Kamis, 21 April 2016

Jorge Lorenzo Resmi Pindah ke Ducati

Akhirnya rumor yang terdengar sejak awal tahun ini terjadi juga. Rumor tentang status Jorge Lorenzo di Yamaha. Setelah penggila balapan bertanya-tanya kenapa Jorge Lorenzo tidak juga memperpanjang kontraknya yang berakhir tahun ini dengan Yamaha, hari ini dipastikan bahwa Jorge Lorenzo akan pindah dari Yamaha ke Ducati akhir musim ini. Sebenarnya kepindahan ini telah diprediksi dan desas-desus kepindahan Lorenzo ke Ducati makin terdengar setelah Valentino Rossi duluan memperpanjang kontraknya dengan Yamaha. Rossi akan balapan di Yamaha sampai tahun 2018.

Yamaha dalam pernyataannya menyatakan kerjasama dengan Lorenzo usai akhir musim ini karena Lorenzo akan mengambil tantangan baru. Selama di Yamaha Jorge Lorenzo telah memberikan 3 gelar juara dunia MotoGP (2010, 2012 dan 2015), meraih 41 kemenangan dan meraih 99 podium dari 141 kali balapan. Yamaha berterimakasih atas kontribusi yang telah diberikan oleh Jorge Lorenzo dan berharap Lorenzo akan dapat meraih gelar juara dunia MotoGP keempat bersama tim barunya.


Ducati mengumumkan berita ini beberapa saat kemudian. Ducati menyatakan bahwa mereka telah membuat kesepakatan baru dengan Lorenzo dan memastikan Lorenzo akan balapan bersama tim Ducati tahun 2017-2018. Ducati berharap, nantinya Lorenzo akan memberikan gelar juara dunia MotoGP kepada Ducati seperti yang telah diberikan oleh Casey Stoner pada tahun 2007. Kenapa Lorenzo memutuskan pindah ke Ducati?

Menurut saya, yang pertama adalah faktor uang. Meski saya belum dapat info mengenai berapa nilai kontrak Lorenzo di Ducati tapi saya yakin nilai tersebut jauh lebih tinggi daripada yang diberikan oleh Yamaha. Ducati tidak sayang sama uang, itu terjadi pada Rossi yang dulu juga memutuskan pindah ke Ducati. Yang kedua adalah faktor harga diri. Untuk menyejajarkan diri pada para legenda MotoGP tidak afdol jika Jorge meraih juara dunia hanya dari Yamaha. Valentino Rossi pernah juara dunia di Honda dan Yamaha, Casey Stoner pernah juara dunia di Ducati dan Honda, masa' Lorenzo cuman juara dunia dari 1 tim aja. Jago kandang itu namanya.

Faktor ketiga, ini faktor yang pernah dialami oleh Vale saat memutuskan pindah ke Ducati. Dulu Vale meninggalkan Yamaha karena Lorenzo sedang bersinar. Tidak bisa ada dua matahari dalam satu tim, katanya waktu itu. Walaupun tim Yamaha (katanya) tidak membedakan keduanya, tapi pada kenyataannya, perbedaan itu tetap ada. Itulah yang terjadi dengan Lorenzo saat ini. Vale sedang merangkak naik, meski tahun ini diprediksi pencapaian Vale akan lebih sulit dari tahun lalu tapi Yamaha lebih “berpihak”pada Vale. Faktor keempat adalah peningkatan skill. Lorenzo digdaya di atas Yamaha YZRM1 itu sudah terbukti. Sekarang saatnya ia mencoba naik motor yang beda.


Motor Ducati itu liar dulunya tapi sekarang di tangan Dall’Igna, Ducati menjadi motor yang lebih kuat dan lebih mudah dikendalikan. Terbukti Dovizioso dan Iannone telah menjadi lawan tangguh bagi rider lainnya. Hanya keberuntungan saja yang belum membuat mereka bisa memberikan banyak poin untuk tim Ducati. Dengan mengendarai motor selain M1, skill Lorenzo bisa jadi lebih bagus lagi. Tapi kalaupun Lorenzo gagal di atas Ducati, itu akan jadi pengalaman bagus untuknya juga. Sama seperti Vale dahulu.

Itulah empat poin yang menurut saya menjadi dasar kepindahan Lorenzo ke Ducati. Untuk pengganti Lorenzo, Yamaha belum memberikan nama. Namun, nama Maverick Vinales, rider yang sekarang balapan di tim Suzuki, menjadi calon kuat pengganti Lorenzo. Vinales punya skill lebih bagus dari Aleix Espargaro. Beberapa kali Vinales sempat bikin repot para pembalap papan atas. Kalo aja Vinales ditunjang dengan motor yang mumpuni, bukan nggak mungkin ke depannya Vinales akan menjadi pembalap yang patut diperhitungkan. So... saya mau ucapin... good bye Jorge Lorenzo... baik-baik di Ducati yaaa... jangan marah-marah mulu ya kalau sering jatuh.

Sumber : motogp.com, crash.net

Diposting di Kompasiana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar