Kamis, 09 Juni 2016

Demi kesehatan pilih kaca yang cerdas dan berkualitas

Berkendara di jakarta merupakan sebuah kebutuhan. Kehidupan di Jakarta khususnya yang menuntut semua dilakukan serba cepat membuat orang-orang memilih alat transportasi yang praktis, mobil atau motor. Memang jalan raya Jakarta yang macet menjadi salah satu penghalang namun mengingat angkutan umum di Jakarta belum memadai maka motor atau mobil menjadi pilihan. Mobil tentu lebih memberi kenyamanan ketimbang motor karena pengendaranya terlindung dari panas dan hujan. Tapi... belum semua orang mampu membeli mobil. Pengendara mobil terlindung dari hujan.. itu betul, tapi terlindung dari panas? Nah ini dia...

Belajar sedikit soal matahari sebagai panas yuk. Matahari itu terdiri dari bagian yaitu sinar infra merah 53%, sinar ultra violet 3% dan cahaya tampak sebesar 44%. Infra merah tidak terlihat oleh mata kita tapi kita rasakan sebagai panas. Sinar ultra violet cukup berbahaya buat kita kalau kita mengalami penyinaran radiasi terus menerus. Penuaan dini, katarak dan kanker kulit adalah beberapa hal yang disebakan oleh radiasi sinar UV. Cahaya tampak merupakan bagian matahari yang paling berguna buat kita karena berkat cahaya tampak maka hari jadi terang dan kita menyebutnya siang.

Untuk pengendara mobil yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan raya, kenyamanan di dalam mobil adalah faktor utama. Bayangkan.. jalan macet, cuaca panas dan panasnya nembus ke dalam mobil, nggak enak banget kan. Iya sih ada AC... tapi kalau terlalu panas maka AC akan bekerja lebih keras dan ujung-ujungnya bikin boros bensin. Nah.. bagaimana supaya sinar matahari tidak langsung menembus mobil? Itulah perlunya kaca film untuk kaca mobil. Kaca film mengurangi cahaya matahari menembus masuk ke dalam mobil. Kaca film yang berkualitas bahkan bisa menyaring sinar matahari yang masuk dan tidak sekedar mengurangi panas. Banyak kaca film yang beredar di luar, tapi yang berkualitas adalah kaca film V-Kool.

Apa itu V-Kool?

V-Kool adalah brand global yang bergerak di bidang kaca film dan merupakan “brand super premium” dari Eastman Chemical Company. Kaca film V-Kool memiliki karakteristik Spectrally-Selective yaitu menolak panas infra merah yang menggunakan XIR STI Technology yaitu proses sputtering yang dikembangkan dan diproduksi di Silicon Valley Amerika Serikat. Masih kurang yakin dengan V-Kool? Nih tambahan info yaaaa.. V-Kool adalah kaca film pertama di dunia yang menggunakan teknologi canggih penyeleksi gelombang yang diadopsi pada coater pesawat Stealth Bomber.

V-Kool sudah dapat banyak sekali penghargaan karena kualitasnya. Kaca film yang diproduksi di pabrik Southwall Technologie di USA ini pernah mendapat penghargaan sebagai Top Brand no 1 dari 2008 sampai 2015. Lalu Autobild Customer Satisfaction Award dari tahun 2006 sampai 2013. V-Kool dapet juga penghargaan Top 100 Inventions of Millenium tahun 1999 dari Popular Science USA. Pernah dapat juga Otomotif Choice Award 2014-2015 dan masih banyak lagi penghargaan lainnya.

Bagaimana cara kerja V-Kool?

V-Kool menolak sinar matahari lebih banyak dari kaca film lainnya. Kemampuan menolak panas ini dinilai dari berapa angka TSER (Total Solar Energy Rejection) yang didapat V-Kool. Makin besar nilai TSER makin besar energi matahari yang ditolak. Filter penolak panas V-Kool terletak diantara dua polyester bening dan berlapis metal. Lapisan metal ditembakkan sampai 7 lapis agar V-Kool menolak panas dengan maksimal. Ada 7 elemen dalam pemasangan kaca film V-Kool yaitu kaca, liner yang bisa dilepas, lem untuk penempelan di kaca, polyester bening berlapis metal, lem untuk laminasi, polyester bening, dan anti gores yang mengandung penyerap UV. Jadi kalau kaca filmnya tergores maka hanya fisik kacanya aja yang tergores, anti panas V-Kool akan tetap berfungsi dan nggak terpengaruh oleh goresan ini.

Saat saya dan teman-teman berkunjung ke kantor V-Kool, Minggu 29 Mei 2016 lalu, kita dikasih tes untuk merasakan perbedaan kaca film V-Kool dengan kaca film lain. Tes dilakukan dengan pancaran lampu 250 watt, yang menggunakan kaca film merk lain panasnya terasa banget bahkan sampe semeter dari kaca yang di tes. Tapi saat kaca film V-Kool di tes, panasnya nggak terasa, adem. Selain bikin adem karena kaca V-Kool menolak panas, kaca V-Kool juga melindungi pengendaranya dari sinar Ultra Violet hingga 99%.

Tes berikutnya, kami dibawa ke depan 4 kotak kaca. Kotak-kotak ini diberi lapisan kaca yang berbeda, ada yang diberi lapisan kaca biasa, lapisan kaca film merk X dan kaca film V-Kool. Di dalam masing-masing kaca ada lampu yang menyorot. Nah saat lampu ini dinyalakan, kami disuruh membandingkan kondisi di depan kaca yang dilapisi kaca film merek berbeda. Tetap ye.. kaca film V-Kool menang karena panasnya lampu sorot sukses ditolak oleh V-Kool. Kondisi di depan kaca tetep adem.

Hal yang sama terjadi saat tes benar-benar dilakukan pada mobil. Mobil salah satu kompasianer yang tidak menggunakan V-Kool disorot dengan lampu dan dibandingkan hasilnya dengan mobil yang menggunakan kaca film V-Kool. Teman-teman masuk ke dalam mobil untuk merasakan perbedaanya secara langsung. Hasilnya mobil yang tidak menggunakan kaca film V-Kool kondisi di dalamnya lebih panas karena panasnya sorot lampu tidak ditolak dengan sempurna.

Cerdas memilih kaca film

Tes yang dilakukan tadi mencerminkan betapa berkualitasnya V-Kool sebagai penolak panas. Sebenarnya V-Kool bukan cuma bisa digunakan sebagai pelapis kaca mobil tapi juga bisa dipakai sebagai pelapis kaca gedung dan rumah. Di USA sendiri V-Kool lebih banyak digunakan sebagai pelapis kaca rumah dan gedung ketimbang mobil, beda dengan di Indonesia. Di Indonesia V-Kool digunakan untuk kaca mobil tipe premium karena V-Kool adalah kaca film kelas premium. Kesadaran menggunakan kaca film V-Kool memang belum banyak disadari oleh pemilik kendaraan selain mobil premium dengan alasan harga kaca film V-Kool mahal. Padahal kalau kaca film V-Kool dipasang di mobilnya maka akan menjadikan pasaran harga mobil itu lebih tinggi lho.

Pemilihan kaca film untuk mobil terkadang didasari oleh gelap tidaknya kaca film. Makin gelap kaca film maka kaca itu dianggap makin menolak panas. Padahal anggapan ini salah banget. Kaca film berwarna gelap belum tentu memiliki kemampuan menolak panas dan bahkan kaca film yang punya 80% anti gores tidak mampu menolak panas. Terus jangan sembarang pakai hitam buat kaca film lho karena di Indonesia maksimal kaca gelapnya adalah 80%. memang sih belum ada peraturan tegas di sini soal penggunaan kaca gelap tapi kita harus berfikir soal safety. Makin gelap kaca belum tentu makin safety.

Selain soal kualitas kaca film, ada hal-hal lain yang membuat sebuah kaca film menjadi pilihan. Misalnya, perusahaan apa yang membuat kaca film tersebut, bagaimana layanan purna jualnya dan bagaimana garansinya. V-Kool hadir di Indonesia sudah 21 tahun, diproduksi oleh perusahaan Internasional. Karena membuat kaca film V-Kool harus menggunakan mesin-mesin yang berteknologi tinggi maka pembuatan kaca film V-Kool hanya bisa dilakukan di Amerika. Jadi di Indonesia cuma menjual saja dan keasliannya dijamin lho karena V-Kool tidak bisa ditiru. V-Kool memiliki rangkaian produk yang dipilih sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia, memiliki teknologi Multi Layered Sputtering dan bergaransi 5 tahun. Jaringan dealernya tersebar di 40 kota, jadi kalau Anda mau klaim garansi, Anda nggak harus klaim di kota di mana Anda membeli V-Kool. Nah kurang berkualitas apakaca V-Kool? Ingat sehat ingat V-Kool.


Note : dimuat juga di Kompasiana 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar