Sabtu, 31 Desember 2016

Konsisten dan Piala Terakhir dari Kang Pepih



Saya mengenal Kompasiana sejak blog keroyokan ini tidak dibuka untuk umum. Dulu.. hanya wartawan dan orang tertentu saja yang bisa menulis di sini. Ketika membuka Kompasiana dulu itu.. ada dua penulis yang selalu saya cari dan baca tulisannya. Penulis itu adalah kang Pepih Nugraha dan mas Wisnu Nugroho. Dua penulis favorit saya ini menulis soal topik yang berbeda tapi ada rasa yang sama pada tulisannya yaitu enak dibaca dan bikin saya mesem sendirian. 

selfie (dok.yayat)

Di dunia nyata kang Pepih dan mas Inu (panggilan mas Wisnu) sama-sama punya pribadi yang hangat, supel, tidak sombong dan rajin menabung (eh). Saya beruntung beberapa kali bertemu keduanya di tempat berbeda dan terus berkomunikasi dengan keduanya lewat social media. Saya bukan ingin membandingkan kang Pepih dan mas Inu lho.. cuman pamer aja kalo saya kenal sama mereka (dikeplak yang baca).

Mas Inu nggak aktif lagi menulis di Kompasiana, selain sibuk, ia tak lagi mengikuti kegiatan pak Beye (Presiden SBY) yang selalu menjadi topik tulisannya. Tapi mas Inu hadir di beberapa acara Kompasianival. Menegur para Kompasianer yang dikenalnya. Saya tak kehilangan tulisan mas Inu karena tulisannya masih saya baca melaui Kompas.com.

Kang Pepih, belakangan saya ketahui bahwa beliaulah yang mendirikan Kompasiana. Ia sempat meninggalkan Kompasiana karena dipindahtugaskan ke media Kompas yang lain, tapi syukurlah managemen Kompas insyaf dan mengembalikan kang Pepih ke kompasiana. Selama 7 tahun saya malang melintang di dunia persilatan.. eehhh dunia Kompasiana, banyak perubahan yang saya rasakan, yang bikin suka, senang .. dan sakit kepala. 

bareng mas Inu (dok.mas Inu)

Perubahan desain Kompasiana selalu disambut kompasianer dengan pro dan kontra. Susah move on dari kenyamanan memang. Nyaman dengan desain Kompasiana yang begitu aja. Ketika Kompasiana dibawa menuju desain yang lebih modern, banyak protes mengemuka. Padahal setelah desain baru hadir, yang tak suka jadi suka. Nggak apa-apa.. yang penting protes dulu.. biar eksis hehehe.

Saya tak ingat kapan pertama kali ketemu kang Pepih, yang saya ingat, saat itu banyak kontra dengan desain Kompasiana yang sedang diperbaharui. Saya bertemu dengannya bersama seorang teman, teman ini yang banyak bicara dengan kang Pepih dan saya hanya diam mendengarkan. Rasa tak pede, membuat saya tak banyak bicara, selain karena saya memang orangnya pendiam.. diam-diam nabok.

Pertemuan selanjutnya lebih lancar, saya mulai berani bicara banyak pada kang Pepih karena merasa akrab. Pastinya sih kang Pepih nggak merasa akrab sama saya. Obrolan dengan kang Pepih selalu santai tapi seru dan bikin mikir. Seperti itulah juga status-status kang Pepih di facebook yang sering saya baca…santai, seru dan bikin mikir. 

sama kang pepih lagi (dok.giovani)

Kaget juga saya waktu denger kang Pepih resign dari Kompasiana. Bukan hanya dari Kompasiana tapi juga dari Kompas yang telah membesarkannya. Adalah hak siapapun menentukan jalan hidupnya sendiri. Kalau saya di posisi kang Pepih, saya tak akan berpikir untuk keluar dari zona nyaman saya. Udah di situ aja sampe beneran pensiun. Zona nyaman memang melenakan.

Kang Pepih resign menjadi topik hangat kalau saya kumpul dengan para kompasianer yang ketemu di sebuah acara. Ini pengakuan.. bahwa kalau ketemu kompasianer, yang diomongin ya yang berhubungan dengan kompasiana. Saya mau ngomongin soal Valentino Rossi sebenernya, tapi mereka nggak pada ngerti (geleng kepala). Banyak yang penasaran bagaimana Kompasiana selanjutnya tanpa kang Pepih.

Tentu Kompasiana akan terus berbenah sepeninggal kang Pepih. Kan masih ada punggawa senior Kompasiana yang lain. Admin Kompasiana sekarang juga makin banyak, siap menjaga kelangsungan Kompasiana. Maka kata-kata “Senjakala Kompasiana” semoga hanya kata-kata tanpa makna (ciyeh). Namun memang beban berat ada di pundak managemen Kompasiana mengingat sekarang begitu banyak platform yang berkembang pesat, membuat blogger punya lebih banyak media untuk menulis. Apalagi brand-brand sekarang ini lebih sering berhubungan dengan blogger.

trio pimpinan kompasiana (dok. mas Isjet)

Ada dua hal yang akan saya ingat terus dari kang Pepih. Yang pertama adalah “konsisten”. Kata ini diucapkan kang Pepih saat memberikan Piala Penghargaan Kompasianer of The Year 2016 kepada saya. Yap.. saya akan berusaha konsisten dalam menulis terlebih karena saya sudah memutuskan untuk terjun sepenuhnya ke dunia ini. Yang kedua adalah Piala Penghargaan itu. Saya adalah orang terakhir yang diberikan Piala Penghargaan Kompasiana oleh kang Pepih dan saya juga mendapat piagam penghargaan terakhir yang langsung ditandatangani oleh kang Pepih. Cukup membanggakan. Kira-kira di media barunya kang Pepih ada bagi-bagi piala nggak ya hehehe (terkode). Selamat berkiprah di tempat baru ya kang Pepih.

Hari Setelah Kita Jatuh Cinta, Kisah Gadis Korban Perceraian dan Cinta



Perceraian orang tua bisa berakibat buruk pada anak, sayangnya akibat buruk ini sering tidak disadari oleh orang tua. Anak adalah yang paling menjadi korban dari sebuah perceraian. Tanpa pendampingan dari orang tua, trauma pada perceraian akan menghantui diri anak seumur hidup.Trauma pada anak yang orang tuanya bercerai menjadi benang merah dari novel Hari Setelah Aku Jatuh Cinta, yang ditulis oleh Halluna Lina.

Novel itu (dok.yayat)

Adalah Rasi, seorang gadis yang orang tuanya bercerai. Rasi trauma dengan perceraian ini. Kesedihan Rasi pada perceraian orang tuanya membuat ia tidak fokus pada hubungannya dengan Berlin, laki-laki yang berniat menikahinya. Berlin yang tidak menyadari kesedihan Rasi pergi meninggalkannya. Terpuruk dalam kesedihan yang mendalam membuat Rasi memutuskan hal yang ekstrem, yaitu menghapus semua ingatannya. Rasi lupa dengan semua hal yang telah dia lalui.

Kesabaran para sahabatnya dalam mendampingi Rasi membuat Rasi sembuh dari penyakitnya, yang lupa pada segalanya. Relung, Freyza dan Hannah serta Jagat adalah sahabat Rasi dalam suka dan duka. Ada pula adik Rasi, yaitu Igo dan Sasi yang juga selalu menyayangi Rasi.

Dua tahun kemudian, Rasi bertemu seorang pemuda, Ruben namanya. Rasi begitu terkesan dengan Ruben. Rasi mengalami sebuah kondisi di mana ia menganggap bahwa ia telah jatuh hati pada Ruben. Dengan berani Rasi mengatakan perasaannya pada Ruben, tapi… ada gadis lain di hati Ruben yang membuat ia tak mau berpaling pada Rasi. Sayang.. cinta Rasi pada Ruben terlalu mendalam. Patah hati pada Ruben membuat sakit lupa Rasi kambuh.

Teman-teman Rasi sangat kaget dengan kambuhnya penyakit Rasi. Rasi tak ingat lagi apa yang telah ia lalui bersama teman-temannya. Tak ingat bahwa Hannah telah menikah. Tak ada yang tau penyebab kambuhnya sakit lupa Rasi, sebelum Dokter Rasi, Chintya, membantu mereka. Sahabat Rasi begitu marah pada Ruben yang telah membuat Rasi sakit lagi. Ruben bukan orang yang tak bertanggung jawab, ia sadar telah melakukan kesalahan dan berniat memperbaiki kesalahannya.

Bersama para sahabat Rasi dan Dokter Chintya, Ruben membantu Rasi mendapatkan ingatannya kembali. Satu yang akhirnya disadari Ruben adalah.. bahwa ia jatuh cinta pada Rasi. Apakah ingatan Rasi bisa kembali? Apakah Ruben bisa mendapatkan hati Rasi lagi? Silakan baca saja novelnya ya.

Cerita di awal novel ini sudah menyiratkan drama. Halluna Lina pandai merangkai kalimat yang membuat pembacanya terhanyut. Jantung saya ikut deg-deg an membaca kisah Ruben dan Rasi di pertengahan novel dan ikut merasakan perihnya hati Rasi. Saya selalu suka dengan cerita yang berakhir bahagia, tapi untuk novel ini saya buat pengecualian.

Halluna Lina sebenarnya seorang yang pelupa juga. Ia menulis sebagai terapi penyembuhan. Ia sudah aktif menulis sejak SMP namun baru serius menekuninya sebagai profesi di tahun 2011. Novel Hari Setelah Kita Jatuh Cinta adalah novel yang diterbitkan oleh Grasindo pada Juni 2016. Saat ini bisa didapatkan di semua toko buku Gramedia di Indonesia.

Kamis, 29 Desember 2016

MeeMaa Style Untuk Fashion Muslimah Yang Unik dan Elegan



Lingkungan keluarga bisa mempengaruhi kehidupan anak di masa depan. Anak yang lahir dari keluarga pengusaha, kemungkinan besar anak tersebut akan mengikuti jejak keluarganya menjadi pengusaha. Itulah yang terjadi pada mbak Chaera Lee. Perempuan ini mengikuti jejak keluarganya yang menjadi pengusaha. Anda yang gemar fashion terutama busana muslim pasti sudah pernah mendengar nama Chaera Lee. Mbak Chaera Lee adalah pendiri dan pemilik butik MeeMaa Style, sebuah butik baju muslim. 

Mbak Chae dan koleksi untuk Turki Fashion Week (dok.mbak Wawa BloggerCrony)



Jiwa bisnis mbak Chaera Lee sudah muncul sejak kecil. Saat kecil, mbak Chaera Lee tinggal bersama neneknya di kampung dan baru tinggal dengan ibundanya saat SMA. Karena hobby baca komik, mbak Chaera Lee kecil menyewakan komik pada teman-temannya. Komik itu disewakan dengan harga 500 rupiah per buku. Dulu.. uang 500 rupiah itu berharga banget. Uang jajan saya waktu SD juga 500 rupiah. Sekarang uang 500 rupiah cuma cukup membeli 3 buah permen.

Mbak Chae yang juga hobi menyanyi, bergabung dengan band yang sering menerima panggilan buat mengisi acara. Neneknya mulai merintis bisnis vermint waktu mbak Chae duduk di bangku SMA. Vermint adalah obat yang terbuat dari ekstrak cacing tanah yang bisa mengobati thypus, melancarkan sirkulasi darah dan lain-lain. Jiwa bisnis mbak Chae membuat ia nggak mau meminta uang dari orang tuanya. Ia mencari uang sendiri, salah satunya dengan jualan bakwan saat SMA. Waktu kuliahpun mbak Chae menyambi dengan bekerja sebagai SPG.

Koleksi MeeMaa (dok.yayat)

Lepas kuliah mbak Chae yang punya ketertarikan dengan fashion muslim mulai mendirikan bisnis sendiri. Mbak Chae serius banget dengan bisnisnya dan niat sampa kursus desain segala. Terjun ke dunia bisnis emang harus total, nggak bisa setengah-setengah. Selain niat sepenuh hati, menerjuni bisnis juga harus kuat mental menghadapi halangan dan persaingan. Untung mbak Chae tumbuh besar di keluarga pebisnis jadinya udah punya mental bisnis.

Kiprah mbak Chae di dunia fashion muslim makin besar setelah mempunyai brand sendiri, yaitu MeeMaa Style. MeeMaa Style makin berkembang seiring orang makin mengenal busana-busana hasil karya mbak Chae. Perkembangan MeeMaa Style juga nggak lepas dari dukungan keluarga. Pada 3 Desember 2016 lalu, saya melihat sendiri betapa besar dukungan keluarga pada bisnis mbak Chae.

Peresmian butik MeeMaa Style (dok.mbak wawa BloggerCrony)

Ceritanya saya diundang untuk datang ke acara peresmian butik MeeMaa Style di Rukan Sentra Bisnis Grand Galaxi City Jaka Setia Bekasi di tanggal itu. Acaranya seru loh.. bukan cuman sekedar peresmian ya tapi ada fashion show segala. Saya paling suka liat fashion show. Juga ada acara ramah tamah dengan keluarga mbak Chae. Ibunda mbak Chae hadir di sini, juga tentu saja suami mbak Chae dan ketiga anaknya dan para undangan.

Ibunda mbak Chae sangat senang bisnis anaknya berkembang. Namun ibunda juga mengingatkan agar mbak Chae jangan berpuas diri dan terus mencari ilmu sebanyak-banyaknya dan nggak gampang menyerah. Ibunda mbak Chae ini sekarang menjadi penerus bisnis Vermint. Sesungguhnya yang diucapkan ibunda mbak Chae di acara kemarin ini bukan hanya bermanfaat buat mbak Chae tapi juga buat kita yang mendengarnya.

Bersama mbak Chae dan BloggerCrony (dok.mbak Wawa BloggerCrony)
















Kiprah mbak Chae bersama MeeMaa sudah mendunia. Tahun ini mbak Chae mendapatkan kesempatan menampilkan hasil karyanya di Fashion Show Turki Fashion Week. Baju-baju yang ditampilkan di Turki Fashion Week ini ditampilkan lagi saat peresmian butik MeeMaa Style di Bekasi kemarin. Selain itu ditampilkan pula koleksi MeeMaa yang pernah diperagakan dalam Indonesia Moslem Fashion Week. Saya beruntung banget bisa melihat baju-baju keren ini.

Model baju yang dibuat di MeeMaa adalah model outfit, bau panjang dan atasan serta bawahan dengan bahan yang bisa dipakai dalam keseharian. Nggak panas gitu. Warna-warnanya pun nggak bikin sakit mata dan bisa dipakai dengan warna kulit apapun. Netral gitu. Warna dusty pink, dusty grey dan dusty purple mendominasi, di mana warna-warna ini adalah warna kesukaan mbak Chae. 

Outer itu (dok.yayat)

Untuk dua acara fashion show besar, yang ditampilkan di Bekasi kemarin ada perbedaan nyata dalam hal warna dan model baju. Untuk Indonesia Moslem fashion week, baju mbak Chae lebih menonjolkan sisi dinamis dan kasual. Warna grey dan soft pink mendominasi. Model bajunya kekinian, mencerminkan pemakainya adalah pribadi yang aktif dan modern.

Sementara untuk Turki Fashion Week, warna yang mendominasi adalah elektrik blue dan hitam dengan hiasan merah, putih dan biru muda. Modelnya lebih ke baju panjang. Ini sesuai dengan tipikal mode di Turki kali ya. Desain untuk Turki Fashion Week ini nggak meninggalkan ciri khas mbak Chae yang elegan. Semua model baju mbak Chae bisa dipakai dalam acara formal dan non formal. Jangan lupa pakai high heel juga buat menyempurnakan penampilan.

Sebelum pulang, mbak Chae memberikan sebuah outer kepada saya sebagai kenang-kenangan. Saya suka banget outer ini. Saya melihat seorang undangan memakai outer ini dan mata saya sering memandangnya. Memandang outernya lho ya… karena keren banget. Outer ini panjang semata kaki dan bertudung. Benar-benar unik deh. Makanya saya seneng banget mendapat hadiah ini dari mbak Chae. Terima kasih banget ya mbak Chae.. semoga MeeMaa makin berkembang pesat dan punya cabang di mana-mana.  

Rabu, 28 Desember 2016

Belajar Tentang Jual Beli Saham Lewat ISTC di Indosat Ooredoo



Saham, bisa menjadi salah satu investasi. Banyak orang bilang, melakukan jual beli saham itu sulit dan berpotensi mengalami kerugian. Investasi apapun selalu mempunyai resiko. Ada yang resiko tinggi ada juga yang resiko rendah. Untuk mengurangi resiko tersebut, kita harus mempelajari dulu investasi yang akan dilakukan. Jika sudah dipelajari, kita akan lebih tau cara memanfaatkannya. Saham pun begitu.


Saya sering mendengar soal trading atau jual beli saham. Saham di sini adalah saham perusahaan. Beberapa teman ada yang berkecimpung di profesi ini dan penghasilannya lumayan. Teman saya bilang, untuk berhasil di dunia jual beli saham, feeling harus ikut bermain juga. Lalu kita harus tau kapan harus menjual saham dan kapan harus membeli saham. Prinsip penjualan yang menjual barang ketika harga naik dan membeli barang ketika harga turun tidak selalu dipakai dalam trading.

Saya sebenarnya penasaran dengan saham ini dan ingin mempelajarinya. Nah kebetulan, Indosat mengundang saya dan teman-teman lainnya pada 13 Desember 2016 lalu untuk mengenalkan sebuah program CSR dari Indosat di bidang investasi saham. Indosat membuat program ini karena melihat animo masyarakat yang tertarik pada investasi saham. Investasi saham ini dibuat dalam bentuk aplikasi yang bernama Indosat Ooredoo Stock Trading Contest (ISTC). Aplikasi ini tersedia di Android dan Ios.


ISTC kali ini adalah tahap kedua. Indosat menganggap penting mencetak pialang saham muda. Yah kalaupun nantinya ia tak terjun langsung ke bisnis saham, setidaknya ia sudah mengetahui tentang cara bermain saham. Lagipula informasi tentang apa dan bagaimana melakukan investasi saham ini masih sedikit banget yang beredar. Dalam ISTC, Indosat bekerja sama dengan PT Trimegah Securitas Indonesia Tbk.

Oh iya di ISTC untuk belajar  dan praktek, kita tidak perlu menanam modal. ISTC telah memberikan modal awal sebesar 50 juta rupiah dalam bentuk uang virtual yang bisa kita gunakan untuk membeli dan menjual saham. Dalam aplikasi ISTC sudah tertera engkap tuh nama-nama perusahaan dan harga sahamnya. Kita tinggal pilih dan beli. Transaksi menggunakan uang virtual ini nggak akan muncul di transaksi investasi saham asli. Jadi oke banget buat belajar.

Semua orang boleh mengikuti ISTC asal mengikuti tahapan yang berlaku. Tahapannya gampang kok nggak sulit. Tahapan pertama nih, kita kudu punya kartu Indosat karena nomor kartu Indosat harus dimasukkan saat registrasi. Registrasi dilakukan dengan membuka website www. Indosatooredoo.com/istc, pilih registrasi lalu isi data lengkap deh.

Nanti kita akan dapat konfirmasi di mana kita akan mendapatkan password dan username. Lalu download aplikasi ISTC. Setelah sukses terinstall, kita masukkan username dan password yang kita dapatkan tadi. Nanti setelah kita masukkan username dan password akan muncul notif permintaan OTP. Nggak usah khawatir karena OTP akan dikirimkan secara otomatis ke email dan hand phone kita. Setelah dapet OTP langsung masukkan ya. Begitu OTP masuk, kita akan diminta membuat password baru dan pin. Nah langsung bikin aja. Kenapa minta password dan pin? Ini buat keamanan. Nah setelah selesai, kita siap deh bertransaksi.



Cara memulai transaksi adalah dengan masuk ke My Market, lalu klik search stock. Pilih perusahaan yang mau kita beli sahamnya lalu klik menu order book. Di sini kita kudu tau dengan istilah Bid dan Offer ya karena istilah ini akan sering digunakan. Bid artinya menjual dan Offer artinya membeli. Cara lainnya bisa pake menu Portfolio lalu geser ke kiri untuk menjual dan geser ke kanan untuk membeli. Kalau lagi belajar bisa pilih saham perusahaan dengan harga yang tertera di situ. Jangan takut rugi ya karena kan uangnya uang virtual.

Quantity saham tuh dalam lot, 1 lot artinya 100 lembar saham. Harga saham yang tertera adalah harga satuan, jadi kalau kita beli 1 lot, modal yang terpotong adalah harga satuan di kali 100. Kita bebas mau beli berapa lot, nggak ada batasan. Mau beli 1 atau 5 lot juga nggak papa. Begitu juga dalam soal menjual, kita mau jual seluruh stock yang kita punya atau hanya sebagian aja juga nggak masalah.



Transaksi yang kita lakukan bisa dilihat di history. Kalau ada transaksi rejected itu artinya transaksi kita tidak masuk. Ini terjadi karena aplikasi ini per 5-10 menit akan mati secara otomatis jadi kita kudu login lagi. Ini buat faktor keamanan emang. Lama bertransaksi juga terserah kita. Mau bertransaksi sejam atau 3 jam, mau setiap hari atau seminggu sekali itu terserah kita. Makin sering bertransaksi makin mudah juga kita belajar.

ISTC ini ada kompetisinya lho dan hadiahnya menggiurkan. Hadiah juara pertama adalah 15 juta rupiah, juara kedua 10 juta rupiah dan juara ketiga 5 juta rupiah. Lomba akan berakhir 31 Januari 2017. Moga aja program Indosat ini beneran melahirkan para pialang muda.