Rabu, 27 April 2016

Nostalgia Seharga Sepuluh Ribu di FKN 2016

Siang itu hati saya melow.. kalo nggak nahan emosi mungkin saya udah mbrebes mili (nangis). Kenapa kah nyonya Vale jadi melow? Saya melow gara-gara segelas Wedang Uwuh. Ingatan saya melayang saat saya meminum Wedang Uwuh panas yang nikmatnya tak terkira dua tahun lalu,di lesehan pinggir jalan Malioboro Jogjakarta. Wedang Uwuh mengingatkan saya bahwa saya sudah dua tahun nggak pulang kampung... menyambangi ayah saya di Jogja sana, biasanya saya selalu pulang kampung tiap tahun saat lebaran. Tahun lalu saya absen mudik. Pedasnya Wedang Uwuh harga sepuluh ribu membuat mata saya pedas juga.

Wedang Uwuh merupakan salah satu jenis minuman khas yang dijual di FestivalKuliner Nusantara 2016. Festival Kuliner Nusantara 2016 diadakantanggal 15-16 April di Mal Artha Gading Jakarta. Saya berkesempatan datang ke sana hari Sabtu, 16 April bersama teman-teman dari KPK …Komunitas Pengila Kuliner. Sungguh saya senang datang ke acara seperti ini karen makanan dan minuman khas dari daerah-daerah di Nusantara di jual di sini. Kalau Anda nggak mau beli ngak apa-apa,icip-icip gratis disediakan di seluruh stand peserta yang ada.

Setelah seluruh peserta Grebek KPK 22 berkumpul, kami langsung menyambangi stand-stand yang ada di sana. Cari tau makanan khas daerahnya dan nggak lupa icip-icip. Stand provinsi banten merupakan salah satu stand dengan isi paling banyak. Ada rak penuh berisi makanan kering yang bisa dibeli untuk oleh-oleh. Di atas meja-mejanya disajikan makanan khas Banten, ada Bandeng, dodol dan lain-lain. Barisan botol berisi air berwarna orange menyita perhatian saya. Itu apa? Ternyata itu botol itu berisi sirup belimbing wuluh. Asem dong? Nggak pemirsa.. sirup belimbing wuluh ini manis dan segar tapi rasa asemnya tetep ada.

Saya menyambangi stand selanjutnya yang memajang aneka sambal. Per toples kecil sambal dijual dua puluh ribu rupiah. Lalu stand dari Ambon menjadi tujuan saya kemudian. Stand Ambon ini selalu ramai. Kompasiner mbak Sita kepingin banget mencoba papeda yang dijual distand ini. Papeda sedang dibuat oleh penjaga stand. Papeda ini terbuat dari sagu, dimakan dengan sayur khas Ambon. Ada sayur kuah kuning dan ikan buat pelengkap. Saya mencicipi papeda yang dibeli mbak Sita. Papeda terasa manis dengan sayur khas Ambon yang royal dengan bumbu. Cocok di lidah saya.

Kelar makan papeda saya keliling lagi. Saya datangi stand Jakarta yang menjual minuman khas Betawi kesukaan saya.. yaitu bir pletok. Meski namanya bir tapi bir ini nggak bikin mabok karena terbuat darirebusan jahe, gula dan rempah-rempah lainnya. Rasanya manis pedas menyegarkan. Hari makin sore... saya ke stand Sawah Lunto. Ada penganan kering yang saya kira bihun goreng ternyata terbuat dari tepung beras, namanya Kare-Kare. Kare-kare disuguhkan hanya jika ada hajatan besar di Sawah Lunto, jadi cuma ada di acara khusus gitu.Rasanya garing dan manis, saya membeli dua pak untuk cemilan dirumah, harganya 25 ribu rupiah untuk dua pak.

Masih banyak stand yang saya sambangi, acara seperti ini sungguh bermanfaat buat kita yang hobi kuliner dan ingin tau masakan khas daerah-daerah di Indonesia karena akan sulit jika kita menyambangi langsung ke daerahnya satu persatu. Sayangnya beberapa stand telah kosong tak ada pesertanya. Mungkin pesertanya sudah kembali ke daerahnya masing-masing. Seperti penjual wedang uwuh yang bilang bahwa mereka akan kembali ke Solo malam itu. Hati-hati mbak Wedang Uwuh.. salam buat penjual soto Timlo di Solo.


Note : Dimuat juga di kompasiana

MotoGP Jerez, Rossi Juara, Lorenzo Kecewa

Valentino Rossi menang!!! The Doctor menjuarai MotoGP Jerez Spanyol, 24 April 2016. Start dari posisi pole, Vale tak terbendung ngacir hingga finish. Jorge Lorenzo di lap awal sempat berusaha bertarung dengan Vale tapi Vale sedang on fire dan nggak mengijinkan siapapun melawannya. Marquez yang finish ketiga di awal-awal lap juga berusaha mengambil alih posisi dua dari Lorenzo tapi Lorenzo melawan. Jadi di lap-lap akhir jarak Vale, Lorenzo dan Marquez berselisih cukup jauh. Sebuah balapan yang membosankan? Selama Vale ada di posisi terdepan nggak ada balapan yang membosankan hahahahah.

Balapan berlangsung dalam 27 lap. Posisi pole kali ini adalah pole yang ke 52 buat Vale di sepanjang karir Premier class. Lorenzo start dari posisi dua dan Marquez posisi tiga. Vale melakukan start sempurna dan langsung ngacir ke depan. Lorenzo membuntuti ketat di belakangnya. Dani Pedrosa naik dari posisi tujuh ke posisi tiga. Marquez turun ke posisi empat. Lap kedua Marquez overtake Dani Pedrosa buat posisi tiga. Nggak ada perlawanan berarti dari Dani Pedrosa.

Lap ketiga Lorenzo overtake Vale dari tikungan dalam, tapi Vale overtake lagi. Vale tetap memimpin balapan. Marquez kian mendekati Lorenzo sementara Vale berusaha menjaga jarak. Gap Rossi ke Lorenzo adalah 0,4 detik. Nggak lama gapnya bertambah lagi menjadi 0,7 detik. Marquez makin dekat ke Lorenzo tapi belum mempunyai kesempatan untuk overtake. Vale mencatat fastest lap 1:40:150, Vale terlihat nyaman memacu motornya. Lap keenam selisih waktu Vale ke Lorenzo menjadi 1.156 detik, Vale makin ngacir dan Jorge makin susah menyalip. Marquez masih setia membuntuti Lorenzo. Nggak tau kapan nyalipnya.. kayaknya udah deketttt banget tapi belum kesalip juga. Malah Marc sempat melebar di sebuah tikungan.

Lap ketujuh Alvaro Bautista crash. Di posisi empat Dani Pedrosa balap sendirian. Dani Pedrosa sekarang jadi kayak rider penggembira aja gitu. Padahal Dani rider senior di MotoGP tapi feeling buat bertarungnya entah terbang kemana. Sayang banget. Marquez makin deket ke Jorge, sempet ada usaha buat nyalip tapi mentah lagi. Sisa 18 lap dan Vale makin ngacir di depan. Sesuai dengan tagline Yamaha.. Vale semakin di depan hahahaha. Nasib sial masih belum beranjak dari diri Andrea Dovizioso. Kali ini Dovi terpaksa out dari balapan karena motornya bermasalah. Kayaknya bener kata Matteo Guerinoni.. Dovi kudu ganti nomor tuh, soalnya angka 4 bawa sial.

Sementara itu selisih waktu Vale dengan Jorge jadi 2,3 detik di 17 lap tersisa. Aki-aki lagi kebelet kali ya jadi ngebut hahahaha. Pol Espargaro terlibat duel dengan Cal Crutchlow berebut posisi 7 di 15 lap tersisa. Di 14 lap tersisa Vale mencatat fastest lap lagi. Di 13 lap tersisa Aleix Espargaro berusaha membabat Dani Pedrosa buat posisi 4. Jarak Lorenzo ke Marquez terpaut 4 detik sudah. Marquez udah males ganggu Lorenzo kayaknya. Males apa nggak enak hati sih? Di 10 lap tersisa gap Vale ke Lorenzo terpaut 2.344 detik lalu berkurang jadi 2.171 detik... lalu berkurang lagi jadi 2.008 detik. Saya mulai deg-deg an. Apa-apaan ini Lorenzo makin mendekat. Tapi saya yakin Vale masih aman.

Bener aja kan.. gap Vale ke Lorenzo naik lagi jadi 2.108 detik.. terus naik ke 2.289 detik dan sempat menyentuh 2,7 detik di 6 lap tersisa. Syukurlah Lorenzo menyadari kekhilafannya.. memacu motor di atas limit akan berakibat buruk untuknya. Supaya nggak boring, Pol Espargaro menyuguhkan duel dengan Iannone dan duel ini dimenangi oleh Iannone. Di 5 lap tersisa gap Vale ke Jorge menyentuh 3,3 detik. Terlihat legenda MotoGP Giacomo Agostini menonton balapan dari pinggir trek. Di 2 lap tersisa lean angle Vale menyentuh 59 derajat.

Lap terakhir.. penonton bersorak sorai menyambut Vale yang memacu motor menuju garis finish. Ribuan Popolo Gallo berkibar. Akhirnyaaaa... Vale menyentuh garis finish.. Vale menang! Lorenzo finish kedua dan Marquez finish ketiga. Vale, crew dan fans bersukacita menyambut kemenangan ini. Vale bergaya duduk menyamping di motornya saat victory lap. Sungguh saya lupa kapan Vale melakukan selebrasi dengan gaya seperti ini. Udah lama bangetttt. Sambutan penonton di Sirkuit Jerez atas kemenangan Vale sungguh luar biasa. Walaupun Jerez adalah rumah bagi Marquez tapi fans Vale sangat banyak di sini.

Dalam komentarnya setelah race, Vale bilang bahwa timnya telah bekerja keras sepanjang weekend dan minggu ini adalah minggu yang sempurna. Lagi-lagi podium sungguh canggung. Nggak ada tegur sapa antara Vale, Jorge dan Marquez. Marahan yang berkepanjangan heheheh. Marquez seperti biasa ceria di podium tapi Lorenzo nggak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Manyun aja gitu. Podium ini merupakan podium Vale yang ke 177 dan kemenangan ke 113 di sepanjang karir premier classnya. Prestasi mana lagi yang kau dustakan. Setelah tidak finish di race Austin kemarin, race Jerez merupakan balas dendam bagi Valentino Rossi. Congratulations dear Vale.. you did a great job. Very proud of you.

Hasil selengkapnya MotoGP Jerez adalah (1-19) : Valentino Rossi – Jorge Lorenzo – Marc Marquez - Dani Pedrosa – Aleix Espargaro – Maverick Vinales – Andrea Iannone – Pol Espargaro – Eugene Laverty – Hector Barbera – Cal Crutchlow – Bradley Smith – Loris Baz – Stefan Bradl – Yonny Hernandez – Michelle Pirro – Jack Miller – Tito Rabat – Scott Redding. Yang tidak finish : Andrea Dovizioso – Alvaro Bautista.

 Posisi klasemen sementara adalah (1-21) : Marc Marquez (82 poin) – Jorge Lorenzo (65 poin) – Valentino Rossi (58 poin) – Dani Pedrosa (40 poin) – Pol Espargaro (36 poin) – Maverick Vinales (33 poin) – Aleix Espargaro (32 poin) – Hector Barbera (31 poin) – Eugene Laverty (28 poin) – Andrea Iannone (25 poin) – Andrea Dovizioso (23 poin) – Bradley Smith (20 poin) – Stefan Bradl (17 poin) – Scott Redding (16 poin) – Alvaro Bautista (14 poin) – Michele Pirro (12 poin) – Tito Rabat (11 poin) – Cal Crutchlow (5 poin) – Loris Baz (4 poin) – Yonny Hernandez (3 poin) – Jack Miller (2 poin).


Sumber : Crash.net, motogp.com, dimuat juga di kompasiana

Film Surat Cinta Untuk Kartini, Kartini dan Modus Tukang Pos

Seorang laki-laki bersemangat mengayuh sepedanya pagi itu. Si penunggang sepeda sangat bersemangat karena hari itu adalah hari pertamanya bertugas sebagai pengantar surat.. alias tukang pos. Nampak kegembiraan di wajahnya saat si penerima surat membuka surat yang diantarnya dan ternyata isi surat itu adalah berita gembira. Akhirnya.. giliran rumah bupati Jepara yang ia sambangi dalam rangka mengantar surat. Keluarga sang Bupati sedang bersiap untuk foto bersama. Surat yang di bawa si pengantar surat diberikan kepada anak Bupati yang namanya tercantum di amplop surat. Anak Bupati itu bernama Kartini.



Inilah awal dari film Surat Cinta Untuk kartini, yang saya saksikan bersama teman-teman Kompasianer tanggal 15 April 2016 kemarin. Bila kita bicara soal Kartini pasti nggak lepas dari kata emansipasi. Cerita Kartini sudah sangat familiar bagi kita. Untuk mengangkat cerita tentang Kartini ke sebuah film butuh hal-hal kreatif yang akan membuat penontonnya tidak merasa bosan, karena cerita soal Kartini sudah “mendarah daging” di kehidupan bangsa Indonesia. Karena itu saya salut dengan film Surat Cinta Untuk Kartini yang mengangkat cerita Kartini dari sisi seorang pengantar surat.

Cerita selanjutnya bergulir. Kartini ingin wanita Jawa itu pandai, nggak cuma bisa masak dan urus rumah, tapi harus punya pemikiran yang maju ke depan. Untuk jaman saat Kartini hidup, pemikiran ini merupakan pemikiran yang terbilang aneh, out of the box. Tapi dengan latar belakang kehidupan Kartini yang anak bangsawan, yang sempat mengenyam pendidikan hingga mampu menulis dan membaca bahasa Belanda, pemikiran ini dimaklumi adanya. Sang pengantar surat, Sarwadi namanya, mendukung usaha Kartini awalnya bukan karena mengerti dengan pemikiran Kartini, tapi karena modus. Iya modus. Kartini adalah seorang gadis yang cantik, lembut, pintar... perfect deh pokoknya. Seorang laki-laki normal sangat mudah dibuat terpesona oleh seorang Kartini. Tak terkecuali Sarwadi, duda beranak satu yang telah ditinggal mati istrinya. Jadi modus itu udah ada dari jaman Kartini pemirsa.


Sarwadi membantu Kartini menyediakan tempat, di mana ia bisa mengajar anak-anak desa yang nggak bisa mengenyam pendidikan tinggi seperti dirinya. Salah satu anak itu adalah Ningrum, bocah berusia 7 tahun, anak Sarwadi. Modusnya tingkat dewa kan hehehe. Nggak mudah mengajak anak-anak desa lainnya untuk belajar bersama Kartini. Kebanyakan para orang tua melarang anaknya belajar karena kegiatan itu nggak ada gunanya. Hingga Kartini sendiri yang harus menemui para orang tua agar mengijinkan anaknya belajar. Cara ini berhasil, beberapa anak mau datang untuk belajar.

Cerita selanjutnya terjadi seperti apa yang telah kita ketahui selama ini. Kiprah Kartini sebagai guru harus berakhir karena orang tuanya memaksanya untuk menikah. Bupati Rembang yang sudah punya 3 istri akan menjadi suami Kartini beberapa saat lagi. Tak kuasa menolak, Kartini menerima pinangan sang Bupati Rembang dengan beberapa syarat, yaitu tidak mencuci kaki suami yang ada dalam adat istiadat pernikahan Jawa, tidak mengadakan resepsi yang meriah dan suami harus mendukung kiprah Kartini untuk memajukan para wanita Jawa.


Sarwadi patah hati dengan keputusan Kartini untuk menikah. Momen saat Sarwadi patah hati dan memohon Kartini untuk menolak pinangan Bupati Rembang cukup mengharukan. Sarwadi menuduh Kartini tidak serius dengan cita-citanya. Sarwadi memang jatuh cinta berat dengan Kartini. Proses jatuh cintanya Sarwadi di film ini dibuat dengan lucu dan berbanding terbalik dengan saat Sarwadi patah hati. Apalagi suasana pedesaan tempat film ini dibuat sangat indah.. bikin tambah melow aja liatnya.

Akhirnya pernikahan Kartini tetap terjadi. Sarwadi keluar dari pekerjaannya sebagai pengantar surat. Ia membawa Ningrum pergi dari Jepara dan pindah ke kota lain. Kehidupan di Jepara, selesai buat Sarwadi. Mujur, teman akrab Sarwadi yang ketemu jodoh gara-gara sehari menggantikan tugas Sarwadi, nggak kuasa melarang sahabatnya. Bye bye Jepara.


Namun cinta sejati nggak bisa mati. Suatu hari, Sarwadi mengajak Ningrum untuk menengok Kartini di Rembang. Ia ingin tau bagaimana kabar Kartini Sekarang. Tiba di Rembang, Sarwadi langsung mendapat kabar buruk. Kartini telah wafat 4 hari setelah melahirkan anaknya yang pertama. Tragis buat Sarwadi.

Film Surat Cinta Untuk Kartini penuh dengan suasana kampung Jepara di jaman itu yang begitu memesona. Betapa asrinya lingkungan kampung jaman dahulu kala. Meski Kartini hidupdi jaman penjajahan Belanda yang terkenal kejam. Namun kekejaman Belanda di film ini cuma terlihat pada reaksi noni-noni Belanda yang tidak suka Kartini membawa Ningrum dan Sarwadi ke pantai yang sudah jelas terpampang larangan di situ. Larangan untuk anjing dan pribumi datang ke pantai itu. “Kekejaman” malah diperlihatkan oleh orang pribumi, pakdhe Kartini. Yang marah dan menolak keras niat Kartini dan adik-adiknya untuk mendapatkan beasiswa ke negeri Belanda. Kejamnya nggak ekstrem sih tapi. Cuman marah-marah doang.

Jadi dengan tidak adanya kekerasan yang ekstrem terjadi di film ini juga dengan adanya pembelajaran yang ada di film ini, film yang dibuat oleh MNC Pictures dan disutradari oleh Azhar Kinoi Lubis ini cocok untuk ditonton bersama-sama keluarga. Akting para pemainnya juga oke punya. Chicco Jerikho, Rania Putrisari, Ence Bagus, Doni Damara dan Christabelle Grace Marbun yang berperan sebagai Ningrum, memainkan tokoh-tokoh di film Surat Cinta Untuk Kartini dengan penjiwaan yang luar biasa.

Di luar cerita tentang Kartini, film ini sebenarnya menampilkan beberapa hal yang telah terlupakan di jaman sekarang. Yang pertama adalah sosok tukang pos. Dulu... tukang pos selalu hadir dalam kehidupan kita. Saya pernah merasakan gembiranya saat menerima surat dari tukang pos. Apalagi bila surat itu adalah surat ucapan hari Raya dari teman-teman. Surat ucapan ini saya tempel di dinding kamar. Sekarang.. tugas tukang pos digantikan oleh gadget. Apalagi dengan menjamurnya jasa pengiriman barang sekarang ini, tukang pos makin banyak saingan. Mungkin inilah tujuan film ini, kenapa cerita Kartini diselipi oleh kisah fiksi cintanya Tukang Pos? Mungkin agar kita tidak melupakan cita-cita Kartini dan tidak melupakan jasa tukang pos.

Yang kedua adalah kebiasaan surat menyurat yang ditulis tangan. Orang-orang jaman dulu suka menulis dengan dengan tulisan sambung tebal tipis. Berapa banyak sekarang ini orang-orang yang suka menulis dengan cara begitu? Saya suka dengan jenis tulisan seperti ini, sangat berseni. Saya sendiri nggak bisa menulis dengan tulisan sambung tebal tipis. Jarang menulis dengan tangan membuat tulisan saya acak-acakan.. jujur deh saya. Film ini tayang serentak hari ini bertepatan dengan hari Kartini, tonton deh bersama keluarga karena filmnya bagus. Selamat hari Kartin.

Note : Foto bersumber dari trailer film SCUK, dimuat juga di kompasiana

Kamis, 21 April 2016

Jorge Lorenzo Resmi Pindah ke Ducati

Akhirnya rumor yang terdengar sejak awal tahun ini terjadi juga. Rumor tentang status Jorge Lorenzo di Yamaha. Setelah penggila balapan bertanya-tanya kenapa Jorge Lorenzo tidak juga memperpanjang kontraknya yang berakhir tahun ini dengan Yamaha, hari ini dipastikan bahwa Jorge Lorenzo akan pindah dari Yamaha ke Ducati akhir musim ini. Sebenarnya kepindahan ini telah diprediksi dan desas-desus kepindahan Lorenzo ke Ducati makin terdengar setelah Valentino Rossi duluan memperpanjang kontraknya dengan Yamaha. Rossi akan balapan di Yamaha sampai tahun 2018.

Yamaha dalam pernyataannya menyatakan kerjasama dengan Lorenzo usai akhir musim ini karena Lorenzo akan mengambil tantangan baru. Selama di Yamaha Jorge Lorenzo telah memberikan 3 gelar juara dunia MotoGP (2010, 2012 dan 2015), meraih 41 kemenangan dan meraih 99 podium dari 141 kali balapan. Yamaha berterimakasih atas kontribusi yang telah diberikan oleh Jorge Lorenzo dan berharap Lorenzo akan dapat meraih gelar juara dunia MotoGP keempat bersama tim barunya.


Ducati mengumumkan berita ini beberapa saat kemudian. Ducati menyatakan bahwa mereka telah membuat kesepakatan baru dengan Lorenzo dan memastikan Lorenzo akan balapan bersama tim Ducati tahun 2017-2018. Ducati berharap, nantinya Lorenzo akan memberikan gelar juara dunia MotoGP kepada Ducati seperti yang telah diberikan oleh Casey Stoner pada tahun 2007. Kenapa Lorenzo memutuskan pindah ke Ducati?

Menurut saya, yang pertama adalah faktor uang. Meski saya belum dapat info mengenai berapa nilai kontrak Lorenzo di Ducati tapi saya yakin nilai tersebut jauh lebih tinggi daripada yang diberikan oleh Yamaha. Ducati tidak sayang sama uang, itu terjadi pada Rossi yang dulu juga memutuskan pindah ke Ducati. Yang kedua adalah faktor harga diri. Untuk menyejajarkan diri pada para legenda MotoGP tidak afdol jika Jorge meraih juara dunia hanya dari Yamaha. Valentino Rossi pernah juara dunia di Honda dan Yamaha, Casey Stoner pernah juara dunia di Ducati dan Honda, masa' Lorenzo cuman juara dunia dari 1 tim aja. Jago kandang itu namanya.

Faktor ketiga, ini faktor yang pernah dialami oleh Vale saat memutuskan pindah ke Ducati. Dulu Vale meninggalkan Yamaha karena Lorenzo sedang bersinar. Tidak bisa ada dua matahari dalam satu tim, katanya waktu itu. Walaupun tim Yamaha (katanya) tidak membedakan keduanya, tapi pada kenyataannya, perbedaan itu tetap ada. Itulah yang terjadi dengan Lorenzo saat ini. Vale sedang merangkak naik, meski tahun ini diprediksi pencapaian Vale akan lebih sulit dari tahun lalu tapi Yamaha lebih “berpihak”pada Vale. Faktor keempat adalah peningkatan skill. Lorenzo digdaya di atas Yamaha YZRM1 itu sudah terbukti. Sekarang saatnya ia mencoba naik motor yang beda.


Motor Ducati itu liar dulunya tapi sekarang di tangan Dall’Igna, Ducati menjadi motor yang lebih kuat dan lebih mudah dikendalikan. Terbukti Dovizioso dan Iannone telah menjadi lawan tangguh bagi rider lainnya. Hanya keberuntungan saja yang belum membuat mereka bisa memberikan banyak poin untuk tim Ducati. Dengan mengendarai motor selain M1, skill Lorenzo bisa jadi lebih bagus lagi. Tapi kalaupun Lorenzo gagal di atas Ducati, itu akan jadi pengalaman bagus untuknya juga. Sama seperti Vale dahulu.

Itulah empat poin yang menurut saya menjadi dasar kepindahan Lorenzo ke Ducati. Untuk pengganti Lorenzo, Yamaha belum memberikan nama. Namun, nama Maverick Vinales, rider yang sekarang balapan di tim Suzuki, menjadi calon kuat pengganti Lorenzo. Vinales punya skill lebih bagus dari Aleix Espargaro. Beberapa kali Vinales sempat bikin repot para pembalap papan atas. Kalo aja Vinales ditunjang dengan motor yang mumpuni, bukan nggak mungkin ke depannya Vinales akan menjadi pembalap yang patut diperhitungkan. So... saya mau ucapin... good bye Jorge Lorenzo... baik-baik di Ducati yaaa... jangan marah-marah mulu ya kalau sering jatuh.

Sumber : motogp.com, crash.net

Diposting di Kompasiana

Kamis, 14 April 2016

Rio Haryanto, Sudahi Acara yang Nggak Penting itu

Pejabat kita emang seneng banget ya ngadain acara-acara yang seharusnyaaaa nggak penting-penting banget buat diadakan. Acara seremonial yang mestinya nggak mengganggu bintang tamu yang diundang. Berkali-kali acara seremonial macem begini menurut saya mengganggu kegiatan bintang tamu yang terpaksa tidak mampu menolak buat datang. Saya ngomel apaan sih? Begini....

Rio Haryanto akan menjalani balapan Formula One seri Shanghai Minggu ini. Selepas seri Bahrain dua Minggu lalu, Rio balik ke Indonesia. Mestinya sih Rio istirahat memulihkan tenaga ya, tapi nyatanya Rio Haryanto sudah ditunggu dengan beberapa acara, salah satunya adalah Meet and Greet di mal Kota Kasablanca . Rio Haryanto tiba di Shanghai hari ini dan mendapat sambutan meriah dari warga negara Indonesia (juga warga negara asing) yang ada di Shanghai, Tiongkok.

Udah tau kan.. kalo acara yang diadakan oleh Formula One itu padat. Besok akan ada acara press conference dari Formula One, dilanjutkan dengan sesi latihan bebas sejak Jumat. Malam ini para pembalap F1 dijamu makan malam bersama oleh penyelenggara. Delapan belas pembalap F1 hadir di situ, termasuk pembalap-pembalap top macam Sebastian Vettel, Lewis Hamilton dan Felipe Massa, tapi Rio Haryanto nggak ada di antara mereka. Kemanakah Rio Haryanto?

Kedubes RI di Tiongkok telah menyebarkan undangan acara Meet and Greet dengan Rio Haryanto yang akan berlangsung di Wisma Republik Indonesia di Shanghai. Acara ini bertujuan mempertemukan Rio Haryanto dengan masyarakat Indonesia yang ada di sana, seperti yang tercantum pada perihal surat undangan. Rio Haryanto memenuhi undangan ini dan absen makan malam dengan para pembalap F1 yang lain.

Lebih penting mana Meet and Greet dengan dinner para pembalap? Kalo ditanya ke pihak kedubes RI pasti akan dijawab bahwa meet and Greet jaauuhhhh lebih penting daripada sekedar makan malam dengan para driver F1. Tapi kalo ditanya ke saya maka saya jawab bahwa dinner dengan para pembalap F1 jaauuuuuhhhhhhhhh lebih penting. Kenapa?

 Yang pertama, Rio Haryanto terjun ke balapan Internasional yang membutuhkan fokus dan tenaga. Mestinya semua yang mendukung Rio memilah-milah mana acara yang benar-benar harus dihadiri oleh seorang Rio Haryanto, agar dirinya tetap fokus kepada balapan. Di seri Australia, Menpora pak Imam Nahrawi dan pejabat Kemenpora lainnya datang ke sirkuit menemui Rio Haryanto, dalam rangka memberi dukungan katanya... tentu nggak lupa berfoto bersama. Ananda Nikola dan pak Tinton Suprapto juga datang ke sana, menemui Rio Juga.

Di seri Bahrain, setau saya Rio Haryanto bebas dari tamu-tamu pejabat, kecuali saya kurang update lho ya. Lalu di seri Shanghai ini.. kejadian lagi para pejabat “menculik” Rio Haryanto untuk urusan seremonial. Yang kedua, makan malam bukan sekedar makan malam kalo dihadiri oleh para pembalap top. Minimal.. Rio Haryanto bisa lebih akrab dengan para pembalap top ini dan syukur-syukur bisa mencuri ilmu para pembalap top ini agar bisa meraih hasil bagus di lintasan.

Kali saya terlalu ngarep ya.. masa lagi dinner kok ngomongin balapan juga. Ya sapa tau.. karena pembalap-pembalap F1 juga manusia yang doyan ngerumpi. Pascal Wehrlein ada diantara para pembalap F1 yang makan malam bersama. Yaaaa moga-moga aja Pascal mau bilang ke Rio, ngomongin apa aja di makan malam tadi.

Itu dua alasan nggak penting yang buat saya penting bagi Rio Haryanto. Perjalanan Rio Haryanto di dunia Formula One masih sangat jauh. Rio butuh pengembangan skill dan kudu mencari pengalaman sebanyak-banyaknya agar ia melompat lebih tinggi di dunia balapan F1. Saya berharap Rio bisa memilah acara seremonial dari pejabat kita ke depannya. Kecualiiii... setelah acara seremonial ini Rio pulang bawa uang buat melunasi hutang ke Manor Racing yang jatuh tempo bulan Mei.

By the way... Ini komentar Rio Haryanto dalam menghadapi seri Shanghai, saya ambil dari website Formula One :
[Shanghai] is a track I know really well from my Asian Formula Renault Challenge and Formula BMW Pacific days. It’s fun and challenging to drive so it will be nice to come back here and see how it feels in a Formula 1 car!
There was a lot to take away and think about after Bahrain and I’m sure we’ll see more from the car and myself in China. Hopefully we will have made some further improvements with the set-up and I can feel a little more confident with the car.”
Anywhere that has Asian food is okay with me. Plus, I head back to Indonesia after every race, so what is a long haul for the team is actually a short haul for me. In the absence of an Indonesian Grand Prix – yet! – the Asian races are home turf for me, so it’s nice that there are so many of them.”
Selamat berjuang Rio Haryanto.. 

Note : Dimuat juga di Kompasiana 

Selasa, 12 April 2016

MotoGP Austin, Marquez Juara, Rossi Gagal Finish


Marc Marquez lagi-lagi memenangi seri MotoGP Austin Amerika Serikat yang baru aja berakhir hari ini, 11 April 2014. Secara total Marc Marquez udah menang 4 kali di Austin. Cucoklah ya kalo Marquez bisa dibilang juragan Austin. Apes menimpa Valentino Rossi. Jagoan saya jatuh di lap ketiga dan nggak bisa meneruskan balapan. Vale gagal finish dan nggak dapat poin di seri ini. Nasib apes juga menimpa Andrea Dovizioso. Setelah di seri Argentina kemarin Dovi harus finish dengan menuntun motor, kali ini ia malah gagal finish gara-gara disenggol Dani Pedrosa. Komentator MotoGP menyebut Andrea Dovizioso sebagai the unluckiest man in MotoGP.

Balapan terdiri dari 21 lap. Titik hujan sempat turun, crew para rider menyiapkan motor di pit jaga-jaga kalau hujan beneran turun dan race harus flag to flag. Untungnya cuaca yang tadinya mendung berubah jadi cerah lagi. Pole position diraih oleh Marc Marquez, di grid kedua ada Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi start dari grid ketiga. Posisi first row persis seperti seri Argentina. Andrea Iannone sebenernya dapet posisi 4 saat kualifikasi tapi karena dapet penalti gara-gara nyenggol Dovi di seri Argentina maka ia harus turun 3 posisi. Jadi, Iannone kudu start dari posisi tujuh.

Lorenzo melakukan start sempurna dan ngacir ke depan tapi Marquez juga melesat dan memimpin balapan. Loris Baz menjadi pembalap pertama di race ini yang jatuh. Rossi turun dari posisi 2 ke posisi 6. Keliatan ada masalah di motor Rossi. Nggak tau dah ini masalah winglet apa nggak. Yap.. setelah bertahan tanpa winglet, Vale akhirnya ikutan pake winglet di Austin. Buat yang nggak tau.. winglet itu salah satunya untuk mengurangi efek wheelie.. disamping mencegah bocor (eeehhhh).


Di lap ketiga bencana terjadi. Kehilangan kendali pada motor saat menikung di turn 2 menyebabkan Vale ngglosor dan motornya menyasar gravel. Vale baik-baik aja tapi motornya rusak karena membentur pembatas gravel. Vale selesai di Austin.. good bye Austin. Ketika di wawancara setelah balik ke pit, Vale bilang ia ada masalah dengan clutch tapi ia nggak tau pasti apa penyebab ia jatuh. Clutch itu kopling pemirsa. Bye Austin (dok.motogp.com) Marquez mencatat fastest lap di lap 4 lalu mencatat fastest lap lagi di lap 5. Ada gitu ya rider yang doyan fastest lap. Jorge Lorenzo overtake Dovi buat posisi dua. Top 4 saat ini adalah Marquez, Lorenzo, Dovizioso dan Pedrosa.

Di lap ketujuh, Dani Pedrosa kehilangan kontrol pada ban depan, ia jatuh dan menyenggol Dovizioso lalu menyeretnya ke gravel. Dani sempat mendekati Dovi, minta maaf mungkin. lalu balik ke trek. Dovi balik ke pit dan out dari balapan. Bad luck Dovi. Empat belas lap tersisa. Marquez makin ngacir aja. Jatuhnya Dovi membuat Iannone naik posisi ketiga dan berpeluang meraih podium dan menyelamatkan nama Ducati.

Sementara itu duo Suzuki Maverick Vinales dan Aleix Espargaro head to head berebut posisi empat. Di tengah jalannya race yang mulai membosankan, duel ini cukup bikin melek mata. Pedrosa yang join balapan lagi tercecer di posisi 17. Cal Crutchlow menjadi pembalap berikutnya yang jatuh dan Bradley Smith menyusul jatuh di tempat yang sama beberapa detik kemudian, nyaris barengan. Austin treknya horor bener ya. Seperti Pedrosa, Bradley Smith dan Cal Crutchlow balik ke trek buat balapan lagi.

Di 11 lap tersisa akhirnya Vinales overtake Aleix Espargaro buat posisi empat. Rumor yang beredar bilang Maverick Vinales akan menjadi teammate Valentino Rossi jika Lorenzo pindah ke Ducati. Rumor tentang kepindahan Lorenzo ke Ducati memang udah merebak kemana-mana. Pengumuman resminya sebelum seri Jerez katanya. Dani Pedrosa akhirnya balik ke pit dan gagal finish. Setelah balik ke pit, ia mendatangi pitbox Dovizioso, keduanya berbincang, sepertinya Dani meminta maaf atas insiden tadi dan Dovizioso meski kesal menerima kedatangan Dani. Sungguh keduanya adalah rider yang punya rasa sportifitas yang tinggi.

Di tujuh lap tersisa top 5 adalah Marquez, Lorenzo, Iannone, Maverick dan Aleix Espargaro. Marquez ngacir jauh di depan, sampai berjarak 7 detik sama Lorenzo dan Lorenzo berjarak 5 detik sama Iannone. Sebuah race yang benar-benar membosankan. Ehhh bukan race sih ini. tapi parade motor keren. Akhirnya balapan selesai dengan Marquez finish pertama, Lorenzo finish kedua dan Iannone finish ketiga. Beda dengan podium Argentina yang canggung banget, rider di podium Austin akrab satu sama lain. Pake wefie segala mereka. Ciyyyeeee... yang akrab.

Untuk jatuhnya Vale, Matteo Guerinnoni berkomentar bahwa ia curiga quality control Michelin nggak sama di semua ban karena masalah front end tidak menimpa semua pembalap. Lorenzo, rossi, Dovi, Iannone, Maverick dan Pedrosa semua menggunakan medium di ban depan dan hard di ban belakang. Marquez menggunakan soft di ban depan dan hard di band belakang. Ini senada dengan cuitan beberapa jurnalis MotoGP di twitter bahwa ada “something” di medium rear.

Untuk hasil lengkap seri Austin adalah (1-17) : Marc Marquez, Jorge Lorenzo, Andrea Iannone, Maverick Vinales, Aleix Espargaro, Scott Redding, Pol Espargaro, Michele Pirro, Hector Barbera, Stefan Bradl, Alvaro Bautista, Eugene Laverty, Tito Rabat, Yonny Hernandez, Loris Baz, Cal Crutchlow dan Bradley Smith. Yang tidak finish adalah : Dani Pedrosa, Andrea Dovizioso dan Valentino Rossi.

Posisi klasemen sementara adalah (1-21) : Marc Marquez (66 poin), Jorge Lorenzo (45 poin), Valentino Rossi (33 poin), Pol Espargaro (28 poin), Dani Pedrosa (27 poin), Hector barbera (25 poin), Andrea Dovizioso (23 poin), Maverick Vinales (23 poin), Eugene Laverty (21 poin), Aleix Espargaro (21 poin), Andrea Iannone (16 poin), Scott Redding (16 poin), Bradley Smith (16 poin), Stefan Bradl (15 poin), Alvaro Bautista (14 poin), Michele Pirro (12 poin), Tito Rabat (11 poin), Jack Miller (2 poin), Yonny Hernandez (2 poin), Loris Baz (1 poin), Cal Crutchlow (0 poin).

Sumber : MotoGP.com

Note : Juga ditulis di Kompasiana 

Hebohnya Meet and Greet Rio Haryanto


Setelah mendengar informasi dari seorang teman tentang meet and greet yang akan diadakan oleh Rio Haryanto tanggal 7 April kemarin, saya meniatkan diri untuk datang. Bukan karena ngefans, tapi penasaran melihat suasana meet and greet dengan idola baru di negeri ini. Jalan raya Jakarta macet seperti biasa, untungnya saya sampai di mal Kota Kasablanca, mal besar di bilangan Kuningan Jakarta Selatan jam 18.15 wib, 45 menit sebelum jadwal acara meet and greet.

Mal Kokas lebih ramai dari biasanya. Sebagian besar sudah tau ada jumpa fans dengan Rio Haryanto di area utama, sebagian lagi bertanya kanan kiri, ada acara apakah hingga mal ramai begini. Di panggung yang disediakan, seorang penyanyi menyanyikan lagu untuk menghibur ratusan fans Rio Haryanto yang sudah hadir di situ. Saya bersama seorang teman, berusaha mencari posisi yang bagus agar Rio Haryanto bisa kami lihat jelas nantinya. Sayangnya.. posisi tersebut tak ada. Semua sisi sudah penuh dengan orang-orang yang menanti kedatangan Rio Haryanto.

Panggung ini dilengkapi dengan layar monitor agar orang yang tak dapat melihat Rio dengan jelas dapat melihatnya melalui layar monitor. Lalu di depan panggung diletakkan replika mobil Formula One yang dikendarai Rio Haryanto. Sudah pasti ini hanya replika, karena nggak mungkin mobil Formula One team Manor Racing dibawa kesana kemari. Mobil harus dijaga ketat dan nggak boleh jauh dari team dan mekanik Manor Racing. Mobil itu nggak murah harganya dan harus selalu siap untuk berlaga di seri selanjutnya. Karena itu saya dan teman saya tertawa saat pembawa acara mengatakan “inilah salah satu mobil yang dikendarai oleh Rio Haryanto di Formula One”.


Menit-menit menjelang jam 7 malam, jadwal di mana Rio Haryanto seharusnya ada di panggung, si empunya nama belum kelihatan tapi para fans sudah berteriak-teriak memanggil nama Rio Haryanto. Pembawa acara malah memanggil seorang wartawan otomotif dan petinggi Pertamina untuk berbincang di panggung. Akhirnya, hampir jam 19.30, Rio Haryanto berjalan menuju panggung dengan senyum di wajahnya. Para penggemar heboh, teriakan “Rio! Rio!” bersahutan. Ratusan telepon genggam teracung ke udara, si empunya telepon genggam berusaha mendokumentasikan kedatangan Rio Haryanto. Suasana sangat.. sangat riuh.

Sebelum acara bincang-bincang, lagu Indonesia raya dinyanyikan. Rio menyanyikan lagu kebangsaan kita dengan memegang bendera merah putih. Semua yang hadir ikut bernyanyi, sayang teriakan “Rio! Rio!” dan juga kilatan lampu blitz yang tidak juga berhenti sangat mengganggu kekhidmatan ini. Di sebelah saya, beberapa gadis nggak berhenti berkomentar “Rio cakep ya, Rio Keren ya... aduhhh dia terharu banget tuh nyanyi Indonesia Raya... Rio! Rio!” Saya bersyukur masih bisa meredam emosi dan nggak menjitak gadis-gadis ini. Come on girls...


Di panggung itu, dengan ditemani oleh seorang wartawan dari Otomotif dan seorang petinggi Pertamina, juga dua orang host, yang suara nyaringnya mengalahkan suara Rio yang kalem, Rio menyapa penggemarnya. Lagi-lagi para penggemar heboh. Suasana mirip konser musik, sangat berisik. Saya tidak bisa mendengar dengan jelas sebagian besar bincang-bincang di panggung karena suasana sangat riuh. Ketika saya bisa mendengar dengan jelas suara Rio, yang terucap dari dirinya adalah kalimat-kalimat yang biasa ditulis di media.

Rio sangat bersyukur bisa balapan di Formula One bersama para jago balap dunia. Ia tak bosan dengan latihan yang telah dijalani sejak umur 6 tahun, karena itu adalah konsekuensi dari jalan hidup yang telah ia pilih. Seandainya Rio dilahirkan kembali, maka ia nggak akan mengubah apapun yang telah ia alami, Rio akan tetap memilih menjadi pembalap F1. Ini sebagian jawaban Rio atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya.


Untung ada pertanyaan yang lumayan dari wartawan otomotif yang hadir malam itu. Ia menanyakan mana lebih enak, mengendarai GP2 atau F1. Rio menjawab secara teknik, mobil F1 lebih nyaman karena elektronik nya jauh berbeda dengan mobil GP2 dan mobil F1 bisa dibawa ngacir lebih cepat. Tenaga dan akselerasi pada mobil F1 jauhhh di atas GP2. Ya iyalah Rio, F1 gitu lho.

Seorang penonton bilang bahwa ia dan teman-temannya telah membuat mobil balap yang sering menang kejuaraan, ia menanyakan apakah Rio mau mencoba mengemudikan mobil tersebut. Dengan yakin, Rio bilang iya... ia akan mencobanya jika ada waktu. Sayangnya saya nggak bisa lihat dengan jelas siapakah penonton yang mengajukan pertanyaan ini, padahal saya juga pengen tanya-tanya tentang mobil yang ia katakan pada Rio tadi.

Menjelang acara bincang-bincang usai, host memanggil beberapa penonton untuk foto bersama Rio Haryanto. Tapi jangan senang dulu... karena acara foto bersama Rio ini ada syarat dan ketentuannya yaitu harus beli produk oli Fastron Pertamina seharga satu juta rupiah dulu. Kalo udah beli.. silakan berfoto dengan Rio Haryanto. Supaya penonton lain nggak kecewa, Rio Haryanto berfoto bersama dengan para penonton dan bisa ditebak.. acara foto bersama ini sangat heboh. Pembawa acara sampai bolak-balik mengingatkan jangan sampai membuat Rio terlalu capek karena Rio harus menjaga stamina buat balapan seri berikutnya.

Jam 8 malam teng.. Rio Haryanto meninggalkan panggung diikuti dengan ratusan orang yang masih berusaha mendapatkan foto Rio dan sekedar bersalaman dengannya. Para security dibuat repot luar biasa. Namun saya salut, Rio Haryanto menanggapi ulah para penggemarnya dengan senyum dan berusaha menyalami tangan-tangan yang terulur padanya, di sela-sela penjagaan security. Akhirnya Rio menghilang ke dalam lift yang sudah dibuka khusus untuknya. Penggemar pun kecewa. Saya dan teman-teman cuma bisa tertawa dengan kejadian itu.

Magnet Rio Haryanto memang luar biasa. Lepas dari orang-orang yang hadir ini tau soal F1 atau tidak, tapi acara tadi sudah memberikan pesan kuat bahwa... ngefans lah pada Rio Haryanto biar kekinian hahahaha kidding. I mean.. pesan kuat bahwa Rio Haryanto itu sangat menjual. F1 sendiri tau kok soal ini. Kalo akun twitter F1 mengetwit nama Rio Haryanto, yang retweet bisa ratusan hanya dalam waktu semenit. Mana ada pembalap lain di Formula One yang bisa kayak gitu. Ngomong-ngomong.. ada yang tau? Udah terkumpul duit berapa ya buat sisa hutang Rio Haryanto, jatuh tempo bulan Mei kan. Tik tok.. tik tok..

Note  : Juga di tulis di Kompasiana  

Sabtu, 02 April 2016

Jelang MotoGP Argentina, Rossi 20 Tahun Berkarir dan Khawatir

Pemirsah... ehhh pembaca... minggu ini ada MotoGP lagi lho. MotoGP seri kedua akan diadakan di Argentina, 3 April 2016. Karena perbedaan waktu maka kelas MotoGP akan tayang hari Senin 4 April 2016 jam 02.00 WIB. Minggu ini sebenarnya minggu yang berat buat para pecinta balapan karena balapan MotoGP barengan sama balapan F1. Balapan F1 sendiri bisa kita saksikan live hari Minggu jam 22.00 wib. Minggu siang puas-puasin tidur aja dulu biar kuat begadang atau sediain kopi 46 cangkir plus cemilan.

Free practice 1 dan 2 sudah diadakan kemarin. Akang Valentino Rossi belum membukukan catatan waktu terbaik di kedua sesi latihan bebas itu. Di sesi FP1 akang Vale ada di posisi 6 dan di FP2 turun ke posisi 7. Tapi hasil FP memang belum menjamin hasil di race.. sapa tau malah hasilnya lebih baik (atau lebih buruk? Hiksss). Flashback ke tahun 2015, The Doctor memenangi seri Argentina setelah terjadi drama antara Marc Marquez dan Valentino Rossi. Marc mencium aspal track setelah berduel dengan Vale dan Vale ngacir ke finish. Drama Argentina ini menjadi sebab panasnya hubungan Vale dan Marc di musim 2015 dan musim ini hubungan keduanya masih belum membaik.
dok.motogp.com

Di awal musim, Vale emang udah bilang bahwa musim 2016 ini akan berat banget untuknya. Lawan-lawannya makin kuat bro. Oh ya... tanggal 31 Maret 2016 kemarin merupakan perayaan ke 20 tahun karir Vale di Grand Prix. Tanggal 31 Maret 1996, Vale pertama kali terjun di balapan 125 cc seri Malaysia trus masih awet balapan sampe sekarang. Vale, 37 tahun usianya kini, merupakan rider tertua di daftar pembalap MotoGP 2016 dan Vale akan terus balapan sampe musim 2018, it means sudah jelas sampe 39 tahun Vale akan wara-wiri terus di trek. Mantap kan akang Vale.. the old rider never die.

Mengomentari hasil latihan bebas, Vale bilang kemarin adalah hari yang sulit buat semua orang karena kondisi trek licin dan dirty. Waktu masuk tikungan itu lambat banget karena motor sliding, susah mengendalikan ban depan dan belakang. Udah gitu.. karena licin maka motor suka keluar jalur, you have to ride very smooth, kata Vale. Honda kondisi nya lebih baik dan mereka lebih cepat, bukan cuma duo Repsol sih, tapi Jack Miller dan Cal Crutchlow juga. Saya berharap hari ini kondisinya akan lebih baik dari kemarin, terutama hari saat balapan besok, jelas Vale lagi.

Tim Yamaha emang kesulitan kemarin. Lorenzo aja di FP1 terpuruk di urutan 12 dan di FP2 turun lagi ke posisi 14. Vale berharap Minggu ini trek kering dan nggak ujan, karena kalo trek basah maka itu bahaya banget deh. Trek jadi licin dan dengan kondisi ban Michelin yang masih dalam penyesuaian, maka itu bisa bikin Vale lambat di balapan dan nggak podium lagi. Vale emang khawatir soal cuaca karena Argentina cuacanya masih galau, bisa panas dan bisa hujan.

dok.motogp.com

Yang harus lebih ketar-ketir itu Jorge Lorenzo sebenernya. Di posisi saat ini berdasarkan kombinasi FP1 dan FP2, Lorenzo ada di posisi 14. Kalo di FP3 dia masih kececer juga, maka udah pasti dia terlempar dari 10 besar posisi di kombinasi FP dan harus kualifikasi di Q1 dulu. Kalo Vale sih masih aman, posisi ia di kombinasi FP adalah posisi 7. Cuman Vale kudu masuk 5 besar di FP3 biar aman ikut Q2.

Emang bener Honda kuat? Marquez bilang, kondisi trek kemarin itu aneh dan emang licin dan itu bikin ia kehilangan banyak waktu. Marc masih mencari settingan yang pas buat race. FP kemarin Marc pakai hard tyres. Marc nggak nyalahin kondisi track yang licin dan dirty, katanya “Ini MotoGP bro, setiap track itu udah pasti beda lah ya.. dan kita harus adaptasi, mau kondisinya panas, dingin atau hujan. Iya sih kondisinya sulit tapi tetep lah kita harus adaptasi. Minggu ini saya yakin saya bisa improve”.

Suzuki merupakan tim yang patut diwaspadai. Di posisi kombinasi FP, Maverick Vinales ada di posisi tiga. Ia hanya terpaut 0,443 detik dari duo Repsol Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa yang ada di posisi satu dan dua. Team matenya, Aleix Espargaro, juga mencatat waktu yang nggak jelek-jelek amat. Di posisi kombinasi, ia ada di urutan delapan. Mayan keren lah ini Suzuki.. tapi masih kudu diliat hasilnya saat race karena itu adalah hasil yang sebenarnya.

Jadi kemungkinan podium Argentina diisi siapa nih? Prediksi saya sih masih Marquez, Lorenzo dan Rossi yang akan berdiri di podium. Mau taruhan? Janganlah... karena taruhan itu tidak baik buat kesehatan (ngeles). Yang pasti.. jangan sampe kelewatan nonton seri Argentina yak. Kualifikasi seri Argentina akan berlangsung dinihari nanti jam 00.10 dan racenya adalah Senin 4 April 2016 jam 02.00 wib (kelas MotoGP). Saran saya sih tonton aja dari race Moto3 yang tayang jam 22.35 wib karena anak-anak muda di Moto3 itu gila banget balapannya. Ehh... tapi jam 22.00 wib ada live F1 dan Rio Haryanto balapan di situ... jadi gimana yak. Belah aja tipinya biar ramai. 


Note : Sumber MotoGP.com, Crash.net.. juga di publish di Kompasiana 2 April 2016 

Gara-gara Curcol Beda Harga, Masuk Kompas.com

Ceritanya siang 30 Maret 2016 sesudah antri minta EFIN di kantor pajak saya mampir ke Carrefour Kramat Jati buat beli minuman. Siang panas cetar hari itu bikin tenggorokan nagih minta dialiri air yang segar. Saya ambilah sebotol minuman orange 500 ml di rak berpendingin. Harga tertera adalah tujuh ribu rupiah. Karena saya nggak butuh membeli barang lain maka saya langsung ke kasir dan membayar dengan uang pas. Ndilalah kasir bilang harganya tujuh ribu seratus lima puluh rupiah. Saya bengong sambil mikir.. lah di rak nggak segitu. Karena buru-buru kudu balik ke kantor akhirnya saya bayarlah sesuai harga tertera. Oh ya... saya tak minta kantong plastik yang berpotensi bikin saya ditagih dua rarus rupiah lagi.

Sambil jalan, saya curcol mengenai transaksi tadi di akun twitter saya di @daffana (udah pada follow belum? *promo dikit*). Ini biasa saya lakukan.. kalo curcol pasti saya twit ke akun twitter atau posting ke facebook. Punya akun socmed masa dianggurin. Cuitan mengenai perbedaan harga di rak dan di kasir mendapat reaksi dari beberapa follower saya, termasuk mas Inu pemilik akun @beginu, kompasianer senior penulis buku serial Pak Beye yang merupakan pemred kompas.com. Rata-rata bilang bahwa perbedaan harga itu bukan sesuatu yang aneh karena sering sekali terjadi, di minimarket atau di supermarket daerah manapun.

dok.kompas.com
Beberapa follower saya juga pernah mengalami kejadian ini dan saya juga beberapa follower saya sama yakin bahwa alasan dari minimarket dan supermarket ini adalah human error... harga di rak belum sempat diganti padahal harga di kasir sudah berubah. Lalu... sayapun beraktivitas seperti biasa. Sempet kesel juga sih dengan selisih seratus lima puluh rupiah tadi tapi sudahlah... saya anggap amal.

Kemudian malamnya.. saya di mention mas Inu, yang memberikan link berita di Kompas.com. Jarang-jarang lho mas Inu mention saya, karena beliau sibuk dan saya juga sibuk... mas Inu sibuk kerja dan saya sibuk ngetwit hahahaha. Segera saya buka link berita dari beliau dan taarrraaaaa.... cuitan saya tadi siang dijadiin berita. Cuitan saya di screeschoot segala. Tentu media sekelas Kompas.com nggak asal menulis berita. Dalam berita itu ditulis bahwa Kompas.com telah mengecek kebenaran cuitan saya dan yang saya alami itu benar adanya. Harga minumannya emang beda antara di rak dan di kasir. Bebas lah saya dari penyebaran berita hoax hihihihih.

Dari komentar yang saya baca di berita itu, rata-rata pernah mengalami kejadian beda harga dan itu terjadi di banyak minimarket dan supermarket. Ada yang kemudian nggak jadi beli, ada yang beli tapi komplen ke kasir. Alasan minimarket dan supermarket ini seperti biasa... human error, harga di rak belum diganti. Alasan ini juga yang diberikan oleh pihak Carrefour Kramat Jati ke Kompas.com menanggapi keluhan saya. Sales Manager Beverage dan Perishable pak Dani Zaenal seperti dimuat di Kompas.com bilang ini murni human error.
dok.liputan6.com 

Pak Dani juga menyarankan agar pembeli yang menemukan perbedaan harga di rak dan di kasir langsung mengadu ke Customer Service dan akan diselesaikan dengan baik. Menurut pak Dani hal ini pernah terjadi dan diselesaikan oleh Customer Service hari itu juga. Kebetulan tadi siang saya ke Carrefour Kramat Jati lagi dan iseng melihat ke rak berpendingin, ternyata harganya memang sudah diganti sesuai dengan harga yang saya bayar kemarin.

Dari kejadian ini saya mikir ya.. yang pertama adalah, kejadian ini sudah berulang kali terjadi di banyak minimarket dan supermarket. Kenapa alasannya selalu human error, menyalahkan karyawan. Apakah tidak ada SOP untuk ini? Kenapa nggak belajar dari pengalaman kasusnya gitu. Padahal minimarket dan supermarket ini punya nama besar. Yang kedua, saya tidak bermaksud lebay dikit-dikit ngadu ke socmed. Tapi melalui socmed, saya berharap ada perhatian lebih dari managemen toko untuk kejadian ini. Apalagi bisa diliat komentar yang ada.. mereka pernah mengalami kasus yang sama lho.

Yang ketiga... pembeli emang kudu cek dan ricek struk yang mereka terima, cek lagi apakah harganya sesuai dengan yang tertera. Tapi... kalo belanjaan nya banyak, di belakang mengular antrian orang-orang yang mau bayar, apa inget kita dengan harga barang per item di rak tempat kita ambil barang tersebut? Saya sendiri ingat harganya karena cuma beli satu produk itu, hlaaaaa kalo saya beli 20 macam barang, belum tentu saya inget harga per satuannya. Artinya... pembeli akan tidak sadar dengan perbedaan harga yang terjadi.

Kalau seperti ini... lagi-lagi pembeli ada di posisi pihak yang dirugikan. Pihak minimarket dan supermarket tinggal bilang … ke CS aja buat komplen dan kami akan selesaikan masalah beda harga ini. Saya yakin bukan terakhir ini media menulis berita soal perbedaan harga, akan ada lagi deh nanti entah di media apa, karena saya kok merasa, human error masih menjadi alasan number one yang menurut pihak toko akan menjadi permakluman bagi para pembelinya.

Salam maklum... 

Note : tulisan ini dipublish juga di Kompasiana tanggal 31 Maret 2016