Kamis, 10 November 2016

Peniagawati untuk Majunya Fashion Malaysia




Dato' Ida Suraya (dok.yayat)

Di hebohnya gelaran Malaysia Fashion Week 2016 2-5 November 2016 kemarin, ada sekumpulan desainer Malaysia yang terdiri dari ibu-ibu hebat. Para desainer wanita ini bergabung dalam sebuah organisasi.. Peniagawati namanya. Peniagawati didirikan 24 Maret 1980 dan saat ini menjadi pionir dalam berdirinya asosiasi pengusaha Malaysia. Peniagawati punya 1000 anggota yang berlatar belakang banyak industri. Ada fashion, kosmetik, makanan, minyak dan gas dan lain-lain. Peniagawati diketuai oleh Dato’ Azlin Ahmad Shaharbi.

Dato’ Ida Suraya adalah salah seorang anggota Peniagawati. Mempunyai latar belakang enginering, Dato’ Ida mencurahkan kreatifitasnya di bidang fashion dengan baju-baju bermotif geometrik. Bianco Mimosa adalah nama brand yang dipilih oleh Dato’ Ida yang menjadi desainer sekaligus pemiliknya. Ciri khas dari baju-bajunya adalah model baju kurung namun sekarang ia juga membuat baju-baju dengan model international.

Baju Dato' Ida (dok.yayat)
Meski sudah menjadi desainer papan atas di Malaysia Dato’ Ida Suraya belum meninggalkan pekerjaannya di bidang engineering, sebuah pekerjaan yang bertolak belakang dengan hobinya. Mengaku nggak bisa menggambar, Dato’ Ida dibantu oleh staffnya dalam mendesain baju-baju Mimosa. Ide dari Dato’ Ida tapi staffnya ini yang membuatnya menjadi bentuk baju. Saya takjub mendengar bagaimana Dato’ Ida mengatur waktu, antara pekerjaan di Engineering, kesibukan di Mimosa dan mengatur rumah tangga.

Jika weekdays Dato’ Ida ada di overseas untuk melakukan pekerjaannya di bidang engineering. Lalu weekend pulang ke Malaysia dan fokus membesarkan Mimosa. Di tengah kesibukannya Dato’ Ida terus berkomunikasi dengan keluarganya. Jaman sekarang cara berkomunikasi sudah sangat canggih. Nah kecanggihan ini dipergunakan benar bagi wanita sibuk seperti Dato’ Ida. Kalau saya yang seperti itu mungkin sudah melambaikan tangan ke kamera.. nyerah.

Harga baju-baju Bianco Mimosa bervariasi. Ada yang hanya 50 ringgit tapi ada juga yang hingga ratusan ribu ringgit (ratusan juta dalam rupiah). Bajunya dipakai semua kalangan, dari kalangan biasa sampai bangsawan. Saya lihat desain baju Mimosa yang terpajang di booth nya kemarin memang bervariasi. Dipakai untuk sehari-hari yang jauh dari kesan formal bisa, dipakai untuk acara resmi pun ada. Beberapa saya suka desainnya.
Baju Mimosa (dok.yayat)
Dato’ Ida mengaku, bergabung dengan Peniagawati memberinya banyak ilmu dan pengalaman serta jaringan. Pemerintah melalui Peniagawati memberi banyak fasilitas untuk desainer seperti Dato’ Ida mempromosikan produknya. Salah satunya di Malaysia Fashion Week. Bukan hanya desainer top seperti Dato’ Ida saja yang mengambil banyak manfaat. Manfaat terutama didapat oleh desainer pemula seperti El. Siapa El?

El bernama lengkap Muhammad Aliudin Mohd Shokri adalah seorang bocah usia 13 tahun yang tertarik terjun di dunia fashion. Bocah pendiam ini bukan lahir dari keluarga perancang, tapi keluarganya mendukung ia untuk menekuni dunia fashion. Saat ini El baru belajar merancang dompet dan tas. Ia punya brand sendiri yaitu Tailored by Aliudn. Karyanya sudah diikutkan dalam fashion show Peniagawati di Malaysia Fashion Week kemarin.

Peniagawati memberi kesempatan pada El untuk mengembangkan bakatnya. Ia bisa bertukar pikiran dan bisa meminta saran pada para desainer senior di Peniagawati. Dato’ Azlin Ahmad Shaharbi sebagai ketua Peniagawati kemarin antusias banget mengenalkan El pada kami. Ia bangga pada El. Dato’ Azlin bilang bahwa anak-anak seperti El akan menjadi masa depan fashion Malaysia kalau kemampuannya di asah terus. Saya setuju dengannya.

El dan mbak Uci (dok.yayat)

Peniagawati sepertinya menjadi jaminan untuk produk fashion yang bagus di Malaysia. Ketika tiba giliran Peniagawati untuk fashion show, ruang tempat diadakannya fashion show penuh sesak. Tepuk tangan riuh bergemuruh setiap para model selesai memeragakan baju para desainer Peniagawati seperti Mimosa, Nur Huda dan lain-lain. Pada puncak acara Malaysia Fashion Week 2016, yaitu pemberian penghargaan dari Mercedez Benz selaku sponsor utama, Peniagawati meraih The Best Exhibitor.

5 komentar:

  1. Pattern design Mimosa keren juga, gak biasa gambarnya. Kalo si El ini mirip disainer cilik tanah air yang tuna rungu... (aku lupa namanya :D).

    BalasHapus
    Balasan
    1. ohh iya.. yang pernah di pake di next top model itu bajunya

      Hapus
  2. Ya ampun, hebat amat itu El, baru 13thn udah bisa menekuni bidang fashion sbg perancang! Harusnya di Indonesia jg gini nih.. memberikan wadah & kesempatan utk para designer muda, biar fashion di Indonesia lbh inovatif & berkembang

    BalasHapus
    Balasan
    1. indonesia diakui punya selera fashion yang bagus.. sayang promonya kurang

      Hapus
    2. Heheh Allhamdulillah ya kalo gitu, Tapi untung ada beberapa desainer indoensia yang udah go internasional :D

      Hapus