Senin, 18 Desember 2017

Indonesia Jadi Tuan Rumah Asian Para Games 2018



Berolahraga bisa dilakukan oleh siapapun dan kapanpun, bahkan oleh para penyandang disabilitas. Olahraga bukan hanya membuat badan sehat namun olahraga juga bisa menjadi tempat mengukir prestasi dan ini tak terbatas pada kondisi jasmani. Kita tau ada kompetisi olahraga semacam Asean Games atau Olimpiade, namun belum semua tau bahwa para penyandang disabilitas juga berprestasi di bilang olahraga melalui kompetisi semacam itu.


Jika tahun depan kita melaksanakan gelaran Asean Games 2018, maka para penyandang disabilitas juga berkompetisi dalam Asian Para Games 2018 (APG 2018). Pada sosialisasi yang diadakan di mal Sumarecon Serpong Jumat 15 Desember 2018 lalu, pak Andre Budiarjo selaku Ketua Penyelenggara APG 2018 mengatakan tahun depan Indonesia kebagian menjadi tuan rumah penyelenggaraan APG 2018.

Jadi Asian Para Games adalah ajang 4 tahunan yang  sudah dilangsungkan sebanyak 2 kali, sebelumnya dilangsungkan di China dan Malaysia. APG 2018 akan dilangsungkan tanggal 6-13 Oktober 2018 dan berlokasi di Jakarta. Ada 18 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan 582 nomor pertandingan. Atlet yang ikut kompetisi ini ditargetkan sebanyak 3000 orang. 

Indonesia 2018 Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) yang menyelenggarakan gelaran akbar ini saat ini melakukan sosialisasi di 20 titik pada 16 kota di Indonesia diantaranya Medan, Palembang, Batam, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung dan lain-lain. Sosialisasi dilakukan oleh INAPGOC dengan cara membuat booth untuk menyebarkan informasi mengenai APG dan mengadakan kuis. 

 
Seperti di Sumarecon Mall Serpong kemarin. Booth INAPGOC didirikan di pelataran lobby SMS dan diadakan lomba boomerang. Sosialisasi di SMS menyasar para pengunjung mall, komunitas hobi, komunitas disabel dan lain-lain. Sayang sih yaaa booth di SMS ini hanya berlangsung dari 13 Desember hingga 17 Desember 2018.

Sosialisasi juga dilakukan INAPGOC dengan cara mengadakan workshop fotografi yang menghadirkan Darwis Triadi dan Arbain Rambey. Kalau mau ikutan workshop keren ini bisa datang nih ke Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua Jakarta pada tanggal 23-24 Desember 2018. Ada pameran fotonya juga lho. Sosialisasi APG 2018 juga dilakukan secara online melalui media massa dan sosial media. 

APG 2018 punya slogan “The Inspiring Spirit and Energy of Asia” dan hadir dalam 4 misi yaitu determination, courage, equality dan inspiration. Empat misi ini diharapkan dapat memperkenalkan tekad kuat dan kepercayaan diri para atlet dalam menghadapi segala tantangan baik fisik maupun mental. Ajang ini juga mempromosikan keseteraan dalam kehidupan bermasyarakat.


APG 2018 mengambil elang bondol sebagai maskotnya yang diberi nama Momo singkatan dari motivation and mobility. Motivation dan mobility adalah cerminan semangat para atlet disabilitas yang mengikuti kompetisi ini. Elang bondol juga diambil sebagai maskot karena hewan ini adalah hewan khas Indonesia. 

Tahapan persiapan saat ini sudah dilakukan. Kurangnya sarana olahraga merupakan salah satu masalah yang saat ini sedang ditutupi dengan cara melakukan berbagai perbaikan. Kalau lewat area Gelora Bung Karno Senayan saya melihat renovasi sedang dilakukan di sana sini demi menyambut gelaran Asean Games 2018 dan APG 2018.

Renovasi untuk APG 2018 tentu harus dilakukan dengan detail karena para atlet disabilitas membutuhkan fasilitas pendukung misalnya elevator dan kamar mandi yang mudah diakses dengan kursi roda. APG 2018 juga butuh banyak relawan yang akan membantu para atlet. Kita bisa lho mendaftar sebagai relawan melalui klik web http://2018apg.id/volunteer/ .

Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang terpilih untuk menyelenggarakan Asian Para Games. Melalui momen ini Indonesia memiliki kesempatan untuk membuktikan diri mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas menuju kehidupan yang sejahtera, mandiri dan tanpa diskriminasi untuk hidup maju dan berkembang secara adil dan bermartabat serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara di Asia yang ramah disabilitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar