Selasa, 29 November 2016

Serunya Indonesia Maternity, Baby and Kids Expo 2016




Sabtu kemarin, 26 November 2016, JCC Senayan Jakarta penuh sesak akibat beberapa event digelar bersamaan. Ada pameran franchise, wisuda mahasiswa Binus dan pameran perlengkapan ibu hamil dan balita. Jalan menuju JCC macet berat. Untung saya memutuskan naik ojek online ke JCC, coba kalau naik motor sendiri pasti pusing cari parkiran. Saya mendatangi JCC untuk melihat-lihat pameran IMBEX 2016 alias Indonesia maternity, baby and kids Expo bersama beberapa teman blogger.

Pameran ini adalah yang ke 8 kali diadakan dan selalu sukses digelar. Ya.. pameran tentang ibu hamil dan anak-anak memang selalu menarik banyak pengunjung karena anak-anak butuh banyak perlengkapan dan di pameran seperti ini biasanya harga-harga barangnya special. Memasuki area pameran, saya langsung disuguhi aneka stroller bayi. Stroller bayi jaman sekarang ini sudah sangat beragam gayanya. Bukan hanya sebagai kereta dorong tempat bayi duduk saja.


Masuk lebih dalam ke area pameran langsung terasa ramainya pengunjung. Rata-rata pengunjung hadir sekeluarga dengan ayah ibu dan anaknya. Baju bayi, mainan, perlengkapan tidur anak, terhampar di hall JCC. Berbagai produsen produk barang berlomba menjual barang dengan harga diskon. Karena itu hampir semua orang menenteng barang belanjaan.

Ada 2 panggung di area pameran, saya menepi ke panggung utama di hall B untuk melihat fashion show baby carrier. Dulu.. gendongan bayi itu cuma kain yang diikat di bahu ibu. Sekarang gendongan bayi sudah sangat modern dan bergaya. Gendongan bayi bukan hanya sebagai alat menggendong bayi tapi juga sebagai tambahan fashion untuk bayi dan ibunya. Luar biasa.

Fashion show baby carrier ini adalah tentang produk baby carrier I-Angel Hello. Baby carrier ini bisa digunakan untuk bayi baru lahir sampe usia 3 tahun dengan berat badan 20 kilogram. Beda dengan gendongan kain yang bikin pegal, I-Angel Hello tidak membuat pegal karena menggunakan pundak dan pinggang untuk menopang bayi. Penggunaan I-Angel Hello juga mudah karena modelnya ala ransel yang tinggal klik aja. 


Dalam fashion show I-Angel Hello kemarin diperagakan bagaimana pasangan orang tua muda memakai I-Angel Hello untuk menggendong anaknya. Sangat modern dan nggak keliatan repot, bahkan bayi yang digendong juga terlihat nyaman. Kalau buat jalan kaki di mall atau olahraga, gendongan bayi macam begini enak banget dipakainya. Buat dicuci pun mudah karena bahan I-Angel Hello cepat kering jika basah.

Saya mampir ke booth Blibli, tempat belanja online terkenal di Indonesia. Sebagai tempat belanja online, barang-barang yang dipamerkan di ajang ini juga tersedia di Blibli. Siapa yang belum pernah belanja di Blibli hayoooo? Belanja lewat online adalah hal yang lumrah dilakukan masyarakat sekarang ini karena praktis, tinggal pilih barang, bayar dan barang akan dikirim ke rumah. Coba kalau kita kudu ke mall.. belum macetnya, belum keluar masuk toko buat cari barang yang kita inginkan, cukup makan waktu.

Baby Carrier I-Angel Hello yang ada di fashion show tadi juga bisa dibeli di Blibli tuh, malah ada cicilan 0% segala. Oh iya.. fashion show tadi emang terselenggara atas kerjasama produsen I-Angel Hello dan Blibli. Stroller Inglesina yang ada di fashion show sebelum I-Angel Hello juga dijual di Blibli. Stroller Inglesina ini keren, tampilannya ala-ala stroller kerajaan. Rada mirip sama stroller babynya Kate Middleton dan Prince William. 


Di booth Blibli kemarin banyak tersedia voucher gratis buat pengunjung yang mendownload aplikasi Blibli. Kalau sudah lama register di Blibli seperti saya, juga bisa dapat voucher gratis yang ditukarkan dengan free minuman atau free popcorn buat cemilan. Ada free photobooth juga dan potonya langsung tercetak dan bisa dibawa pulang. Yang spesial di photobooth ini adalah ada model ketjeh yang berpakaian ala prince dan princess.. eeehhemmm. Ada free voucher Blibli dan free tiket kidzania juga tiap transaksi dengan nominal tertentu.

Kalau mau keliling Indonesia dengan gratis boleh tuh ikutan program My Big Wish Keliling Indonesia. Program ini berlangsung dari tanggal 7 November sampai akhir Desember 2016. Caranya adalah dengan mengumpulkan nilai token setiap belanja di Blibli. Selain berhadiah keliling Indonesia gratis juga ada hadiah menarik macam Laptop Asus, Asus Zenfone atau Go Pro. Asyik kan.

Senin, 28 November 2016

Biskuit, Untuk Sarapan Praktis dan Bergizi




Gaya hidup perkotaan yang selalu diburu waktu membuat sarapan menjadi hal yang paling sulit dilakukan. Sarapan itu penting untuk kesehatan karena perut kan kosong setelah tidur malam. Nah sarapan itu untuk tambahan energi memulai aktifitas di pagi hari. Sarapan juga untuk menghindarkan kita dari gangguan lambung dan maag. Sarapan juga bermanfaat untuk meningkatkan kinerja otak. Makanya buat anak-anak sekolah wajib sarapan agar di sekolah otak mereka dapat menyerap pelajaran.

Dalam acara bincang-bincang soal sarapan bersama BelVita di Shangrilla Hotel 22 November 2016, Prof Hardinsyah MS PhD, ketua umum Pergizi Pangan Indonesia, mengatakan masyarakat banyak yang belum menyadari pentingnya sarapan. 30.2 persen wanita dewasa di kota besar di Indonesia tidak dan jarang sarapan. Lalu sebanyak 34-52 persen wanita tidak memenuhi kebutuhan gizi sarapan.

Alasan para wanita dewasa ini tidak sarapan yang utamanya adalah tidak biasa. Alasan kedua adalah waktu terbatas. Alasan ketiga adalah tidak lapar dan alasan keempat adalah takut gemuk. Orang tidak biasa sarapan karena belum menyadari pentingnya sarapan. Sarapan yang baik itu jika makan pangan karbo, pangan protein, minuman, sayur dan buah. Tapi… jika waktu buat sarapan terbatas, masa iya bisa sarapan dengan kandungan selengkap ini?


Sebenarnya sarapan sehat bisa kita dapat jika sarapan itu mengandung biji gandum utuh. Biji gandum utuh adalah keseluruhan dari gandum yang terdiri dari benih, endosperma dan kulit. Biji gandum utuh atau whole grain mengandung zat bioaktif dalam jumlah tinggi seperti serat, vitamin, mineral, antioksidan dan zat fitokomia lain. Mengonsumsi biji gandum utuh mengurangi resiko penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan beberapa jenis penyakit kanker.

Industri makanan yang berkembang pesat telah banyak membuat makanan berbahan biji gandum utuh. Misalnya roti, sereal dan biskuit. Makanan ini sekaligus menunjang sarapan dengan cara praktis. Nah.. biskuit belVita breakfast adalah biskuit yang mengandung biji gandum utuh dalam tiap kepingnya. Sebagai makanan untuk sarapan, belVita mengandung vitamin A, B1, B2, B3 dan vitamin D. Serta mengandung mineral Kalsium, zat besi dan seng.


Sarapan dengan makanan model biskuit gini praktis banget buat orang yang punya aktifitas tinggi dan nggak punya banyak waktu untuk sarapan. Seperti mbak Andra Alodita, seorang fotografer dan lifestyle blogger. Mbak Andra Alodita terbiasa mengonsumsi 2 keping belVita breakfast setiap pagi. Mbak Andra bilang, biskuit belVita bukan hanya enak tapi juga mengenyangkan. Kenyang makan belVita membuat mbak Andra terhindar dari makan cemilan yang tidak sehat.

Sarapan dengan biskuit juga menjadi pilihan bagi orang-orang yang tak mau makan nasi ketika sarapan. Saya salah satunya. Saya memilih sarapan dengan biskuit atau roti dan tak mau dengan nasi. Nasi membuat saya kenyang dan berpotensi bikin saya nggak makan siang. Nasi juga kadang membuat perut saya terasa eneg dan malah mengganggu aktifitas saya di pagi hari. Maka roti atau biskuit adalah pilihan saya. 


Mr. Sunil Tadar, President Director Mondelez, perusahaan yang memproduksi belVita breakfast mengatakan bahwa belVita breakfst adalah contoh dari usaha untuk memahami kebutuhan masyarakat akan biskuit sarapan yang bergizi, mudah dan lezat untuk menjadi bagian dari sarapan yang seimbang. Biskuit ini sengaja dirancang terutama untuk menekan waktu konsumen di pagi hari yang sibuk, kata Mr. Sunil. Nah… dengan adanya biskuit sarapan praktis seperti belVita breakfast, maka sarapan bukanlah hal yang sulit lagi.

Lawan Diabetes Dengan Cerdik





Jaman yang makin modern tidak serta merta membuat gaya hidup seseorang menjadi lebih sehat. Masih banyak orang yang menjalani gaya hidup tidak sehat. Makan sembarangan, jarang berolahraga, ini adalah beberapa hal dari gaya hidup tidak sehat. Ya sih hidup di perkotaan membuat kita sering sulit menjalani hidup sehat. Selalu diburu waktu membuat waktu makan menjad singkat, jadinya makanan cepat saji sering menjadi pilihan terutama bagi pekerja kantoran.

Saya pernah ada di kondisi itu. Setiap pagi tak sempat sarapan, boro-boro berolahraga karena harus mengejar waktu ke kantor. Perjalanan yang macet memotong waktu sarapan saya. Tiba di kantor sudah ditunggu dengan pekerjaan yang menumpuk plus meeting ini itu. Lagi-lagi jam makan siang terpotong oleh waktu untuk mengurus pekerjaan. Jadinya saya sering makan makanan cepat saji. Saya menjalani itu beberapa belas tahun. Bersyukur sekarang saya sudah meninggalkan itu semua.

Kondisi kesehatan fisik sangat dipengaruhi dengan makanan yang masuk ke tubuh. Kalau makanan yang masuk ke tubuh tidak sehat maka tubuh gampang sakit. Selain itu ada ancaman lain jika tubuh mendapat sembarang makanan, yaitu penyakit menahun yang disebabkan oleh kadar gula yang melebihi batas normal gara-gara makanan sembarang ini. Penyakit menahun akibat gula darah tinggi ini namanya Diabetes Melitus. 


Gula darah dapat naik jika kita makan tak terkontrol dan menjalani diet tidak sehat. Nah.. gaya hidup modern nih biasanya ambil jalan singkat dengan diet untuk membuat badan lebih kurus. Kalau dietnya sehat sih tubuh juga sehat tapi kalo diet tidak sehat itu yang berbahaya. Saya senang hadir di acara tentang diabetes agar pengetahuan saya tentang diabetes lebih berkembang, salah satunya Simposium Diabetes “Eyes on Diabetes” di JCC 19 November 2016.

Acara ini adalah acara puncak dalam memperingati hari diabetes sedunia yang jatuh pada 14 November 2016. Dr. H.M Subuh MPPM, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI, dr Lily Susilowati Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr Agung Pranoto, Ketua PB Persadia dan Prof Dr dr Sidhartawan Soegondo Sp.PD.KEMD hadir selaku narasumber profesional.

Di acara ini ada pemeriksaan kesehatan dan ada kuis mengenai pengetahuan kita tentang diabetes. Ada souvenir untuk kita kalau kita bisa menjawab pertanyaan dengan benar. Saya ikut menjawab kuis ini untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan saya tentang diabetes. Ada 10 pertanyaan dan saya salah menjawab 3 pertanyaan. Lumayan.. bisa belajar lagi. Di acara ini juga dibagikan banyak sekali buku gratis tentang kesehatan. Saya mengambil beberapa diantaranya. Buku saku tentang kesehatan ini bermanfaat buat dibaca-baca.


Acara ini dihadiri juga oleh para penggiat puskesmas di Jakarta. Ada rombongan ibu-ibu juga.. nampaknya dari sebuah kelurahan yang diundang juga. Saya sempat berbincang dengan seorang penggiat puskesmas di bilangan Pasar Minggu. Ia bilang senang diundang ke acara ini karena bisa kenal dengan penggiat puskesmas daerah lain dan bisa tambah pengetahuan juga. 

Diabetes bisa mengancam tapi bisa menjadi bukan ancaman kalau ditangani sejak dini. Kenali gejala diabetes sejak dini dengan memeriksakan diri secara teratur, minimal setahun sekali. Diabetes bisa diidap oleh orang yang menjalani gaya hidup tidak sehat tapi juga bisa diidap oleh orang yang beresiko tinggi kena diabetes yaitu orang yang di keluarganya punya riwayat mengidap diabetes. Jadi cek riwayat keluarga ya. 

Nah setelah cek kesehatan, jika kita tidak punya gejala diabetes bersyukurlah dan jalani pola hidup sehat. Jika punya gejala diabetes harus cepat-cepat meninggalkan gaya hidup tidak sehat. Penting untuk mengonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang. Ibu Lily Susilowati dalam presentasinya mengingatkan dengan piring makan sehat. Piring makan sehat ini adalah 50 persen sayur dan buah, 25 persen protein dan 25 persen karbohidrat.

Banyaklah berolahraga. Sehari minimal 30 menit berolahraga. Perbanyak jalan kaki. Jalan kaki itu bagus untuk membakar kalori. Lagipula jalan kaki adalah olahraga yang paling murah dan mudah yang bisa kita lakukan. Jalan kaki bisa dilakukan di sekitar rumah. Jalan kaki juga bisa dilakukan dengan kegiatan lain misalnya membersihkan rumah. Rumah bersih dan badan sehat.. siapa yang tidak mau.


Kurangi makan gula dan makanan atau minuman manis yang berkarbonasi misalnya soft drink. Takaran gula maksimal yang kita makan dalam sehari adalah 4 sendok atau 50 gram. Ganti gula dengan mengonsumsi buah dan sayur. Kurangi makan lemak jenuh yang ada dalam minyak-minyakan, daging berlemak, krim atau keju. Ganti lemak jenuh ini dengan lemak tak jenuh yang terdapat dalam ikan, alpukat, kacang-kacangan atau minyak zaitun.

Karbohidrat yang tinggi menyebabkan gula darah naik. Lebih baik makan karbohidrat dari makanan alami seperti beras merah, gandum dan jagung. Hindari lemak trans industri yaitu makanan cepat saji, makanan ringan, gorengan, pizza beku, pie dan lain-lain. Ada rumus agar tubuh kita sehat selalu.. rumus itu adalah CERDIK. Apa itu CERDIK? Cerdik itu adalah :

C : Cek kesehatan secara berkala
E : Enyahkan asap rokok
R : Rajin olahraga/aktifitas fisik
D : Diet Sehat dengan kalori seimbang
I :  Istirahat yang cukup
K : Kelola stress

Mau sehat? Cerdiklah.

Minggu, 20 November 2016

Mengalami Momen Luar Biasa Gara-gara Kompasiana




Dalam buku otobiografi Valentino Rossi yang judulnya What If I Had Never Tried It, Rossi blak-blakan tentang hobi dan passionnya di dunia balapan. Hobi balap menurun dari bapaknya, Graziano Rossi yang juga jago balap. Like father like son. Karir Rossi lebih kinclong dari bapaknya. Di usia 37 tahun, Valentino Rossi masih balapan dan belum memutuskan untuk berhenti. Rossi tidak akan seperti ini jika ia tidak berani mengambil keputusan untuk menunggang motor saat ia kecil dulu.

Ketika mencoba melakukan sesuatu kita tidak tahu apakah kita akan berhasil melakukannya atau tidak. Namun kalau kita melakukannya ada kepuasan tersendiri walau hasilnya tidak sesuai dengan rencana. Errrrr.. nyonya Vale mau ngomong apa dah ini (garuk-garuk jidat). Dalam level yang beda banget sama akang Valentino Rossi sebenernya saya juga berhasil melakukan sesuatu.. yaitu menulis.

Kompasiana mengenalkan saya dengan dunia tulis menulis. Bermula dari menulis komen lalu berani menulis artikel. Sekarang saya berani menulis komen dan artikel (eh). Dari dunia tulis menulis ini saya banyak mendapat pengalaman juga pembelajaran. Dunia ngeblog ini membuat saya mengambil keputusan yang tak pernah saya pikir sebelumnya. Keluar dari pekerjaan dan full time ngeblog.


Jika ditanya apa saja momen terbaik yang saya alami selama ber-Kompasiana, sungguh saya tidak bisa menjawabnya karena momen itu sedemikian banyak. Namun ada beberapa momen yang terus terkenang sampai sekarang. Momen yang tak pernah saya sangka akan mengalaminya karena ber-Kompasiana. Ini beberapa momen itu :

Diundang ke Istana

Ada anggapan (sekaligus keyakinan) di diri kompasianer, kalau menjelang Kompasianival pasti deh ada sesuatu yang bikin heboh. Kenyataannya emang gitu sih. Ada aja kejadian yang bikin heboh menjelang Kompasianival. Tahun kemarin, salah satu kejadian heboh itu adalah pak Jokowi mengundang 100 kompasianer untuk datang ke istana negara. Acaranya untuk berbincang dan makan siang.

Pak Jokowi melakukan ini sebagai bentuk penghargaan kepada Kompasiana. Kompasiana mengundang pak Jokowi datang ke Kompasianival tapi pak Jokowi tak bisa hadir. Sebagai gantinya, Kompasianer lah yang diundang datang ke istana negara. Memilih 100 kompasianer untuk datang ke istana bukanlah pekerjaan enteng buat para admin terlebih pilihan itu dilakukan dalam waktu singkat di tengah pekerjaan besar menyiapkan Kompasianival.
Saya beruntung menjadi salah seorang yang terpilih untuk hadir ketemu pak Jokowi. 


Seumur-umur saya tak pernah bermimpi akan masuk ke istana apalagi sampai ketemu presidennya dan makan siang segala. Admin Kompasiana menghubungi saya sehari sebelum hari H dan minta konfirmasi saya saat itu juga. Saya langsung konfirm buat hadir dan langsung bingung soal baju. Kami harus memakai batik saat datang ke istana.

Saya punya batik tapi tak cukup pede memakainya ke istana karena batik itu sudah lusuh. Sepulang kerja saya mampir ke department store buat beli batik. Niat banget emang. Saya bolak-balik ke deretan baju-baju batik tapi belum menemukan yang cocok. Bukan karena coraknya, tapi karena harganya.. mahal banget pemirsa. Akhirnya setelah dibantu mbak nya pelayan toko saya menemukan batik bagus dengan harga diskon 50 persen (sujud syukur).

Saya selalu kagum dengan pak Jokowi. Maka melihatnya makan di meja makan yang letaknya beberapa meter dari saya adalah sebuah momen tersendiri. Beliau masih sama seperti yang saya temui saat kampanye, masih sederhana dan ramah. Beliau sabar dengan bawelnya para kompasianer yang memberi kritik dan saran. Acara makan siang itu sukses. Saya yakin kompasianer yang beruntung hadir di sana sangat terkesan.. seperti saya.

Terbang ke Flores

Saya sering iri jika melihat teman blogger mendapat mendapat undangan untuk meliput sebuah acara di kota atau pulau lain. Enak bener.. bisa liputan sambil jalan-jalan.. pikir saya. Tuhan nampaknya mendengar rasa iri saya. Setelah ulang tahun saya di bulan Mei tahun ini, Kompasiana memberi saya kesempatan untuk terbang ke Flores dan hadir di pembukaan Tour De Flores, lomba balap sepeda tingkat internasional.


Saya tak pernah bermimpi bisa datang ke Flores. Maka mendapat kesempatan berharga seperti ini tak akan saya sia-siakan. Saya berangkat bersama mas Last Boy, admin Kompasiana dan pak Isson Khairul, seorang kompasianer juga. Kami bergabung dengan kementrian Maritim, yang menjadi penyelenggara acara ini dan beberapa wartawan dari media yang diundang buat datang juga.

Meliput sebuah acara di daerah yang tak pernah saya injak sebelumnya memberi saya banyak pengalaman. Untuk seorang blogger, apapun yang kita lihat bisa kita tulis. Beda dengan media, yang belum tentu semuanya bisa ditulis. Saya lebih suka menulis soal human maka tulisan tentang anak-anak Flores atau perempuan Flores yang bekerja menenun kain lebih saya sukai ketimbang olahraga balap sepeda yang sedang berlangsung. Sampai sekarang saya masih mengingat perjalanan saya yang singkat ke Flores dulu. Perjalanan yang tak akan saya lupa.

Malaysia Fashion Week 2016

Undangan menghadiri Malaysia Fashion Week 2016 di Kuala Lumpur memang tidak saya dapatkan dari Kompasiana secara langsung. Namun kiprah saya menulis di Kompasiana menjadi pemicu saya mendapatkan kesempatan luar biasa ini. Apa gunanya ngeblog tanpa networking. Ngeblog atau menulis tak akan mempunyai efek luar biasa bila kita tidak aktif di dunia nyata, menjalin hubungan dengan blogger lain atau relasi lain.. networking istilahnya.
Hasil networking mengenalkan saya pada penyelenggara Malaysia Fashion Week 2016 yang berbuah undangan untuk hadir di event tahunan fashion Malaysia ini. Waktu pelaksanaannya tepat setelah gelaran MotoGP Sepang Malaysia. Maka tahun ini saya 10 hari di Kuala Lumpur Malaysia, setelah nonton MotoGP langsung lanjut menghadiri Malaysia Fashion Week 2016.


Capek tentu tapi pengalaman berharga saya dapatkan di sini. Saya dan 3 teman blogger lainnya merasakan betapa profesi blogger benar-benar dihargai di acara ini. Kami disamakan dengan media dari luar negeri yang diundang juga. Tak ada pemisahan antara blogger dan media, semuanya sama dianggap media. Kami para blogger mendapatkan fasilitas sama seperti media luar negeri lainnya.

Yang lucunya.. saya belum pernah meliput acara fashion tingkat internasional. Maka ajang MFW 2016 menjadi tempat saya mempelajari bagaimana fashion dan bagaimana cara meliputnya. MFW 2016 membuka mata saya bahwa fashion bukan hanya soal baju bagus tapi juga soal kreatifitas dan kerja keras. Orang-orang yang hidup di industri ini berlomba mengeluarkan seluruh idenya. Dari kreatifitas dan kerja keras inilah industri fashion terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan bagi para penggiatnya.

Inilah beberapa momen luar biasa yang saya alami di Kompasiana. Saya yakin akan mendapat pengalaman luar biasa lainnya, namun saya harus mempersiapkan diri saya menjadi kompasianer yang berkualitas (taelah). Happy birthday Kompasiana… semoga makin besar dan berkembang.. dan makin berkurang errornya.