Jumat, 24 November 2017

Donasi BCA untuk Anak-anak PAUD HI di Papua



Sebagai salah satu bank terbesar di negeri ini, BCA punya perhatian besar pada pendidikan anak-anak. Pendidikan adalah salah satu hak anak yang wajib ia terima. Hak anak lainnya adalah kehidupan yang baik dan lingkungan yang nyaman. Anak adalah generasi penerus bangsa. Jika anak tidak mendapat haknya, salah satunya soal pendidikan maka masa depan bangsa ini akan terancam.


Mengingat pentingnya pendidikan pada anak maka BCA melalui Bakti BCA memberikan donasi  sebesar 850 juta rupiah kepada UNICEF yang merupakan organisasi Internasional resmi di bawah PBB yang memang concern pada masalah anak-anak. Penyerahan secara simbolis dilakukan di kantor BCA di Menara BCA Jakarta pada Senin 20 November 2017 oleh Presdir BCA bapak Jahja Setiaatmadja kepada Deputy Representative UNICEF Lauren Rumble. 

Penyerahan ini disaksikan oleh Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati dan Chief of Private Sector Fundraising & Partnership Gregor Henneka serta para managemen BCA lainnya. Eh ada perwakilan dari anak-anak juga lho namanya Dimas. Dimas membuka acara dengan membacakan harapan anak-anak Indonesia. 


Dana ini akan digunakan untuk membiayai program Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Papua. Pendidikan anak-anak di Papua masih sangat kurang akibat terkendala oleh banyak faktor antara lain fasilitas dan pengadaan kelengkapan pendidikan seperti buku, pensil, buku bacaan dan lain-lain. Untuk menyediakan semua kelengkapan pendidikan ini tentu dibutuhkan banyak biaya dan beruntung BCA memberikan donasinya. 

Pada hari itu, bapak Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Direktur BCA mengatakan bahwa kita wajib memberikan apa yang menjad hak anak demi mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia. Pak Jahha berharap anak-anak Indonesia selalu didukung dalam menuntut ilmu dan dilindungi dari tindak kekerasan. 


Menurut Data UNICEF ada 37 persen anak-anak Indonesia yang saat ini mengalami hambatan pertumbuhan akibat kekurangan zat gizi. Sementara ada 13 persen anak-anak Indonesia tumbuh besar dalam keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional. Lalu sebanyak 21 persen anak-anak berusia 13-17 tahun di Indonesia melaporkan bahwa mereka mengalami intimidasi di sekolah dan 30 persen anak-anak Indonesia tidak memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan anak usia dini. 


Cukup mengenaskan ya. Makanya cek deh bagaimana kondisi anak-anak kita. Apakah gizinya cukup, apakah di sekolahnya terintimidasi? Jangan sampai anak-anak kita termasuk dalam persentase ini. Data diatas didapat bukan hanya daerah daerah pedesaan namun juga mencakup perkotaan. Kota sebesar Jakarta aja masih sering ditemukan anak yang kondisinya kurang gizi dan tidak sekolah karena faktor biaya. 

UNICEF tentu sangat gembira menerima donasi dari BCA. Mr Gregor Henneka bilang UNICEF sangat berterima kasih dengan donasi ini apalagi pemberian donasi bertepatan dengan Hari Anak Sedunia. Hari ini adalah hari di mana kita mengedepankan anak-anak, mendengarkan hati mereka dan memperbaharui janji kita untuk menjadikan anak-anak sebagai pusat dari setiap keputusan yang kita ambil dan setiap keputusan yang kita buat, katanya. 


Program donasi ini adalah program lanjutan dari Bakti BCA sebelumnya. Donasi digunakan untuk anak-anak di Sorong dan Raja Ampat agar anak-anak di wilayan ini mendapat akses layanan PAUD HI dan orang tua atau pengasuh memperoleh pengetahuan yang menyeluruh mengenai mengembangan anak usia dini yang holistik integratif. Selain itu donasi ini juga digunakan untuk mendukung relawan kesehatan masyarakat, guru PAUD dan pegawai pemerintahan untuk mendapatkan pelatihan mengenai PAUD HI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar