Kamis, 11 Agustus 2016

Vaksinasi, Demi Generasi Sehat

Kementrian Kesehatan sempat dibuat sibuk dengan adanya vaksin palsu yang baru ketauan belakangan ini. Banyak pertanyaan, analisa dan komentar beredar mengenai temuan vaksin palsu ini. Pada acara temu blogger dengan Kementrian Kesehatan di Park Lane hotel Jakarta beberapa waktu lalu, pihak Kemenkes memberi penjelasan mengenai apa dan bagaimana vaksin palsu dan mengapa bisa terjadi dan kenapa disebut palsu.

Imunisasi pada bayi adalah hal yang wajib dilakukan. Imunisasi atau vaksinasi adalah tindakan menyuntikan zat imun ke tubuh bayi, sementara vaksin adalah zat imun yang memberi bayi kekebalan pada penyakit tertentu. Tujuan vaksinasi adalah meminimalisir kematian karena penyakit berat. Zat untuk vaksin sudah pasti aman karena sudah melalui proses panjang yang memakan waktu belasan tahun untuk membuatnya. Orang tua yang tidak melakukan vaksinasi pada anaknya bisa dihukum pidana. Bayi yang tidak divaksin oleh orang tuanya bisa diambil negara karena orang tuanya dianggap menelantarkan bayi tersebut.


Di Indonesia, vaksin yang digunakan oleh pemerintah adalah buatan Biofarma yang juga digunakan oleh 110 negara di dunia dan 50 negara diantaranya adalah anggota Organisasi Konferensi Islam. Saat ini ada 5 vaksin yang diberikan pemerintah untuk mencegah 7 macam penyakit menular yaitu polio, difteria, pertusis, tuberkolusis, tetanus, campak dan hepatitis B. Vaksin-vaksin buatan Biofarma ini tidak bisa dipalsukan karena mempunyai kode tertentu.

Vaksin buatan Biofarma sudah terbukti membuat bayi mempunyai daya tahan pada penyakit menular tapi masyarakat mempunyai pilihan untuk membeli vaksin impor. Padahal harga vaksin impor lebih mahal. Inilah yang membuat orang mendapat celah untuk menjual vaksin palsu demi kepentingan pribadi. Vaksin palsu itu beda isi botolnya dengan nama yang tertera di botol. Lalu takaran vaksin palsu itu juga berbeda dengan vaksin yang asli. Ada laporan bahwa stock vaksin di rumah sakit kosong. Setelah di cek oleh Kemenkes ternyata yang kosong itu adalah vaksin impor yang dari principle nya memang tidak masuk ke Indonesia.


Untuk para anak yang mendapat vaksin palsu, Kemenkes mengadakan program vaksin ulang. Namun memang banyak kendala dari vaksin ulang ini diantaranya adalah ketidakpercayaan orang tua pada vaksin ulang dan data-data anak yang diberikan vaksin palsu karena pemberian vaksin palsu ini telah lama terjadi. Semua pihak harus saling membantu agar pemberian vaksin ulang bisa terlaksana dan harus ada hukuman berat bagi pembuat dan penjual vaksin palsu.

Untuk orang tua yang belum memberikan vaksin pada anaknya, harus diberi kesadaran bahwa vaksinasi itu penting dilakukan. Kalau anak terbebas dari penyakit menular kan akan mengurangi beban orang tua pada biaya kesehatan. Anak yang sehat adalah generasi penerus bangsa. Anak yang sehat menurunkan angka kematian dan kecacatan serta kesakitan. Anak yang sehat juga mengurangi beban biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit.


Agar program vaksinasi berhasil, Prof Dr Dr Sri Rezeki pada acara temu blogger beberapa waktu yang lalu menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan yaitu memberikan vaksin yang efektif dan aman, jangan panik jika anak mengalami demam karena efek vaksin, berikan obat penurun demam dari dokter. Semua pihak harus memberikan penerangan dan edukasi tentang vaksinasi pada masyarakat secara berkesibambungan dan merata. Dalam hal ini mencakup penjelasan mengenai manfaat dan resiko bila anak tidak divaksinasi pada masyarakat. Jika semua hal ini dilakukan maka Indonesia mempunyai generasi penerus yang sehat.

Minggu, 07 Agustus 2016

Petani Kelapa Sawit Hadapi Kendala, Pemerintah Ditunggu Solusinya

Indonesia merupakan negara yang subur tanahnya. Bahkan tongkat bisa jadi tanaman kata grup musik Koes Ploes. Karena itu banyak usaha perkebunan di negara kita, perkebunan kelapa sawit salah satunya. Kelapa sawit adalah bahan pokok dalam pembuatan minyak goreng. Minyak goreng merupakan barang yang wajib ada di setiap dapur ibu rumah tangga. Apa jadinya dapur tanpa minyak goreng? Bisnis perkebunan kelapa sawit memberikan pemasukan yang sangat besar pada negara.


Indonesia punya 11,3 juta hektar perkebunan kelapa sawit dan 4,8 juta diantaranya adalah perkebunan rakyat. Namun menurut bapak Asmar Arsjad, sekjen Apkasindo (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) pada seminar tentang kelapa sawit di Menara 165 Jl TB Simatupang Jakarta tempo hari, dari 4,8 juta hektar perkebunan rakyat itu hanya menghasilkan 3 juta ton per hektar per tahun. Hasilnya tidak maksimal karena banyak hal antara lain lahan marginal, tidak dipupuk dan tanaman tua.

Perkebunan kelapa sawit rakyat di Indonesia dimulai tahun 1980 dengan awal 6.175 hektar dan tahun 2016 telah menjadi 4,8 juta hektar dan menyerap 30 juta tenaga kerja dari hulu ke hilir. Perkebunan kelapa sawit rakyat mempunyai target pendapatan USD 1500 untuk tiap KK per tahun. Namun menurut bapak Asmar Arsjad, perkebunan kelapa sawit rakyat banyak mengalami kendala.


Kendala dalam soal produksi adalah banyak bibit palsu, lahan marginal, pupuk kurang, perubahan iklim dan tanaman tua. Kendala dalam rendemen yaitu kultur teknis, brondolan, mentah, sortasi dan tangkai panjang. Kendala dalam soal sosial adalah pendidikan, budaya, adopsi teknologi dan kesempatan. Secara detail pak Asmar Arsjad memberikan daftar kendala dan hambatan yang dialami petani kelapa sawit yaitu lokasi jauh, infrastruktur jelek, pupuk subsidi tidak ada, lahan kebun kecil, tenaga pendamping tidak ada, regulasi pemerintah, dan tekanan asing.

Bagaimana cara mengatasi kendala tersebut? Pak Asmar Arsjad memberikan beberapa hal yang dibutuhkan oleh para petani sawit agar terbebas dari kendala. Kebutuhan para petani kelapa sawit ini diantaranya sertifikat lahan, replanting 1,5 juta lahan, pabrik kelapa sawit, infrastruktur, tenaga pendamping, pelatihan dan lain-lain. Banyak juga ya. Pemerintah memang punya banyak pekerjaan rumah untuk memaksimalkan pendapatan para petani kelapa sawit kita.

 Indonesia punya tantangan di tahun 2020 yang mencakup suplai, respon pasar, pasar domestik dan perluasan pasar. Pasar domestik perlu perhatian dalam hal hilirisasi, biodisel, obat dan produk penyedap. Sementara di tahun 2017 Indonesia punya sasaran dalam hal produktivitas, SDM, kelembagaan, investasi dan lingkungan.


Nah apa yang harus dilakukan pemerintah? Kebun kelapa sawit rakyat butuh peremajaan, sertifikasi lahan dan regulasi yang menguntungkan petani dan pelaku usaha perkebunan. Pak Asmar Arsjad meminta regulasi pemerintah, LSM dan tekanan asing perlu dievaluasi. Perkebunan kelapa sawit adalah salah satu sumber devisa negara. Maka sudah selayaknya pemerintah memberi perhatian pada usaha perkebunan ini dan segera mengambil tindakan agar segala kendala yang dihadapi para petani kelapa sawit mendapatkan solusinya segera.