Rabu, 22 Juni 2016

Malaysia Fashion Week 2016, Kerjasama dan Promosi adalah Kunci

Indonesia dan Malaysia punya gaya busana yang mirip secara asalnya dari bangsa Melayu. Dalam hal pakaian muslim, dua negara ini juga punya gaya yang tak juh berbeda malah terkadang saling berkolaborasi. Malaysia sama seperti Indonesia sebagian besar penduduknya beragama Islam. Maka itu Muslim fashion berkembang pesat di sana sama seperti halnya dengan Indonesia. Di ajang Muslim Fashion Festival (Muffest) yang diadakan pada 25-29 Mei 2016 di Plaza Senayan Jakarta, Malaysia merupakan salah satu negara yang ikut serta memamerkan karyanya di ajang ini.

Saya berkesempatan ikut teman-teman blogger berbincang-bincang dengan Mr. Abu Bakar Yusof, Director Lifestyle Section MATRADE (Malaysia External Trade Development Corporation) yang khusus datang ke Jakarta guna melihat secara langsung bagaimana perkembangan Muslim Fashion di Indonesia melalui Muffest ini. Oh iya.. acara Muffest memang tidak melulu hanya menjual pakaian saja tapi juga ada talkshow dan fashion show juga. Jadi kita nggak cuma bisa beli baju tapi juga dapat ilmu. Mantap tho.

Menurut Mr. Abu Bakar Yusof, Malaysia juga punya event Fashion Week dan malah sudah diselenggarakan sejak tahun 2014. Tahun ini rencananya Malaysia Fashion Week akan dilangsungkan pada 2-5 November 2016. Ajang ini bertujuan untuk memajukan industri fashion di Malaysia, biar para pelaku industri fashion Malaysia bisa bersaing dengan brand internasional. Saat ini brand Internasional seperti Zara, H&M, Dolce Galbana dan Uniqlo sudah mulai melirik pasar muslim fashion. Kalau seluruh fashion didominasi oleh brand-brand internasional ini kan repot juga. Pelaku industri lokal akan susah memasarkan produknya.

Desainer dari Indonesia banyak yang mengikuti ajang Malaysia Fashion Week. Mr. Abu Bakar Yusof mengakui bahwa Indonesia memiliki banyak desainer yang sangat berbakat dan hasil karyanya bisa diperhitungkan. Ditanya mengenai pencapaian omzet di Malaysia Fashion Week, Mr. Abu Bakar Yusof bilang bahwa di MFW 2014 omzetnya mencapai 90 juta ringgit.. hitung sendiri deh berapa rupiah. Sungguh bukan omzet yang main-main. Tahun ini ia menargetkan MFW akan mencapai target 40% lebih tinggi dari pencapaian di tahun 2014.

Mengenai Muffest, Mr. Abu Bakar Yusof mengatakan bahwa penyelenggaraan Muffest berlangsung sangat baik. Banyak sisi di mana kita bisa berkolaborasi bersama di Malaysia Fashion Week, katanya. Memang sebagai negara serumpun, sebaiknya bisnis ini dilakukan dengan kolaborasi dan bukan sendiri-sendiri. Berkolaborasi akan menghasilkan kekuatan lebih besar dan mendapat efek yang juga lebih besar.

Indonesia berancang-ancang menjadi Pusat Fashion Muslim Dunia tahun 2020. Untuk ini Mr. Abu Bakar Yusof mengingatkan agar desainer Indonesia terus melakukan promosi di tingkat lokal dan internasional. Kalau memplesetkan kalimat mas Giring Nidji.. Mimpi adalah kunci maka saya bisa bilang bahwa promosi adalah kunci untuk membuat dunia fashion Indonesia berkembang. Inilah yang tak pernah putus dilakukan oleh Malaysia. Malaysia terus melakukan promosi dan membuka diri untuk bekerja sama dengan pelaku industri negara lain.

Saya tidak sabar ingin melihat bagaimana Malaysia Fashion Week 2016 berlangsung. Penyelenggaraan Muslim Fashion Week berdekatan dengan ajang internasional lain yang juga rutin diselenggarakan oleh Malaysia.. yaitu MotoGP Sepang 28-30 Oktober 2016. Siapa tau dari Sepang bisa lanjut nonton Malaysia Fashion Week (ngarep).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar