Rabu, 11 Oktober 2017

Pentingnya Mengelola Stress pada Pekerja Kantoran



Bekerja di kantoran itu tak selamanya enak. Dulu ketika saya masih aktif kerja kantoran, kondisi saya adalah pergi pagi pulang petang penghasilan pas pasan hehehe. Jalanan yang macet, masalah kantor, target yang belum tercapai, meeting, sampai rumah masih harus mengurusi keluarga.. waahhhh kalo nggak disabarin kepala saya bisa nyut-nyutan tiap hari. Nyatanya saya bertahan selama 18 tahun kerja kantoran walau akhirnya saya memutuskan resign tahun lalu karena saya tak ingin hidup saya hanya mengurusi kantor saja.


Menurut saya setiap pekerja kantoran pasti pernah mengalami stress di tempat kerjanya. Dari sress tingkat ringan sampe berat. Ada lho temen saya yang sudah mengalami stress sebelum berangkat ke kantor karena memikirkan pekerjaan yang harus ia kerjakan di kantor. Untuk tau lebih jauh mengenai strees di kantor, saya hadir di acara Kemenkes yang bertema kesehatan jiwa di tempat kerja pada pada 4 Oktober 2017. Hadir Dr.dr. Fidiansjah, Sp. KJ, MPH selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza dan dr. Eka Viora Sp. KJ, selaku Ketua Pengurus Pusat Persatuan Dokter Spesialist Kesehatan Jiwa Indonesia.

Apa  sih yang memicu stress? Stress bisa dipicu dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal misalnya kondisi kita sedang sakit. Sakit, apalagi sakit berkepanjangan menyebabkan stress. Faktor eksternal misalnya tim kerja tidak kompak, jalan raya macet, lingkungan kerja tidak sehat. Faktor ini bisa memicu stress yang jika tidak dikelola akan memperburuk keadaan dan kondisi kita. Stress di tempat kerja dialami 1 dari 6,8 orang dan wanita yang bekerja penuh waktu mengalami kesehatan jiwa hampir 2 kali lebih besar dari laki-laki.


Pekerja yang mengalami stress membuat kerugian bagi perusahaan. Pekerja jadi tidak produktif, malas, sakit-sakitan dan ini bisa mempengaruhi pekerja lainnya. Dalam sebuah penelitian, Tiongkok diperkirakan kehilangan 4,5 triliun dolar amerika gara-gara masalah kesehatan jiwa pekerja. Lalu di India, masalah kesehatan jiwa menelan biaya sekitar 1,03 triliun dolar amerika.

Kesehatan jiwa di tempat kerja penting karena akibat jiwa yang tidak sehat maka 10% pekerja mengajukan cuti karena depresi, 36%  rata-rata 36 hari kerja hilang karena depresi, 50% orang dengan depresi tidak mendapat perawatan, 94% gejala kognitif depresi membuat pekerja hilang konsentrasi dan 43% dari level pimpinan menginginkan adanya kebijakan yang mendukung pekerja yang mengalami gangguan jiwa. 

Penyebab gangguan jiwa di tempat kerja itu 29% faktor stress mental, 33% karena tekanan kerja, 17% karena kekerasan dan 21% karena intimidasi. Akibat gangguan jiwa bisa berdampak pada diri kita sadar atau tidak. Bisa berupa sakit kepala, sakit gigi, hipertensi hingga masalah kulit. Dulu.. stress membuat jerawat saya tumbuh silih berganti. Diobati muncul lagi, ternyata penyebabnya karena saya stress. 


Lalu apa yang harus dilakukan pekerja jika stress? Berhenti kerja? Ya tidak juga. Ada cara mengelola stress agar tak jadi hal yang merugikan yaitu mengenali penyebab stress. Jika kita stress pasti ada penyebabnya kan, nah kenali apa yang menyebabkan kita stress. Apakah karena bos yang galak, pekerjaan yang terlalu berat, job description yang tidak jelas dan lain-lain. 

Lalu ketahui teknik mengelola stress. Setiap orang punya cara sendiri untuk menghilangkan stress. Kalau saya cara nya adalah makan. Untung yaaaa badan saya tak bertambah gemuk gara-gara saya banyak makan, kalau gemuk malah nanti saya stress. Cara lain yang saya lakukan adalah jalan-jalan dan me time, alias memiliki waktu buat diri sendiri. Namun pendapat ahli, jika kita stress maka berbicaralah pada teman dan terutama dekatkan diri pada Tuhan.

 
Selanjutnya adalah perbaiki kualitas hidup. Membagi waktu dengan pekerjaan itu perlu. Janganlah urusan kantor di bawa ke rumah dan urusan rumah dibawa ke kantor. Biarkan hal ini dalam porsinya masing-masing. Jika sudah di rumah, fokus pada keluarga dan tidak mengurusi pekerjaan kantor. Jika di kantor fokus pada pekerjaan kantor. Lalu jika libur, habiskan waktu bersama keluarga. Keluarga adalah faktor utama yang membuat seseorang bisa terhindar dari stress. Keluarga bahagia pangkal keluarga sehat. 

Mengubah cara pandang juga bisa menangkal stress. Hindari memandang sesuatu dari sisi negatif, pakailah pikiran yang positif. Relaksasi juga perlu. Di sela-sela pekerjaan lakukan peregangan. Di Kemenkes setiap hari dilakukan peregangan pada jam 10 pagi dan jam 2 siang. Tujuannya untuk menghilangkan ketegangan pada badan dan pikiran. Peregangan ini adalah senam ringan selama 10 menit. Saya pernah diajari dan hasilnya lumayan lho. Terakhir.. yang tau mengenai kondisi diri adalah kita sendiri. Kita tentu tak ingin pekerjaan dan produktivitas kita terganggu maka jagalah diri kita dari stress.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar