Selasa, 24 Januari 2017

Novel The Playlist, Sebuah Review



Penulis : Erlin Natawiria
Cetakan pertama : September 2016
Tebal : 35 cerita, 230 halaman
Penerbit  : Grasindo

Melihat secara sepintas lembaran dalam The Playlist, membuat saya berpikir, novel ini adalah kumpulan dari 35 cerita pendek. Saya membaca judul-judul dalam 35 cerita ini dan tidak mempunyai bayangan apa kisah yang akan saya baca di buku ini. Setelah saya membacanya, ternyata saya salah. Buku ini adalah tentang tokoh yang sama, yang terbagi dalam 35 kisah dan semuanya berhubungan.



The Playlist berkisah tentang Winona, seorang penulis lepas di Yummyfood, media online yang sering menulis tentang review makanan dan rumah makan. Winona punya latar belakang wartawan musik, yang kemudian diajak membantu Ghina, sahabatnya, menulis di Yummyfood. Karena latar belakang inilah, maka dalam menulis review, Winona bukan hanya menulis tentang makanan di resto yang diulas tapi juga musik yang diputar di resto tersebut.

The Playlist juga menjadi benang merah kisah Winona. Ada kenangan Winona pada ayahnya dalam playlist lagu-lagu favoritnya. Ada kisah cinta yang terpaksa kandas. Namun ada cinta baru yang harus menunggu waktu untuk tersambung kembali. Dari sinilah judul The Playlist diambil dan lokasi cerita berada di Bandung.

Kisah tentang Winona dibuka dengan cerita berjudul La Belle Luna. Resto bercita rasa Italia ini didirikan oleh Chef Phisgetti. Chef Phisgetti mendirikan La Belle Luna untuk mengenang Bulan, istrinya yang telah wafat. Demi cintanya kepada istri, Chef Phisgetti rela pindah dari negaranya, Italia. Bukan makanan Italia yang membawa Winona pada kisah lama, tapi makanan Jepang.

Ethan adakah seorang pemuda dari masa lalu Winona. Tempat kost Winona dan Ethan dekat saja, tapi sejak putus, keduanya tak lagi berhubungan. Sampai hari itu, di kedai Ramen, Ethan menyapa Winona dan membuat sebersit kenangan muncul di benak Winona tanpa bisa Winona menolaknya. Should You Return menjadi kisah kembalinya hubungan Winona dan Ethan meski hanya sebatas teman, setidaknya itu yang diharapkan oleh Winona. 



Hubungan Winona dan Ethan tak semulus yang dibayangkan. Karena galaunya Winona dan datangnya Pria Rasi Bintang. Winona menemukan Aries, nama pria itu, ketika diminta menulis ulasan tentang restoran bernama No. 46. Aries adalah pemilik No. 46. Membaca nama restoran ini saya terkikik. Saya ingin tahu kenapa si penulis menamakan restorannya dengan nama No. 46. Semoga karena si penulisnya mengidolai Valentino Rossi, pembalap MotoGP bernomor 46, sama seperti saya. Betul?

Kondisi No. 46 membuat Winona mengalami writer’s block, yaitu keadaan di mana seorang penulis mentok nggak bisa menulis karena nggak ada ide. Saya sering mengalami writer’s block. Biasanya kalau saya mengalami ini, saya tinggalkan laptop, cari tempat makan dan makan sepuasnya. Saya tak khawatir dengan berat badan karena saya adalah ectomorph, orang yang tubuhnya sulit membangun massa otot jadi makan sebanyak apapun tubuh akan tetap ramping. Sama seperti Winona.  

Penyebab writer’s block Winona adalah tak adanya musik latar di No. 46. Sesimple itu.. tapi bagi seorang penulis yang mengalir musik di jiwanya, musik yang diputar di restoran menjadi penyemangat dan tambahan ulasan yang wajib ditulis. Menarik yang dikatakan Ethan saat Winona mengalami writer’s block, “seperti kebanyakan wanita, kamu membesarkan masalah kecil (tak ada musik latar) tersebut”. Jadi wanita sering membesarkan masalah kecil? Masa? Errrrr… kadang iya sih.

Dengan penilaian buruk pada No.46, Winona yakin ia tak mungkin datang lagi ke restoran yang telah ia anggap buruk gara-gara tak ada musik latar. Tapi ia salah. Kebetulan adalah bukan kebetulan kalau terjadi berulang. Secangkir Hot Chocolate mempertemukan Winona dengan Aries. Si pria rasi bintang datang tanpa bisa ditolak. Aries dan Ethan seperti dua makanan yang berbeda tapi kita menyukai keduanya. Seperti Salmon dan Bayam yang dimasak Aries untuk Winona. 

Kisah tentang ayah Winona terkuak di Sepotong Masa Lalu. Winona yang ditinggalkan ibunya sejak lahir, harus menerima ayahnya menikah dengan wanita lain. Perasaan kehilangan perhatian dari seorang ayah, membuat Winona menutup diri pada kehadiran ibu tirinya dan kehadiran ayahnya juga. Sampai pada titik di mana ayahnya harus pergi selama-lamanya karena sakit. Kehilangan Winona menjadi sempurna setelah ia memutuskan melepas Ethan.



Aries terus hadir dalam hidup Winona. Ia menjadi penyelamat saat Winona terpaksa Pindah kost karena kost nya tak layak lagi ditinggali. Aries menyediakan kost pengganti yang sempurna untuk Winona, yaitu di lantai atas No.46. Winona tak bisa menolak karena butuh dan sejujurnya hatinya senang karena dekat dengan Aries. Akhirnya Aries dan Ethan dipertemukan dalam sepotong Chocolate Waffle. Ethan yang berharap Winona menerima dirinya lagi, hanya bisa menyanyi You Are My Sunshine dalam hati.

Aries menyimpan misteri. Kenapa ia tak memutar musik di restorannya dan kenapa ia begitu membenci makanan Italia? Ini terjawab dalam Lies. Ibu Aries semasa hidupnya menyukai musik dan telah menggubah beberapa karya. Ayah Aries pergi sebelum Aries lahir dan tak kembali. Aries dan ibunya menanggung beban hidup bersama. Tak kuat menanggung beban, ibu Aries mengakhiri hidupnya dengan tragis diiringi musik dan meninggalkan Aries sendiri. 

Itulah kenapa Aries sangat membenci musik. Aries tahu siapa ayahnya. Ia membenci si ayah dan membenci semua hal yang berhubungan dengan negara asal ayahnya, Italia. Aries tahu ayahnya teramat dekat dengan tempat ia tinggal. Ayah Aries adalah Chef Phisgetti, pemilik restoran La Belle Luna.

Winona merasa perlu menjembatani Aries dan ayahnya agar Aries tak tercebur dalam penyesalan seperti Winona. Berhasilkah usaha Winona? Apakah Aries bisa berhubungan baik dengan ayahnya layaknya hubungan ayah dan anak? Apakah Ethan bisa meraih Winona lagi? Atau Arieskah yang beruntung memiliki hati Winona? Baca aja bukunya ya. Setiap kisah dalam The Playlist punya inti cerita. Membaca kalimat-kalimat di awal kisah-kisahnya terasa lambat. Tapi begitu membaca kalimat-kalimat di akhir kisah.. kita akan berkata.. oooo jadi begitu ceritanya.

Saya suka dengan akhir kisah Winona. Sesuai dengan harapan saya deh. Saya nggak mau spoiler ya memberi tau harapan saya, karena Anda jadi tau akhir ceritanya dan nggak seru lagi bacanya kan. Tokoh utama dalam kisah ini adalah Winona, Aries dan Ethan. Sahabat Winona, Ghina dan Leo suami Ghina, adalah tokoh pendukung. Ghina dan Leo diciptakan penulisnya sebagai penghubung Winona dan Aries karena Aries adalah teman lama Ghina dan Leo.

Hikmah yang bisa diambil dari buku ini menurut saya adalah bersahabatlah dengan masa lalu dan hadapi rasa takut. The Playlist adalah buku kedua Erlin Natawira setelah Athena: Eureka! Yang ia tulis di tahun 2013. Selain menulis buku, Erlin Natawira bekerja sebagai penulis konten paruh waktu. Erlin Natawira menyukai ramen dan warna biru serta meluangkan waktu menonton konser musik penyanyi favoritnya, sama seperti Winona. Buku The Playlist bisa dibeli di toko buku terkemuka di kota Anda.

1 komentar:

  1. wah kayaknya ini buku yang cukup bagus utk dibeli.. Hikmahnya bagus mba, berdamai dengan masa lalu, itu kayaknya kadang susah banget dilakukan :)

    BalasHapus