Senin, 11 Juli 2016

Di Terminal 3 Soekarno Hatta Yang Modern, Ada Pak Jokowi Bermain Dengan Kayu



Transportasi udara saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Pergi menggunakan pesawat terbang lebih ekonomis dari segi waktu karena kita lebih cepat sampai di tujuan. Dengan bertambahnya pengguna transportasi udara maka kebutuhan akan bandara yang nyaman dengan fasilitas yang lengkap semakin meningkat. Jakarta punya bandara utama yaitu bandara Soekarno Hatta di Cengkareng Tangerang. Namun bandara ini terasa semakin kurang dalam melayani penumpang yang makin bertambah. Demi membuat para pengguna layanan transportasi udara merasa nyaman, pemerintah kita melalui PT Angkasa Pura membangun terminal baru di area bandara Soekarno Hatta.. Terminal 3 namanya, lokasinya dekat dengan Terminal 3 yang lama, yang saat ini masih digunakan untuk beberapa rute domestik dan rute Internasional untuk Low Cost Carrier.
 
Luas (dok.yayat)

Saya dan teman-teman blogger beruntung diundang oleh PT Angkasa Pura melalui citizen journalism Liputan 6 untuk melihat megahnya terminal baru, Terminal 3 Soetta yang masih dalam tahap penyelesaian pembangunan pada 2 Juli 2016 lalu. Rombongan blogger dan media yang diundang berkumpul di depan kantor SCTV dan berangkat berbarengan ke Terminal 3 Soekarno Hatta. Kami sampai di bandara kurang dari jam 3 sore. Karena bandara masih dalam proses penyelesaian maka masih banyak pekerja yang bekerja di area Terminal 3. Pak Haerul selaku manager proyek bilang bahwa hari itu adalab hari terakhir mereka bekerja sebelum masuk libur lebaran.

Meski masih dalam tahap penyelesaian tapi kemegahan bandara ini sudah terlihat. Langit-langit bandara tinggi sekali membuat bandara terlihat luas. Interiornya minimalis tapi mengadaptasi ciri khas Indonesia. Pintu X Ray untuk memeriksa penumpang dan mesin untuk memeriksa bagasi sudah terpasang. Penunjuk arah dan counter check in juga sudah tersedia. Untuk menyusuri seluruh area Terminal 3 butuh tenaga lebih karena luasnya 4,22 hektar.. luas banget.

Counter check in (dok.yayat)

Bandara ini dibangun oleh anak bangsa dan penuh dengan teknologi modern. Teknologi modern harus ada karena pemerintah ingin Terminal 3 bisa bersaing dengan bandara luar negeri seperti bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia atau bandara Changi Singapura. Sebuah target yang tidak main-main. Saat ini, bandara Internasional Soekarno Hatta merupakan bandara termodern di Indonesia. Wajar... karena bandara Soetta merupakan bandara utama kita yang merupakan pintu masuk ke negara kita makanya harus modern dan nyaman.

Teknologi modern yang ada di Terminal 3 ini diantaranya adalah adanya ASS (Airport Security System), ASS membuat CCTV dapat mendeteksi wajah penumpang pesawat atau pengunjung bandara yang masuk daftar pihak berwajib. Jadi orang yang masuk ke dalam daftar yang dicari oleh pihak berwajib tidak bisa bersembunyi di bandara ini. Lalu di bandara ini ada fully IBMS atau Intelligence Building Management System yang mengatur Terminal 3 agar menjadi bandara yang mengusung eco green. Salah satu bukti bandara yang eco green adalah air toilet yang sudah digunakan diolah lagi menjadi air toilet yang bisa digunakan lagi jadi menghemat penggunaan air.

Ruang tunggu penumpang prioritas (dok.yayat)

Saat saya dan teman-teman blogger ke sana hari cerah luar biasa. Pengaturan kaca jendela membuat bandara ini tidak perlu menggunakan terlalu banyak cahaya listrik dan penerangan lebih banyak menggunakan cahaya matahari jadi hemat listrik. Untuk sistem penerangan, digunakan teknologi yang mengatur terang redup cahaya secara otomatis sesuai dengan kondisi cuaca. Untuk faktor keamanan, digunakan teknologi BHS level 5, di mana teknologi ini bisa mendeteksi bahan peledak yang ada dalam bagasi penumpang. Paket yang terdeteksi mengandung bom akan dimasukkan ke bom blanket lalu akan ditindaklanjuti pihak kepolisian.

Tadi saya katakan bahwa bandara ini modern tapi berciri khas Indonesia. Ada di manakah ciri khasnya? Ciri khasnya ada di atas counter check in yang bermotif batik. Lalu pada karya seni para seniman Indonesia yang dipasang di bandara ini. Lukisan karya Sardono W Kusumo merupakan salah satu karya seni anak bangsa yang ditaruh di sini. Ada juga karya seni anak bangsa yang lain seperti Nasirun, Icwan Noor, Pintor Sirait dan lain-lain. Nantinya di area depan Terminal 3 akan diletakkan patung Garuda setinggi 18 meter karya I Nyoman Nuarta yang menyambut tamu yang datang ke bandara dan yang pergi dari bandara.

Pak Jokowi dan kayunya (dok.yayat)

Banyaknya social media yang beredar sekarang ini membuat hobi memotret jadi berkembang. PT Angkasa Pura menyadari ini. Maka ada foto-foto tokoh dan selebritis kita di area sebelum kita turun ke lantai 1. Selebritis Indonesia yang fotonya berukuran besar dan dipajang untuk area foto-foto diantaranya adalah Idris Sardi, Ian Antono, Kaka Slank, Agnes Monika dan Dewi Lestari. Juga ada foto pak Jokowi yang asyik bermain dengan kayu. Foto-foto ini sangat berseni. Kalau nantinya bandara ini dibuka dan Anda berkesempatan datang ke bandara ini jangan lewatkan buat foto-foto di area ini ya.

Hari menjelang sore dan kami diajak turun ke lantai satu tempat boarding lounge. Dari area ini kita bisa langsung melihat pesawat yang ada di luar bandara. Boarding ini didesain dengan modern dan sangat menarik juga unik. Kenapa? Karena kursinya warna-warni. Ya.. kursi di boarding lounge didesain modern dengan warna menyegarkan. Warna kursi-kursi ini adalah biru, merah, hitam, kuning dan hijau. Desain kursi yang sama modernya juga ada di counter check in bisnis dan prioritas di lantai 2. Desain kursi yang modern membuat area jadi terlihat lega.

Arena bermain anak (dok.yayat)

Menunggu waktu untuk terbang biasanya berlangsung lama, jika kita membawa anak kecil maka anak akan bosan. Di boarding lounge ada area bermain anak. Tidak ada fasilitas permainan seperti di taman bermain ya karena area ini tidak terlalu luas, namun cukuplah untuk membuat anak guling-gulingan di sini hingga tiba saatnya terbang. Untuk area boarding lounge ini mungkin akan banyak makan tenaga AC karena di area di pasang kaca-kaca yang lebar sekali sehingga cahaya matahari dari luar langsung masuk ke dalam. Cukup panas di dalam akibatnya.

Secara keseluruhan.. Terminal 3 ini memenuhi standar modern dan nyamannya sebuah bandara. Tinggal bagaimana pelayanan dari para staff bandara nantinya dan bagaimana operasionalnya. Karena sebagus dan senyaman apapun bandara jika staff nya tidak melayani secara profesional akan jelek juga nilainya. Bandara ini ditargetkan akan beroperasi seusai lebaran, tanggal berapanya saya belum tahu. Bila beroperasi nanti saya berharap kekurangan yang terjadi di sana sini sudah bisa dibenahi. Bandara yang sempurna akan menjadi kebanggaan bangsa dan biaya trilyunan yang dikeluarkannya tidak jadi sia-sia.
Kursi kuning (dok.yayat)

Serba kayu (dok.yayat)

Kursi hijau (dok.yayat)


Ian antono (dok.yayat)

Jumat, 01 Juli 2016

Mengulik Cara Dapat Duit dari Blogpreneur

Apa sih blogger? Apa bedanya sama wartawan? Dua pertanyaan ini saya terima saat saya menyambagi JCC dalam rangka gelaran Muslim Fesyen tempo hari. Si mbak yang bertanya pada saya penasaran karena “blogger” di sebut-sebut dalam sebuah acara talkshow di gelaran ini. Kebetulan si mbak duduk bersebelahan dengan saya menunggu dimulainya fashion show saat itu. Awalnya dia bertanya, apakah saya wartawan karena ia melihat saya aktif memotret di acara talkshow tadi. Saya bilang, saya bukan wartawan tapi blogger. Saya join di Kompasiana sejak 2009 tapi saya baru berani menyebut diri saya sebagai blogger itu dua tahun belakangan. Nggak pede saya menyebut diri saya blogger. Tulisan acak adul kok berani nyebut diri sebagai blogger. Saya cuma sebutir debu di trek Mugello.

Saya beri mbak tadi penjelasan mengenai apa itu blogger menurut versi saya. Singkatnya adalah blogger beda profesi dengan wartawan meski sama-sama menulis berita. Si mbak bertanya lagi, kenapa nggak jadi wartawan aja sekalian, kan wartawan dapat uang dan blogger nggak dapat uang. Si mbak kaget bukan kepalang saat saya bilang bahwa blogger itu bisa menjadi profesi yang menghasilkan uang kalau kita menjalaninya secara serius. Saya tidak bisa menyebut angka penghasilan seorang blogger untuk menjawab pertanyaan si mbak tadiyang memaksa saya menyebut bisa dapat uang berapa dari profesi blogger. Tapi nampaknya si mbak yakin bahwa penghasilan blogger termasuk besar saat saya bilang bahwa banyak teman-teman saya yang secara penuh menggantungkan hidupnya dari profesi blogger.

Salah satu blogger kawakan yang saya jadikan contoh buat si mbak adalah mbak Ani Bertha. Saya mengenal mbak Ani Bertha di awal saya gabung di Kompasiana. Saya ingat, dulu kalau ada acara Kompasiana, mbak Ani Bertha sering membawa anaknya ikut serta. Kemudian saya fokus dengan kesibukan saya di kantor dan tidak pernah lagi ketemu dengan mbak Ani Bertha. Sesekali saya baca kegiatannya via sosial media, nampaknya mbak Ani Bertha sibuk dengan kegiatannya juga. Saya takjub sekaligus senang melihat mbak Ani Bertha begitu maju dengan profesinya sekarang, menjadi seorang Blogpreneur. Saya beruntung bisa ikut mendengarkan sharing ringan tapi berdaging dari Mbak Ani Bertha disebuah cafe di daerah Kuningan Minggu 12 Juni 2016 lalu. Mbak Ani Bertha menjelaskan tentang apa dan bagaimana menjadi seorang Blogpreneur.


Menurut mbak Ani, siapapun bisa menjadi seorang blogpreneur, entah itu pekerja kantoran, pelajar, freelancer atau apapun. Menjadi seorang blogpreneur tentu ada prosesnya, nggak cuma berdasar dari kebisaan kita menulis. Bangun fondasi kata mbak Ani, layaknya sebuah rumah,agar tak rubuh tentu membutuhkan fondasi yang kuat. Fondasi seorang blogpreneur adalah menonjolkan kategori yang dikuasai. Misal Anda suka travelling, isilah blog Anda dengan tulisan tentang travel. Tulis ini secara rutin di blog Anda, jangan lupa tampilkan diri Anda agar pembaca tak menyebut Anda sebagai anonim. Lengkapi pondasi dengan menyebarkan tulisan Anda di social media. Promosi itu penting.

Kalau fondasi sudah terbangun, lanjutkan ke tahap kedua yaitu membangun interaksi. Dulu di Kompasiana ada istilah "buang sampah”. Istilah ini untuk orang yang menulis di Kompasiana lalu main tinggal aja.Komentar di tulisan tidak pernah ditanggapi. Menurut mbak Ani, penting untuk membangun interaksi dengan pembaca. Membalas semua komentar di blog kita terlihat sederhana, tapi itu bisa membuat interaksi kita dengan pembaca, yang akhirnya membuat pembaca nyaman datang ke tulisan kita. Interaksi di sosial media juga perlu. Lalu jangan lupakan interaksi di dunia nyata, lalukan interaksi secara offline untuk memperluas networking. Saat berinteraksi secara offline jangan lupa persiapkan perlengkapan. Kartu nama yang berisi informasi tentang kontak kita itu perlu lho. Ya secara gimana orang maumenghubungi kita kalo nggak kita kasih nomor kontaknya. Lalu.. selalu keep in touch. Jangan kasih kartu nama lalu melupakan orangnya.


Tahap selanjutnya adalah share pencapaian kita di sosial media. Narsis boleh asal tidak mengumumkan hal-hal yang pribadi di sosial media.Tapi bedakan narsis dengan pamer ya, narsis yang membuat orang termotivasi itu boleh. Misalnya, kita menang lomba blog, infoin aja biar yang lain termotivasi, tapi nggak perlu lah diinfokan berapa rupiah hadiah menang lomba blog itu. Jangan menulis hanya untuk lomba aja, tapi tulislah soal brand yang kita sukai meski itu free alias tanpa bayaran. Boleh juga kita menulis content untuk lembaga non profit secara free tentunya. Anggap aja ini buat nambah portofolio kita. Jangan serba menarik bayaran ya.

Menjadi blogpreneur dituntut untuk kreatif dan berani action. Beranikan diri buat membuat proyek kecil-kecilan, kalo nggak berani bikin proyek kecil-kecilan buatkan proyek besar-besaran hihih. Nggak punya dana? Ajukan proposal pada sponsor. Biar proposal disetujui oleh sponsor, buatlah proyek yang unik dan menarik. Ciptakan peluang sendiri dan jangan menunggu dikasih peluang sama orang dan teruslah belajar mengenai hal-hal yang baru, kata mbak Ani.


Apa aja sih peluang bagi seorang blogpreneur? Banyak banget. Job review adalah tulisan tentang review suatu produk. Ghost writer, menulis untuk orang lain. Masih ada lagi content writer dan content planner. Yang hobi bersosmed bisa mengambil peluang sebagai sosial media specialist. Lalu ada speaker, pembicara di sebuah acara. Event organizer, yang merancang sebuah acara. Buzzer management, ini adalah yang paling sering dilakukan oleh blogpreneur terutama yang punya sosial media dengan follower banyak. Terakhir ada social media consultant. Tentu masih banyak peluang usaha bagi seorang blogpreneur asal ia terus mengembangkan kemampuannya. Jadi.. tertarik untuk menjadi seorang blogpreneur?