Sabtu, 19 Agustus 2017

Quality Time Hilang Karena Macet, LRT City Solusinya



Jakarta makin macet aja. Macetnya Jakarta selain karena bertambahnya kendaraan tapi juga karena pembangunan jalan. Di daerah saya sedang dibangun jalan underpass Kuningan. Ini salah satu upaya pemerintah mengurangi kemacetan setalah jalan layang non tol Tendean Cileduk selesai dibangun dan menanti untuk diresmikan.


Underpass Kuningan berbarengan pembangunannya dengan proyek MRT di Pancoran. Ini menyebabkan kemacetan makin berlipat, bahkan kalau jam berangkat ke kantor, macetnya sudah terjadi sejak saya keluar gang. Jalan raya tempat saya tinggal memang merupakan jalan alternatif menuju jalan protokol Gatot Subroto. 

Perjalanan di Jabodetabek itu didominasi kendaraan mobil dan motor. Pemerintah sudah berusaha memberikan fasilitas transportasi yang cukup nyaman seperti Trans Jakarta, namun banyak pengguna mobil dan motor yang belum beralih menggunakan transportasi umum ini.

Macet membuat perjalanan menjadi lebih lama dari yang ditentukan. Saya harus menyediakan waktu perjalanan 2 jam untuk berangkat ke sebuah lokasi. 2 jam adalah rata-rata waktu yang harus disisihkan kalau kita mau berangkat atau pulang dari sebuah lokasi. Cukup repot ya.. dan waktu untuk keluarga jadi terbatas karena waktu kita di luar sebagian besar habis untuk perjalanan.

Efek macet pada mental individual

Saya hadir di acara Blogger Gathering bersama LRT City tanggal 14 Agustus 2017 kemarin. Ada bu Tika Bisono seorang psikolog anak dan keluarga. Menurut bu Tika , macet bisa menimbulkan dampak psikologis pada seseorang yang berpotensi menimbulkan stress. Stress hingga depresi dapat menghantui masyarakat yang setiap hari mengalami kemacetan.

Bukan hanya orang yang mengalami macet yang stress tapi keluarga sama mengalami stress. Loh kok bisa? Bisa aja. Bayangin nih ya. Kita ngalamin macet parah di jalan lalu merasa bete. Perasaan bete ini terbawa ke rumah, akhirnya waktu luang yang semestinya kita isi dengan bercengkrama bersama keluarga jadi hilang gara-gara kita bete dan capek karena macet. Anak jadi hilang kesempatannya untuk berkomunikasi dengan kita. 

Selain itu.. waktu luang juga hilang karen kita terlambat sampai rumah. Gimana mau bercengkrama dengan keluarga bila kita tiba di rumah sudah larut dan anak-anak sudah tidur. Sementara saat pagi hari kita tak sempat berbincang banyak dengan anak karen pagi-pagi sudah haru ke kantor lagi. Bayangkan bila ini terjadi setiap hari.

 
Buat para orang tua yang bekerja, macet bisa berefek pada produktivitas kerja. Orang yang sudah mengalami macet ketika berangkat ke kantor berakibat ia tiba di kantor dengan lelah secara fisik dan mental. Akibatnya pekerjaan tidak maksimal ia kerjakan. Ini merugikan performanya di kantor. Target kantor tidak tercapai. Secara individual ia rugi tapi kantor juga mengalami kerugian.

Nuniek Tirta, seorang pengusaha, aktivis sosial media dan juga ibu dari 2 anak mengalami langsung akibat dari kemacetan. Ia yang terbiasa meluangkan waktu untuk anak-anak sering kesulitan jika kena macet di jalan. Apalagi pekerjaannya menuntut ia untuk selalu datang tepat waktu. Komunikasi dengan anak lewat handphone kan tidak cukup.

Menurut bu Tika Bisono, well being yang paling utama itu di rumah bukan di kantor. Faktor utama produktivitas seseorang naik itu jika ia tidak punya masalah di rumah. Maka itu penting seseorang punya quality time dan quality time terbangun jika sesorang punya waktu lebih untuk keluarganya. Waktu lebih yang tak akan berkurang karena macet. 



Konsep TOD untuk menjaga quality time

Lalu apakah kita harus menyerah pada kemacetan dan pasrah quality time hilang? Jangan dong. Ada solusi kok agar kita terhindar dari stress akibat macet. Salah satu caranya adalah tinggal di kawasan Transit Oriented Development (TOD). Apa tuh? Kawasan berkonsep TOD adalah kawasan hunian yang terintegrasi dengan sistem transportasi masal. Konsep TOD mengedepankan connect, compact, transit, mix, shift, walk, densify dan cycle.  

Adalah PT Adhi Karya (persero) Tbk melalui Departemen TOD dan Hotel yang mengembangkan kawasan dengan konsep TOD yang bernama LRT City. LRT City adalah upaya PT Adhi Karya (persero) Tbk untuk memberikan kehidupan dan peradaban baru bagi masyarakat kaum urban di Jakarta dan kaum suburban di daerah penyangganya. Maksudnya daerah penyangga itu daerah di luar Jakarta seperti Bekasi. 

Kawasan LRT City terletak di titik nol kilometer stasiun LRT Jabodetabek. Karena berkonsep TOD maka sudah barang tentu lokasinya dekat dengan transportasi LRT yang membuat penghuninya tidak kesulitan untuk menjangkau lokasi kantornya dan tentu saja bebas macet.

Lokasi LRT City yang sedang dibangun oleh PT Adhi Karya (persero) Tbk itu antara lain LRT City Sentul – Royal Sentul Park, LRT City Bekasi - Eastern Green, LRT City Jaticempaka - Gateway Park, LRT City Ciracas – Urban Signature dan LRT City MT Haryono. Semua apartemen di kawasan ini dibangun dengan fasilitas penunjang yang sangat lengkap.


Kawasan TOD LRT City punya 8 prinsip yaitu :

Walk : area berjalan terlindung dengan adanya pepohonan agar kegiatan berjalan tetap nyaman sekalipun di siang hari.

Cycle : desain jalan menjamin keamanan bagi pesepeda dengan menciptakan jalur khusus bersepeda yang saling terhubung dengan adanya elemen peneduh yang halus dan tersedianya parkir seped.

Connect : jaringan jalur pejalan kaki dan pesepeda terjalin dengan baik, menghasilkan akses yang lebih pendek dan terhubung secara langsung sehingga meningkatkan akses terhadap barang, jasa dan transportasi publik.

Mix : terciptanya variasi fungsi guna lahan dan bangunan

Shift : pendapatan tarif parkir yang sesuai serta pengurangan lahan untuk parkir sebagai bentuk insentif bagi pejalan kaki, pesepeda dan pengguna transportasi publik yang lain. 

Public transport : transportasi publik dengan frekuensi tinggi, cepat dan andal, dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor pribadi. 

Compact : penataan ulang kota yang membantu terciptanya kondisi di mana setiap penduduk dapat tinggal berdekatan dengan tempat bekerja, sekolah, pusat jasa dan tujuan lainnya sehingga menghasilkan pengurangan waktu perjalanan dan emisi gas buang.

Densify : adanya fungsi guna lahan pemukiman dan komersial pada wilayah di sekitar stasiun dan memastikan bahwa semua penduduk memiliki akses terhadap transportasi publik tersebut.

Nah dengan keunggulan yang dimiliki oleh LRT City, maka benarlah kiranya jika kawasan dengan konsep TOD adalah kawasan dengan konsep yang tepat agar kita terhindar dari stress akibat macet dan quality time keluarga tidak terganggu. Untuk tau lebih jauh tentang LRT City yuk liat websitenya di www.lrtcity.com.

17 komentar:

  1. Asal nyaman aman cepat semoga banyak yang beralih pakai LRT jd oada beli LRT City aja dah buru

    BalasHapus
  2. akuuuuh termasuk golongan yg ude mule stresssss ame jakarta kakakkkkk Lol Semoga segera selese berbagai proyek di JKT dan dibanyakin TOD di jkt

    BalasHapus
  3. Macet emang bikin gregetan banget dan bikin panik kalau waktu udah mepet
    Kawasan TOD bolehlah dicoba. Moga2 aja semua proyek LRT cepat selesai.

    BalasHapus
  4. Duh kalau ngomongin macet bawaanya udah capek duluan.Berharap juga nih semoga LRT cepat selesai jadi bisa cepat dinikmati.

    BalasHapus
  5. Macet itu bikin susah tidur hahaha. Aku kalau ada acara pagi lewat Pancoran sekarang deg degan takut kesiangan. Moga-moga LRT cepat jadi dan angkutan umum lainnya makin memadai juga nyaman @puspa

    BalasHapus
  6. Semoga jadi cepat, biar bisa kunpul keluarga lebih banyak

    BalasHapus
  7. tetep aku mau punya satu hehhee, biar enggak ngerasain macet dan kalo udah jadi semoga bisa mengurai kemacetan Jakarta

    BalasHapus
  8. Depe aahh... Biar bebas macet. Sudah bosan sama lima huruf ini. M: mati gaya kalo Udah kena macet di jalanan apalagi pas kebelet pipis ama p*p. A: Ampun-ampunan kalo udah kena macet pas lagi kebelet pipis sama p*p. C: Capek banget kalo lagi macet pas nahan pipis sama p*p. E: Edan banget rasanya pas lagi macet nahan kebelet pipis sama kebelet p*p. T: Ternyata LRT City lah yang bebasin saya dari macet Jakarta.

    BalasHapus
  9. Waksss iya jakarta bener2 bikin tua d jalan. Sudah waktunya perbanyak TOD yak

    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  10. Nggak sabar nih nunggu LRT jadi, trus MRT plus semua underpass, fly over yang lagi pada di bangun..udah nggak tahan ngehadapi macet..errr..

    BalasHapus
  11. Kalau ada LRT ga usah galau-galauan lagi ya mba

    BalasHapus
  12. Pengen banget nih cepat-cepat ada LRT di sini yaa.

    BalasHapus
  13. jadi pengen ngebuktiin deh LRT bisa mengatasi kemacetan

    BalasHapus
  14. Aaaakkk itu aku banget mba. Pulang pasti krucils udh tidur semua. Gara2 apa? Gara2 macet. Gggrrrrr

    BalasHapus
  15. Huaaaa aku tu mba quality time hilang gara2 macet. Sampe rumah, krucils udh pada tidur semua.

    BalasHapus
  16. Aku ya uda males naek kendaraan sendiri. Sekarang mondar-mandir pake commuter line. Emang macet bikin stress dan buang wkt hehe. Cocoklah konsep TOD, sekalian mudah2an bs mengurangi penggunaan kendaraan

    BalasHapus
  17. Aku mengaku jadi korban dan pelaku sekaligus kalau soal kebanyakan waktu di jalan daripada di rumah. Semua sanggahan pasti dalilnya karena "ya mau gimana lagi". Makanya aku penasaran banget sama LRT City ini, semoga cepat kelar ya :)

    BalasHapus