Sabtu, 20 Januari 2018

8 Tim dari 8 Negara Bertarung pada Grand Final APAC Predator League 2018



Banyak bukti bahwa hobby bisa mendatangkan rezeki. Orang yang hobby jalan-jalan bisa dapat penghasilan dari jalan-jalan. Orang yang hobby makan bisa dapat penghasilan dari hobby nya juga. Nah kalau orang yang suka main game.. bisa dapet penghasilan dari game juga nggak? Bisa bangetttt. Game, hobby yang banyak dianut oleh generasi millenial bisa menjadi sumber penghasilan bagi mereka dan bisa memberikan prestasi juga buat mereka.


Saya datang ke acara pembukaan ajang APAC Predator League 2018 yang berlangsung di Mal Taman Anggrek Jakarta pada 19 Januari kemarin. APAC Predator League 2018 adalah ajang kompetisi para gamer di tingkat Asia Pasifik. Tahun ini Indonesia nih yang jadi tuan rumahnya. Ada 8 tim dari 8 negara yang ikut ambil bagian pada kompetisi ini yaitu Boom.id (Indonesia), Quid Pro Quo (Philipina), Azure eSport (Hongkong), We say no (Srilanka), Signify (India), Alpha Red (Thailand), Ten Twenty (Singapura) dan Geek Fam (Malaysia).

Senin, 08 Januari 2018

Tempat Wisata Edukasi dan Sejarah di Bukittinggi



Liburan dengan keluarga ingin ke tempat seperti apa? Tempat wisata pilihan, selain tempatnya menyenangkan tentu harus ada nilai-nilai edukasi yang dapat diambil. Nah.. Bukittinggi yang terkenal dengan kuliner pedas ala Minang ternyata menyimpan banyak destinasi wisata edukasi/sejarah yang dapat dikunjungi bersama keluarga. Di mana sajakah tempatnya? Cek nih yaaaaa…

(sumber : ksmtour.com)

 1. Wisata Peninggalan Masa Penjajahan 

a. Fort de Kock

Dulunya Bukittinggi menjadi Ibu Kota Negara Pemerintahan Darurat Repubik Indonesia lho sehingga banyak peristiwa bersejarah yang membekas di sini. Salah satu peninggalan masa pendudukan Belanda di Indonesia adalah Fort de Kock. Nama “Fort de Kock” diambil dari Komandan Baron Hendrik Merkus de Kock yang menjabat saat itu.