Rabu, 19 Oktober 2016

Daerah Kewanitaan Bersih, Bakteri Jahat Tak Mau Hinggap


Perempuan itu punya tubuh dan pribadi yang unik. Tubuh wanita mempunyai bagian-bagian yang sensitif yang harus dijaga.. salah satunya dalam hal kebersihan. Nah saya mau ngomongin pentingnya kebersihan di daerah kewanitaan kita. Menjaga kebersihan daerah kewanitaan itu penting karena area ini beresiko tinggi dihinggapi bakteri. Bakteri bisa berbahaya untuk tubuh. Bisa berpengaruh pada kesehatan bahkan kehamilan. Saya beruntung bisa hadir di acara bincang-bincang tentang pentingnya menjaga kebersihan daerah kewanitaan di bilangan Radio Dalam Jakarta 6 Oktober 2016.

Hadir di acara itu dr. Liva Wijaya SpOG. Beliau menjelaskan bahwa banyak perempuan belum mengetahui tanda daerah intim terserang bakteri dan bagaimana menjaga kebersihan daerah yang sensitif ini. Daerah intim atau vagina itu penting kan bu buat perempuan. Karena organ ini adalah tempat keluarnya darah saat menstruasi dan jalan lahir.

Daerah intim paling beresiko tinggi terserang bakteri itu adalah saat menstruasi. Karena saat menstruasi pH alias kelembaban menjadi meningkat. Keseimbangan pH bisa berubah juga kalau kita mengenakan pakaian yang ketat. Makanya bu.. jangan pakai pakaian yang ketat ya.. selain nggak nyaman juga berbahaya buat kesehatan. Faktor hygiene yang kurang baik juga memengaruhi.

Bakteri bisa menyebabkan infeksi bu. Kalo infeksi ini berulang, bisa menyebabkan kanker serviks lho. Infeksi daerah intim juga meningkatkan infeksi pada saluran kencing dan infeksi panggul. Makhluk kecil seperti bakteri itu bisa mengakibatkan hal berbahaya yang efeknya bisa kemana-mana. Hati-hati ya. Kalau daerah intim sudah mengalami gejala terinfeksi bakteri parah mending cepet-cepet berobat deh.

Tadi sudah saya bilang bahwa resiko tinggi terjangkit bakteri adalah saat menstruasi. Jumlah bakteri buruk di daerah intim saat menstruasi menjadi lebih tinggi. Selain itu, saat haid kan lendir pembatas di leher rahim menghilang bu, nah ini menjadi kesempatan para bakteri buruk buat mengakses daerah leher rahim dan masuk ke dalam itu bakteri. Serem yak.

Tapi jangan takut bu. Ada cara-cara buat mengurangi resiko bakteri masuk ke leher rahim yaitu kalau lagi haid nih ganti pembalut secara berkala maksimal 3-4 jam sekali. Cuci tangan sebelum cebok. Jangan sembarangan memakai cairan pembersih daerah intim bila tidak direkomendasi oleh dokter. Kalau lagi nggak haid juga kebersihan harus dijaga dengan cara keringkan daerah kewanitaan setelah cebok. Lalu kalau baru beli underware sebaiknya di cuci dulu sebelum dipakai.

Membersihkan daerah intim dengan cairan pembersih boleh dilakukan asal cairan itu aman dan direkomendasi oleh dokter. Salah satu cairan pembersih yang direkomendasi dokter adalah Betadine Feminine Hygiene. Kalau denger kata Betadine pasti kita langsung ingat waktu kita luka. Betadine memang merk untuk obat luka. Luka cepet kering kalau pakai betadine. Di rumah saya selalu sedia Betadine. Kan kita nggak tau kapan bisa luka ya bu, jadi saat keluarga mengalami luka langsung deh ambil Betadine dan oles ke luka.

Betadine Feminine adalah satu-satunya cairan pembersih yang mengandung Povidone Iodine. Apa itu Povidone Iodine? Povidone Iodine adalah zat antimikroba yang mampu membunuh beragam bakteri, virus dan jamur. Zat ini termasuk zat antiseptik yang mencegah dan menyembuhkan infeksi topikal. Povidone Iodine juga mengobati gatal-gatal dan keputihan dan bau tidak sedap.

Betadine Femine sebaiknya digunakan saat resiko terjangkit infeksi meningkat. Misal saat menstruasi atau saat daerah intim terserang keputihan, iritasi dan gatal.. infeksi ringan gitu. Cairan pembersih ini digunakan untuk wanita dewasa ya bu. Cara pakainya gampang. Tuang 1 tutup botol Betadine Feminine Hygiene campur dengan 1 liter air bersih. Lalu basuh daerah kewanitaan dengan campuran tadi. Diamkan 1 menit lalu bilas dengan air bersih.

Saat sedang haid, gunakan Betadine Feminine setiap habis mandi. Gunakan 2 kali seminggu ya bu. Nah kalau kita sedang infeksi ringan seperti gatal-gatal, gunakan 2 kali sehari selama 5 hari berturut-turut. Kalau infeksi tidak juga sembuh, langsung ke dokter bu untuk diobati lebih lanjut. Infeksi yang tambah parah itu misalnya gatal-gatal tambah menjadi dan keluar bintil-bintil. Atau keputihan malah tambah banyak dan timbul rasa nyeri. Jangan malu untuk ke dokter dan berkonsultasi ya.

Betadine Feminine Hygiene ini diproduksi oleh Mundipharma yang punya pengalaman selama 60 tahun dalam manajemen rasa nyeri dan antisepsis. Betadine hadir melalui penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun. NASA aja menggunakan Betadine buat membersihkan Apollo yang balik ke bumi. Di sini kita mengenal Betadine bukan hanya sebagai obat luka tapi juga cairan untuk kumur dan sekarang cairan pembersih daerah kewanitaan.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh ya bu. Mandi teratur, tidak merokok dan minum minuman keras. Makan makanan yang sehat jangan junk food terus. Perbanyak makan buah dan sayuran. Lalu olahraga yang teratur. Badan sehat.. penyakit nggak mau hinggap. 

Note : foto koleksi pribadi

2 komentar:

  1. pembersih kewanitaan pas masa sblm & stlh mens emang bikin brasa lbh 'bersih' aku suka pake betadine higine ini, brasa lbh enak aja 😊

    BalasHapus
  2. Thanks mbak yat infonya ��

    BalasHapus