa menyerang. Yang paling parah adalah gangguan ginjal. Serem ya.

Penyakit-penyakit ini lebih mudah menyerang kalau kita tak menjalani gaya hidup sehat. Memasuki usia non produktif akan membuat perempuan malas bergerak dan tak memperhatikan pola makan. Fisik yang mudah lelah biasanya jadi alasan untuk malas berolahraga. Males ah.. capek.. begitu alasannya.


Saya pernah mengalami masa di mana olahraga menjadi urutan kesekian dalam kegiatan saya. Anak-anak saya sudah besar. Mereka bisa berangkat sekolah dan kuliah sendiri, tak perlu saya antar seperti ketika mereka masih di sekolah dasar. Ini berpengaruh pada aktivitas saya sehari-hari. Saya jadi suka bangun siang.

Saya juga mengalami masa di mana saya suka makan semaunya. Saya suka makan enak dan makanan enak belum tentu sehat. Contohnya.. makanan cepat saji. Enak kannn... tapi apakah sehat? Belum tentu. Saya juga suka ngemil dan cemilan yang saya suka tuh roti-rotian .. enak iya.. tapi tidak sehat karena karbohidratnya tinggi.



Untungnya saya tersadar ketika beberapa kali mengalami sakit. Padahal saya termasuk orang yang jarang sakit. Namun ketika ingat usia yang tidak muda lagi, maklum lah saya bahwa saya harus mengubah pola hidup dan pola makan. Saya tak ingin bolak-balik sakit. Selain sayang biayanya, saya juga nggak mau merepotkan keluarga saya.


Saat ini saya tak sering sakit lagi. Yaaa kalo sakit ringan macem pusing karena faktor cuaca masih wajar sih. Mau tau nggak, apa yang saya lakukan saat ini biar nggak gampang sakit dan tetap produktif di usia non produktif? Ini dia beberapa yang sering saya lakukan :

Rajin olahraga
Olahraga itu nggak perlu lari-lari jarak jauh. Saya berolah raga dengan cara jalan kaki di sekeliling rumah. Memutari gang di sekitar rumah saat pagi-pagi sekali udah cukup bikin badan berkeringat dan segar lagi. Kadang saya olahraga sambil ke pasar buat membeli sayuran. Saya sengaja ambil jalan memutar supaya saya bisa jalan kaki lebih lama.

Tetap produktif dengan ngeblog
Saya tak suka berdiam diri di rumah tak melakukan apapun. Saya ingin otak saya tetap terasah. Maka saya aktif menulis di blog. Saya juga suka mengikuti workshop untuk mengasah kemampuan saya menulis. Ilmu bertambah dan networking juga berjalan. Mengasah otak untuk terus berpikir mnghindarkan saya dari rasa malas.

Mengurangi Karbohidrat dan gula
Menderita penyakit diabetes dan punya kadar kolesterol yang tinggi adalah big NO buat saya. Almarhumah ibu saya dulu mengidap diabetes dan kolesterol tinggi. Akhirnya dua penyakit ini menyebabkan timbulnya komplikasi penyakit lainnya. Apa yang dialami oleh almarhumah ibu saya adalah pelajaran berharga. So saya harus perhatikan dengan baik konsumsi gula dan karbohidrat di diri saya. 



Saya makan makanan dan minuman yang kandungan gulanya rendah serta karbohidratnya juga rendah. Sayur dan buah menjadi menu wajib dalam masakan saya sehari-hari. Namun itu tak cukup jika saya tetap mengonsumsi minuman yang kaya akan gula. Itulah sebabnya saya mengonsumsi Yogurt. Yogurt adalah jenis minuman yang menyehatkan karena punya banyak vitamin dan mineral. Makanya saya senang ketika mengenal Heavenly Blush Greek Yoghurt Classic.


Heavenly Blush Greek Yogurt Classic, apa sih?

Greek Yogurt Classic adalah varian terbaru dari Heavenly Blush. Kemasannya praktis mudah dibawa-bawa dan kemasannya yang warna putih biru itu mengingatkan saya pada Yunani. Kalo rasa yogurt biasanya asam, Heavenly Blush Greek Yogurt Classic rasanya tidak asam. Yogurt ini juga tidak manis karena mempunyai kadar gula yang rendah dan kandungan karbohidratnya juga rendah.

Ketika diminum, Yogurt ini teksturnya kental banget tapi lembut yang disebabkan oleh proses penyaringan yang menghasilkan kadar air yang rendah. Proses pengolahan Heavenly Blush Greek Yogurt Classic juga dilakukan dengan teknologi terbaru hingga proteinnya tetap tinggi dan tidak hilang. Protein tinggi ini membuat perut terasa kenyang lebih lama.

Heavenly Blush Greek Yogurt Classic merupakan pengganjal lapar yang sehat. Meminum Yogurt ini membuat jadwal makan saya lebih teratur. Biasanya kalo pagi nggak sarapan, maka jam 10 saya makan. Akibatnya jadwal makan siang jadi mundur ke sore. Nah makan malam jadi berantakan juga deh jadinya. Greekm Yogurt Classic cocok diminum kapanpun, mau pagi, siang atau sore boleehhh. 



Yogurt ini bisa diminum secara langsung atau bisa juga dibuat jadi hidangan. Seorang teman membuat puding dengan menggunakan yogurt ini. Rasanya enak katanya. Namun sejauh ini saya lebih sering meminumnya secara langsung. Belum sempet membuat hidangan macam-macam nih saya. Maklum sibuk (gaya bener :D).

Eh Heavenly Blush Greek Yogurt lagi mengadakan kampanye #HeavenlyBlushGreekSecret lho. Ada kesempatan buat jalan-jalan ke Yunani buat 30 orang pemenang. Wooowwww Yunani! Caranya adalah para peserta harus upload foto tampak muka dengan produk Heavenly Blush Greek Yogurt dan struk pembelian Heavenly Blush Greek Yogurt senilai minimal 100 ribu rupiah dan menceritakan kenapa ingin ke Yunani bersama Heavenly Blush dengan hashtag #HeavelyBlushSecret.

Kampanye ini berlangsung sejak 1 Februari hingga 31 mei 2018 dan berlangsung di sosial media Instagram dan Facebook. Setiap2 minggu sekali juga ada Bi-Weekly Challenge di mana 12 orang pemenangnya bisa mendapatkan uang senilai 1 juta rupiah. Wow banget kan. Info lebih lanjut klik di sini ya  http://www.heavenlyblush.com/greek-secret/


1 komentar:

  1. Selama ini mpo lihat mba yayat, tidak kelihatan usianya 40 tahun. Tetap awet muda

    BalasHapus