Rabu, 04 Oktober 2017

Antara Sandra Dewi, Sensitif Digital dan #FromThisMoment



Menikah adalah kodrat manusia. Di usia yang sudah pantas untuk menikah, pertanyaan “kapan nikah?” bisa menjadi momok tersendiri. Banyak yang bete kan ditanya kapan nikah? Setelah beneran menikah.. kadang pertanyaan usil bin jail plus penasaran masih juga ditanyain ke kita. Kapan punya anak? Itu pertanyaan selanjutnya. Mau anak laki laki atau perempuan? Nggak habis-habis ya. Sayapun mengalami itu, setelah ditanya kapan nikah lalu akhirnya menikah kena tanya lagi kapan punya anak.

 
Untungnya saya nggak berlama-lama “kosong”, istilah untuk wanita yang sudah menikah dan belum hamil. Dua bulan setelah menikah saya langsung mengalami telat datang bulan. Awalnya saya biasa aja menyikapinya, karena memang datang bulan saya tidak di tanggal yang sama setiap bulannya. Tapi karena kali ini dibarengi tanda-tanda perut begah, mual di pagi hari, nggak enak makan… ada firasat dalam diri saya.. hamil nih kayaknya, saya membatin. 

19 tahun lalu saya mengenal Sensitif dari hasil ngobrol dengan sesama teman. Teman menyarankan tes kehamilan menggunakan Sensitif yang 99 persen akurat. Setelah ada kepastian hamil baru deh kamu ke dokter.. kata teman saya. Saya iyakan sarannya dan saya mampir ke apotik sepulang kerja untuk membeli Sensitif. Harganya cukup terjangkau dan alatnya kecil serta pemakaian praktis. Cukup celupkan di urine kita dan ketauan deh kita hamil atau nggak.

Kabar bahagia adalah hasil dari tes menggunakan Sensitif. Garis dua di Sensitif adalah jawaban bahwa saya hamil.. dan nggak akan dapet pertanyaan “kapan punya anak?” heheheh. Setelah itu saya dan pak Suami ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Di dokter kandungan saya di cek lagi sih buat memastikan kehamilan dan hasilnya sama dengan hasil dari Sensitif. Saya positif hamil. Pada saat pengecekan kehamilan anak kedua dan ketiga saya juga mengetesnya dengan menggunakan Sensitif. Udah percaya sih. Hasilnya sesuai juga dengan tes dokter bahwa saya positif hamil.

Sensitif Digital, Tetap Akurat dan Lebih Yakin

Saya datang di acara launching logo dan tagline baru Sensitif dan peluncuran kampanye #FromThisMoment dari Sensitif di Nouvelle Restaurant gedung Energy di bilangan SCBD Jakarta pada 28 September 2017 lalu. Di sini secara resmi diperkenalkan produk baru Sensitif yaitu Sensitif Digital. Di jaman serba digital, alat uji kehamilanpun digital. Keunggulan Sensitif Digital adalah hasil uji kehamilan lebih jelas karena bukan strip 2 yang muncul melainkan Yes dan No. 

PT Danpac Pharma selaku produsen Sensitif, mengeluarkan produk ini untuk mempermudah para calon ibu mendapat kejelasan mengenai uji kehamilannya. Karena ada tuh ibu-ibu yang masih belum mengerti arti strip 1 atau strip 2 pada Sensitif. Dengan Sensitif Digital, para ibu lebih udah mengetahui hasilnya karena tinggal liat yang muncul Yes atau No. 

 
Sensitif sudah sangat dikenal di Indonesia. Terbukti dengan penghargaan-penghargaan yang diraih Sensitif yaitu Top Brand 2010, 2012, 2013. Lalu meraih The Most Recommended brand dari WOM pada 2010 dan 2011. Juga penghargaan Superbrand pada 2005, 2006 dan 2017. Produk berkualitas dari Danpac bukan cuma Sensitif tapi juga Stretch Mark Cream untuk mengurangi stretch mark pada ibu hamil. Lalu ada juga produk Ovutest, Jitu dan Vivo kondom perempuan. 

Sensitif Digital tetap dijamin keakuratannya  hingga 99.9 persen dan alat ini dapat mendeteksi kehamilan 7 hari setelah berhubungan. Alatnya juga praktis, mudah disimpan dan dibawa. Tes menggunakan Sensitif Digital, hasilnya bisa diketahui setelah 1-3 menit. Cepet kan. Tanda Yes yang muncul berarti positif hamil dan jika No berarti tidak hamil. Sensitif Digital sudah dijual apotik, toko obat, minimarket dan supermarket di seluruh Indonesia.


Logo baru yang diuncurkan terlihan elegan dan tagline nya adalah Sensitif Digital “atasi keraguan calon ibu”. Bener sih… dengan Sensitif Digital keraguan akan hasil uji kehamilan hilang karena tandanya nyata terlihat. Nggak usah pake nanya kanan kiri hasil ujinya apa.

#FromThisMoment dan Kehamilan Sehat

Kehamilan sehat adalah awal dari keluarga sehat. Sensitif sangat menyadari ini. Maka untuk memberi edukasi mengenai kehamilan yang sehat, Sensitif membuat kampanye #FromThisMoment. Diharapkan dari kampanye #FromThisMoment ini nantinya ada peningkatan kesadaran dari para ibu untuk menjalani kehamilan yang sehat. Tentu ini didukung pula oleh para calon bapak. 

Kemarin ada mbak Sandra Dewi loh.. artis sinetron yang sedang hamil 7 bulan dan sengaja diundang juga untuk berbagi mengenai kehamilan yang sehat. Mbak Sandra Dewi tampil cantik sekali. Meski hamil 7 bulan dan anak pertama pula, mbak Sandra Dewi terlihat tidak kesulitan beraktivitas. Kehamilannya bukan menjadi halangan untuk ia terus beraktivitas. 


Sama seperti umumnya ibu yang hamil anak pertama, mbak Sandra Dewi butuh informasi mengenai seluk-beluk kehamilan seperti nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil, apa yang harus dihindari oleh ibu hamil, olahraga apa yang aman untuk ibu hamil dan lain-lain. Nah semua informasi ini bisa didapatkan di website www.sensitif.co.id. Website ini dibuat oleh Sensitif untuk memberikan semua informasi yang dibutuhkan oleh ibu hamil.

Ibu hamil harus jauh dari stress kata mbak Sandra Dewi. Seperti wanita pada umumnya, ibu hamil juga boleh dong dandan cantik. Kalo dulu kan ada mitos tuh, kalo ibu hamil dandan cantik artinya bayinya nanti perempuan dan kalo malas dandan bayinya nanti laki-laki. Sekarang mah nggak bisa percaya mitos, ibu hamil malah makin terlihat auranya kalo ia dandan cantik dan berpakaian rapi.

Ibu hamil juga harus memperhatikan pola makannya karena itu berpengaruh pada nutrisi yang masuk ke bayi. Perbanyak makan sayur dan buah. Olahraga ringan boleh dilakukan misalnya jalan kaki. Sekarang juga ada kan ya Yoga untuk ibu hamil. Namun yang pasti.. dukungan suami diperlukan untuk mendampingi ibu hamil. Karena anak itu tanggung jawab ayah dan ibu.

Di website ini para mommy yang berbahagia karena hamil bisa mengunggah foto atau videonya. Caranya… klik www.sensitif.co.id/fromthismoment dan unggah deh foto atau videonya. Berbagi kebahagiaan kan bagian dari amal ibadah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar