Selasa, 12 April 2016

Hebohnya Meet and Greet Rio Haryanto


Setelah mendengar informasi dari seorang teman tentang meet and greet yang akan diadakan oleh Rio Haryanto tanggal 7 April kemarin, saya meniatkan diri untuk datang. Bukan karena ngefans, tapi penasaran melihat suasana meet and greet dengan idola baru di negeri ini. Jalan raya Jakarta macet seperti biasa, untungnya saya sampai di mal Kota Kasablanca, mal besar di bilangan Kuningan Jakarta Selatan jam 18.15 wib, 45 menit sebelum jadwal acara meet and greet.

Mal Kokas lebih ramai dari biasanya. Sebagian besar sudah tau ada jumpa fans dengan Rio Haryanto di area utama, sebagian lagi bertanya kanan kiri, ada acara apakah hingga mal ramai begini. Di panggung yang disediakan, seorang penyanyi menyanyikan lagu untuk menghibur ratusan fans Rio Haryanto yang sudah hadir di situ. Saya bersama seorang teman, berusaha mencari posisi yang bagus agar Rio Haryanto bisa kami lihat jelas nantinya. Sayangnya.. posisi tersebut tak ada. Semua sisi sudah penuh dengan orang-orang yang menanti kedatangan Rio Haryanto.

Panggung ini dilengkapi dengan layar monitor agar orang yang tak dapat melihat Rio dengan jelas dapat melihatnya melalui layar monitor. Lalu di depan panggung diletakkan replika mobil Formula One yang dikendarai Rio Haryanto. Sudah pasti ini hanya replika, karena nggak mungkin mobil Formula One team Manor Racing dibawa kesana kemari. Mobil harus dijaga ketat dan nggak boleh jauh dari team dan mekanik Manor Racing. Mobil itu nggak murah harganya dan harus selalu siap untuk berlaga di seri selanjutnya. Karena itu saya dan teman saya tertawa saat pembawa acara mengatakan “inilah salah satu mobil yang dikendarai oleh Rio Haryanto di Formula One”.


Menit-menit menjelang jam 7 malam, jadwal di mana Rio Haryanto seharusnya ada di panggung, si empunya nama belum kelihatan tapi para fans sudah berteriak-teriak memanggil nama Rio Haryanto. Pembawa acara malah memanggil seorang wartawan otomotif dan petinggi Pertamina untuk berbincang di panggung. Akhirnya, hampir jam 19.30, Rio Haryanto berjalan menuju panggung dengan senyum di wajahnya. Para penggemar heboh, teriakan “Rio! Rio!” bersahutan. Ratusan telepon genggam teracung ke udara, si empunya telepon genggam berusaha mendokumentasikan kedatangan Rio Haryanto. Suasana sangat.. sangat riuh.

Sebelum acara bincang-bincang, lagu Indonesia raya dinyanyikan. Rio menyanyikan lagu kebangsaan kita dengan memegang bendera merah putih. Semua yang hadir ikut bernyanyi, sayang teriakan “Rio! Rio!” dan juga kilatan lampu blitz yang tidak juga berhenti sangat mengganggu kekhidmatan ini. Di sebelah saya, beberapa gadis nggak berhenti berkomentar “Rio cakep ya, Rio Keren ya... aduhhh dia terharu banget tuh nyanyi Indonesia Raya... Rio! Rio!” Saya bersyukur masih bisa meredam emosi dan nggak menjitak gadis-gadis ini. Come on girls...


Di panggung itu, dengan ditemani oleh seorang wartawan dari Otomotif dan seorang petinggi Pertamina, juga dua orang host, yang suara nyaringnya mengalahkan suara Rio yang kalem, Rio menyapa penggemarnya. Lagi-lagi para penggemar heboh. Suasana mirip konser musik, sangat berisik. Saya tidak bisa mendengar dengan jelas sebagian besar bincang-bincang di panggung karena suasana sangat riuh. Ketika saya bisa mendengar dengan jelas suara Rio, yang terucap dari dirinya adalah kalimat-kalimat yang biasa ditulis di media.

Rio sangat bersyukur bisa balapan di Formula One bersama para jago balap dunia. Ia tak bosan dengan latihan yang telah dijalani sejak umur 6 tahun, karena itu adalah konsekuensi dari jalan hidup yang telah ia pilih. Seandainya Rio dilahirkan kembali, maka ia nggak akan mengubah apapun yang telah ia alami, Rio akan tetap memilih menjadi pembalap F1. Ini sebagian jawaban Rio atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya.


Untung ada pertanyaan yang lumayan dari wartawan otomotif yang hadir malam itu. Ia menanyakan mana lebih enak, mengendarai GP2 atau F1. Rio menjawab secara teknik, mobil F1 lebih nyaman karena elektronik nya jauh berbeda dengan mobil GP2 dan mobil F1 bisa dibawa ngacir lebih cepat. Tenaga dan akselerasi pada mobil F1 jauhhh di atas GP2. Ya iyalah Rio, F1 gitu lho.

Seorang penonton bilang bahwa ia dan teman-temannya telah membuat mobil balap yang sering menang kejuaraan, ia menanyakan apakah Rio mau mencoba mengemudikan mobil tersebut. Dengan yakin, Rio bilang iya... ia akan mencobanya jika ada waktu. Sayangnya saya nggak bisa lihat dengan jelas siapakah penonton yang mengajukan pertanyaan ini, padahal saya juga pengen tanya-tanya tentang mobil yang ia katakan pada Rio tadi.

Menjelang acara bincang-bincang usai, host memanggil beberapa penonton untuk foto bersama Rio Haryanto. Tapi jangan senang dulu... karena acara foto bersama Rio ini ada syarat dan ketentuannya yaitu harus beli produk oli Fastron Pertamina seharga satu juta rupiah dulu. Kalo udah beli.. silakan berfoto dengan Rio Haryanto. Supaya penonton lain nggak kecewa, Rio Haryanto berfoto bersama dengan para penonton dan bisa ditebak.. acara foto bersama ini sangat heboh. Pembawa acara sampai bolak-balik mengingatkan jangan sampai membuat Rio terlalu capek karena Rio harus menjaga stamina buat balapan seri berikutnya.

Jam 8 malam teng.. Rio Haryanto meninggalkan panggung diikuti dengan ratusan orang yang masih berusaha mendapatkan foto Rio dan sekedar bersalaman dengannya. Para security dibuat repot luar biasa. Namun saya salut, Rio Haryanto menanggapi ulah para penggemarnya dengan senyum dan berusaha menyalami tangan-tangan yang terulur padanya, di sela-sela penjagaan security. Akhirnya Rio menghilang ke dalam lift yang sudah dibuka khusus untuknya. Penggemar pun kecewa. Saya dan teman-teman cuma bisa tertawa dengan kejadian itu.

Magnet Rio Haryanto memang luar biasa. Lepas dari orang-orang yang hadir ini tau soal F1 atau tidak, tapi acara tadi sudah memberikan pesan kuat bahwa... ngefans lah pada Rio Haryanto biar kekinian hahahaha kidding. I mean.. pesan kuat bahwa Rio Haryanto itu sangat menjual. F1 sendiri tau kok soal ini. Kalo akun twitter F1 mengetwit nama Rio Haryanto, yang retweet bisa ratusan hanya dalam waktu semenit. Mana ada pembalap lain di Formula One yang bisa kayak gitu. Ngomong-ngomong.. ada yang tau? Udah terkumpul duit berapa ya buat sisa hutang Rio Haryanto, jatuh tempo bulan Mei kan. Tik tok.. tik tok..

Note  : Juga di tulis di Kompasiana  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar