Jumat, 22 Desember 2017

Kuliner Asyik dan Belajar Tentang Budaya Betawi Bersama Dapur Umami




Pada tanggal 16 Desember 2017 saya dan teman-teman blogger berkesempatan kulineran di beberapa tempat di wilayah Jakarta bersama Dapur Umami dari Ajinomoto. Makanan yang kami cicipi sangat rumahan, saya suka sekali dengan jenis makanan rumahan seperti ini dan lokasinya pun tak jauh dari tempat saya tinggal. Inilah 3 destinasi yang saya dan teman-teman kunjungi kala itu :


Warung Mak Dower

Warung ini ada di bilangan Jl Pemuda Rawamangun. Terletak di pinggir jalan raya yang ramai lalu lalang kendaraan, plang nama Warung Mak Dower langsung menyita perhatian mata dan membuat warung ini mudah ditemukan. Tampilan warung Mak Dower sederhana namun bersih dan nyaman, enak jika kita makan dengan rombongan teman-teman atau keluarga di sini. Ruang parkir yang luas juga membuat pengunjungnya tak repot mencari tempat parkir.

 
Semua menu yang ada di warung Mak Dower dinamai dengan nama yang lucu. Ada Genjer Centil, Gabus Pucung, Jengkol Nampol, Pecak Bandeng, Tutut Ngibrit, Udang Lenjeh, Cumi Lenong, Cue ngacir, Jambal tulang Sewot dan Es Ondel-Ondel yang menyegarkan tenggorokan. Nama unik dan lucu membuat pengunjung malah jadi inget dengan menu-menu dari warung Mak Dower. Kreatif.


Saya penyuka jengkol dan pete, saya suka sekali melihat warung Mak Dower royal dengan pete. Pete dijadikan taburan pada Tulang Jambal Sewot dan menjadi campuran dalam Udang Lenjeh. Nggak perlu menunggu lama, saya langsung mencomoti pete-pete tersebut. Saya suka pete yang dimasak setengah matang, jadi waktu digigit masih ada keras-kerasnya gitu. Pete di Mak Dower digoreng setengah matang.. perfect.


Sasaran kedua saya adalah Jengkol Nampol. Sama seperti pete, saya juga suka jengkol yang dimasak tidak terlalu mateng, Mak Dower memasaknya sesuai dengan standar saya. Kalau tak ingat teman, sepiring jengkol ini sudah saya habiskan. Jambal tulang sewot menjadi incaran saya selanjutnya. Memasak jambal yang rasanya sudah asin itu menantang. Jambal digoreng lalu dimasak dengan campuran bumbu dan cabai. Rasanya pedas dan cocok dimakan dengan nasi hangat.


Masakan yang saya coba selanjutnya adalah tutut ngibrit. Tutut adalah sejenis keong berukuran kecil. Sudah lama saya ingin mencoba masakan keong tapi selalu maju mundur. Di Mak Dower kemarin akhirnya saya bisa mencobanya dan rasanya enak juga, kenyel kenyel gitu. Karena ingat bu Mentri Susi Pudjiastuti selalu menyuruh makan ikan maka Pecak Bandeng adalah hidangan saya selanjutnya.


Bandeng digoreng kering lalu disiram campuran bawang merah, bawang putih dan tomat hijau. Rasanya sungguh menyegarkan. Pecak Bandeng menjadi hidangan yang didemonstrasikan oleh Chef Ari Galih di warung Mak Dower kemarin. Chef Ari Galih memang ikut kulineran juga dengan kami selain melalukan demo masak. Sebagai penutup, saya minum racikan es Ondel-ondel yang manis menyegarkan. Oh ya.. saya rekomendasikan Udang Lenjeh jika Anda makan di warung ini. Rasa garing udang yang digoreng kering berpadu nikmat dengan pete goreng yang menjadi campurannya. 


Soto Betawi Haji Husen Manggarai

Warung ini letaknya nyempil di jalan alternatif menuju Jl Sahardjo. Meski nyempil tapi warung ini sudah melegenda karena lamanya ia berdiri. Buka tiap hari mulai jam 9 pagi, warung ini sudah diantri orang sejak pagi. Kami datang ke sana tepat jam makan siang, seluruh meja dan kursi di dalam warung penuh dengan pengunjung. Suasana di dalam warung sederhana ini terasa panas, namun itu tidak menghalangi orang-orang makan soto dengan lahap.


Soto Betawi diracik sesuai pesanan, kita bisa memilih soto dengan campuran daging atau babat dan paru. Kuah soto terlihat kuning dengan santan yang kental. Namun jangan sangka rasanya akan eneg karena justru rasanya ringan dan sangat gurih. Saya memesan Soto paru, paru yang ada dalam soto terasa kering saat digigit dan legit. Pantas saja warung ini tak pernah sepi dan selalu diantri, sotonya emang lezat sih.


Kampung Betawi Setu Babakan

Destinasi ketiga kami adalah kampung Betawi Setu Babakan di bilangan Jagakarsa, Srengseng Sawah Jakarta Selatan. Dulu saya sering jalan-jalan ke sini menikmati danau Setu babakan dan jajan makanan Betawi serta membeli bir pletok favorit saya. Setu Babakan telah mengalami banyak pembenahan, warung makanan berjajar rapi menghadap danau dan tempat untuk para pengunjung makan berjajar di pinggi danau. 


Pemandu wisata yang mendampingi kami mengatakan bahwa Setu Babakan dipertahankan sebagai pusat kebudayaan Betawi. Bukan hanya kesenian dan makanan Betawi yang bisa kita lihat di sini tapi juga aneka pohon Betawi yang sudah jarang kita lihat seperti pohon jamblang, pohon buni dan pohon kerendang. Saya beruntung melihat seorang penjual menjual buah buni yang entah berapa belas tahun lalu saya terakhir melihatnya.


Kampung Betawi Setu Babakan selalu mengadakan acara rutin seperti pertunjukan tarian, lenong atau pameran makanan. Ada jadwal acara yang dipampang di depan gedung utama yang menjadi pusat kegiatan di Setu Babakan. Sayangnya pengurus memamng belum mempunyai website khusus yang lebih memudahkan kita mencari informasi mengenai acara apa saja yang akan diadakan di sini dan kapan diadakannya. 


Saya melihat tempat pembuatan batik Betawi yang dikerjakan dengan telaten oleh para anak-anak muda. Ada demo membuat bir pletok juga. Pembuatan bir pletok sebenarnya sederhana, yang tidak sederhana itu bahan-bahannya. Ada 15 bahan membuat bir pletok. Ada jahe, secang, sereh, gula jawa dan lain-lain. Aneka bahan-bahan dicampur dan direbus dengan air hingga mendidih. Proses perebusannya bisa berjam-jam agar rempah-rempah meresap sempurna. Karena mengandung rempah-rempah maka bir pletok rasanya khas dan bikin badan hangat. Cocok diminum saat hujan seperti hari kami menyambangi Setu Babakan. 


MSG, antara mitos dan kandungan sesungguhnya

Tentu kita sudah lama mengenal Ajinomoto. Sebagai produsen penyedap masakan, Ajinomoto sudah menjadi sahabat sejatinya para ibu di dapur. PT Ajinomoto di Indonesia berdiri sejak 1969. Ajinomoto saat ini memproduksi lebih banyak aneka bumbu penyedap. Seperti Masako, Saori, Sajiku dan Mayumi. Aneka bumbu penyedap ini membuat masakan ibu jadi lebih nikmat.


Tapi ada kabar tak sedap beredar mengenai kandungan MSG dalam bumbu penyedap ini. Apa benar kita kudu khawatir dengan efek MSG? Dalam bincang-bincang dengan chef Ari Galih, dr Dyah Eka dan bapak Fahrurozi dari PT Ajinomoto, saya jadi tahu lebih jauh tentang MSG.

MSG atau Monosodium Glutamat yang ada dalam bumbu penyedap Ajinomoto adalah berasal dari tebu. MSG digunakan sebagai penambah rasa dalam masakan. Karena itu Chef Ari Galih menyarankan menambahkan sedikit MSG pada masakan namun sebelumnya dicoba dulu apakah masakan itu rasanya sudah enak, jika belum baru tambahkan MSG.


Penggunaan MSG yang hanya sedikit ini tidak berbahaya. MSG sendiri dibutuhkan tubuh karena efek rasa gurih dari MSG meningkatkan nafsu makan. Orang Indonesia mengedepankan rasa rempah-rempah pada masakan. Maka kalau kita memasak menggunakan rempah-rempah, rasakan dulu dan biarkan rasa rempah-rempah keluar lalu gunakan MSG sebagai penyeimbang rasa, kata Chef Ari Galih. 

MSG tak membuat bodoh seperti yang dituduhkan orang-orang. Jika digunakan dengan porsi yang benar, MSG tidak menyebabkan efek pada kesehatan. Yang membuat orang bodoh itu adalah makan MSG tanpa makan ayam, ikan dan sayur, kata chef Ari Galih sembari bercanda. Dr Dyah menambahkan bahwa di negeri asalnya, Jepang, MSG sering dipakai untuk menambah rasa gurih pada masakan. Semua yang berlebihan itu pasti berbahaya, jadi gunakan MSG dengan secukupnya.

36 komentar:

  1. Masakan di warung mak Dower enak kabeh ya mba, bikin nagih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak.. ketagihan sangat

      Hapus
  2. MSG itu

    M: Masalah Buat Elo kalo orang-orang masih cinta sama gw?

    S: Satu-satunya penyedap makanan yang paling banyak dicari yang gw.

    G = Ga nahan kan kalo ga make gw di setiap masakan. Karena gw ngangenin.

    BalasHapus
  3. budaya tradisional spt kuliner Betawi begini mesti banyak2in event ginian deh... perlu dan penting :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bangetttt.... secara budaya betawi kian minggir sekarang

      Hapus
  4. Selain kenyang, happy trus kita juga makin pinter ya mba secara pemahaman kita mengenai MSG jd bertambah 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak.... jadi tau kan gimana sebaiknya pakai MSG

      Hapus
  5. aq ncesss liat buah buninya itu rasanya bikin merem melek, terakhir mkn itu pas sekolah SD hihi lama beud yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. dirujak makin enak lho mbak... pas aku beli di setu babakan kemarin

      Hapus
  6. Masakan warung Mak Dower sesuai banget sama selera saya yang lidah "ndeso" kalau diuruh pilih menu Mak Dower atau dagin2 an? aku pilih menu Mak Dower

    BalasHapus
    Balasan
    1. masakannya rumahan banget ya... dan bumbunya terasa bener..

      Hapus
  7. Kids jaman now tuh yg makan MSG tanpa ayam, sayur dan lainnya. Semacam tantangan yg jadi trend.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihihi itulah generasi mecin sesungguhnya..

      Hapus
  8. Mba Yayat... Sbnrnya MSG nggak menyeramkan gitu yaa. Keluarga aku masi pakai sesuai takaran ajaa ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga masih kadang-kadang... nggak papa kalau dipake sesuai aturan

      Hapus
  9. Hahaha.. makan MSG tanpa ayam, ikan, sayur dan buah.. jadi digadoin MSGnya doang? Ya ga enak, mba yayat.. xixi

    Setidaknya segala sesuatu itu perlu di telaah bukti dan faktanya, jangan hanya praduga aja.

    Senang ya.. jalan-jalan kenyang plus nambah ilmu. Semoga ada sekuelnya yaa. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. aneh juga bayangin MSG digadon gitu... enakan gadoin pecak bandeng kan... atau udang lenjeh gitu hehehe

      Hapus
  10. Kulineran selama menunya enak dan juga yang terpenting tetap sehat, pastinya menyenangkan ya, Mba Yayat. Termasuk penggunaan MSG-nya yang sesuai takaran, seperti yang disarankan ibu dokter, chef, dan juga perwakilan dari Ajinomoto.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa perut kenyang dan dapeyt ilmu juga

      Hapus
  11. makan2 enak plus nambah wawasan ttg penggunaan msg yg aman buat kesehatan. umami food marathon top banget!

    BalasHapus
    Balasan
    1. top deh jadi tau makanan enak di beberapa tempat di jakarta

      Hapus
  12. Huaaaaa aku pengen balik ke Soto Betawi-nya lagiii. Belum puas kemarin. Kayaknya harus pagi-pagi banget yaaa hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaaa jangan pas makan gitu ke sananya soalnya penuh

      Hapus
  13. MSG bisa bikin makanan jadi lebih enak. Dan udah gak perlu khawatir mengkonsumsinya. Hoax memang harus diluruskan dengan informasi seperti ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener... asal pemakaiannya sesuai aturan sih MSG aman juga

      Hapus
  14. aduh aku jadi kangen dan pengen makan lagi pecak bandeng di warung mak dower nih mba.. bacanya jadi laper gini hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo aku pengen jengkolnyaaaa

      Hapus
  15. Oalaaah mba Yayat penggemar Jengkol & Pete tooh, pantesan kemaren antusias banget liat Pete ama jengkol. Kalau aku baru tahu buah Buni ya di acara ini, selama ini cuma denger2 aja, ga pernah lihat bentuknya, apalagi nyicipin

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa doyan banget mbak.. dulu di sekitar rumah banyak pohon buni.. sering kita petik trus dikasih air sedikit ditambahin garam.. trus kita makan rame rame

      Hapus
  16. kunjungan ke Setu Babakan kemaren menjadi kali ke dua kunjunganku, mbak. Dan ngicip kerak telornya yang gurih ternyata ada penyedap rasa yang umami banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku baru tau juga kerak telornya pake ajinomoto.. biasanya langsung makan aja dan gak liat bikinnya

      Hapus
  17. MSG aman dikonsumsi yess,
    jadi kepingin balik ke tempat sotonya deh... enak kayaknya ujan2 gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. aman mbak selama dipake seusai aturan... iyaaa kemarin gak puas ya soalnya penuh bener

      Hapus
  18. acaranya seruuuu palgi endingnya dikasih bir pletok, suka banget heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. favorit banget tuh bir pletok.. diminum dingin juga enak tuh mbak... masukin kulkas dan diminum pas siang panas.. sedap

      Hapus