Jumat, 30 September 2016

Hanya Dengan Memeluk, Anak Jadi Mandiri



Buat ibu yang memiliki bayi, popok merupakan salah satu kebutuhan bayi yang harus terpenuhi. Bayi kan sering pipis kan ya bu.. jadi sering ganti popok. Waktu anak saya masih bayi, cucian tiap hari menggunung dan kebanyakan adalah popok. Saya dulu masih menggunakan popok dari bahan bu sampe beberapa hari setelah bayi lahir. Lalu meningkat ke celana dari bahan. Ibu saya termasuk yang tidak suka cucunya memakai popok sekali pakai. Kasihan katanya.. nanti kulitnya merah-merah. Makanya kalau saya ajak anak saya pergi.. supaya nggak repot gonta-ganti celana saya pakaikan popok sekali pakai.. dengan diam-diam hehehe.

Popok sekali pakai sebenarnya selain praktis juga menghemat air. Kok menghemat? Iya kan cucian yang menggunung jadi berkurang karena anak nggak gonta ganti celana dalam. Otomatis pemakaian air buat mencuci jadi berkurang. Buat pengguna PAM ini berarti mengurangi biaya pembayaran air. Lebih irit jadinya. Untuk solusi harga popok sekali pakai yang harganya mahal, ibu-ibu pasti lebih jago deh. Beli saat harga promo bu.. dan popok itu harganya sering promo juga.


Saya berkesempatan hadir saat blogger gathering Blogger Crony dan popok Mamy Poko tanggal 22 September lalu, temanya #MamyPokoLoveTouch. Acara berlangsung di Central Park Jakarta. Sebagai narasumber diantaranya ada artis Laura Basuki. Di acara ini saya jadi tau sebabnya kulit anak ruam alias merah-merah kalau pakai popok sekali pakai. Itu bukan karena nggak cocok sama popoknya bu, tapi karena popok sudah penuh dengan pipis anak tapi nggak diganti. Lalu popok yang kesempitan juga bisa menyebabkan kulit merah. Nah makanya kalau anak pakai popok, sering-sering dicek ya bu supaya cepet diganti kalau sudah penuh. Popok yang penuh atau sempit juga bisa menyebabkan anak nggak nyaman dan jadi rewel.

Buat para anak yang memiliki orang tua tentu kebutuhan popoknya terpenuhi tapi bagaimana dengan para anak yang tidak memiliki orang tua? Di acara ini hadir ibu Tjondrowati Subiyanto pimpinan Yayasan Sayap Ibu tempat bernaungnya anak dan bayi yatim piatu. Ibu Tjondrowati merasakan banget susahnya memenuhi kebutuhan para bayi akan popok. Memang ada bantuan dari pemerintah tapi itu sangat tidak mencukupi. Secara kita memang nggak bisa mengharap banyak bantuan dari pemerintah ya bu karena pemerintah mengurus banyak hal.


Mamy Poko mengetahui kesulitan para pengurus dan segera mengulurkan bantuan. Secara Mamy Poko juga lagi punya kegiatan donasibMamy Poko Love Touch. Jadi program ini adalah menggalang pengumpulan popok dan popok yang terkumpul langsung diberikan ke Yayasan Sayap Ibu. Penggalangan popok ini bukan meminta popok secara real dari kita-kita ya bu, tapi hanya dengan cara memeluk Pokojang aja. Di Pokojang terdapat hug meter yang tertera berapa pelukan yang telah didapat Pokojang. Nah jumlah yang terdapat di hug meter ini adalah jumlah popok yang akan diberikan ke Yayasan Sayap Ibu.

By the way... Pokojang itu apa ya? Pokojang adalah boneka ikon dari Mamy Poko yang bentuknya besar banget, berkali lipat ukuran saya yang imut ini. Bonekanya lucu bu dan lembut banget.. di dadanya ada tulisan hug me. Nggak usah minta dipeluk juga otomatis kita yang melihatnya udah pengen memeluk ya bu. Boneka lucu gitu loh. Kenapa harus dengan cara memeluk ya? Sebenarnya Mamy Poko sedang mengedukasi kita untuk rajin memeluk anak. Pasti para ibu sering memeluk anaknya ya sebagai ungkapan kasih sayang tapi tahukah bu bahwa pelukan sederhana itu bermanfaat sangaaattt besar. 


Anak yang sering dipeluk akan merasa nyaman dan mentalnya akan tumbuh kuat, ia akan sanggup menghadapi tantangan seberat apapun, mbak Laura Basuki mengatakan ini. Sebagai selebriti yang cukup sibuk, mbak Laura Basuki mengasuh buah hatinya sendiri. Ia tau kenapa anaknya rewel atau tidak nyaman. Ia selalu ada di samping anaknya dalam kondisi apapun. Salut ya bu. Saya selalu salut dengan ibu yang walaupun sibuk tapi tetap maksimal mengasuh anaknya. Anak yang sering dipeluk akan jadi anak mandiri yang cepat menemukan solusi saat menghadapi masalah.

Sekarang kan era globalisasi ya bu. Tantangan yang akan dihadapi anak kita sungguh berat. Jika mental anak tidak disiapkan sejak dini nanti anak akan kewalahan menghadapi persaingan. Kesiapan secara mental ini salah satunya bisa dilakukan dengan sederhana.. yaitu memeluk hangat anak. Itu bu.. nah seringkah ibu memeluk para anak-anaknya? Jika belum lakukanlah. Dan jika anak-anak ibu masih kecil peluklah sesering mungkin karena setelah anak beranjak dewasa, ada kalanya anak merasa sungkan kalau sering dipeluk ibunya. Apalagi kalau anak sudah ABG (pengalaman pribadi).


Pokojang ada di area Pokojang Land di Central Park sampai 25 September aja bu tapi donasi terus berjalan walau tanpa memeluk boneka Pokojang. Caranya adalah dengan men-twit #MamyPokoLoveTouch. Saya dengar jumlah popok yang akan didonasikan sudah berjumlah 9 ribuan dari gerakan ini. Ini jumlah yang sangat banyak tapi masih kurang untuk para bayi di Yayasan Sayap Ibu. Terus bantu yuk. 

Note : foto koleksi pribadi




Tidak ada komentar:

Posting Komentar