Selasa, 22 Agustus 2017

Menikmati Lukisan Sarnadi Adam di Hotel Aston Marina Ancol



Indonesia punya banyak pelukis ternama. Sarnadi Adam salah satunya.Sarnadi Adam adalah pelukis Inodonesia kelahiran 27 Agustus 1956. Ia sering melukis banyak hal tentang Betawi. Sarnadi Adam pernah mendapat pengharagaan dari pemerintah atas usahanya memajukan senirupa Indonesia. Ia juga sering diundang ke mancanegara untuk memamerkan hasil karyanya. 


Saya selalu suka melihat lukisan. Menarik melihat goresan warna warni membentuk gambar dalam kanvas. Setiap pelukis mempunyai gaya tersendiri di tiap lukisannya. Untuk Sarnadi Adam, lukisan yang dipamerkan di Aston Kemarin sarat dengan budaya Betawi. Ada penari betawi, pedesaan Betawi dan lain-lain.


Ya… Aston Marina Hotel di bilangan Ancol Jakarta sedang memamerkan lukisan karya Sarnadi Adam. Saya datang di hari pembukaan pameran ini pada tanggal 15 Agustus 2017 lalu. Pembukaan pameran dihadiri oleh para pejabat dari DPR RI. Nampaknya Sarnadi Adam dan Aston Marina Hotel memang mempunyai hubungan pergaulan dengan para pejabat tinggi ini.

 
Lukisan Sarnadi Adam dipamerkan tanggal 15 Agustus hingga 25 Agustus 2017. Letak pamerannya di lobby hotel Aston Marina Ancol, tepatnya di lorong dekat resepsonis. Pameran lukisan bertajuk Betawi Dalam Lukisan Sarnadi Adam ini digelar dalam rangkan menyambut dan memeriahkan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 72 tahun. Pameran ini terselenggara berkat kolaborasi Hotel Aston Marina Ancol dan Merpati Training Center.  


Sarnadi Adam dalam sambutannya mengatakan bahwa ia gembira pameran lukisan ini bisa terlaksana. Ia ingin masyarakat menyadari keunikan budaya Betawi setelah melihat lukisan ini dan menyadari budaya Indonesia yang penuh warna. Ia juga ingin masyarakat Indonesia makin mencintai budaya sendiri. Jika bukan kita yang mencintai budaya Indonesia maka siapa lagi?


Senada dengan kalimat yang diucapkan mas Paundra Hanutama selaku Marketing Communication manager hotel Aston Marina Ancol. Aston Marina ingin masyarakat mengetahui pameran ini agar karya-karya seperti ini bisa dinikmati, dihargai dan diapresiasi oleh masyarakat. Lebih jauh, Aston Marina Ancol ingin lukisan Sarnadi Adam dapat memicu dan membangun semangat dan memperkuat karakter bangsa.


Menikmati sebuah karya seni tidak bisa dengan sekali lewat apalagi menikmati sebuah lukisan. Pandanglah berlama-lama agar kita menangkap pesan yang dituangkan sang pelukis. Dalam lukisan penari, Sarnadi Adam melukis 5 penari berjejer rapi. Warna lukisan penari didominasi kuning dengan kombinasi orange, coklat dan hijau. Warna-warna ini mencerminkan kesan ceria.

Berbeda dengan karya Sarnadi Adam yang melukis banyak orang dalam satu kanvas. Ukuran lukisan ini sangat besar. Warna di dalam lukisan hanya terdiri dari hitam, putih dan coklat. Namun orang-orang ini digambarkan tidak utuh, hanya banyak kepala tapi sedikit terlihat kaki dan tangannya. Ini mencerminkan penduduk Jakarta yang padat kali ya sampai nggak terlihat kaki dan tangannya. 

 
Letak Jakarta yang berbatasan dengan laut juga dilukiskan Sarnadi Adam dalam lukisan 4 kapal di laut. Kapal-kapal ini terlihat meriah dengan kibaran bendera merah putih di atasnya. Lalu ada lagi lukisan pohon besar di tengah lapangan. Pohon besar ini terlihat begitu rindang. Jakarta sekarang jarang mempunyai pohon besar begini. Pohon besar sudah berganti dengan bangunan yang berlomba mencapai ukuran tertinggi. 

Lukisan Sarnadi Adam yang sarat dengan warna alam sesuai dengan hotel Aston Marina Ancol yang mengusung desain minimalis modern dengan nuansa warna kayu. Dilengkapi dengan 356 kamar terdri dari tipe 1, 2 dan 3, Aston marina Ancol bisa digunakan bukan hanya sebagai tempat menginap tapi juga untuk mengadakan resepsi perkawinan, seminar, pelatihan dan lain-lain.

 
Aston Marina Ancol punya beberapa restoran tempat bersantap, diantara Cumi Cumi Café yang menjadi tempat bersantap kami malam itu. Di malam pembukaan pameran lukisan kemarin, kami bersantap di Cumi-Cumi Café yang menyuguhkan hidangan ala Betawi. Cumi-cumi Café juga biasa menghidangkan menu Internasional di hari biasa. Suguhan lezat di Cumi-cumi Café menutup rangkaian pembukaan pameran Sarnadi Adam.

3 komentar:

  1. Keren keren ya mba lukisannya. Makanan di cumi cumj cafe juga enak. Ahh pengen kesana lagi hehee

    BalasHapus
  2. Nyah, ya ampyuuun ini sih Hotel elegan dengan ornamen dan ambience yang meneduhkan.
    Lukisannya juga JUARA banget sih!
    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  3. Eksotis banget! Unik banget dan lukisannya dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus