Senin, 28 November 2016

Biskuit, Untuk Sarapan Praktis dan Bergizi




Gaya hidup perkotaan yang selalu diburu waktu membuat sarapan menjadi hal yang paling sulit dilakukan. Sarapan itu penting untuk kesehatan karena perut kan kosong setelah tidur malam. Nah sarapan itu untuk tambahan energi memulai aktifitas di pagi hari. Sarapan juga untuk menghindarkan kita dari gangguan lambung dan maag. Sarapan juga bermanfaat untuk meningkatkan kinerja otak. Makanya buat anak-anak sekolah wajib sarapan agar di sekolah otak mereka dapat menyerap pelajaran.

Dalam acara bincang-bincang soal sarapan bersama BelVita di Shangrilla Hotel 22 November 2016, Prof Hardinsyah MS PhD, ketua umum Pergizi Pangan Indonesia, mengatakan masyarakat banyak yang belum menyadari pentingnya sarapan. 30.2 persen wanita dewasa di kota besar di Indonesia tidak dan jarang sarapan. Lalu sebanyak 34-52 persen wanita tidak memenuhi kebutuhan gizi sarapan.

Alasan para wanita dewasa ini tidak sarapan yang utamanya adalah tidak biasa. Alasan kedua adalah waktu terbatas. Alasan ketiga adalah tidak lapar dan alasan keempat adalah takut gemuk. Orang tidak biasa sarapan karena belum menyadari pentingnya sarapan. Sarapan yang baik itu jika makan pangan karbo, pangan protein, minuman, sayur dan buah. Tapi… jika waktu buat sarapan terbatas, masa iya bisa sarapan dengan kandungan selengkap ini?


Sebenarnya sarapan sehat bisa kita dapat jika sarapan itu mengandung biji gandum utuh. Biji gandum utuh adalah keseluruhan dari gandum yang terdiri dari benih, endosperma dan kulit. Biji gandum utuh atau whole grain mengandung zat bioaktif dalam jumlah tinggi seperti serat, vitamin, mineral, antioksidan dan zat fitokomia lain. Mengonsumsi biji gandum utuh mengurangi resiko penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan beberapa jenis penyakit kanker.

Industri makanan yang berkembang pesat telah banyak membuat makanan berbahan biji gandum utuh. Misalnya roti, sereal dan biskuit. Makanan ini sekaligus menunjang sarapan dengan cara praktis. Nah.. biskuit belVita breakfast adalah biskuit yang mengandung biji gandum utuh dalam tiap kepingnya. Sebagai makanan untuk sarapan, belVita mengandung vitamin A, B1, B2, B3 dan vitamin D. Serta mengandung mineral Kalsium, zat besi dan seng.


Sarapan dengan makanan model biskuit gini praktis banget buat orang yang punya aktifitas tinggi dan nggak punya banyak waktu untuk sarapan. Seperti mbak Andra Alodita, seorang fotografer dan lifestyle blogger. Mbak Andra Alodita terbiasa mengonsumsi 2 keping belVita breakfast setiap pagi. Mbak Andra bilang, biskuit belVita bukan hanya enak tapi juga mengenyangkan. Kenyang makan belVita membuat mbak Andra terhindar dari makan cemilan yang tidak sehat.

Sarapan dengan biskuit juga menjadi pilihan bagi orang-orang yang tak mau makan nasi ketika sarapan. Saya salah satunya. Saya memilih sarapan dengan biskuit atau roti dan tak mau dengan nasi. Nasi membuat saya kenyang dan berpotensi bikin saya nggak makan siang. Nasi juga kadang membuat perut saya terasa eneg dan malah mengganggu aktifitas saya di pagi hari. Maka roti atau biskuit adalah pilihan saya. 


Mr. Sunil Tadar, President Director Mondelez, perusahaan yang memproduksi belVita breakfast mengatakan bahwa belVita breakfst adalah contoh dari usaha untuk memahami kebutuhan masyarakat akan biskuit sarapan yang bergizi, mudah dan lezat untuk menjadi bagian dari sarapan yang seimbang. Biskuit ini sengaja dirancang terutama untuk menekan waktu konsumen di pagi hari yang sibuk, kata Mr. Sunil. Nah… dengan adanya biskuit sarapan praktis seperti belVita breakfast, maka sarapan bukanlah hal yang sulit lagi.

3 komentar:

  1. Gaya hidup modern berdampak pada pola makan. Sarapan jadi nggak prioritas, moga belvita bisa jadi pilihan utk kembalikan kebiasaan sarapan.

    BalasHapus
  2. Belvita cocok bgt nih buat mba yayat yg suka loncat sana sini. Ayo ayo kita sarapan sehat

    BalasHapus
  3. Yes! belVita solusi sarapan seimbang on-the-go.

    BalasHapus