Sabtu, 01 April 2017

Kertas Dengan Trutone Technology, Inovasi Terbaru SiDU



Kebutuhan kita akan kertas masih teramat tinggi. Meski dalam beberapa pekerjaan, misalnya menulis, sudah digantikan dengan gadget, laptop dan komputer tapi tetep ya kita butuh kertas. Anak-anak saya teramat butuh kertas karena mereka sekolah. Butuh buku tulis dan buku pelajaran. Suami saya bekerja sebagai marketing di sebuah dealer mobil, sangat butuh kertas untuk brosur-brosur penjualan. Saya sendiri, walau seringnya mengetik di laptop, tapi masih butuh kertas buat catatan-catatan.


Soal pentingnya kertas, dibahas saat saya menghadiri press launching kertas terbaru SiDU di gedung Arsip Nasional di bilangan Gajah Mada Jakarta pada 21 Maret lalu. Hadir pak Sovan K. Ganguly, Asia Pulp and Paper Consumer Business Unit head. Lalu ada pak Martin Jimi, SiDU Consumer Domestic Business Head. Yang terakhir ada mbak Okky Mandasari, seorang penulis yang telah menghasilkan beberapa buku.

Mbak Okky Mandasari mengatakan pentingnya kertas di kehidupannya. Kertas buat mbak Okky adalah kehidupan. Di kertas ia menuangkan segala ekspresi dan kreasinya. Sebagai penulis, ia tak bisa hidup tanpa kertas, ia menorehkan kisah-kisahnya di atas kertas. Buku-buku mbak Okky dijual sampai ke luar negeri dan telah naik cetak beberapa kali. Kertas untuk mbak Okky adalah sarana menuangkan inspirasi juga penyampai pesan pada para pembacanya.

Kertas bagi pak Sovan K Ganguly adalah silent partner. Ia berkisah bahwa saat ia menyampaikan cintanya pada sang istri, ia menuliskannya pada selembar kertas. Kertas penuh cinta ini disimpan dengan baik oleh sang istri sampai saat ini. Anak-anak pak Sovan pun terbiasa menyampaikan perasaannya pada orang tuanya dengan cara menulis di atas kertas. 


Saya jadi ingat, dulu saya sering memberi ucapan ulang tahun pada teman saya dengan mengirim kartu ucapan. Momen seperti lebaran dan tahun baru juga saya sampaikan dengan mengirim kartu ucapan. Dulu saya betah berjam-jam memilih kartu ucapan di toko buku. Saya juga senang saat menerima kartu ucapan dari para teman. Saya menempelnya di dinding kamar. Sekarang, kertas ucapan terlah bergant dengan pesan broadcast via whats app atau sosial media. Namun, banyak orang masih menggunakan kartu ucapan untuk momen seperti lebaran dan tahun baru.

Pak Martin mengatakan bahwa kertas adalah awal pembentukan sebuah negara. Ingat kan.. proklamasi Indonesia ditulis dalam selembar kertas. Undang-undang negarapun ditulis dalam kertas. Lalu saat kita memilih seorang pemimpin negara, kita menggunakan kertas sebagai tanda memberikan suara. Sebegitu dahsyatnya kekuatan kertas, sampai sebuah rezim lebih takut dengan perpaduan tinta dan kertas dibandingkan dengan sekompi tentara.

Sekarang penggunaan kertas mulai dikurangi. Gerakan e-paper mulai digalakkan pemerintah. Ada e-ktp, e-book, dan e e yang lain. Tapi tenangggg.. penggunaan kertas masih tinggi. Contoh dalam hal buku bacaan. Saya sih lebih senang membaca buku dalam bentuk fisik ketimbang e-book. Mata saya capek membaca buku lewat layar komputer. Menulis di komputer berjam-jam aja bikin mata lelah apalagi membaca e-book. Membaca buku secara fisik, membuat kita lebih tertarik buat membacanya berulang kali. 


Kertas dan SiDU

Ingat buku tulis, ingat SiDU. Setiap tahun ajaran baru, saya pasti membeli belasan pak buku tulis untuk anak-anak saya. Buku tulis yang saya beli pasti merk SiDU dengan jumlah 58 lembar per buku. Buku tuis SiDU punya cover gambar-gambar yang lucu. Lembaran kertas di dalamnya halus dan warnanya putih cerah. Harganya pun murah. Makanya buku tulis SiDU menjadi favorit saya.

SiDU bukan hanya memproduksi buku tulis namun kertas fotocopy juga. SiDU diproduksi oleh Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas, produsen kertas terbesar di Indonesia. Dimulai di tahun 1972 dengan PT Tjiwi Kimia yang memproduksi kaukastik soda, APP kini menjalankan operasi di seluruh Indonesia dan Tiongkok dengan total hasil produksi gabungan lebih dari 19 juta ton per tahun. APP saat ini memasarkan produknya di lebih dari 120 negara di enam benua.

SiDU saat ini menguasai lebih dari 50% pangsa pasar kertas cetak dan potokopi di Indonesia. Yang terbanyak memakai kertas SiDU adalah fotocopy centre, perkantoran dan perumahan. Perkembangan jaman dan teknologi membuat permintaan akan kualitas kertas semakin tinggi. Ini membuat SiDU melakukan inovasi terus menerus.

Inovasi terbaru SiDU adalah dengan memproduksi kertas fotokopi terbaru dengan kualitas lebih tinggi dari sebelumnya. Dibuat dengan Trutone Technology, inilah keunggulan kertas terbaru SiDU :

  • Kertas lebih tebal tapi tidak membuatnya jadi lebih berat
  • Hasil cetak lebih cerah dan gambar lebih kontras karena kertas SiDU mempunyai tingkat kecerahan hingga 98% ISO
  • Mempunyai kerapatan tinggi jadi mengurangi hasil cetak berbayang di halaman belakang kertas
  • Tidak mudah tergelung sehingga membantu fotokopi menjadi lebih cepat
  • SiDU tampil dengan warna lebih putih
  • Kertas terbaru menjadikan hasil cetak teks atau gambar terlihat lebih detail dan tajam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar