Senin, 05 Desember 2016

Memulai Hidup Dengan Philips Hue si Lampu Cerdas




Merk lampu apa yang langsung terpikir kalo kita ngomongin soal lampu? Philips! Philips adalah jaminan mutu untuk lampu. Meski sekarang banyak merk lampu di pasaran tapi Philips tak terganti. Saya menggunakan Philips untuk semua lampu di rumah saya dan ini sudah turun temurun. Karena lampu Philips awet digunakan, hemat listrik dan murah. Lampu Philips juga sangat mudah ditemukan karena setiap toko perlengkapan listrik pasti menyediakan lampu Philips.

Untuk faktor terang, saya menggunakan lampu dengan terang yang berbeda di rumah saya. Di ruang keluarga, saya memilih lampu yang lebih terang dari ruang lain. Sementara di kamar tidur saya, saya memilih cahaya yang lebih redup. Special untuk kamar anak, saya pasang dua jenis lampu. Lampu dengan cahaya terang untuk mereka belajar dan jika mereka tidur lampu diganti dengan cahaya yang lebih redup. Semua lampu yang saya gunakan adalah Philips dengan tipe LED.

Dua anak saya menggunakan kacamata dengan minus yang tinggi. Satu diantaranya malah sudah silinder. Setiap tahun minus di matanya selalu tambah. Saya sudah berusaha memberikan mereka buah dan sayuran dengan kandungan vitamin A biar minusnya berkurang tapi tetep aja.. malah tambah terus. Dua anak saya ini, satu SMA dan satu lagi SMP, hobby membaca dan hobby menggambar. Kalau sudah menggambar manga, mereka betah berjam-jam melakukannya. Iya.. dua anak saya ini suka sekali menggambar manga atau kartun ala Jepang. Mungkin ini salah satu penyebab minus di mata mereka malah tambah.

Urusan dengan mata ini bikin saya harus pintar-pintar mengatur cahaya lampu di kamar agar tidak menghambat kegiatan mereka. Solusi saya ya dengan menggunakan dua lampu dengan faktor terang yang berbeda. Nah saya dapat informasi bahwa Philips mengeluarkan produk lampu baru yang oke punya. Sebagai pengguna setia Philips, datanglah saya ke lokasi Philips Lighting Week “Light Beyond Illumination” di Senayan City Jakarta 11 November 2016 lalu.

Pernah terbayang nggak di pikiran kita bahwa satu buah lampu cahayanya bisa kita ubah menjadi bermacam warna sesuai keinginan kita dan kita bisa atur mati hidupnya lampu dari telepon genggam? Inovasi teknologi saat ini sudah sangat tinggi. Inovasi ini memungkinkan manusia menciptakan produk dengan kreativitas yang juga tinggi. Seperti yang dikatakan oleh ibu Indah Suzanti, Product Marketing Home PT Philips Indonesia yang memberi presentasi di acara itu “Era digital sedang berlangsung, semua dioperasikan via smartphone. Philips ingin menjadi bagian dari digitalisasi”.

Sungguh saya berdecak kagum dengan teknologi lampu terbaru dari Philips. Namanya Philips HUE tapi saya lebih suka menyebutnya lampu cerdas. Kenapa cerdas? Cerdas yang pertama adalah Philips HUE terkoneksi dengan aplikasi di smartphone. Bekerja sama dengan pihak ketiga, Philips HUE memungkinkan kita mengatur pencahayaan melalui smartphone. Ada 450 aplikasi yang tersedia termasuk memati hidupkan lampu. Soal mati hidup lampu ini manfaat banget buat saya yang pelupa. Saya kalau mau pergi kudu cek beberapa kali apakah lampu di rumah sudah mati. Kadang nih saking lupanya, saya sudah jalan sampai depan gang dan terpaksa balik karena lupa lampunya sudah dimatikan apa belum. Pelupa parah. Dengan aplikasi Philips Hue, kita bisa matikan lampu via smarthphone walaupun sudah jauh dari rumah dan sebaliknya, kalau mau pulang, kita bisa nyalakan lampu sebelum kita sampai rumah.

Cerdas yang kedua nih.. Philips HUE itu bisa nyala dengan warna sesuai mood. Pengaturan warna ini diatur melalui aplikasi di smartphone tadi. Ada 16 juta warna yang bisa kita ganti-ganti semau kita. Mau biru, orange, merah muda atau apapun bisa di atur. Warna bisa disesuaikan dengan mood atau momen special yang kita alami. Misal nih lagi dinner sama pasangan kita, tinggal nyalakan warna orange jadi berasa dinner di suasana sunset deh. Lagi happy, nah ganti aja warna lampu dengan pink jadi bikin ruangan ceria. Atau kalo kita mau merasakan ketenangan, ganti lampu dengan warna-warna warm. Warna yang bisa berganti-ganti ini juga punya manfaat menstimulasi indera. Jadi cocok deh buat anak saya yang berkacamata.

Cerdas yang ketiga.. masih soal pengaturan. Kita bisa atur lampu di ruangan yang berbeda dengan hanya melalui aplikasi Philips Hue. Lampu di ruangan yang berbeda ini bisa kita beri nama beda-beda juga. Saya langsung kebayang deh.. kalau saya punya Philips HUE maka lampu di ruang keluarga akan saya namakan Marquez. Lampu di kamar tidur saya namakan Rossi. Lampu di dapur saya namakan Lorenzo. Nama-nama rider MotoGP semua hahahahahah.

Nah kalo kita mau atur lampu di sebuah ruangan tinggal buka aplikasinya dan atur deh. Apa lampu di kamar tidur mau nyala jam berapa, lampu di dapur mati jam sekian. Lampu di kamar anak nyala jam sekian dengan warna sunrise misalnya bisaaaa. Terus mau pasang lampu di tiap kamar model beda juga bisa. Karena Philips Hue tersedia dalam lampu model bohlam dan lampu strip. Jadi nanti atur aja lampu LED yang bohlam itu mau warna apa dan lampu strip mau warna apa.

Di acara kemarin ada mas Aryo Pratomo, vloger yang udah memakai Philips HUE di rumahnya. Mas Aryo memutar video bagaimana rumahnya menjadi semarak dengan Philips HUE yang warnanya bisa diganti-ganti. Wahhhh.. bikin ngeces sungguh. Mas Aryo bilang ruangan kerja adalah ruangan yang penting untuknya maka penting juga membuat mood di ruangan kerja terjaga. Nah mas Aryo menjaga mood dengan warna lampu Philips Hue. Kalau saya pasang Philips Hue di ruangan kerja, saya bisa nggak kerja kali ya karena asyik mengganti-ganti warna lampu huehehehe.

Kenapa Philips Hue bisa cerdas begini? Bisa karena perangkatnya. Jadi kalau kita beli Philips Hue maka kita dapet starter kit yang isinya adalah 3 bohlam LED, 1 bridge, 1 kabel power dan 1 kabel LAN. 1 bridge bisa buat menampung 50 lampu. Cara pasangnya gampang. Pasang bohlam pada rumah lampu seperti biasa. Lalu nyalakan bridge, koneksikan dengan LAN, koneksikan dengan router. Sebelum memasang lampu pastikan dulu ya di rumah ada jaringan WIFI yang memiliki router terhubung dengan LAN karena koneksinya lewat internet ini. Setelah itu download aplikasi Philips Hue resmi dari Philips dan mulai deh setting lampu-lampunya.

Saat ini ada 1 juta bridge yang terhubung dengan 5.6 juta titik lampu. Cuma buat kita di Indonesia kudu sabar ya karena di Indonesia Philips Hue belum dijual. Namun kalau mau pre-order bisa kok via Lazada dan penjualan mulai dilakukan di tahun 2017. Wah bentar lagi kita ketemu sama lampu cerdas ini. Di penghujung acara, kami diajak melihat rumah contoh yang di dalamnya di pasang lampu-lampu Philips Hue. Keren dan sangat modern. Pencahayaannya sungguh bikin suasana rumah adem. Kalau rumah saya dipasang lampu Philips HUE mungkin minusnya mata anak saya nggak nambah ya karena distimulasi dengan warna lampu dan kalau rumah saya kayak gini bikin saya betah deh dan nggak mau pergi ke luar rumah (lalu mikir gimana cara cari duit kalo maunya di rumah terus).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar